Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 139 BSWW


__ADS_3

Bugh


Erick Bramantyo menendang dengan keras pintu bilik toilet terakhir yang nampak mencurigakan itu.


Disana ia melihat istrinya duduk tak sadarkan diri dilantai toilet dengan kran air yang masih menyala terus. Hingga tubuh Beby Alesha nampak basah kuyup.


"Beb! Beby sayangku bangun!" teriak Erick Bramantyo dengan wajah takut dan khawatir. Perempuan cantik itu tidak bereaksi. Tubuhnya lemas dengan kondisi yang sangat mengkhawatirkan.


Pria itupun berusaha menggendong perempuan yang sedang mengandung anaknya itu dengan sekuat tenaga.


"Ya ampun Beb, kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Hany sembari memberi jalan pada Erick untuk membawa istrinya keluar dari toilet itu.


"Aku tidak tahu, tapi ikut aku sekarang Han. Beby harus aku bawa ke rumah sakit." ujar Erick dengan langkah cepat ke arah mobilnya.


"Baik kak." jawab Hany sembari berlari mengikuti Erick Bramantyo ke mobilnya. Yudhistira yang juga ikut dibelakang langsung diminta oleh Hany untuk kembali ke meja mereka tadi.


"Mas Yudhis tolong bawa tas aku dan Beby ya, sekalian kasih tahu Mas Fadhil juga," ujar Hany dengan nafas memburu.


"Ah iya, kamu berangkat duluan saja, aku akan nyusul bersama mereka," jawab Yudhistira.


"Iya mas," ujar Hany kemudian menyusul cepat Erick Bramantyo ke parkiran. Yudhistira pun setengah berlari menuju meja tempat mereka makan tadi.


"Beby bangun Beb!" panggil Hany pada sahabatnya yang duduk di sampingnya belum sadarkan diri.


"Beby ayo dong bangun... jangan bikin kita takut." Hany tidak berhenti memanggil dan mengajak ngobrol sahabatnya itu tetapi tidak juga memberikan respon.


Erick Bramantyo mengemudikan mobilnya seperti orang gila. Lampu merah ia terobos demi agar mereka bisa segera sampai di Rumah Sakit.


Ruang UGD adalah tujuan mereka saat ini. Hany segera berlari ke dalam ruangan itu untuk meminta pertolongan saat mobil Erick baru saja berhenti.


Erick Bramantyo mengangkat tubuh Beby Alesha dan menyimpannya di atas brangkar yang dibawa oleh beberapa perawat.


"Cepat tolong istriku!" seru Erick dengan suara keras. Tampak sekali kalau pria yang terkenal punya kekuasaan itu sedang takut dan khawatir.


Dalam hati ia terus memohon pada Tuhan agar Beby dan bayinya selamat. Erick pun menghubungi ibunya di Panti Asuhan agar mengirimkan doa untuk istri dan bayi yang ada di dalam kandungan sang istri.

__ADS_1


Pertolongan pertama pun di lakukan oleh tim dokter yang sangat cekatan di Rumah Sakit itu. Cairan alkohol digunakan oleh para dokter untuk membuat Beby siuman kemudian segera dilakukan tindakan lain pada kandungannya.


"Kami minta persetujuan bapak untuk segera melakukan tindakan Caesar pada istri bapak agar bayinya selamat." Erick Bramantyo menandatangani surat pernyataan bersedia agar istrinya dicaesar itu dengan tangan gemetar. Rasanya baru saja istrinya itu bercanda dengan semua orang lalu kenapa tiba-tiba seperti ini.


"Lakukan yang terbaik dokter," ujar Erick kemudian duduk dengan lemas di kursi tunggu di depan ruang operasi.


"Apa yang terjadi pada Beby kak ?" tanya Hany khawatir.


"Kata dokter ia tidak sengaja menghirup gas beracun dan ditakutkan mempengaruhi bayi yang ada di dalam kandungannya."


"Astagfirullah. Tapi dari mana Beby bisa menghirup gas beracun itu kak? sementara semua orang yang keluar masuk di Toilet itu tidak kenapa-napa. Semua orang baik-baik saja." Erick Bramantyo mulai memikirkan perkataan Hany. Dan entah kenapa pertemuannya dengan Dian Pelangi di depan Toilet itu membuatnya mencurigai sesuatu.


"Kalau seandainya kecelakaan yang terjadi pada Beby ini ada hubungannya dengan perempuan itu, maka aku pastikan ia tidak akan pernah melihat matahari terbit lagi." geram Erick dengan rahang mengetat marah.


"Bagaimana pak Erick? apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Fadhil Akifah yang baru saja tiba di Rumah Sakit itu.


"Beby sedang berada dalam ruang Operasi mas," jawab Hany cepat karena sepertinya Erick sedang berada di dunia lain. Pria itu nampak linglung dengan kejadian yang sangat tiba-tiba ini.


Lama mereka berada di sana dengan perasaan gelisah. Segala doa dirapalkan agar Beby dan juga bayinya selamat.


Erick segera menghampiri dokter itu dengan perasaan tak terbaca. Hatinya harap-harap cemas menantikan kabar yang akan ia dengar dari dokter itu.


"Berikan kabar gembira padaku dokter," ujar Erick sembari menyentuh dokter bedah itu.


"Syukurlah bayinya sehat dan selamat." ujar dokter itu dengan suara tenang.


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih banyak dokter," ujar Erick dengan lelehan air mata yang keluar dari matanya. Tak berhenti hatinya mengucapkan kalimat tahmid dengan berita gembira ini.


"Bagaimana dengan istriku dokter, apa keadaannya juga baik?" tanya Erick dengan suara gemetar takut.


"Anda harus bersabar dan banyak berdoa lagi pak Erick karena istri anda belum sadarkan diri sampai sekarang. Sepertinya gas beracun itu sudah cukup bereaksi dalam tubuhnya. Tapi kami akan berusaha Pak. Anda bisa melihat bayi anda terlebih dahulu."


Erick Bramantyo mengangguk dengan tubuh lemas. Ia tak akan sanggup menerima kenyataan pahit jika Beby Alesha meninggalkannya. Air matanya meleleh terus menerus sembari mengikuti dokter itu untuk melihat bayinya.


Erick Bramantyo menatap bayi mungil yang sangat mirip dengan istrinya itu. Hatinya serasa dicengkeram sangat kuat oleh perasaan sedih dan juga gembira.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga ia berusaha menahan tangisnya saat ia mengumandangkan azan ditelinga putrinya yang sangat cantik itu.


"Laa ilaaha Illallah Muhammadarrosulullah," Erick mencium pipi yang masih merah itu dengan pandangan berkabut Ia lalu menggendong putrinya ke ruangan dimana Beby Alesha berada.


"Dokter, biarkan bayi kami bersentuhan dengan ibunya, agar Beby mau bangun untuk putrinya," ujar Erick sembari menyerahkan bayi itu kepada dokter yang sedang memberikan rangsangan pada Beby Alesha agar bisa kembali sadar.


Dokter itu menerima bayi perempuan cantik itu dan mendekatkannya pada tubuh Beby Alesha yang benar-benar tidak bergerak sama sekali.


Sementara itu di Panti Asuhan. Ratih mengumpulkan anak-anak penghafal Al-Qur'an cilik yang selama ini menjadi penghuni panti tersebut di Musholla dan meminta mereka membacakan surah Yasin untuk keselamatan menantu dan juga cucunya.


Audzu billahi minassyaitonirojiim.


Bismillahirrahmanirrahim.


Yaa siin


Walquranil hakiim.


Innaka laminal mursaliin.


Ala sirootol mustakiim


...


Sodakollahul adziim.


Semua orang khusuk mendoakan keselamatan Beby Alesha Ibrahim yang selama ini sangat baik pada anak-anak yatim itu. Yang selalu membawakan hadiah pada mereka. Yang selalu bertindak sebagai kakak dan ibu bagi mereka semua.


Balasan kebaikan adalah kebaikan. Mereka memohon agar apa yang pernah dilakukan Beby Alesha selama ini bisa membuatnya melewati masa-masa sulit seperti ini.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2