
"Kalian mau malam mingguan diluar ya?" tanya Ratih saat Erick dan Beby Alesha berpamitan untuk keluar malam itu.
"Aku aja ibu, tapi cuma lima langkah dari sini," jawab Beby Alesha sembari menutup mulutnya karena tersenyum.
"He, Erick gak ikut Aja?" Beby Alesha tidak menjawab karena sebenarnya suaminya itu ingin mengikutinya meskipun ia sudah melarangnya.
"Tidak ibu, katanya cuma acara ngumpul-ngumpul sama temannya. Perempuan semua, " Ratih tersenyum kemudian memandang Beby Alesha.
"Sha, bawa kesini teman-temanmu ibu sudah masak yang banyak, mereka pasti suka,"
"Iya ibu nanti aku sampaikan," jawab Beby Alesha kemudian berpamitan. Perempuan cantik itu keluar gerbang Panti kemudian menuju gerbang markasnya sendiri dimana sudah ada.Eka dan juga Anny di sana.
"Rick, gimana hubungan kalian? apa sudah ada kemajuan?" tanya Ratih saat Beby Alesha sudah tidak ada di sana.
"Seperti yang ibu lihat, perkembangannya ya sebatas itu tadi, tapi Alhamdulillah Beby sudah tidak terlalu judes lagi Bu,"
"Alhamdulillah, hati itu milik Allah. Dia yang membolak-balikannya, ibu yakin suatu saat Alesha akan mencintaimu selama kamu perhatian padanya."
"Semoga saja Ibu, pikirannya itu tidak bisa ditebak soalnya,"
"Ibu tahu, istrimu itu lembut hatinya cuma kamu saja yang mungkin ada salah sama dia sehingga jadi seperti ini."
"Iya ibu, aku yang salah dan sudah meminta maaf berkali-kali padanya."
"Kalau begitu bersabarlah, sebentar lagi kamu akan mendapatkan durian runtuh dan akan belah duren."
"Sudah lama kunantikan ibu, aku juga Ingin itu,"
"Duh kasihan anak ibu, nanti kalau sudah berhasil jangan lupakan ibu ya, hehehe," Ratih berlalu dari hadapan Erick dengan menyisakan senyum diwajahnya.
Ia maklum dengan keresahan putranya. Siapa yang bisa tahan bersama istri yang sangat cantik setiap malam tapi tidak bisa disentuh.
Erick Bramantyo menatap bulan purnama di atas sana. Percakapannya dengan Harun beberapa saat yang lalu masih terngiang-ngiang di otaknya.
Sebuah tawaran kerjasama untuk menggulingkan kekuasaan Ibrahim di semua Perusahaannya.
Bagaimana mungkin ada saudara yang berniat Setega itu pada saudaranya yang lain?
Padahal harta itu bukanlah harta keturunan dari orangtua mereka terdahulu tetapi adalah harta yang murni didapatkan oleh Ibrahim sendiri.
Sekali lagi Erick menarik nafas panjang. Ia semakin sadar sekarang kalau posisi istrinya sebenarnya sangat berbahaya.
Seorang putri tunggal yang mempunyai banyak harta. Sedangkan harta itu sedang diincar oleh para saudara Ibrahim.
__ADS_1
🍁
Hany yang baru turun dari mobil Yudhistira langsung memasuki rumah minimalis milik markas Rangers Dewaani itu tanpa berbasa-basi seperti biasa.
Bahkan selama perjalanannya dalam mobil mereka tidak mengobrol samasekali.
"Maafkan Mamaku ya Han," ujar Yudhistira saat mobil itu sudah menepi di pinggir jalan di depan Rumah minimalis itu.
"Iya Pak, aku cukup tahu diri kok, makasih." jawab Hany Khumaira dan langsung meninggalkan Yudhistira yang merasa patah hatinya.
Untuk pertama kalinya ia memperkenalkan seorang gadis yang dicintai malah berakhir seperti ini.
Tetapi ia bertekad dalam hatinya bahwa ia akan tetap memperjuangkan hubungan yang belum jelas ini.
Mengambil hati dua perempuan yang sangat ia sayangi itu.
Hany menatap keadaan markas yang sudah tampak ramai dengan suara tawa dari dalam sana. Ia yakin sahabat-sahabatnya sedang sangat berbahagia saat ini.
Hany pun melangkahkan kakinya masuk ke rumah yang merupakan markas para Rangers.
Malam minggu ini mereka berkumpul seperti biasa untuk berbagi cerita bahagia setelah beberapa pekan tidak bertemu.
"Han, kok lemas gitu sih?" tanya Ratna pada salah satu sahabatnya itu yang sejak datang tak juga ikut nimbrung dalan canda-tawa mereka.
"Ada masalah ya Han?" tanya Beby Alesha dan ikut duduk disamping gadis itu.
"Aku baru diundang ke ultah mamanya Pak Yudhis, dan diperkenalkan sebagai calon istri,"
"Wow senangnya, ada yang nyusul Beby nih," timpal Eka cepat bahkan berhasil memotong pembicaraan Hany.
"Eka! biarkan Hany melanjutkan ceritanya." tegur Ratna dengan mata melotot.
"Eh, sorry ma Yorry deh, aku diam, okey?"
"Tapi Mamanya tidak setuju gitu, dan aku disuruh menjaga jarak dari Pak Yudhis." keempat anggota Rangers saling berpandangan dan menarik nafas panjang.
"Kamu kan belum jatuh cinta sama Bosmu itu kan jadi bukan masalah buatmu dong, anggap itu hanya notice aja, peringatan dini." jawab Beby Alesha kemudian memeluk sahabatnya. Memberikan dorongan moril agar Hany kembali ceria.
"Gak apa-apa sih, aku kan emang belum sreg aja sama Pak Yudhis tetapi yang aku khawatirkan gimana kalau aku dipecat dari perusahaan itu, dan kalian tahu mencari pekerjaan itu susah banget."
"Berdoa aja semoga gak kesampaian, yang penting kamu gak terlalu dekat sama Bosmu itu, anggap ia sebagai orang lain."
"Iya deh makasih, eh aku lupa lho belum ngasih selamat untuk Eka dan Anny, kalian hebat," Hany menyalami dua gadis cantik yang nampak sangat bahagia itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum!" sebuah suara di depan pintu menghentikan canda tawa mereka.
"Waalaikumussalam!" jawab para Rangers kompak.
"Tumben ada tamu, ayok kita lihat deh," ujar Anny kemudian mengajak semua temannya untuk beranjak ke arah pintu depan.
Ia masih trauma dengan tamu yang pernah datang dulu yang ingin membawa kabur Yusi Wantausen.
"Eh Pak Erick, masuk Pak," ujar Anny saat melihat yang berdiri di depan pintu itu adalah Erick Bramantyo dan juga asistennya Jack Andrian.
Mereka berdua sudah lelah bermain FF di Panti dan sekarang mereka berdua ingin menemui pujaan hati mereka masing-masing.
"Boleh bergabung?" tanya Erick sembari menatap wajah istrinya yang nampak cemberut dan kesal. Waktu ngumpul-ngumpulnya diganggu oleh kedatangan suaminya.
"Boleh Pak, silahkan masuk," Anny membuka pintu lebar-lebar dan mempersilahkan kedua pria itu untuk masuk.
Setelah beberapa menit duduk dan disuguhkan minuman hangat. Erick Bramantyo pun ingin berpamitan dan mengajak Beby Alesha untuk pulang bersamanya.
"Suamimu udah mau kamu pulang Beb," bisik Ratna tak nyaman. Bosnya itu rupanya sudah mengiriminya pesan singkat supaya meminta Beby Alesha pulang karena malam sudah sangat larut.
"Ih aku mau nginap disini, kan lama kita gak tidur bareng,"
"Kamu pulang deh, besok pagi kita bisa nyamperin kamu lho disebelah." bisik Ratna lagi. Ia takut bosnya itu marah padanya.
Eka dan Anny pun melakukan hal yang sama. Mereka semua takut dan segan dengan suami Beby Alesha yang notabene adalah bos mereka di Perusahaan.
"Iya aku pulang, bye, selamat malam semuanya," ujar Beby Alesha kemudian segera keluar tanpa menunggu suaminya itu.
"Aku kan datang sendiri jadi aku juga pulang sendiri," ujar Beby Alesha saat Erick memintanya untuk menunggu dirinya supaya mereka berdua bisa berjalan bersisian.
"Gak Apa-apa pak Erick, kita jalan berdua saja, hehehe," ujar Jack tersenyum. Matanya masih memandangi Eka yang nampak sangat cantik malam itu. Ingin ia kembali menembak gadis itu tapi ia rasa ia belum juga ada waktu yang tepat.
Sesampainya di Kamar Beby Alesha langsung mengganti pakaiannya menjadi gaun tidur favoritnya. Sebuah kaos tanpa lengan dan juga celana hampir sampai di pangkal pahanya. Sekali lagi Erick Bramantyo dibuat panas dingin.
Tangan perempuan cantik itu mengambil amplop putih yang tadi diserahkan Erick padanya. Ia memandang amplop itu bergantian dengan wajah Erick yang juga sedang menatapnya.
"Buka saja," ujar Erick dengan senyum samar diwajahnya.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1