Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 34 BSWW


__ADS_3

"Sepertinya ada yang penting banget ya Bu?" tanya Beby saat Ibu Ratih memintanya untuk duduk di kursi di dalam kamar perempuan berhijab itu.


"Iya nak, ibu mau minta tolong padamu," jawab Ratih sembari menggenggam tangan gadis cantik itu.


Sebenarnya ada perasaan sungkan dan khawatir akan keinginannya ini tetapi ia sudah bertekad akan menyampaikannya terlebih dahulu, perkara gadis itu mau atau tidak itu urusan belakangan.


"Ibu...kenapa diam saja, apa berat sekali ya mengatakannya?"


"Eh iya, ini berat sekali ibu ucapkan dan semoga kamu tidak tersinggung ya nak," ujar Ratih kemudian memandang wajah gadis cantik dan baik hati di hadapannya ini.


"Apa sih ibu, aku kok jadi berdebar-debar ya," Beby Alesha membawa telapak tangannya ke dadanya sendiri dengan dramatis kemudian tersenyum lembut agar Ibu Ratih merasa nyaman.


"Katakanlah Bu, kalau aku bisa membantu pasti akan aku usahakan," lanjutnya masih dengan senyum ceria diwajahnya.


"Ibu ingin melamarmu untuk putraku nak," wajah ceria Beby Alesha langsung berubah warna mendengar perkataan perempuan tua yang sangat ia hormati itu.


"Ibu bercanda kan?" Beby memandangi wajah tua tapi sangat bersahaja itu dengan intens.


"Tidak nak, ibu ingin kamu menjadi menantuku," Beby terkekeh tetapi kemudian menutup mulutnya tiba-tiba takut ibu Ratih menganggapnya tidak sopan.


Menikah adalah momok yang paling menakutkan dalam hidupnya. Sehingga sebisa mungkin ia menghindari pembicaraan tentang pernikahan.


Beby Alesha sangat menikmati hari-harinya bersama para Rangers sahabatnya.


Ia bahkan belum pernah memikirkan tentang hal itu kecuali kalau papa dan mamanya mengungkit lagi masalah pernikahan dengan si Erick Bramantyo yang super menyebalkan itu.


"Alesha? kamu belum punya kekasih kan nak?" Beby Alesha langsung tersentak kaget.


"Eh, iya ibu aku belum mempunyai kekasih tetapi aku tidak mau menikah, maafkan aku ya Bu," jawab Beby kemudian meraih Ibu Ratih dan memeluknya.


"Tapi kenapa nak?"


"Karena aku takut menikah Ibu, aku takut kecewa dan ya aku sudah sangat bersyukur dengan hidupku sekarang ini, bisa bebas ngapain saja."


Ratih melepaskan pelukannya dari gadis yang ia inginkan untuk menjadi menantunya itu.

__ADS_1


Ia bertekad harus membujuk gadis itu agar mau menerima lamarannya. Mungkin dengan memberikan pujian setinggi langit tentang putranya agar Alesha mau mempertimbangkan keinginannya.


"Putraku itu tampan lho nak, ia juga sudah mapan dan pastinya baik. Ia bisa membelikanmu apa saja yang kamu inginkan."


"Rumahnya besar dan juga luas, tabungannya banyak dan mobilnya juga ada 3, kamu bisa pilih yang mana saja yang kamu mau."


Sekali lagi Beby Alesha Ibrahim terkekeh lucu tetapi langsung segera menutup mulutnya.


"Apa putramu itu sudah tua ibu? sampai tak laku-laku juga padahal ia mempunyai segalanya ibu?" tanya Beby Alesha bermaksud melucu agar penolakannya nanti tidak terkesan kaku.


"Tidak nak, usianya baru 29 tahun, kalau kamu mau kamu bisa melihat fotonya."


"Oh tidak perlu ibu, tapi tolong maafkan aku ya karena aku tidak mau menikah untuk saat ini, maafkan aku ibu, atau akan aku carikan teman yang mungkin tertarik, bagaimana Bu?" Beby Alesha menatap Ratih seakan meminta persetujuan.


"Aaaakh." tiba-tiba Ratih meremas dadanya dan jatuh tak bergerak.


"Ibu, ibu kenapa?" Tanya Beby Alesha panik.


Gadis itu segera mengangkat tubuh tua itu ke atas tempat tidur dan menggoyang-goyangkannya dengan keras.


Ia juga mengedarkan pandangannya ke segala arah dalam kamar itu mencari sesuatu yang bisa menyadarkan tubuh yang tak sadarkan diri itu.


"Ibu, bangun ya, jangan bikin aku takut." ujar Beby Alesha sembari menggosok punggung tangan dan juga kaki tua sang pemilik Panti itu. Sampai kemudian jari-jari tua itu bergerak dalam genggamannya.


"Kamu tidak kasihan padaku Alesha? kalau kamu tidak menerima lamaranku untuk putraku maka siapa lagi yang cocok untuk menjadi menantuku, hiks." tanya Ratih sembari terisak.


"Eh ibu sudah sadar,?" tanya Beby Alesha dengan wajah gembira.


"Jangan pikirkan itu dulu, Ibu tidak apa-apa? apa yang sakit ibu?" tanya Beby Alesha beruntun.


"Penyakit kronis ibu akan kambuh kalau kamu tidak mau menerima putra ibu." mata gadis itu langsung melotot tak percaya dengan pendengarannya.


"Astagfirullah ibu, ini bukan drama kan? memangnya putramu itu sudah tak punya waktu untuk mencari sendiri calon istri? kenapa harus ibu yang repot-repot mencarikannya. Dasar tak berguna!" Beby Alesha tanpa sadar mengumpat di depan perempuan yang sangat diseganinya itu.


"Eh maaf ibu, aku jadi mengatai putramu, habisnya masak dia yang mau menikah dan mesti ibu yang mencarikannya jodoh, laki-laki macam apa itu? sungguh tak bertanggung jawab!"

__ADS_1


"Eh maaf ibu, aku mengatai putramu lagi." ujar Beby Alesha menutup mulutnya lagi.


"Tidak apa, ibu juga suka dibuat kesal sama putraku itu, jadi ibu mohon mau ya?"


"Ih ibu, aku jadi curiga yang tadi itu cuma drama pingsan ya? agar aku simpati dan mau menerima lamaranmu ya?" Ratih langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ternyata gadis ini pandai juga.


"Lucu sih Bu tapi nanti aku pikirkan ya, Ibu tidak usah berpikir yang berat-berat biar putra ibu itu yang mencari jodohnya sendiri."


"Tapi ibu maunya kamu nak Alesha," Ratih semakin ngotot dengan kemauannya.


"Aduh ibu, aku takut hubungan kita jadi tidak nyaman lagi kedepannya, aku carikan jodoh untuk putramu ya,?"


"Tidak! cuma kamu yang ibu mau, tidak mau yang lain, hiks," Ratih langsung menangis sesenggukan. Beby Alesha jadi tidak merasa nyaman dibuatnya.


"Ibu, jangan begini dong, aku kan jadi tidak enak hati." Ratih terus menangis seperti anak kecil.


"Ibu, Aaaaa ibu jangan nangis, aku kan jadi ingin nangis juga,"


"Alesha anakku, ibu anggap kamu sudah menerima lamaranku ya?"


"Eh ibu ini namanya pemaksaan ya, ini tidak benar namanya,"


"Kamu pasti akan mencintai putraku nak, aku sangat yakin kalian akan bahagia nantinya."


"Tapi Bu, Papa dan Mamaku sudah menjodohkan aku dengan pria lain Bu, apa nanti kata mereka, bisa-bisa aku dikutuk jadi batu ibu..." Beby Alesha terus memelas dengan membawa nama Papa dan Mamanya.


"Berikan saja alamat mu dan ibu yang akan membebaskanmu dari perjodohan yang tidak kamu inginkan itu."


Beby Alesha menepuk dahinya pelan tapi kemudian tersenyum lebar.


Setidaknya aku bisa terbebas dari Erick Bramantyo yang super menyebalkan itu, hahaha. batinnya dengan tawa devil dibibirnya.


"Baiklah ibu, aku serahkan masalahku padamu. Tapi aku berharap putramu itu tidak menyentuhku setelah menikah." Ratih tersenyum dibuatnya.


Kamu belum merasakannya saja nak, karena kalau kamu sudah tahu rasanya, ibu yakin kamu pasti ketagihan, hihihi. batin Ratih dengan senyum senang diwajahnya.

__ADS_1


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya.


__ADS_2