Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 65 BSWW


__ADS_3

"Bersiaplah, kita akan menginap di rumah Ibu malam ini," ujar Erick saat ia baru saja keluar dari kamar mandi.


Rambutnya yang masih basah ia gosok dengan handuk kecil sedangkan tubuhnya masih terlilit handuk putih yang memperlihatkan bentuk roti kotak-kotak yang sangat menggoda iman kaum hawa.


Beby Alesha yang sedang sibuk berbalas pesan dengan para Rangers lewat handphonenya langsung mendongak dan tanpa sadar menatap tubuh suaminya selama beberapa menit.


"Kamu dengar aku?" tanya Erick sembari memperhatikan wajah istrinya yang masih menatap tubuhnya.


"Eh ah iya," jawab Beby Alesha gelagapan.


Wajahnya tiba-tiba bersemu merah karena tertangkap sedang menatap tubuh suaminya itu cukup lama.


Erick Bramantyo tersenyum samar, rupanya istrinya yang galak itu sudah mulai memperhatikannya. Hatinya bersorak dalam hati.


Dengan percaya diri ia pun hilir-mudik di depan istrinya berpura-pura sibuk.


Beby Alesha menarik nafas jengah karena pria itu begitu percaya dirinya mengambil ini dan itu sampai mengganggu konsentrasinya yang sedang sibuk mengatur janji dengan para Rangers di markas mereka sebentar malam.


Mereka ingin bertemu malam ini karena weekend sekalian syukuran atas lolosnya Anny dan Eka sebagai karyawan tetap.


"Lagi apa sih? sibuk amat," ujar Beby Alesha sembari memasukkan pakaiannya ke dalam tas yang akan dibawa menginap di Panti Asuhan.


Ia mulai tak sabar melihat suaminya itu belum berpakaian karena sibuk menebar pesona di depannya.


Awalnya ia sangat tertarik dan cukup tergoda dengan tubuh atletis suaminya itu tetapi saat melihat pria itu tersenyum mesum, hatinya langsung kesal.


"Aku sudah siap, aku berangkat duluan," ujar Beby Alesha sembari menghentakkan kakinya kesal. Erick jadi melongo tak percaya. Istrinya sekarang lebih bersemangat pergi daripada dirinya.


"Hei, yang benar saja, aku yang ngajak kok kamu mau pergi duluan,"


"Hei, aku sudah biasa ketemu ibu, tanpa menikah denganmu pun aku sudah dekat dengan ibu Ratih, ngerti Pak Erick Bramantyo?!" ujar Beby sembari mengarahkan pandangannya pada tubuh suaminya yang masih tak berpakaian itu.


"Oke tunggu aku, apa kata ibu kalau kamu sampai duluan," Erick langsung masuk ke Walk in Closet dan mencari pakaian kasualnya.

__ADS_1


"Ayo!" Erick menarik tangan istrinya tak sadar. Sedangkan Beby Alesha hanya memandang tangan besar itu memegangnya erat.


"Ma, Pa, kami berangkat dulu," pamit Erick dengan wajah gembira.


Ia merasa hubungannya dengan istrinya sudah mengalami kemajuan karena Beby Alesha tidak terlalu judes padanya hari ini.


Ibrahim dan Hanna hanya bisa saling berpandangan dan saling mengirim senyum penuh makna.


Selama dalam perjalanan kedua insan yang sudah halal di dunia dan diakhirat itu tidak saling bicara, berdebat apalagi.


"Tampilkan senyum bahagiamu pada ibu, jangan sampai ibu jadi sedih."


"Cih! ibu sudah tahu banyak kalau aku tidak suka sama kamu jadi ngapain juga bersandiwara. Huu," ujar Beby Alesha dengan bibir mencibir. Erick Bramantyo hanya bisa meremas tengkuknya tak berkutik.


Bicara sama Beby Alesha selalu saja membuatnya kalah, dan entah sampai kapan ia akan menaklukkan perempuan itu.


"Assalamualaikum ibu," salam Beby Alesha saat memasuki rumah sang ibu mertua atau panti asuhan yang selama ini perempuan tua itu tempati.


"Waalaikumussalam warahmatullahi, eh nak Alesha, datang sama suamimukan?"


Mereka berdua punya Hobby berbagi jadi selama belanja tadi mereka tidak sadar kalau mereka sangat kompak dan saling memberikan masukan apa saja yang akan dibawa ke Panti.


Ratih tersenyum hangat kemudian memeluk menantu yang sangat disayanginya itu.


"Ayo masuk, ibu sudah masak makanan yang enak buat kalian," ajaknya pada perempuan cantik itu. Erick hanya bisa menarik nafas panjang.


Aku yang menikah dengannya Bu, tapi aku bahkan tak punya hak untuk memeluknya seperti itu.


"Apa yang kamu pikirkan Rick?!" seru Ratih yang langsung membuat Erick tersentak kaget.


"Tidak ibu, aku hanya memikirkan nasibku kedepannya," jawab Erick sembari meraup wajahnya kasar.


Sudah sebulan ia menikah dan hanya mendapatkan bibir manis Beby saja, dan itupun dengan mencurinya ketika istrinya itu sedang tertidur.

__ADS_1


Nasib ya nasib, Hmmm.


🍁


Beby Alesha berganti pakaian setelah menikmati sajian makanan buatan ibu mertuanya itu. Janjinya untuk bertemu dengan sahabat-sahabatnya di markas sebelah Panti akan ia tepati.


"Mau kemana malam-malam begini?" tanya Erick saat melihat istrinya itu melangkah keluar kamar dan mengabaikan keberadaan suaminya di sana.


"Mau ketemu sama sahabat aku, bolehkan Pak Erick Bramantyo?"


"Boleh, asal aku ikut."


"Ish, ngapain ikut, ini urusan gadis ya, kecuali kalau kamu mau berpakaian gadis hihihihi." Beby Alesha tertawa cekikikan membayangkan tubuh kekar itu memakai pakaian perempuan.


"Aku tetap akan ikut, dan ini buatmu," ujar Erick tegas kemudian memberikan dua buah amplop pada istrinya itu.


"Apa ini?"


"Buka saja,"


"Gak ah, nanti saja, lagian main rahasia-rahasian kayak kita itu punya hubungan yang serius aja," jawab Beby Alesha santai kemudian menyimpan amplop putih itu di atas meja.


"Aku duluan, kalau mau ikut, datang aja, tempatnya di sebelah Panti ini."


Sekali lagi Erick merasakan hatinya kecewa, padahal ia ingin memberi kejutan pada istrinya itu.


Ia pun mengambil amplop putih itu dan menyimpanmya di atas bantal sang istri agar nantinya saat ia pulang ia akan membuka kejutan darinya itu.


Sabar Rick, ujarnya membatin


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😅😅🤭


__ADS_2