Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 122 BSWW


__ADS_3

"Beb, kamu istirahat saja sayang, aku pergi ke kantor dulu ya," bisik Erick pada istrinya yang sepertinya sudah tertidur pulas setelah perjalanan indah yang sudah mereka lakukan bersama dipagi cerah itu.


Setelah membersihkan diri dan berpakaian Erick berangkat ke kantor EB & Partners karena hari ini ada meeting yang akan ia pimpin sendiri.


Sementara itu Ibrahim pimpinan tertinggi perusahaan PT.Ibra.Tbk, hari ini akan menghendel sendiri perusahaannya karena merasa sangat sehat dan juga segar.


Belakangan ini Pria itu lebih bersemangat bekerja karena ia akan memiliki seorang penerus keluarganya dari pasangan Erick dan juga Beby yang sangat ia sayangi.


Beby Alesha melenguh pelan dan meregangkan otot-ototnya dibawah selimut.


"Humm, laparnya, jam berapa sih ini?" gumamnya sembari bangun dari tempat tidurnya. Ia menarik selimut sampai batas dadanya saat ia sadar kalau ia sedang tak berpakaian.


Matanya menatap berkeliling dan tidak mendapati suaminya ada di kamar itu.


"Ya ampun, ini sudah jam 1O, aku kan mau ikut mas Erick ke kantornya." dengan cepat ia bangun dan lari ke kamar mandi bersama dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


"Makan dulu sayang," sapa Hana saat melihatnya sudah segar dan siap untuk berangkat.


"Iya Ma, aku lapar banget," jawab Beby dan langsung duduk di kursi meja makan itu.


"Wah mama udah masak yang enak banget rupanya, hemmm sedapnya," lanjutnya sembari mencomot udang goreng tepung yang langsung dicocolnya dengan saus sambel pedis.


"Coba yang ini sayang, ini khusus untuk ibu hamil supaya Bayinya sehat dan kuat." ujar Hana dengan tangan mengarahkan satu mangkuk sayuran berwarna hijau kepada putrinya itu.


"Hem, sayur lagi, aku kan maunya makan yang seperti ini saja Ma," jawab Beby Alesha dengan tangan memperlihatkan udang dan juga makanan yang lainnya.


"Beby, mama akan jewer suamimu itu kalau belum juga maksa kamu makan sayur." ancam Hana dengan wajah dibuat marah tapi justru membuat semata wayangnya itu malah tertawa Lucu.


"Ih mama lucu banget. Iya deh aku makan sayurnya daripada telinga mas Erick jadi korban," ujar Beby Alesha kemudian memakan satu mangkuk sayur itu dengan lahap. Kebetulan ia juga sangat kelaparan karena sampai siang itu ia baru makan.


"Wah, kamu ternyata doyan ya atau kelaparan sayang."


"Lapar ma, tenaga udah habis dihisap mas Erick, hehehe," jawab Beby Alesha cengengesan.


"Ya ampun ini anak, gak ada jaim-jaimnya kalau soal begituan," Hana jadi tersenyum-senyum sendiri dengan tingkah putrinya yang sepertinya sudah sangat jatuh pada cinta dan pesona suaminya sendiri.


"Habisnya mas Erick gak ada lelahnya Ma,"


"Eh, kok ngomong itu lagi, mama sumpel dengan udang goreng nih mulutnya,"


"Ih, mama bilang aja kalau pengen juga sama Papa hahahaha," Beby Alesha tertawa terbahak-bahak kemudian kabur dari jangkauan mamanya yang sudah mencubitnya.


"Ma, Assalamualaikum, Aku berangkat ya..." teriak Beby Alesha dari arah pintu.

__ADS_1


"Iya hati-hati." jawab Hana balas berteriak.


"Permisi Bu, ini ada paket atas nama Nyonya Beby Alesha Ibrahim." ujar Seorang kurir pas ketika ia siap menaiki mobilnya.


Kebetulan gerbang depan sudah dibuka oleh mang Jujun sehingga kurir itu bisa langsung masuk ke dalam lokasi rumahnya.


"Ah, ya. Dari siapa ya?" tanya Beby Alesha dengan wajah penasaran. Kurir itu tersenyum kemudian menunjukkan nama pengirim yang tertulis pada paket itu.


"Dian Pelangi," ujar Beby Alesha sembari menatap dan menimbang-nimbang paket berwarna hitam itu.


Ia sepertinya sedang ingin menerka-nerka isinya tetapi yang ada di kepalanya adalah sosok Dian Pelangi yang seorang desainer pakaian muslimah itu.


"Ah, apa mungkin desainer itu mengirimkan aku doorprize karena pernah membeli hasil rancangannya?" gumamnya sembari membawa paket itu ke dalam mobilnya.


"Nanti aku buka bersama mas Erick aja deh," ujarnya lagi kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya dan mengarahkannya ke kantor suaminya di EB & Partners.


Karena lalu lintas cukup bersahabat siang itu, ia pun tidak butuh waktu lama hingga bisa sampai di kantor Erick Bramantyo, seorang pengacara muda sukses di kota itu.


"Beb, senangnya bertemu nyonya Bos di sini," sapa Ratna yang tampak sangat cantik hari itu.


"Aku juga seneng dong, lama gak ketemu kamu tambah cantik aja si Rat," ujar Beby Alesha dengan senyum bahagia diwajahnya.


"Ah, kamu tuh tambah cantik, aura ibu hamil itu memancar banget tahu gak," ujar Ratna sembari menarik tangan sahabatnya itu ke ruangannya.


"Ih apaan sih disetrika, emangnya aku pakaian, hihihi," jawab Ratna cekikikan. Dan dalam hati ia membenarkan perkataan sahabatnya itu kalau ia memang setiap saat diperlakukan sangat istimewa oleh suaminya.


"Bawa apa itu di tangan kamu?" tanya Ratna berusaha mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain atau ia akan meminta suaminya untuk menjemputnya pulang, hehehehe.


"Oh ini, paket dari yang namanya Dian Pelangi. Kamu kenal gak sih orang yang namanya seperti ini?" Ratna mengerutkan alisnya sembari berpikir keras.


"Yang aku tahu Dian Pelangi itu ya desainer terkenal itu. Coba deh kita buka, kalau kamu tidak keberatan." usul Ratna yang disetujui oleh Beby Alesha.


"Semoga bukan kejutan yang buruk ya," ujar Beby Alesha yang lupa niat awalnya ingin membuka paket itu bersama dengan suaminya.


"Bismillahirrahmanirrahim," ujar Ratna sembari tangannya membuka lakban bening yang merekat pada paket itu.


"Ini isinya apaan sih?" tanya Ratna dengan wajah bingung. Didalam kotak itu ada beberapa benda-benda yang sangat mencurigakan. Ratna dan Beby saling berpandangan. Mereka belum paham apa maksud benda-benda seperti itu dikirim pada dirinya.


"Ratna! ngapain kamu masih duduk santai di situ padahal kamu ada tugas mengatur jalannya meeting di Aula hah?!" hardik Fanta Ricola dengan suara cemprengnya.


"Astagfirullah, gara-gara ketemu kamu Beb, aku jadi lupa kalau aku ada tugas penting, maaf ya Beb, aku tinggal dulu," ujar Ratna dan segera melanjutkan tugasnya.


"Bu Fanta, gak harus begitu juga kali kalau negur bawahan," tegur Beby Alesha dengan perasaan tak nyaman.

__ADS_1


"Oh maaf, ada nyonya Bos ternyata," jawab Fanta Ricola dengan bibir mencebik sinis.


"Maafkan saya Bu Bos, karyawan yang tak tahu aturan memang harus diperlakukan seperti itu, biar gak ngelunjak meskipun punya orang dalam." lanjut perempuan itu masih dengan wajah yang sangat tidak nyaman dipandang. Beby Alesha hanya diam kemudian segera membungkus kembali paket yang baru ia buka bersama dengan sahabatnya tadi.


"Dan maaf Bu Bos, kalau datang bertamu seharusnya membuat janji terlebih dahulu, karena jika big bos sedang meeting maka tidak boleh diganggu samasekali." ujar Fanta Ricola kemudian meninggalkan Beby Alesha dengan perasaan benci sampai di ubun-ubun. Perempuan itu masih belum rela Erick Bramantyo meninggalkan dan mengabaikannya.


Beby Alesha tidak merasa sakit hati. Ia tahu kalau perempuan itu sangat menginginkan suaminya yang sangat tampan itu. Ia pahami bagaimana perasaan seorang Fanta Ricola.


Untuk itu ia tidak ingin terpancing. Ia selalu ingin membuat perasaannya baik dan gembira karena ia sedang mengandung buah cintanya dengan suaminya agar bayinya juga bahagia.


Dengan cepat Beby Alesha keluar dari ruangan itu dan melangkah ke arah Loby. Ia ingin duduk sebentar kemudian menghubungi suaminya kalau ia sedang berkunjung.


Tetapi ternyata perasaan yang ia jaga untuk selalu gembira kini berubah kecut karena bertemu dengan perempuan yang juga sedang hamil sedang duduk di Loby dengan gayanya yang super heboh.


"Hai, nyonya Bramantyo, kenal sama aku kan?" ujar perempuan itu dengan senyum diwajahnya. Beby Alesha berusaha tersenyum meskipun hatinya ingin melabrak perebut kekasih sahabatnya ini.


"Tentu saja, kita kan pernah bertemu," jawab Beby Alesha kemudian duduk di sofa yang berjauhan dengan istri dari Jack Andrian itu.


"Lagi nungguin Pak Erick meeting ya?" tanya Jihan dengan berusaha untuk akrab dengan istri dari atasan suaminya.


Beby Alesha tidak menjawab. Perempuan cantik itu berusaha menulikan kupingnya karena malas bertemu dengan pelakor.


"Aku juga sedang menunggu kak Jack, masih kangen, hehehe. Maklum kami pengantin baru," Beby Alesha merasa mual dengan ucapan perempuan tidak tahu malu itu.


Dan rasanya tangannya sedang ingin meremas wajah Jack yang berani menghamili perempuan centil itu dan melupakan janjinya pada Eka sang sahabat.


"Mas, aku ada di Loby," ujarnya lewat sambungan telepon pada suaminya. Ia tidak perduli Erick Bramantyo sedang meeting atau tidak yang penting ia tak mau satu ruangan dengan pelakor ini. Di ujung sana, Erick langsung menutup meetingnya dan segera menemui sang istri tercinta.


Jack Andrian dan Fanta Ricola yang sedang mengikuti langkah big Bos dihadapannya langsung kaget dengan pikiran yang berbeda di kepala mereka.


"Kurang asam ini si Beby, pasti gara-gara dia hingga pak Erick langsung menutup meetingnya." ujar Fanta Ricola dengan kesal.


Sedangkan Jack Andrian langsung berbalik arah untuk menghindari Jihan yang sudah lama menunggunya.


"Sudah lama sayang?" sapa Erick dan langsung meraih istrinya ke dalam rengkuhannya.


"Sudah mas, tapi katanya aku harus buat janji dulu kalau mau bertemu kamu," jawab Beby Alesha dengan manja. Fanta Ricola merasakan dadanya mendidih.


Dengan menghentakkan kakinya ia meninggalkan tempat itu dengan wajah merah padam.


*Tobe continued


Hai, othor mohon dukungannya ya, like dan komentar saja. Yakin deh othor pasti senang sekali.

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2