Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 105 BSWW


__ADS_3

Fadhil Akifa ingin mengejar istrinya ke Toilet tapi tangannya dipegang erat oleh sang mama.


"Mau kemana sih? Sini aja sama mama, berkenalan sama pagar ayu yang cantik-cantik ini." ujar Rahmah Salam sembari mengeratkan pegangannya pada tangan putranya.


Akhirnya Fadhil Akifah hanya bisa tersenyum tipis pada 3 perempuan dihadapannya. Pria itu yakin, nasib asmaranya sekarang sedang berada di ujung tanduk karena kelakuan mamanya.


"Jadi pak Fadhil masih jomblo ya?" tanya Eka dengan bibir mencebik, ia sengaja ingin menyudutkan manager itu yang ternyata belum memperkenalkan Anny sebagai istrinya.


"Iya nih, suka sebel aku sama putraku ini, masak sih gak punya calon istri, padahal kan tampan dan juga mapan maksimal," jawab Rahmah Salam cepat menggantikan putranya yang menjawab.


Ketiga perempuan itu sekali lagi saling bertatapan dengan segala prasangka di dalam hati mereka.


Para Rangers sudah tahu status Anny yang sudah dinikahi oleh pria itu tapi herannya kenapa Fadhil masih menyembunyikan status itu pada kedua orangtuanya sendiri.


"Jeung Rahmah ada apa ini?" tanya Firly Ramli yang baru ikut bergabung di tempat itu.


"Ah nggak kok Jeung, cuma menawarkan putraku saja sih siapa tahu bisa laris manis di sini, hehehe," canda Rahmah Salam dengan tawa renyahnya.


Fadhil semakin tak nyaman dengan suasana udara di tempat itu. Dengan cepat ia melepaskan diri dari pegangan sang mama kemudian segera menuju ke Toilet. Ia jadi khawatir pada istrinya itu yang belum balik juga ke tempat ini.


"Eh, jeung Rahmah, ini calon menantu aku ya," ujar Firly Ramli sembari menarik tangan Hany dan segera mendekat ke arahnya.


"Udah aku kapling sejak dulu, waktu pernikahannya juga beberapa hari lagi," Hany jadi malu dibuatnya.


"Ih aku kok belum diundang sih, kamu tega ya," ujar Rahmah Salam dengan wajah kecewa. Ia merasa kalah lagi sama teman sosialitanya itu.


Perempuan cantik itu sudah sering mencarikan jodoh yang selalu ditolak oleh Fadhil Akifah karena katanya tidak pernah cocok dan belum siap.


Dan sekarang ia merasa kalah lagi karena sudah keduluan oleh Firly Ramli untuk mendapatkan menantu.


"Nanti aku kirim undangan khusus dan istimewa untukmu Jeung, sabar aja ya," ujar Firly Ramli dengan wajah angkuhnya.


"Oke deh aku tunggu," jawab Rahmah Salam sembari tersenyum kecut. Kemudian ia celingak-celinguk menyadari satu hal.


"Nah lho putraku yang tampan maksimal itu sekarang kemana?" tanya Rahmah Salam yang baru sadar kalau Fadhil Akifah yang ia pegang erat tadi ternyata sudah tidak berada di sampingnya.

__ADS_1


Semua orang disana mengulum senyumnya karena merasa lucu akan tingkah sang mama dari manager Fadhil.


Sementara itu di Toilet hotel tempat resepsi pernikahan Royco Masaki dan Ratna De Galih. Fadhil Akifah berdiri dengan gelisah di depan pintu rest room itu.


"Ada perempuan gak di dalam sana?" tanyanya pada seorang gadis yang baru keluar dari pintu itu.


"Ada mas, ini kan toilet perempuan." jawab gadis itu acuh tak acuh dan meninggalkannya tanpa basa-basi lagi.


"Aku masuk gak ya?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri.


"Eh, sudah tahu kalau ini toilet perempuan kok mau masuk sih? mau dapat teriakan ya?" tegur seseorang dari arah belakangnya.


"Eh Yudhis, sejak kapan kamu ada di sini?"


"Sejak kamu berdiri kayak petugas Toilet di sini, hehehe," jawab Yudhistira yang ternyata adalah teman baik Fadhil Akifah sewaktu masih di bangku kuliah dulu.


"Aku ada masalah nih Dis, pacarku kayaknya ngambek deh. Udah lama di dalam tapi kok belum keluar-keluar juga,"


"Eh punya pacar juga kamu ya? kirain betah sendiri hehehehe,"


"Hah? kamu hebat ya, satu menit status pacar berubah jadi istri, emangnya tante Rahmah sudah tahu yah?" tanya Yudhistira dengan senyum samar diwajahnya. Ia juga sudah ingin sekali merasakan menjadi seorang suami dari Hany Khumaira.


"Belum, masih rahasia."


"Kenapa? bukannya kamu sudah lama disuruh menikah?"


"Entahlah, kuakui aku yang salah di sini. Aku tidak tahu apakah mereka akan memaafkanku setelah ini." jawab Fadhil Akifah sembari bersandar di dinding Toilet itu. Ia berharap Anny di dalam sana hanya sebatas pipis seperti biasa dan tidak melakukan hal-hal yang berbahaya.


Di dalam Toilet.


Anny menatap dirinya di cermin sembari menyusut airmatanya.


"Mas Fadhil kok tega sih, masih ngaku jomblo sama orangtuanya?" tanyanya pada bayangannya di dalam kaca itu.


"Lah trus aku yang sudah tidak perawan ini mau ngadu kemana? buku nikah pun tidak ada, hiks." Anny menyusut kembali airmatanya yang masih setia menemani kesedihannya di dalam sana.

__ADS_1


Lama perempuan cantik itu disana menangisi nasibnya yang dinikahi siri oleh manager di tempatnya bekerja.


"Ah, bagaimana kalau aku hamil? kemana aku harus menuntut pertanggungjawaban, hikss."


"Mbak, makanya kalau mau berbuat harus pikir-pikir dulu. Laki-laki emang begitu, sukanya sembunyi-sembunyi di tempat gelap supaya yang jelas jadi kabur dan yang kabur jadi jelas," timpal seorang gadis cantik yang ikut bercermin di dalam toilet itu.


Nampak sekali kalau ia menatap sinis pada Anny sembari memperbaiki makeupnya. Anny menyusut kembali airmatanya dan meninggalkan tempat itu. Ia tak mau ada orang lain yang mengetahui rahasia pernikahan sirinya.


"Ann?" panggil Fadhil Akifah sembari menarik tangan istrinya ke tempat yang agak sepi.


"Mas?"


"Kamu lama amat sih di Toilet, aku kan sampai kesemutan menunggumu di luar."


"Memangnya mas Fadhil sudah lama di sini ya?" tanya Anny berusaha menyembunyikan kesedihannya.


"Sudah, sejak kamu masuk kesana. Nah sekarang ayok kembali ke pesta." ajaknya pada istrinya itu. Anny tidak bergerak. Kakinya serasa melengket di lantai.


"Kenapa Ann, ayok kita bertemu mama, aku akan ceritakan semuanya." lanjutnya lagi sembari merengkuh pinggang ramping istrinya itu.


"Aku takut mas, nanti mama kamu gak bisa menerima aku," jawab Anny sembari menundukkan wajahnya.


"Eh, itu tidak akan terjadi sayangku. Kamu lihat sendiri kan bagaimana mama menawarkan aku pada kalian tadi, itu karena mama mau aku cepat menikah."


"Lalu kenapa mas Fadhil menyembunyikan pernikahan kita? apa ada maksud lain dari semua ini mas?" tanya Anny sembari memandang wajah suaminya yang juga sedang menatapnya.


"Maafkan aku sayang, ini hanya kesalahan kecilku. Maafkan aku ya? aku cuma belum siap saja sewaktu pernikahan kemarin itu. Maklumlah kan dadakan." ujar Fadhil Akifah memberi alasan.


Anny hanya bisa diam dan tak tahu harus berkata apa. Meskipun ia sangat kecewa tapi ia tak ingin membuat masalah di tempat itu. Ia hanya mengikuti saja langkah suaminya memasuki kembali pesta itu.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2