
Hari ini hari yang sangat membahagiakan buat Anny Ahnisar dan juga Fadhil Akifah Anshar.
Resepsi pernikahan mereka dilaksanakan hari ini untuk mengumumkan kalau mereka sudah sah sebagai suami istri secara agama dan juga negara.
Semua keluarga sangat berbahagia apalagi kedua pasangan itu yang selama ini dilarang untuk berduaan terlebih dahulu sebelum acara resepsi selesai.
Meskipun mereka tetap saja berhasil curi-curi waktu untuk bersama karena mereka berdua bekerja di satu atap yang sama.
"Ann, aku merindukanmu sayang," bisik Fadhil Akifah dan memeluk istrinya itu dari belakang. Mereka berdua sedang berada di kamar pengantin saat resepsi itu selesai dan semua tamu satu persatu sudah pulang ke rumah masing-masing.
"Aku juga mas," jawab Anny sembari berusaha melepaskan gaun pengantinnya yang mewah dan cukup ribet itu padahal ia sudah sangat ingin buang air kecil.
"Mas bantuin dong," pinta Anny tak sabar. Fadhil Akifah langsung tersenyum penuh arti karena ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggunya.
Yaitu acara melepas gaun pengantin bisa menjadi adegan yang sangat romantis bagi pasangan yang baru menikah.
"Mas, jangan lama-lama aku mau ke kamar mandi nih," ujar Anny sembari merapatkan kedua pahanya karena ia benar-benar tidak tahan sementara suaminya seakan sedang menguji ketahanannya menahan hasrat untuk pipis.
Seketika Fadhil Akifah merasakan khayalan mesumnya langsung ambyar dan segera melepaskan gaun itu secara kasar daripada kena pipis.
"Makasih banyak mas, kamu memang terbaik," ujar Anny tersenyum dan segera lari ke kamar mandi.
Fadhil Akifah meraup wajahnya kasar karena frustasi. Padahal ia sudah membayangkan hal-hal yang luar biasa yang akan mereka lakukan.
Tetapi kebiasaan buruk istrinya itu berhasil membuat hasratnya menguap. Dan jika dibiarkan terus menerus maka dipastikan ia akan stress dan keriting sendiri.
Fadhil Akifah segera mengganti setelan jasnya dengan pakaian kasual. Pria itu menatap pintu kamar mandi dan berharap istrinya segera keluar dari sana hanya dengan menggunakan handuk atau tidak berpakaian sama sekali.
Sementara ia menunggu istrinya yang belum juga keluar dari dalam sana. Ia pun menghubungi dokter praktek untuk membuat janji sore itu juga. Kelainan yang dimiliki Anny itu harus segera diobati.
"Ann, kok lama sekali sih sayang?" tanya Fadhil saat melihat istrinya itu keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat.
"Gak tahu mas, aku mual banget dan kepalaku pusing. Ueeeekkk," Anny berlari lagi ke kamar mandi dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
"Sayang, kok bisa begini sih? kamu habis makan apa?" tanya Fadhil Akifah sembari memijit tengkuk istrinya agar merasa lebih nyaman.
"Ueeeekkk, ini gak enak banget mas, ueeeekkk," Anny terus muntah sampai tidak ada lagi makanan yang bisa keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Ann, bangun sayang!" teriak Fadhil Akifah sembari menepuk-nepuk pipi istrinya yang sudah melorot ke bawah lantai karena lemas. Pria itu langsung mengangkat tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
"Pusing banget mas, awwww," Anny memijit kepalanya karena merasakan pusing yang sangat pada kepalanya.
"Tunggu sebentar sayang, aku ambilkan minyak kayu putih," ujar Fadhil Akifah dengan wajah khawatir. Pria itu segera mencari kotak P3K di dalam kamarnya tetapi tak ia temukan. Hingga ia cepat lari keluar kamar.
"Ma, ada minyak kayu putih gak?" tanya Fadhil Akifah pada mamanya yang sedang duduk santai bersama keluarga besan barunya.
"Ada apa sayang, kok panik begitu, siapa yang butuh minyak kayu putih?" tanya Rahmah Salam dengan pertanyaan beruntun.
"Anny Ma, muntah-muntah dan katanya kepalanya sangat pusing." jawab Fadhil Akifah dan langsung membuat semua orang khawatir. Mereka berbondong-bondong ke arah kamar pengantin baru itu.
"Kamu telpon dokter nak," titah Anshar Salam pada putranya yang nampak stress dengan keadaan istrinya.
"Iya Pa," Fadhil Akifah segera meraih handphonenya di atas nakas dan segera menelpon dokter keluarganya untuk segera datang memeriksa istrinya.
"Apa mungkin kamu sedang mengandung nak?" tanya Dahlia pada putrinya itu sembari memberi minyak kayu putih pada seluruh tubuh Anny.
"Gak tahu Bu, aku cuma pusing aja dan mual begitu." jawab Anny dengan wajah pucat.
"Mungkin karena kamu belum makan sama sekali sebelum duduk di pelaminan, iya kan?" Anny mengangguk.
"Permisi mbak, saya mau ambilkan Anny makanan agar bisa lebih kuat." ujar Dahlia dan segera menuju ke dapur untuk mengambilkan putrinya makanan.
"Ma dokternya sudah datang," ujar Fadhil yang baru muncul di dalam kamar itu bersama seorang dokter perempuan.
"Mari silahkan duduk dokter Isma," ujar Rahmah Salam pada dokter cantik itu.
"Iya nyonya, terima kasih banyak." jawab dokter itu kemudian duduk di samping ranjang tempat Anny berbaring."
"Pengantin baru kok sakit sih? gak bisa bermalam pertama dong," canda dokter Isma dengan senyum diwajahnya. Fadhil Akifah langsung meremas tengkuknya tak nyaman.
"Hai nyonya muda, ada keluhan apa?" tanya dokter Isma dengan ramah.
"Kepala aku pusing dan mual dokter," jawab Anny dengan wajah pucat.
"Baik kita periksa tensinya dulu ya," ujar sang dokter sembari mengeluarkan tensimeter dari dalam tas kerjanya. Setelah itu memasangnya pada tubuh pasien cantik itu.
__ADS_1
"Oh pantas tensinya memang rendah sih, harus banyak istirahat dan minum susu ya cantik."
"Iya dokter, terimakasih."
"Sakit perut gak?" tanya dokter itu lagi.
"Sakit sedikit sih dokter kayak mau haid gitu." jawab Anny sembari meraba perut bagian bawahnya.
"Baik, permisi ya, saya mau periksa perutnya dulu," izin sang dokter dan mulai membuka pakaian pasiennya.
"Terakhir haid tanggal berapa?" tanya dokter cantik itu saat merasakan ada yang berbeda pada perut bagian bawah pengantin baru itu.
"Gak ingat dokter, tapi kayaknya udah 2 bulan ini gak datang tamu," jawabnya sembari mengerutkan keningnya berpikir.
"Bisa tes urine dulu gak cantik?" dokter Isma menatap wajah pucat itu untuk memastikan sesuatu. Tapi ia tidak berani mengatakannya karena takut semua anggota keluarga tersinggung.
"Bisa kok dokter," jawab Anny kemudian berusaha untuk bangun dan ke kamar mandi.
"Aku antar ya," ujar Fadhil Akifah dengan cepat membangun istrinya untuk bangun.
"Boleh, tapi bawa ini ya?" dokter cantik itu memberikan satu alat tes kehamilan pada Fadhil saat akan memasuki kamar mandi bersama istrinya.
"Benda apa ini dokter?" tanyanya penasaran.
"Baca petunjuknya dan gunakan saat Nyonya muda sedang buang air kecil." jawab dokter Isma tersenyum.
Tak lama kemudian mereka berdua keluar dengan membawa alat tersebut.
"Ini positif," ujar sang dokter setelah melihat alat yang diberikan oleh Fadhil Akifah. Semua orang di kamar itu saling bertatapan kemudian mengucapkan Alhamdulillah.
"Jangan berpikir macam-macam dokter, pengantin baru ini sudah lama menikah tetapi baru hari ini diadakan resepsinya jadi wajar lah kalau sudah menghasilkan," ujar Rahmah Salam dengan wajah bahagianya.
"Oh maafkan saya Nyonya, saya jadi berprasangka buruk, hehehe," dokter itu meminta maaf karena sudah menyangka yang tidak-tidak.
Sementara itu Fadhil Akifah menatap istrinya dengan pandangan penuh cinta. Andai tidak banyak orang di dalam kamarnya, rasanya ia ingin memberikan ciuman panas untuk istrinya itu sebagai ucapan terima kasih.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍