
Eka Setiawati nampak sudah sangat segar setelah cukup istirahat. Setelah mandi sore ia baru menghidupkan handphonenya yang sudah full baterai.
"Astagfirullah, aku ketinggalan banyak kabar nih di grup Rangers Dewaani," ujarnya pelan saat melihat jumlah obrolan yang belum ia buka sudah hampir lima ratusan.
"Apa saja sih yang orang-orang ini bahas sampai banyak begini,"
"Eh, innalilahi. Beby dicaesar karena kecelakaan di Toilet?" Eka menyimpan benda pipih itu dan kemudian segera berpakaian. Ia harus ke Rumah sakit sekarang juga.
"Mbak Eka mau pergi lagi?" tanya salah satu teman kostnya saat melihat ia keluar dari kamarnya dengan membawa satu tas berisi pakaian ganti dan juga perlengkapan lainnya. Ia berniat untuk menginap lagi di Rumah Sakit untuk menemani Beby Alesha setelah Operasi itu selesai.
"Iya nih. Aku baru dapat kabar kalau teman aku harus Caesar di Rumah Sakit."
"Okey hati-hati ya mbak."
"Terimakasih banyak ya. Dan kemungkinan aku akan menginap lagi di Rumah Sakit jadi aku titip kamarku ya," ujar Eka lagi pada gadis itu
"Aku siap Mbak."
🍁
Erick Bramantyo kembali ke Rumah Sakit setelah berhasil mendapatkan bukti yang cukup memberatkan bagi Dian Pelangi.
Ia berjanji akan menjebloskan Perempuan itu ke dalam penjara karena telah berusaha menghilangkan nyawa istri dan juga anaknya.
Pria itu nampak kaget dan tidak suka saat mendapati seorang dokter pria sedang mengobrol dengan isterinya di dalam kamar itu.
"Hai dokter Tio, apa kabar?" tanya Erick pada pria yang berprofesi sebagai dokter itu. Tio langsung kaget tidak percaya ketika tahu bahwa suami dari Beby Alesha adalah seorang Erick Bramantyo.
"Saya baik. Dan selamat karena istri anda sudah melahirkan dengan selamat."
"Ah ya, terimakasih banyak atas perhatiannya dokter." ujar Erick sembari melangkah ke arah ranjang tempat istrinya berbaring.
"Kejutan ya dokter, kita bisa bertemu lagi," lanjutnya dengan senyum di wajahnya. Ia sengaja mempertontonkan kebahagiaan mereka di depan dokter itu untuk menunjukkan kalau ia bisa bahagia meskipun tanpa ada Dian Pelangi di sisinya.
Tak lama kemudian dokter itu langsung pamit karena tidak sanggup melihat bagaimana Erick sangat menyayangi Beby Alesha dan mereka berdusta tampak saling mencintai.
Erick Bramantyo tersenyum sinis saat melihat dokter itu pergi dari sana.
__ADS_1
"Mas udah dapat bukti-bukti kejahatan perempuan itu?" tanya Beby pada suaminya.
"Sudah sayang, dan aku baru dengar kabar kalau ular itu sudah ditangkap oleh polisi di rumahnya."
"Syukurlah mas, aku pikir-pikir kok ada orang jahat seperti itu ya?"
"Sudahlah sayang, yang penting sekarang ini. Kamu dan bayi kita sehat. Sudah makan belum?"
"Belum mas, tapi aku minta Eka bawakan aku makanan untuk kita semua," jawab Beby Alesha tersenyum. Erick mencium pipinya lembut. Pria itu seakan tak pernah mau berpisah dengan istrinya sampai seseorang memukul bahunya.
"Erick, lihat situasi dong, kamu tidak lihat kita semua masih ada di sini?" Ratih memandang putranya dengan tatapan tajam.
"Astagfirullah, maaf ibu. Aku lupa. Aku kira dunia ini milik kami berdua hehehe," jawab Erick dengan tersenyum cengengesan.
"Dan kami ini cuma ngontrak ya? enak saja kalau ngomong," timpal Ibrahim yang langsung membuat semua orang tertawa.
Oeeeek
Oeeeek
"Nah tuh sikecil sampai nangis juga dibilangin cuma ngontrak hahahaha," ujar Hana sembari mengambil cucu cantiknya dari dalam box bayi.
"Udah ada kan produksi ASI-nya?" tanya Hana pada putrinya.
"Iya ma, udah banyak. Alhamdulillah." jawab Erick tersenyum bahagia. Hana langsung menatapnya curiga.
"Eh kok kamu tahu sih? bukannya kamu baru datang ya?" tanya Hana pada menantunya itu. Erick langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sedangkan Beby Alesha tersenyum malu dan mengambil bayi itu kedalam buaiannya
"Aku kan yang selalu cek setiap hari Ma, Aku pimpinan proyeknya di sini, iyyakan sayang?" ujar Erick sembari menatap istrinya penuh cinta. Beby Alesha langsung memukul pelan lengan suaminya.
"Gak usah dijelasin mas, Mama pasti udah tahu. Malu lah," bisik Beby sembari membuka kancing baju bagian depannya dan mengarahkannya cepat ke arah bayinya.
Hana hanya bisa tersenyum bahagia melihat kebahagiaan anak-anaknya yang seperti itu. Ia pun meninggalkan mereka bertiga dan kembali duduk di sofa mengobrol dengan suami dan besannya.
"Aaaakh, perih banget mas," keluh Beby sembari meringis ketika babynya menghisap dengan rakus.
"Sabar ya sayangku. Kamu adalah pejuang. Pahala yang kamu dapat dengan memberi kehidupan pada putri kita pasti sangat banyak." hibur Erick sembari mengelus lembut punggung isterinya agar lebih nyaman.
__ADS_1
"Iya mas, tapi ya ampun ini sakit sekali," ujar Beby lagi.
"Pandang putri kita sayang, lihat betapa ia sangat bahagia mendapatkan sumber kehidupan. Insyaallah sakitnya akan berkurang."
"Iya mas,"
"Setelah baby kita selesai, aku bisa kasih terapi kok padamu, mau?" tanya Erick dengan pandangan menggoda.
"Mass, ini di rumah sakit. Jangan suka macam-macam ya," ujar Beby dengan suara berbisik.
"Ih gak apa-apa. Yang penting kamu nyaman. Semua orang pasti mengerti kok," jawab Erick dengan senyum mesumnya.
"Iya deh, serah mas aja." ujar Beby Alesha sembari memandangi putrinya yang benar-benar sedang menikmati minumnya.
"Assalamualaikum," pintu kamar perawatan itu terbuka dari luar dan menampilkan wajah Eka Setiawati yang sedang membawa banyak perlengkapan menginap dan juga makanan dibantu oleh security Rumah Sakit.
"Apa kabar Pak, ibu," sapa Eka pada Ibrahim, Hana dan Ratih."
"Alhamdulillah. Kamu baru datang ya nak? sejak tadi aku lihat kamu tidak ada bersama teman-teman kamu di sini?"
"Iya ibu. Aku tadi pulang untuk mandi dan istirahat jadi tidak ikut melihat proses melahirkannya Beby." jawab Eka sembari mengatur makanan di atas meja. Gadis itu tahu semua orang belum ada yang makan karena keadaan ini.
"Bapak, ibu, Bu Ratih mari makan dulu." ujar Eka mempersilahkan. Ia pun berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah ranjang Beby dan Erick.
"Selamat ya sayangku. Hmm babynya kok cantik banget sih," ujar Eka kemudian meraih baby girl itu dari tangan Beby Alesha karena nampaknya sudah kenyang dan kembali tertidur.
"Kak Erick silahkan makan dulu sama Beby. Aku yang akan jaga putri kecil ini."
"Memangnya kamu gak ikut makan sama kita?" tanya Beby Alesha sembari berusaha untuk turun dari ranjang itu dengan hati-hati.
"Aku udah makan tadi di tempat kost. Eh gak apa-apa ya kalau sudah Caesar langsung jalan seperti itu?" tanya Eka khawatir.
"Gak apa-apa, emang disuruh sama dokter untuk bergerak."
"Oh gitu ya," jawab Eka manggut-manggut. Itu adalah ilmu yang baru ia dengar.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍