
"Ternyata menunggu Erick itu hanya menghabiskan waktu kita saja!" geram Harun sembari memukul meja dengan keras.
"Apa aku bilang mas, anak itu tidak bisa diharapkan untuk bekerja sama, dia hanya ingin menguasai harta Kak Ibra sendiri," jawab Sisca dengan wajah kesal.
"Kalau gitu kita harus bertindak lebih cepat, mumpung anak itu sedang berada diluar kota." ujar Harun dengan sebuah ide baru di dalam kepalanya yang culas.
"Iya Mas, tapi ngomong-ngomong apa rencanamu?" tanya Sisca sembari menghampiri suaminya yang sedang duduk di kursi kebesarannya.
"Kita gunakan Taro, putramu itu kan sangat menginginkan Beby Alesha dari dulu."
"Ah iya mas, rencanamu itu pasti sangat disukai Taro," ujar Sisca dengan senyum diwajahnya.
Perempuan itu sudah bisa membayangkan rencana spektakuler apa yang akan dilakukan oleh suaminya itu untuk keluarga kakaknya.
🍁
Pagi yang cukup buruk bagi Beby Alesha. Badannya serasa remuk karena kelelahan.
Beberapa hari ini karena sedang tidak mood datang ke Perusahaan menjadi Office Boy, ia jadi menghabiskan waktunya untuk melatih ilmu beladirinya untuk menumpahkan kekosongan dan kekesalan dihatinya.
Setiap malam saat perasaan sepi datang ia habiskan untuk memukul dan menendang samsak di ruang gym miliknya itu.
Bugh
Kyattt
Dash
__ADS_1
"Aaarrrgh!" Beby Alesha mengeluarkan semua tenaganya untuk menghantam benda mati itu. Ia tersungkur jatuh dengan nafas tersengal-sengal kelelahan.
Entah kenapa hatinya merasakan ada yang hilang beberapa hari ini, dan dengan mengeluarkannya lewat pukulan dan tendangan ia berharap merasa lebih baik.
Setelah mencuci wajahnya dengan air segar dan menggosok giginya ia pun turun ke ruang makan untuk sarapan, sesuatu yang tidak pernah lagi dilakukannya bersama Papa dan Mamanya karena kesibukannya menjadi Office Boy di Perusahaannya sendiri.
"Lho tumben gak berangkat pagi seperti biasanya sayang," sapa Ibrahim pada putrinya yang muncul di ruang makan pagi itu.
Sengaja pria paruh baya itu menegur karena selama beberapa bulan ini sang putri selalu pergi saat waktu masih gelap dan juga kembali saat matahari tak pernah ikut sarapan bersama.
Ibrahim dan Hanna sempat khawatir dengan kegiatan apa yang dilakukan oleh putrinya itu dan menceritakannya pada Erick Bramantyo tetapi jawaban pria itu sungguh membuat mereka kaget luar biasa.
"Papa dan Mama jangan tunjukkan kalau kita semua sudah tahu akan apa yang dilakukan oleh Beby," ujar Erick waktu itu.
Tetapi untuk beberapa hari ini putrinya itu sepertinya merubah jadwal keluarnya. Ia tak pernah lagi berangkat pagi dan malah tidak pergi kemanapun seharian.
"Lagi malas Pa, gak mau kemana-mana, maunya di rumah saja." jawab Beby Alesha sembari mengambil makanan diatas meja.
"Memangnya Bos di tempat kerjamu tidak nyariin kamu? kan sudah beberapa hari ini kamu tidak masuk kerja," tanya Hanna dengan mata berkedip kearah suaminya.
"Bosnya lagi keluar kota, Ma. Makanya aku bisa bolos," jawab Beby Alesha tak sadar dengan ucapannya. Ia mulai mengunyah nasi goreng buatan mamanya dengan santai.
"Oh gitu ya, kalau bos tidak ada karyawan juga tidak masuk, hem?" Ibrahim tersenyum samar dengan jawaban sang putri.
Beby Alesha langsung menunduk dan menekuni makanannya. Ia tak mau kedua orangtuanya menebak isi hatinya sekarang ini.
"Udah ah, malas bahas kerjaan Pa, Ma, kita bahas yang lain aja ya," ujar Beby Alesha tak bersemangat. Entah apa yang terjadi pada dirinya sekarang ini, ia tidak punya semangat untuk datang ke Perusahaan sebagai Office Boy.
__ADS_1
Beby Alesha sudah mendapatkan surat teguran dan peringatan dari bagian pengawasan di Perusahaan itu tetapi ia tidak peduli. Ia lebih ingin menikmati kesendiriannya di dalam kamarnya.
"Tante Sisca mengadakan acara syukuran lho, dan dia ngundang kamu kesana," ujar Ibrahim setelah melihat putrinya tak mau membahas aktivitasnya selama ini.
"Syukuran atas apa Pa?" tanya Beby Alesha sembari menatap wajah Papanya.
"Ulang tahunnya Taro, ingat lho kamu harus datang," ujar Ibrahim dengan jari telunjuk ia goyangkan di depan wajahnya. Setelah itu ia bangkit dari duduknya dan bersiap untuk bekerja.
"Harusnya Papa istrirahat saja dulu gak usah ke Perusahaan," ujar Hanna khawatir karena semalam suaminya itu mengeluh tidak enak badan.
"Gak apa-apa aku sudah sehat kok, lagipula Erick juga masih di luar kota jadi tidak ada yang mengawasi pekerjaan di Perusahaan." jawab Ibrahim kemudian melangkah keluar setelah mengecup pucuk kepala putrinya.
"Pa, biar aku yang ke Perusahaan, lagipula kenapa sih Papa milih Erick yang mewakili Papa?" tanya Beby dan berhasil menghentikan langkah pria tua itu.
"Papa memilih Erick karena ia cakap dan disiplin sayang, dan juga bisa membimbingmu nanti saat kamu sudah siap ke Perusahaan,"
"Sekarang saja, aku sudah siap. Erick kan punya kesibukan sendiri."
"Baiklah, kalau kamu mau, ikut Papa dan belajar." ujar Ibrahim pada putrinya. Ia gembira karena Beby sudah mau mengelola perusahaan itu. Mungkin karena ia sudah bosan menjadi Office Boy.
"Aku akan bersiap Pa," ujar Beby Alesha dan segera berlari ke kamarnya. Tiba-tiba ia merasa memiliki semangat baru.
Ia akan memakai indentitas aslinya kini dan memperlihatkan pada Erick kalau ia bisa menghalangi pria itu untuk merebut harta dan kekuasaan keluarganya.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍