
5 Anggota Rangers Dewaani itu berkumpul di Markas pada saat weekend. Kesibukan bekerja selama beberapa hari ini membuat mereka jarang berkumpul seperti hari-hari biasa.
"Senengnya dapat hari libur," ujar Eka saat mereka sedang duduk santai di beranda depan rumah mewah nan minimalis itu.
"Iya, aku capek banget jadi OG, disuruh ini disuruh itu, kadang bikin kesel deh," timpal Anny sembari menutup matanya menikmati semilir angin di sore itu.
"Eh aku juga, meskipun jadi sekretaris direktur di kantor, beda tipis aja kerjaannya sama kayak kalian, Pak Yudhis itu maunya aku semua yang ngurus semua urusannya, berasa aku ini baby sitternya kali, kesal juga kan?"
"Iya tapi setidaknya statusmu gak rendah amat kayak kita." timpal Anny lagi yang sedari awal sudah tidak berminat jadi Office Girl.
Tetapi demi solidaritas ia pun jadi ikutan padahal kalau di kampung ia adalah putri seorang juragan tomat yang sangat terkenal.
"Eh aku juga, boleh ngeluh gak, aku akhir-akhir ini selalu jadi bulan-bulanan Ibu Fanta Ricola,"
"Heran deh dia kesel karena pak Erick Bramantyo mau merid kok aku yang dijulidin, bentar merintah ini bentar marah, dan selalu aku yang jadi korban pelampiasan kemarahannya." ujar Ratna dengan wajah tampak lebih kesal daripada sahabat-sahabatnya.
"Hah? Pak Erick Bramantyo udah mau merid? ih gak bisa ngidolalan beliau lagi deh,hem," timpal Anny dengan wajah kecewa.
"Iya, Bosku itu udah mau merid, nah para karyawan cewek di kantorku itu udah jadi cacing kepanasan semua apalagi Ibu Fanta, hadeh kerjaannya banting-banting barang aja."
"Hahahaha," Eka dan Hany ketawa bersamaan.
"Segitunya ya, kayak gak ada cowok lain aja," cibir Beby sembari menyeruput susu favoritnya. Eka yang tahu latar belakang Beby Alesha yang benci banget sama Bos barunya itu langsung tersenyum.
"Wah ada yang senang nih sepertinya, udah sama-sama mau merid jadi udah gak musuh-musuhan lagi dong," ujarnya sembari mengedip-ngedipkan matanya lucu.
"Ih apaan sih, gak usah gosipin orang lain deh apalagi bos baru itu, ih aku suka serem dibuatnya. Lebih baik kalian jangan pada ngeluh dan perbanyak bersyukur udah dapat kerjaan," ujar Beby dengan mimik wajah serius.
"Iya sih, kita udah bisa keterima kerja udah seneng banget deh, setidaknya waktu kita gak kosong dan lebih bermanfaat," ujar Eka yang disenyumin oleh sahabatnya yang lain.
"Eh, balik lagi ke tempat kerja, kamu enak Beb, jadi OB kesayangan mbak Gendhis, selalu dijaga kemanapun berada trus setiap hari ditraktir juga." timpal Eka dengan senyum samar diwajahnya.
"Ih enak apaan, yang ada aku takut kali, kayaknya dia tuh jatuh cinta sama aku deh, masak ngajak aku main ke rumahnya weekend besok, katanya mau jadikan aku pasangannya untuk ke pesta pernikahan Wakil Presdir itu."
"Hah?" empat pasang mata melotot tak percaya kemudian mereka semua tertawa ngeri.
__ADS_1
"Wah bisa jadi masalah baru tuh, dia tak tahu aja kalau besok kamu juga akan merid hahahaha," Hany tertawa terpingkal-pingkal merasa sangat lucu dengan kasus Beby Alesha sang sahabat.
"Eh, tunggu dulu, besok kamu nikah trus kamu gak siap-siap gitu Beb?" Anny yang sedari tadi diam tiba-tiba jadi merasa aneh dengan calon pengantin yang satu ini.
"Siap-siap apaan, semuanya udah diurus sama Papa dan Mama, aku tinggal terima aja," jawab Beby Alesha sembari mengangkat gelas susunya yang sudah hampir kosong.
"Kita ngemall yuk, shopping gitu, aku mau traktir kalian gaun pesta untuk pernikahan aku besok," ujar Beby dengan wajah gembira.
"Alhamdulillah, makasih ya Beb, semoga pernikahanmu nanti sakinah until Jannah, aamiin." ujar Ratna tersenyum sembari memeluk sahabatnya yang nampak santai tetapi sebenarnya dalam hatinya merasa gelisah dan juga khawatir.
"Aaamiin," ujar semua anggota Rangers mengaminkan.
"Ayoklah siap-siap kita berangkat. Dress codenya apa ya Beb?"
"Kata mama sih, bebas yang penting sopan dan tertutup."
"Okey, let's go!" semuanya kemungkinan naik ke atas mobilnya Beby dan langsung meluncur ke arah Mall yang sangat terkenal di Kota besar itu.
Sementara itu di Rumah kediaman Ibrahim.
"Terimakasih ya mas Marvel," ujar Hanna penuh syukur kemudian ia melanjutkan,
"Ingat lho jangan sampai ada foto atau gambar yang calon pengantin di depan rumah atau di tempat acara sebelum akad nikah selesai,"
"Iya Bu, saya mengerti." jawab Marvel paham. Meskipun hatinya mencurigai sesuatu ia tetap akan diam saja dan hanya akan melakukan perintah dari tuan rumah. Selebihnya itu adalah urusan Ibrahim dan istrinya.
"Terimakasih."
"Iya Bu sama-sama, dan kami permisi dulu ya, besok pagi sekali kami akan datang lagi mengatur acara pengajian sebelum akad nikah dilaksanakan."
"Oh iya, jangan sampai terlambat ya,"
"Iya, Bu, sampai berjumpa lagi besok. Kita sama-sama berdoa semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan oleh Tuhan."
"Aamiin."
__ADS_1
Tak lama kemudian rumah besar dan mewah itu sudah nampak sepi, semua tim EO sudah meninggalkan tempat acara.
"Assalamualaikum Ibu," ujar Erick Bramantyo yang baru saja tiba di rumah itu atas panggilan Ibrahim.
"Waalaikumussalam warahmatullahi, duduk nak Erick," jawab Hanna dan langsung mempersilahkan pria calon menantunya itu untuk duduk di ruang tamu.
"Gimana kabar ibu Ratih?"
"Baik Bu Alhamdulillah, sibuk ngurusin ini dan itu untuk pernikahan besok."
"Erick? kamu sudah datang?" tanya Ibrahim yang baru muncul di ruangan itu.
"Iya Pak, aku baru pulang dari kantor dan langsung kemari."
"Kalian calon pengantin tak ada yang duduk diam di rumah, semuanya sibuk diluar sana," ujar Ibrahim dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak seperti kita dulu, sebulan sebelum menikah sudah tidak bisa kemana-mana, tapi kalian? ya ampun." timpal Hanna melanjutkan perkataan suaminya.
"Maaf Bu, waktunya juga kan sangat mendadak dan pekerjaan juga lagi banyak-banyaknya." Erick tersenyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kalau kamu sih wajar, nah itu calon istrimu licin banget kayak belut, pagi-pagi sekali udah berangkat dari rumah katanya kerja, pulang udah sangat larut. Kita kan jadi malu sama tetangga, dikirain calon pengantin suka macam-macam diluar sana," ujar Hanna dengan wajah menggerutu kesal.
"Biarkan saja Bu, toh kalau sudah menikah Erick yang akan menahan langkahnya agar tidak bebas kemana-mana lagi, iya kan Rick?" Pria itu hanya tersenyum samar.
"Insyaallah ibu, Pak, percayakan putrimu padaku," ujarnya tanpa melepaskan senyum diwajahnya. Sejak ia tahu penyamaran yang dilakukan oleh calon istrinya itu, setiap saat ia terus memantau apa saja yang dikerjakan oleh gadis nakal itu.
Dan sekarang pun ia tahu kemana Beby dan teman-temannya saat ini. Jack Andrian sudah ia tugaskan mengawal kemana kelima gadis itu sekarang menghabiskan malam Minggu ini.
"Banyak berdoa nak Erick, semoga pernikahanmu dan Beby besok diberkahi oleh Allah, dan ingat, Beby tidak tahu hal ini, jadi kamu harus bersabar dulu menghadapinya, okey?"
"Iya Ibu, Pak, Insyaallah."
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍