Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 60 BSWW


__ADS_3

Tidak seperti kemarin, kali ini Beby Alesha keluar dari rumahnya dengan menggunakan mobilnya sendiri dan bukan motor butut belalang tempur milik Mang Jujun.


Perempuan cantik itu menjemput kedua temannya di tempat biasa dan diikuti oleh Eric Bramantyo sang suami.


Rutinitas yang harus pria itu lakukan sebagai bodyguard seumur hidup bagi Beby Alesha yang halal ia ikuti sampai kemanapun.


Dengan menjaga jarak dari posisi mobil Beby Alesha, ia menghubungi Jack Andrian agar membawakan makanan seperti biasa dari ibunya di Panti.


Erick Bramantyo tidak ikut sarapan lagi pagi itu bersama Papa dan Mama mertuanya dengan alasan yang sama dengan kemarin.


"Beb, tumben kamu gak pakai motor. Apa kamu tidak takut ketahuan?" tanya Eka pada sahabatnya itu.


"Aku dingin, dan ini juga masih sangat pagi dan gelap." jawab Beby Alesha kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke arah perusahaan.


Office Boy itu tak mau terlambat dan ada yang melihat kalau ia dan teman-temannya yang akan turun dari mobil mewah itu.


"Alhamdulillah kita sampai," ujar Eka dengan semangat diwajahnya. Ada harapan baru yang ia rasakan pagi ini.


"Bagaimana semalam? apa kalian belajar untuk tes tulis hari ini?" tanya Beby sembari membuka seatbeltnya.


"Iya dong, kami sampai gak tidur dan searching-searching gitu di Mbah Google tentang kisi-kisi yang diberikan oleh Pak wakil Presiden Direktur itu," jawab Anny sembari mengambil perlengkapannya.


"Eh, maaf ding kisi-kisi dari suamimu tepatnya hihihi," ralat Anny dengan tawanya yang menyebalkan di kuping Beby Alesha.


"Ish," Beby Alesha mencebikkan bibirnya kesal.


"Aku kok gak dikasih kisi-kisi soal sih?" lanjutnya dengan wajah semakin kesal.


"Kamu kan istrinya Beb, kirain kamu akan dikasih kisi-kisi di tempat tidur, hihihi," timpal Eka dengan mata berkedip-kedip lucu.


"Ih, kisi-kisi apa dikasih di tempat tidur yang ada aku malah ingin memukul dan menendangnya jauh ke antariksa." sungut Beby Alesha dengan wajah masih kesal.


"Wow serem sekali tuh, artinya kalian belum pernah nganu yah?" tanya Eka dengan ekspresi menyebalkan dimata Beby. Gadis itu semakin kepo saja dengan sahabatnya yang baru menikah itu.


"Ish mikir apaan sih, ayo turun! mau kena marah lagi sama sikepala botak itu?"


"Okey Okey, siap Bu Boss!" Eka dan Anny segera turun dari mobil dan segera menuju ruangan khusus untuk OB dan OG mengganti pakaian dan juga beristirahat.


Beby yang sudah mengganti kostum dan juga sudah merubah identitasnya turun dari mobilnya dan langsung menuju ruangan Presdir dan juga wakilnya.

__ADS_1


Pengaturan tugas mulai hari ini adalah dia hanya bertugas membersihkan dua ruangan itu dan melayani kebutuhan dua pimpinan itu, Ibrahim dan juga Erick Bramantyo.


Selebihnya ada orang baru yang disembunyikan identitasnya dan merupakan petugas bayaran dari Erick Bramantyo secara pribadi untuk membersihkan semuanya tanpa sepengetahuan karyawan yang lainnya.


Beby Alesha meraba meja kerja Ibrahim dan merasakan kalau meja itu sudah sangat bersih tanpa debu sebutirpun.


Office Boy itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan mendapati semuanya sudah rapih dan mengkilap.


Apa mungkin ruangan ini sudah dibersihkan ya?


Padahal aku sudah terburu-buru tadi dan tidak sempat menunggu motor mang Jujun.


Kalau begitu aku langsung pindah ke ruangan pria jahat itu.


Beby Alesha keluar dari ruang kerja Papanya dan memasuki ruangan Erick Bramantyo. Wajahnya menunjukkan ekspresi kaget luar biasa karena ruangan itu tampak seperti kapal pecah.


Kertas berhamburan dimana-mana dan juga beberapa berkas-berkas tidak berada pada tempatnya.


Ya ampun pria itu sungguh tak tahu kebersihan. Apa saja sih yang dilakukannya kemarin sebelum pulang? Memangnya dia habis bertarung?


Beby Alesha menggeleng-gelengkan kepalanya bingung.


Untungnya cuma satu ruangan yang seperti ini kalau tidak, aku mungkin akan sangat kelelahan dan tak bisa ikut tes lagi sebentar siang.


Beby Alesha yang sudah tampak lelah dan juga lapar itu mendudukkan bokongnya di sofa pas sang pimpinan masuk ke ruangan itu.


"Eh, pak," ujar Boy kemudian berdiri dari duduknya.


"Duduk aja Boy, kamu pasti lelah sekali ya, maaf ya kemarin aku keluar dari ruangan saat terjadi gempa bumi lokal." Beby Alesha tidak menjawab.


Ia hanya menunduk dan tak mau memandang wajah bosnya itu.


"Aku bawa bekal lagi nih, ayok kita sarapan dulu," ujar Erick sembari membuka wadah makanan itu yang langsung mengeluarkan aroma yang sangat menggoda selera.


Seketika cacing dari dalam perut office boy itu langsung berdendang bahagia.


"Tidak perlu Pak," ujar Beby menolak meskipun ia sebenarnya sangat ingin. Prasangka buruknya tentang pria itu mendominasi akal pikirannya.


"Boy! tak baik menolak makanan, bisa mengurangi rezeki." Beby Alesha terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apalagi.

__ADS_1


Menolak ia pasti kena marah. Menerima, ia memang sangat lapar. Semalam karena marah dan kesal kepada semua orang, ia jadi meninggalkan meja makan. Dan pagi inipun ia belum sempat sarapan dan tubuhnya sudah sangat gemetar.


"Baiklah Pak," jawab Beby Alesha mengiyakan. Ia pun berdiri dan mencuci tangannya di wastafel dan ikut bergabung bersama Erick Bramantyo yang sudah memulai makannya.


Betul kata orang-orang, salah satu cara mengambil hati orang adalah dengan memberinya makanan, hemm menarik.


Erick Bramantyo membatin sembari menatap istrinya yang makan dengan lahap tanpa berusaha menjaga imegnya.


Tanpa sadar pria itu tersenyum samar. Dan berniat akan melakukan ini semua setiap hari.


Sedangkan Beby Alesha sendiri tiba-tiba merasakan kulitnya meremang.


Apa mungkin si Erick Bramantyo ini suka sama aku tanda petik? secara kan, ia makhluk jadi-jadian, bisa main di dua dunia kayak amfibi gitu.


"Terimakasih banyak Pak, saya permisi," ujar Beby setelah merasa sudah kenyang.


Ia membereskan wadah makanan yang dibawa oleh pria itu kemudian Ia pun pamit untuk menuju tempat tes tulis bagi OB dan OG seperti dirinya.


"Boy!" panggil Erick saat ia sudah berada di depan pintu ruangan itu.


"Iya Pak,"


"Aku suka kalau kita makan bersama seperti ini," ujar Erick Bramantyo dengan senyum samar diwajahnya.


"Hah?! maksud bapak?"


"Ah, tidak. Lanjutkan pekerjaanmu."


"Iya Pak, permisi." Beby Alesha langsung meninggalkan tempat itu dengan rasa yang tak bisa ia lukiskan.


Ia berusaha menggelengkan kepalanya berusaha menepis pikiran yang berkelebat dalam otaknya.


"Orang itu semakin aneh. Apa karena istrinya tidak memberi yang ia mau hingga pria itu mau bermain dengan Office boynya sendiri?" ujarnya pelan sembari melangkah ke arah sebuah ruangan untuk mengikuti tes tulis bersama karyawan rendah lainnya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2