
"Ada yang ingin kamu sampaikan Rick?" tanya Ibrahim karena melihat menantunya itu diam saja padahal saja padahal sudah lama berada di dalam ruangannya.
Erick menarik nafas berat kemudian menatap Ibrahim sang Papa mertua.
"Kumohon jangan tersinggung Pa kalau aku menanyakan hal ini," ujar Erick sembari menjalin jari-jarinya diatas pahanya.
"Katakanlah, InsyaAllah aku tidak akan tersinggung, apa ini mengenai Beby?" Erick menggeleng.
"Apa benar tante Linda adalah adik Papa? eh maksud aku adik kandung Papa?" tanya Erick dengan suara pelan tetapi serius.
"Hey kenapa kamu menanyakan hal itu Erick, apa ada masalah dengannya?" Ibrahim menegakkan punggungnya dan menata serius pada menantunya itu.
"Ah tidak Pa, aku cuma ingin tahu hubungan darah yang papa miliki dengan tante Linda, karena aku lihat ia tidak begitu mirip dengan Beby," ujar Erick memberi alasan.
"Hahahaha, tidak mirip ya? iya sih kami sebenarnya bukan saudara kandung. Aku adalah anak pertama di keluarga Kusnadi, tapi aku hanyalah anak angkat dalam keluarga itu. Linda dan Sisca yang bersaudara kandung," jelas Ibrahim dengan pandangan menerawang jauh.
"Makanya itu aku tidak memakai nama belakang Kusnadi."
"Oh Pantas," gumam Erick pelan tetapi sempat terdengar oleh Ibrahim. Pria tua itu mengangkat sebelah alisnya.
"Pantas kenapa Rick?" tanya Ibrahim penasaran. Erick langsung menatap kembali papa mertuanya.
"Pantas mereka sangat tak punya perasaan mau menghancurkan keluarga Papa, tadinya aku tidak percaya kok ada saudara yang tega seperti itu."
"Apa yang dilakukannya Rick, ceritakan pada Papa, apakah ia juga seperti Harun yang mengincar perusahaan ini?"
"Tidak Pa, Tante Linda malah melakukan hal yang lebih dari itu, ia berusaha menggodaku dan meminta aku bercerai dengan Beby." jawab Erick yang langsung membuat Ibrahim pucat dan sesak nafas.
Pria tua itu tiba-tiba mengingat bagaimana perhatiannya Linda pada menantunya tadi pagi. Ia juga merasakan hal yang ganjil tetapi berusaha ditepisnya.
"Astagfirullah, Erick ambilkan obatku di laci sana," ujar Ibrahim dengan nafas tersengal-sengal. Tangan kanannya memegang dadanya yang terasa nyeri.
Dengan langkah cepat Erick mencari obat yang dimaksud dan meminumkannya pada Papa mertuanya.
"Pa, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini." ujar Erick dengan wajah khawatir. Ibrahim hanya diam dengan airmata yang tiba-tiba keluar dari matanya. Pria tua itu berusaha bernafas dengan normal lagi.
"Aku tidak menyangka kalau Linda mau berbuat seperti itu, untuk apa? untuk merusak keluarga ini? untuk menyakiti hatiku atau untuk menyakiti hati ponakannya sendiri," Ibrahim meraih tangan Erick kemudian melanjutkan ucapannya,
"Jaga hubunganmu dengan Beby agar tetap baik-baik saja, para pengganggu akan selalu datang jika melihat celah. Tetapi kalau kalian tampak rukun dan bahagia maka mereka pasti akan menyingkir dengan sendirinya."
"Iya Pa, Insyaallah." jawab Erick berusaha tersenyum agar Papa mertuanya senang.
"Ingat Erick, kalau perlu paksa anak nakal itu untuk memberikan hakmu, nak. Aku tahu kamu pasti sangat tersiksa." Erick menegakkan punggungnya serius.
"Iya, aku yakin setelah itu hubungan kalian akan lebih baik, kalian akan saling membutuhkan apalagi kalau kamu berhasil membuatnya hamil. Maka perasaannya akan tertaut padamu," jelas Ibrahim dengan wajah serius.
"Papa menyuruhku memaksanya? bisa-bisa aku dibunuhnya Pa, putrimu itu sangat kejam padaku, aku mencuri ciuman saja dia malah memberikan aku tendangan." Erick berpura-pura menjadi suami yang terzholimi di depan mertuanya.
"Hahahaha, dasar anak nakal, ia belum tahu saja rasanya," Ibrahim tertawa terbahak-bahak sampai lupa penyakit yang baru saja menyerangnya.
__ADS_1
Erick ikut tertawa melihat Ibrahim nampak senang. Meskipun begitu ia tahu pria tua itu menyimpan banyak kemelut di dalam hatinya tentang saudara-saudaranya yang berniat menghianatinya.
🍁
Eka dan Anny menunggu Beby Alesha di kantin perusahaan saat istirahat makan siang tiba. Mereka berdua begitu rindu kepada sahabatnya yang satu itu.
"Bu wapresdir, " ujar Eka dan Anny sembari membungkukkan badan mereka hormat saat Beby Alesha tiba di kantin itu.
"Jangan berlebihan ah, atau aku tidak akan menemui kalian lagi disini," kesal Beby pada kedua sahabatnya itu.
"Eh kita kan bawahanmu, jadi wajarlah kalau kita tunduk dan hormat," ujar Eka dengan senyum diwajahnya.
"Ish, aku gak suka lho kalau kalian bilang bawahan. Kita adalah partner kerja ya, okey,?"
"Iya, iya gak usah ngambek gitu dong," timpal Anny tersenyum karena melihat Beby Alesha tampak kesal.
"Kok bisa sih kamu mutuskan untuk meninggalkan OB dan langsung jadi wapresdir." lanjutnya sembari menatap wajah perempuan cantik itu.
"Gak tahu juga ya, tiba-tiba saja aku mau masuk kerja dan juga aku bosan jadi OB karena gak ada kalian. Lagian capek juga nyamar tahu gak, lelah." Ujar Beby Alesha panjang kali lebar.
"Kasihan lho Mbak Gendhis, ia sepertinya sangat kehilangan dirimu Beb," ujar Eka dengan tawa tertahan.
"Setiap saat ia hanya murung saja dan selalu makan sendirian di Kantin. Tuh lihat kan mbak Gendhis nya ada disana," tunjuk Eka pada sekertaris Presiden Direktur itu yang sedang makan dipojokkan sendirian.
"Hush, aku juga lihat kok. Ruanganku kan ada didekat ruangannya, dan tahu gak mbak Gendhis kayaknya mulai curiga sama aku, soalnya dia sering banget liatin aku gitu." bisik Beby dengan wajah ngeri.
"Hah?" Eka dan Anny hanya bisa menganga kemudian tertawa sedih. Mereka jadi kasihan pada perempuan itu yang cintanya mati sebelum berkembang.
"Ya enggaklah, mana ada aturannya kalau karyawan sama Karyawan gak boleh makan bersama." jawab Beby tersenyum.
"Iya gak ada masalah bagi kamu Beb, tapi yang bermasalah tuh suaamimu, dari tadi beliau memperhatikan meja kita terus." bisik Eka yang kebetulan melihat Erick Bramantyo duduk bersama dengan Jack Andrian sang asisten. Dua pria tampan itu selalu memandang kearah meja mereka bertiga.
Beby mendongak dan melihat kearah meja yang dimaksud oleh Eka.
"Gak usah diperhatikan, biarkan saja mereka," bisik Beby kemudian segera menyantap makanannya. Eka dan Anny setuju dan mulai makan dengan tenang. Mereka berpura-pura tidak melihat pandangan dua orang pria disana.
Tak lama kemudian handphone Eka dan Anny berbunyi bersamaan.
"Angkat dong, ribut banget tahu," ujar Beby pada dua sahabatnya yang sama-sama sedang melihat layar handphonenya tetapi tidak menjawab panggilan itu.
"Wah gawat, aku harus kesana sekarang," ujar Eka setelah melihat pesan beruntun yang masuk karena tidak menjawab panggilan itu.
Begitupun dengan Anny. Kedua gadis itu meninggalkan Beby Alesha beserta piring-piring kosong yang sudah dihabiskan oleh dua gadis itu.
"Maaf ya Beb, kami duluan, dan mohon dibayarkan ya, soalnya kami buru-buru," ujar Eka dan segera kabur dari kantin itu bersama dengan Anny. Beby Alesha hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan senyum diwajahnya.
Seorang waiters datang ke mejanya dan membersihkan segera bekas-bekas makan ketiga perempuan cantik itu.
"Temani aku makan disini," ujar Erick yang tiba-tiba duduk disamping Beby Alesha sang istri.
__ADS_1
"Eh, aku udah selesai. Udah mau balik kerja." jawab Beby Alesha yang langsung ingin berdiri tetapi tanngannya ditarik paksa oleh Erick agar duduk kembali.
"Aku suamimu, semua orang tahu itu, jadi duduk dengan nyaman dan temani aku sampai selesai, okey?" Erick memandang istrinya yang nampak kesal dengan senyum diwajahnya.
Beby Alesha memutar bola matanya malas. Ia mengalah demi nama baik Perusahaan.
"Nah gitu dong, aku kan senang kalau kamu mau duduk manis begini dan menemani aku, kita jadi seperti keluarga harmonis."
"Itu kan mimpimu Pak Erick,"
"Tentu saja sayang, itu mimpi semua orang. Apalagi tantemu itu, lihat dia bawa rantang untukku." ujar Erick sembari menunjuk dengan dagunya seorang perempuan dewasa masuk ke kantin dengan membawa rantang cantik bekal makan siang untuk Erick. Pria itu sengaja kabur bersama Jack ke kantin karena melihat Tante girang itu datang menemuinya di ruangan kerjanya.
"Hah? Tante Linda?" ujar Beby tak percaya dengan penglihatannya.
"Wah lagi makan berdua ya? boleh dong ikut bergabung, tante bawa makanan nih semoga Erick suka." ujar Linda dengan penuh percaya diri yang tinggi. Ia benar-benar mengabaikan Beby Alesha sang ponakan.
"Tante?" Beby Alesha melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat. Linda tersenyum padanya dengan wajah bahagia.
"Kamu kan gak mau ngurus suamimu jadi biar Tante saja ya?" Mata indah Beby membola sedangkan Erick hanya bisa meremas tengkuknya tak nyaman. Ia berharap sekali Beby Alesha punya rasa peka yang tinggi.
Entah dorongan darimana hingga tangan Beby tiba-tiba bergerak kearah bibir suaminya dan memberikan selembar tissue karena ada nasi putih yang menempel di sana. Erick tersenyum senang. Tangannya cepat menangkap tangan Istrinya dan memegangnya lama di depan wajahnya.
"Terimakasih banyak sayang," ujar Erick dengan pandangan penuh cinta pada istrinya. Linda jadi kesal dibuatnya.
"Ekhem, kalian kok abaikan Tante sih, aku kecewa lho. Dan kamu Beb, katanya gak suka sama Erick, kok malah saling tatap-tatapan begini sih?"
"Eh maaf Tante, aku..." Beby Alesha jadi gelagapan sendiri.
"Tante Linda makan sendiri aja ya, kami berdua sudah makan kok, bisa lihat kan?" timpal Erick dengan tatapan masih pada wajah istrinya yang cantik.
"Ih gak asyik kalian,"
"Maaf ya Tante, kamu berdua harus kembali ke ruangan, permisi," Erick menggenggam tangan istrinya dan membawanya keluar dari kantin. Meninggalkan Linda yang kesal setengah mati.
"Lepaskan tanganku Pak Erick Bramantyo!" sentak Beby Alesha karena tangannya masih digenggam erat oleh suaminya.
"Lho?"
"Iya, aku tadi cuma akting agar kamu tidak digoda oleh tanteku. Rasanya gak etis aja, dan yah aku gak mau dengar ada kabar kalau kamu ada main sama tanteku sendiri."
"Oh gitu ya? jadi kamu tidak cemburu?" tanya Erick dengan senyum samar diwajahnya.
"Ya tidaklah. Aku cuma gak nyaman aja kalau kamu sama tanteku sendiri, gak etis tahu gak?"
"Jadi, kalau aku sama perempuan lain boleh?"
Beby Alesha terdiam dan meninggalkan Erick Bramantyo dengan menghentakkan kakinya kesal.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍