Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 123 BSWW


__ADS_3

Erick Bramantyo mengajak Beby Alesha ke dalam ruang kerjanya. istrinya itu tak berhenti tersenyum melihat Fanta Ricola begitu kesal padanya.


Sedangkan Jihan hanya bisa melongo tak percaya karena Jack Andrian yang ia harapkan ternyata malah meninggalkannya begitu saja.


"Ish sebel," ujar perempuan itu kemudian pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya.


"Aku suka sekali sayang kalau kamu menunjukan di depan semua orang kalau aku adalah milikmu." Bisik Erick ditelinga sang istri saat mereka berdua sudah berada di ruang kerja pimpinan EB & Partners itu. Ruang kerjanya sendiri.


Pria itu bahkan meraih bibir sang istri dengan penuh kelembutan dan penuh cinta.


"Hmm, aku juga suka, tapi mas aku ada sesuatu nih,"ujar Beby setelah tautan bibir mereka terlepas. Perempuan itu memperlihatkan sebuah paket yang baru ia terima lewat kurir tadi sebelum ia ke tempat itu.


"Apa itu sayang?" tanya Erick tanpa melepaskan pelukannya pada istrinya itu.


"Ini mas, aku tadi dapat paket dari Dian Pelangi, mas kenal gak?" Wajah Erick langsung berubah warna dan dengan cepat melepaskan pelukannya pada istrinya. Beby Alesha merasa ada yang aneh dengan suaminya.


"Mas, kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Beby Alesha dengan pandangan tajam pada Erick.


"Mana paketnya sayang," ujar Erick tanpa mau menjawab pertanyaan sang istri. Ia mencari benda yang dimaksud oleh istrinya.


"Ini mas," Beby menyerahkan paket yang sejak tadi ada dalam tas besar yang ia bawa.


Ya perempuan cantik itu sejak tahu dirinya hamil, ia selalu membawa tas besar yang akan diisi oleh cemilan dalam jumlah yang banyak.


"Ini paket dari perempuan tidak tahu malu itu sayang," ujar Erick sembari membuka bungkus paket yang sudah tidak utuh itu.


"Perempuan yang tidak tahu malu? mas ada hubungan apa dengannya?" Beby Alesha memandang suaminya yang sibuk mengeluarkan benda-benda kenangan yang pernah ia berikan kepada mantan kekasihnya itu.


"Dia mantan aku Beb," jawab Erick sembari menatap wajah istrinya. Ia ingin tahu apa reaksi istrinya itu. Dan benar saja, wajah istrinya tiba-tiba menunjukkan ekspresi tidak suka.


"Benda-benda ini pernah aku kasih ke dia dan sekarang ia mengirimkannya padamu agar hubungan kita terganggu sayang," jelas Erick kemudian membuang semua benda peninggalan sejarah itu ke dalam tempat sampah.


Beby Alesha tidak menjawab. Ia hanya sedikit kecewa karena ternyata hati suaminya pernah diisi oleh nama yang lain selain dirinya.


"Beb, sayangku jangan diam saja, ayo katakan sesuatu," ujar Erick berubah tak nyaman. Ia paling tidak suka kalau istrinya hanya diam saja. Ia lebih suka kalau istrinya itu marah padanya.


"Aku pulang saja mas, Assalamualaikum," ujar Beby Alesha kemudian meraih tasnya dan keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


"Beby tunggu aku, kita pulang sama-sama," panggil Erick kemudian dengan langkah cepat mengikuti istrinya itu.


Dan saat istrinya sampai di depan mobilnya, ia mendahului perempuan yang sangat dicintainya itu untuk masuk. Pria itu tidak ingin istrinya pergi dengan perasaan tak nyaman. Apalagi kalau harus mengemudi sendiri.


Beby Alesha hanya bisa memutar bola matanya malas, tetapi ia ikuti saja kemauan suaminya itu.


"Beb, bicaralah sayang," pinta Erick sembari menyentuh tangan istrinya lembut.


"Kamu lihat kan aku membuang semua benda pemberianku itu ke tempat sampah. Karena begitulah seharusnya mantan, tempat adalah disana."


"Beberapa hari yang lalu Perempuan itu datang ke kantor untuk meminta bantuan hukum atas gugatan cerainya pada suaminya," jelas Erick berusaha untuk tidak menutup-nutupi semua hal yang berhubungan dengan masa lalunya.


Beby Alesha memandang suaminya dengan intens. Ia ingin mendengarkan kisah selanjutnya dari suaminya itu. Erick tidak melanjutkan penjelasannya. Ia ingin istrinya memintanya untuk melanjutkan atau tidak.


"Trus?" akhirnya keluar juga kata yang diinginkan oleh Erick Bramantyo.


"Dian ingin kembali padaku setelah gugatan cerainya berhasil," jawab Erick dengan pandangan lurus ke jalanan di depannya.


"Dan mas mau?" tanya Beby Alesha dengan alis terangkat.


"Tentu saja tidak sayang, aku kan suamimu dan sangat mencintaimu. Dan juga aku tidak suka barang bekas." tandas Erick dengan tangan kiri meraih tangan Beby Alesha dan mengecupnya lembut.


"Jadi kita kemana nih?" canda Erick tersenyum menggoda. Beby Alesha langsung tersenyum malu.


"Terserah mas, aku dibawa kemana saja yang penting dihatimu cuma ada aku," Erick tertawa dengan kata-kata istrinya. Rasanya ia ingin mengurung kembali istrinya itu di dalam kamar.


"Kok ketawa sih?" Beby memanyunkan bibirnya sedikit kesal.


"Kamu bisa juga romantis gitu, biasanya suka hemm,"


"Suka apa mas?"


"Suka aku yang hemm,"


"Masss," Beby Alesha melayangkan jepitan kepinggang suaminya.


"Awww," teriak Erick pura-pura kesakitan. Mereka akhirnya bercanda terus sampai mobil memasuki area rumah pribadi pria itu.

__ADS_1


"Mas, ngapain kita kesini?" tanya Beby Alesha yang baru sadar kalau ia dibawa ke rumah suaminya itu.


"Aku gak mau nganggur siang ini sayang," jawab Erick dengan senyum samar di bibirnya.


"Ish dasar ya, gak mau rugi."


"Tentu saja, karena kamu terlalu lezat kalau dianggurin."


Sementara itu di Perusahaan PT. Ibra.Tbk.


Eka tersenyum ramah pada seorang tamu yang datang menemuinya saat istirahat tiba. Ia dan Anny menemui Randy di Loby.


"Hai, Ndy kok bisa nyasar ke sini sih?" tanya Eka pada pria yang baru-baru ditemuinya itu di pestanya Hany sang sahabat.


"Mumpung lewat sih, aku mau ngajak kalian makan siang bolehkan?" tawar Randy dengan senyum cerah diwajahnya.


"Wah enaknya kalau sahabatan bisa satu kantor," lanjut Randy berbasa-basi karena menjumpai Anny juga berada di sana. Salah satu kenalan di Fakultas FMIPA dulu.


"Hem, iya. Tapi ngomong-ngomong kok kamu tahu aku kerja di sini, Ndy?" tanya Eka sembari menatap pria itu dengan pandangan menyelidik.


"Ya aku searching di Gugel dan dapat deh, aku hebat kan," Randy kembali bercanda. Eka dan Anny tertawa dengan gaya Randy menjawab.


"Maaf ya, aku gak ikut makan siang sama kalian, ada mas Fadhil nungguin di ruangannya, maaf ya," ujar Anny tak enak hati karena tidak bisa bergabung bersama mereka.


"Gak apa-apa, gitu kalo udah punya ayang, pasti gak bisa kayak dulu lagi," ujar Eka senyum diwajahnya. Anny pun pergi dari sana. Dan tinggallah Eka dan Randy di Loby itu.


"Mau makan dimana nih?" tanya Randy sembari menatap wajah Eka yang tampak sangat cantik dimatanya itu.


"Di kantin aja ya, supaya gak kena macet, hehehe."


"Boleh, aku jadi bisa mengenal Perusahaan besar ini, dong," jawab Randy kemudian mereka berdua melangkah beriringan menuju kantin Perusahaan.


Jack Andrian yang melihat keakraban mereka berdua merasakan asap putih keluar dari kepalanya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2