Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 25 BSWW


__ADS_3

"Duduklah Erick, kami berterimakasih karena Beby aman bersamamu sampai pagi ini," ujar Ibrahim dengan tangan menunjuk kursi agar pria itu segera duduk.


"Iya Pak," jawab Erick kemudian duduk.


"Nikahi segera putriku!" seru Ibrahim datar tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Eh? putrimu membenciku pak Ibra, ibu juga pasti melihatnya tadi dan gara-gara drama kalian maka bertambahlah bencinya padaku," jawab Erick sembari menatap kedua orang itu bergantian.


Sungguh ia ingin protes akan insiden salah faham tadi yang sungguh diluar dari rencananya.


Ia hanya ingin mengantar Beby pulang ke rumahnya saja dan ingin memperlihatkan pada gadis itu kalau ia sebenarnya mengenal Papa dan Mamanya tetapi mereka justru disambut dengan drama yang justru membuat gadis itu semakin tak suka padanya.


"Aku tidak perduli Beby membencimu atau tidak, yang penting kamulah yang harus menjadi suaminya dan menjaganya," ujar Ibrahim dengan senyum samar diwajahnya.


"Aku tahu kamu juga menyukai putriku, jujur saja Erick." lanjutnya lagi dengan tatapan tajam pada wajah Erick yang tetap berusaha tenang agar perasaannya saat ini tidak terbaca oleh Ibrahim dan istrinya itu.


"Hem, siapapun pasti menyukai putrimu pak Ibra, ia gadis cantik tapi sayangnya sangat keras kepala." jawab Erick dengan dada berdegup.


"Hahahaha, kurasa wataknya itu menurun dariku, dan aku suka." Ibrahim tertawa terbahak-bahak merasa bangga dengan sifat putrinya itu.


"Papa?!" Hanna mendelik kesal pada suaminya.


"Aku tidak mau menikah dengan orang yang membenciku Pak, bisa-bisa aku hanya tinggal nama saja karena menderita." ujar Erick Bramantyo dengan ekspresi menyedihkan.


"Erick!? kamu semakin besar kepala ya? kamu pikir putriku itu gadis yang tak laku sampai aku harus terus memaksamu hah?! sudahlah, kalau kamu tidak mau, aku akan cari pria yang lain."


Erick Bramantyo tersenyum dengan taktik pria paruh baya itu.


"Aku akan menjaganya saja Pak, dan tak perlu menikahinya. Ibuku sudah punya calon istri untukku,"


"Apa?!" Ibrahim dan Hanna menatap wajah pria muda didepannya itu dengan pandangan kaget.


"Iya Pak, Bu. Ibuku sudah menyiapkan jodoh untukku dan aku sudah menerimanya. Kecuali kalau kalian mau Beby kujadikan istri kedua."


"Kamu semakin tak bisa diajak kerjasama ya? aku tak pernah mau Putriku jadi yang kedua, enak saja." geram Ibrahim kesal. Erick Bramantyo semakin diatas angin meskipun begitu hatinya juga sebenarnya resah.

__ADS_1


Bagaimana kalau niat sang ibu menjodohkannya dengan seseorang bernama Alesha itu benar-benar terjadi.


Pupuslah sudah harapannya untuk Beby. Gadis pertama yang membuatnya berdebar setelah sekian lama mati rasa karena luka lama yang sudah kering.


"Atur janji dengan ibumu segera, kami akan menemuinya agar ia mau merubah keputusannya itu,"


"Baik Pak, kalau begitu aku permisi dulu," jawab pengacara muda itu kemudian mencium punggung tangan Ibrahim dan istrinya itu.


"Lama sekali kamu di dalam sana," gerutu Royco yang sudah kering menunggu diatas mobil. Erick Bramantyo langsung tertawa dan baru sadar kalau ada seseorang yang menunggunya.


"Astaghfirullah maaf Roy, aku lupa kalau kamu masih ada di sini." ujar Erick masih dengan tawa di wajahnya.


"Mentang-mentang udah ketemu sama calon mertua, aku dilupakan, Hem?" Erick tidak menjawab ia hanya menghidupkan mesin mobil dan segera berlalu dari rumah mewah itu.


"Erick? kamu menyembunyikan sesuatu dariku ya?" tanya Royco masih penasaran dengan hubungan gadis itu dan sahabatnya ini.


"Tidak ada apa-apa. Urus saja masalahmu dengan Sasa," ujar Erick berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Kamu nampak sedang jatuh cinta Erick."


"Kamu mau turun di sini Roy?!" Royco memandang jembatan panjang yang mereka lewati.


🍁


Beby Alesha Ibrahim kembali beraktivitas seperti sedia kala. Hubungannya dengan Papa dan Mamanya agak sedikit terganggu karena kiriman foto dari mantan bosnya itu.


"Kamu akan kami nikahkan dengan pria itu Beb," ujar Hanna pada suatu kesempatan.


"Kenapa sih Ma, aku kan tidak ngapa-ngapain sama dia. Aku hanya numpang tidur di rumahnya dan dengan itu ia malah mengambil kesempatan untuk menggiring prasangka Papa dan Mama sama aku," balas Beby dengan wajah kesal.


"Yakin kamu tidak diapa-apain sama pria itu?"


"Eh, iya dong Ma, pakaianku juga masih utuh dan aku tidak merasakan apa-apa kecuali sedikit rasa pusing di kepala."


"Nah itu, kali aja kamu sudah digerayangi sama dia kan, siapa yang tahu sayang, makanya Papa tuh mau meminta pertanggungjawabannya."

__ADS_1


"Ih gak usah Ma, lebih baik aku menerima lamaran dari orang lain saja yang penting bukan pria itu orangnya," jawab Beby bergidik ngeri.


"Kamu kok benci banget kelihatannya sayang,"


"Ya iyalah Ma, soalnya dia tuh sudah nuduh aku macam-macam dan juga ia punya perilaku yang menyimpang Ma, ia kayaknya penyuka semua jenis.


Kadangkala ia sama cowok dan dilain kesempatan ia juga main sama perempuan seksih." Hanna melotot tak percaya.


Perempuan paruh baya itu tak menyangka Erick bisa melakukan itu semua.


Dengan cepat ia pamit dari kamar putrinya dan akan segera melaporkan ini semua pada suaminya.


Beby Alesha Ibrahim tersenyum karena sudah berhasil mendapatkan satu dukungan.


Gadis itu segera berangkat ke Markasnya untuk bertemu dengan anggota Rangers Dewaani untuk melakukan rapat penting mengenai seorang klien yang sedang butuh bantuan mereka semua.


Sementara itu di sebuah hotel mewah seorang pria paruh baya berinisial B ditemukan tewas bersimbah darah dengan tubuh nyaris tak berpenghalang sedikitpun.


Berita tersebut sudah turun dan sangat ramai di beberapa media, termasuk media elektronik dan media cetak.


Kejadian tersebut sudah gempar sesaat pihak berwajib datang mengamankan tempat itu.


"Beb, apa klien kita ini ada hubungannya dengan berita yang sempat viral itu?" tanya Hany saat mereka sudah berkumpul di Markas Rangers Dewaani. Beby mengangguk dengan wajah khawatir.


Pasalnya korban tewas itu adalah Pak Bintang yang sempat ia dan Ratna temui beberapa hari yang lalu di sebuah Club.


"Dimana gadis itu?" tanya Eka penasaran. Ia sudah mendengar kalau klien mereka saat ini adalah seorang gadis muda yang Ratna temui dijalan saat pulang dari kantor EB & Partners beberapa jam yang lalu.


Gadis itu meminta perlindungan pada Ratna karena telah menghilangkan nyawa seseorang di sebuah hotel.


"Gadis itu InsyaAllah aman tapi bagaimanapun juga ia harus menyerahkan dirinya pada pihak berwajib." jawab Beby kemudian melanjutkan,


"Kita akan berusaha menolong gadis itu meskipun jelas-jelas sudah ia akui telah menghilangkan nyawa seseorang karena ingin membela dirinya dari pelecehan yang ingin dilakukan oleh korban."


"Iya betul, kita akan mencari banyak bukti supaya gadis itu mendapatkan keringanan hukuman, bagaimanapun juga ia sudah menghilangkan nyawa seseorang." timpal Hany memberi dukungan.

__ADS_1


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor, mana nih dukungannya untuk karya receh ini? Like dan komentarnya dong 😍


__ADS_2