
"Assalamualaikum," Beby Alesha mengucapkan salam setelah mengetuk kamar perawatan no.5 yang ia yakini adalah tempat Jack Andrian dirawat.
"Waalaikumussalam." jawab Eka dan Kartika bersamaan.
"Biar aku yang buka pintunya Bu," ujar Eka dan segera melangkah ke arah pintu kamar itu.
"Beb?"
"Ek." ujar Eka dan Beby bersamaan. Mereka berdua saling menyebutkan nama kemudian berpelukan.
"Kamu belum pulang dari semalam ya?" tanya Beby dengan memandang gadis itu dari atas sampai ke bawah.
"Iya Beb, aku bahkan belum ganti baju dan mandi dari semalam. Aku bau asem ya?" tanya Eka tersenyum meringis.
"Coba kamu hubungi aku untuk dibawakan pakaian, pasti aku bawakan."
"Iya nih, sampai lupa kalau handphone aku lowbat. Astagfirullah." ujar Eka sembari menepuk jidatnya.
"Gimana Jack? udah baikan?" tanya Beby Alesha sembari mengikuti langkah Eka memasuki kamar perawatan itu.
"Kamu bisa lihat sendiri Beb," jawab Eka dengan pandangan mata ke arah Jack yang sedang disuapi bubur oleh seorang perempuan paruh baya.
"Ibu, apa kabar?" sapa Beby Alesha pada perempuan paruh baya itu yang ia yakini adalah ibu kandung dari pasien.
"Baik, siapa ini Ka?"
"Ini istrinya pak Erick Bu, Beby Alesha namanya."
"Oh nak Beby, mari silahkan duduk. Jack sedang ingin makan dari tangan ibu." jawab Kartika sembari memperlihatkan semangkuk bubur yang ada di tangannya.
"Oh iya ibu, tidak apa. Silahkan dilanjutkan saja. Kami bersyukur karena Jack sudah tampak lebih baik daripada kemarin." ujar Beby Alesha tersenyum. Perempuan hamil itu langsung mengambil duduk di samping Eka sang sahabat.
"Jadi kamu benar-benar nginap di sini semalam dengan gaunmu itu?" tanya Beby dengan berusaha menahan senyumnya.
"Iya Beb, apa boleh buat. Semalam aku sudah mau pulang sama Randy tapi tiba-tiba Jihan, istrinya kak Jack ada di sini dan mau melahirkan." jawab Eka dengan suara pelan. Takut pembicaraannya didengar oleh Kartika dan juga Jack.
"Yang bener Ek, wah seru dong pastinya."
__ADS_1
"Ya iyalah seru, karena bayinya sungsang jadi harus operasi."
"Jadi bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Beby Alesha penasaran.
"Alhamdulillah mereka semua selamat dan sehat."
"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu." jawab Beby Alesha dengan senyum cerahnya.
"Itu artinya kamu akan bisa bersatu lagi dengan pria idolamu itu," bisik Beby dengan suara yang sangat pelan agar cuma dia dan Eka saja yang mendengarnya.
"Ih apaan sih Beb, jangan mikir kesana dulu deh. Aku sekarang kasihan pada bayi yang baru lahir itu kalau akhirnya tidak punya ayah." ujar Eka dengan wajah yang berubah mendung.
"Rasanya akan sama saja ibunya dinikahi atau tidak oleh kak Jack," lanjut Eka semakin sendu. Tak terasa pun airmatanya menetes. Rasa keibuannya seperti sedang diuji. Beby Alesha ikutan merasakan kesedihan.
"Iya ya kasihan banget, anak itu yang akhirnya jadi korban." Beby tidak sadar menyentuh perutnya dengan pelan.
"Tapi apa kamu rela menyerahkan kak Jack itu seutuhnya pada Jihan hanya karena bayi itu?" Eka terdiam kemudian tersenyum.
"Mungkin saja Beb, aku akan ikhlaskan kak Jack asalkan bayi itu mempunyai orang tua yang lengkap. Aku sudah pernah merasakan jadi anak yatim Beb, rasanya sangat menyedihkan."
"Ngomong apa kamu Ka?!" tanya Jack dengan pandangan mata tajam ke arah gadis yang sangat ia cintai itu. Rupanya pembicaraan mereka berdua terdengar jelas ditelinga Kartika dan juga pria itu.
"Aku sudah bilang kalau aku akan menceraikan Jihan setelah bayinya lahir dan akan segera menikahimu!" tegas Jack tidak ingin dibantah.
"Kak Jack, a ku a ku tidak tega sama bayinya. Bayi itu butuh seorang ayah yang akan menemaninya tumbuh besar. Aku rela kak, sungguh." Eka menyusut airmatanya yang tiba-tiba keluar dari kelopak matanya karena merasa sedih akan nasib bayi itu.
"Aku yang tidak rela Ka, dan jangan bilang seperti itu lagi. Aku tidak suka."
"Kak Jack, kamu tidak punya perasaan. Kamu egois!" ujar Eka dengan suara tercekat. Ia pun mengeluarkan tangisnya dengan keras.
"Ka, tenangkan hatimu nak. Kalian bisa membicarakan ini dengan kepala dingin," timpal Kartika menengahi. Ia sekarang mengerti keadaan Jack putranya yang sangat mencintai gadis baik hati itu.
Perempuan paruh baya itu sebenarnya ingin menyampaikan kecurigaannya pada pria yang membantu mereka semalam tetapi rasanya ini masih terlalu cepat untuk menerka. Biarlah waktu yang akan menjawabnya.
Tok
Tok
__ADS_1
"Jadwal visitasi dari dokter Tio Nugroho." ujar seorang perawat yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu bersama dengan seorang dokter pria.
"Halo Beb, kita bertemu lagi," sapa Tio pada Beby Alesha yang sedang memeluk Eka yang masih menangis.
"Iya Yo, silahkan."
"Pasiennya namanya Jack Andrian ya, apa ada keluhan pak?" tanya Tio pada Jack Andrian yang masih tampak marah karena perdebatannya barusan dengan Eka.
"Tidak dokter. Semuanya baik. Aku ingin pulang saja." Jawa Jack Andrian dengan wajah datar. Pria masih belum bisa menghalau perasaan kesalnya pada Eka. Dan juga ia sangat mengenal dokter itu. Dokter yang telah merebut dan membawa lari Dian Pelangi mantan kekasih Erick Bramantyo.
"Baik, kalo begitu kita lihat dulu pak Jack apa benar kalau semuanya baik-baik saja, karena kami tidak bertanggung jawab kalau anda memaksa keluar padahal masih perlu perawatan." ujar Tio berusaha profesional meskipun ia sangat jengkel dengan pasien yang sangat sombong ini.
"Suhu anda masih tinggi pak Jack, dan tensi anda juga sedang sangat tinggi saat ini," lanjut Tio setelah memeriksa hasil check up dari perawat yang bertugas.
"Resepnya saya tuliskan di sini ya dan silahkan ditebus diapotek." Tio menyerahkan selembar resep itu pada Kartika yang sedang mendampinginya putranya diperiksa.
"Iya Dokter terimakasih banyak," ujar Kartika sembari meraih resep yang diberikan oleh sang dokter.
"Beb, pak Jack ini keluarga kamu ya?" tanya Tio sembari mendekati perempuan cantik itu yang sedang duduk di sofa bersama dengan Eka.
"Iya Yo, makasih banyak loh."
"Oh gitu ya, by the way. Kamu masih lama gak di sini?" tanya Tio lagi.
"Kayaknya aku mau cepat pulang Yo. Aku mau antar sahabatku ini pulang. Soalnya aku takut pasien bisa pingsan lagi karena baunya asem banget hehehe," kelakar Beby Alesha untuk menghibur Eka yang sedang bersedih. Alhasil Eka semakin cemberut karenanya.
"Padahal aku ingin sekali mentraktirnu minum," ujar Tio nampak sedikit kecewa.
"Lain kali aja ya To, aku masih kenyang nih," jawab Beby Alesha dengan senyum diwajahnya. Tio tampak menggenggam erat tangannya karena kesal. Dari dulu Beby Alesha tidak pernah terkesan padanya.
"Baiklah kalau begitu, aku permisi Beb."
"Iya Yo, bye."
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍