
"Kamu benar-benar sekretaris tega ya," ujar seorang pria dari arah belakang Hany. Gadis itu tersentak kaget karena merasa mengenali suara orang itu.
Ia yang sedang sibuk mengambilkan minuman untuk para sahabatnya itu langsung menoleh.
"Eh, Pak Yudhis, udah lama pak?" tanya Hany dengan senyum meringis dan hanya berniat untuk berbasa-basi.
Karena sebenarnya ia sudah melihat kalau direkturnya ini juga menghadiri pesta pernikahan Beby Alesha sahabatnya.
"Aku menghubungimu dari kemarin Han," Yudhis mendekat dan mengambil satu gelas minuman dari tangan gadis itu.
"Untuk apa Pak, bukannya ini weekend?" tanya Hany ingin tahu.
"Apa ada pekerjaan?" lanjutnya lagi sembari memandang wajah direkturnya itu yang sedang menggoyang-goyangkan gelas yang ada ditangannya.
"Tentu saja ada, memangnya untuk apa aku menghubungimu kalau bukan urusan pekerjaan," jawab Yudhis sembari melambaikan tangannya pada beberapa tamu yang juga mengenalnya. Ia berusaha menahan pandangannya agar tidak fokus pada sekretarisnya yang sangat cantik siang itu.
"Tapi inikan weekend Pak, boleh dong aku juga diberi kesempatan berlibur." jawab Hany sembari mengisi lagi nampan yang berkurang karena minumannya diambil oleh pria arogan dihadapannya.
"Tidak boleh, kamu tidak membaca dengan benar surat kontrak pekerjaanmu?" tanya Yudhis dengan mata langsung menatap mata bulat Hany.
"Ih. kejam banget. Serasa kerja rodi di zaman Romusa aja, padahal gaji juga gak seberapa," gerutu Hany dengan suara pelan.
"Eh, ngomong apa kamu tadi?"
"Eh, tidak pak, cuma ngigau aja, maaf,"
"Kamu tidak mau tahu apa isi kontrak kerjamu itu?" tanya Yudhis sembari menahan langkah Hany yang sepertinya akan meninggalkannya sendiri di Pesta itu.
"Baiklah Pak, aku ingin tahu ceritakan saja supaya aku tak perlu membacanya." Hany akhirnya mengalah demi kemaslahatan ummat.
"Kamu harus menemani aku dan siap menjalani pasangan aku setiap ada undangan seperti ini meskipun itu diluar jam kantor, mengerti?"
"Hah?" mulut Hany terbuka sedangkan matanya membola tak percaya.
"Kenapa cuma Hah?"
""Ya karena kalau Hiih, rasanya sangat sereem Pak padahal memang sih." Yudhis menarik nafas panjang.
Gadis ini kok gak ada peka-pekanya sih, kalau aku mau menjadikannya pendampingku.
"Baiklah Pak, asalkan ada uang lemburnya, gimana?" tanya Hany memberi penawaran.
__ADS_1
Mau tidak mau ia akan mengikuti apa maunya direkturnya ini karena ia sudah meneken kontrak kerja bersama pria ini.
Dan selama itu tidak menggangu momen pentingnya bersama sahabatnya ia akan menyediakan waktu.
Itung-itung ia bisa menabung dan mengirim uang ke kampung ke bapak dan ibunya.
"Dasar sekretaris matre, tapi baiklah semua hasil kerja orang memang harus mendapatkan salary diatas UMR, aku setuju." jawab Yudhis dengan senyum samar dibibirnya.
"Baiklah Pak, nikmati pestanya dan aku akan antar minuman ini untuk teman-teman aku di pojok sana," ujar Hany dan bersiap meninggalkan pria itu sendiri.
"Aku tunggu kamu di sini," jawab Yudhis dan langsung membuat mata Hany melotot lagi.
"Pak direktur, ini belum berlaku ya, aku masih mau ngumpul-ngumpul sama mereka."
"Terserah, yang penting aku menunggumu di sini. Dan jangan salahkan kalau aku menghabiskan semua minuman ini jika kamu lama datangnya."
"Hah?" kembali mulut Hany membola. Matanya menatap meja yang berisikan sekitar puluhan gelas yang sudah terisi dan siap untuk diminum.
"Kamu tidak mau kan mendengar direktur PT. Yudhistira mabuk minuman karena sekretarisnya."
"Ya ampun, Pak Yudhis?!"
"Aku tega Pak, biarkan saja, permisi." ujar Hany kemudian meninggalkan direkturnya itu dengan wajah kesal. Pasalnya hari ini ia ingin menikmati acara kumpul-kumpul bersama para sahabatnya mumpung weekend dan juga merupakan hari spesial untuk Beby Alesha.
Yudhistira menyeringai senang kerena berhasil lagi membuat gadis itu kesal.
"Lama amat sih Han?" tanya Eka saat gadis itu baru saja tiba dengan nampan berisi macam-macam minuman pesanan para Rangers.
"Aku ketemu Bos aku di sana, lagi mau ngambil minum juga," jawab Hany sembari menyimpan minuman itu di depan para sahabatnya.
"Oh diundang juga?" tanya Ratna penasaran. Matanya ia arahkan ke tempat minuman tadi. Ia ingin tahu seperti apa rupa dari bosnya Hany itu.
"Sesama pengusaha ya pastilah diundang." jawab Hany tersenyum.
"Ayuk minum, terus kita samperin pengantin, kayaknya tuh Beby butuh kita deh. Sedari tadi pandangannya melihat kita terus." ujar Hany dengan mata memandang ke arah Pelaminan.
"Ho oh, kita minum terus kita samperin pengantin. Foto-foto gitu sebelum make up aku hancur ini," jawab Eka dengan senyum gembira.
Mereka segera menghabiskan minuman itu kemudian segera melangkah ke arah Pelaminan.
"Foto dulu yuks, sama pengantin kita," ujar Ratna saat tiba di samping pengantin yang sangat serasi itu.
__ADS_1
Tampan dan cantik, semua tamu memuji penampilan kedua mempelai itu.
Ada banyak ucapan selamat yang mengudara melihat sepasang pengantin itu.
Tetapi banyak juga ucapan tak mengenakan terdengar di setiap sudut-sudut ruangan ballroom hotel itu.
Yakni dari mereka yang sakit dan patah hati. Dari para gadis yang kecewa karena pria impiannya sudah melabuhkan hatinya pada seorang gadis yang sangat cantik dan kaya raya.
Dan juga beberapa pria yang kecewa hatinya karena tak bisa lagi mendapatkan hati Beby Alesha yang terkenal cantik dalam dan luar.
Ratna melambaikan tangannya ke arah fotografer agar segera mengambil gambar mereka bersama dengan Beby dan suaminya.
"Kiri dua dan kanan dua ya!" seru sang fotografer sembari mengarahkan gaya pada obyek di depannya.
"Pengantinnya rapat dan agak menempel ya?" Erick dan Beby saling berpandangan.
Erick Bramantyo tahu diri, ia tak mau melanggar perjanjian keduanya setelah akad nikah tadi. Ia tak ingin bergerak dari tempatnya begitupun dengan Beby sang istri.
Tetapi tiba-tiba Royco dan Jack juga naik di Pelaminan karena ingin ikut berfoto dengan para gadis cantik pagar ayu itu.
Royco langsung mendorong pelan tubuh tinggi Erick agar segera menempel pada tubuh Beby yang hanya berdiri mematung. Begitupun dengan Ratna, mereka berdua saling mengedipkan mata dan mulai beraksi.
Cekrek
"Bagus!" seru sang fotografer dengan jari membentuk huruf O. Beby Alesha yang didorong pelan oleh Ratna karena tak siap langsung saja terjatuh ke dada bidang Erick Bramantyo sang suami.
Cekrek
"Bagus!" seru fotografer lagi dengan mengangkat kembali ibu jarinya ke udara. Para Rangers langsung menutup mulutnya menahan tawa karena berhasil mengerjai pasangan pengantin yang begitu kaku itu.
Royco segera berdiri di samping Ratna terus berbisik,
"Kamu cantik Rat, boleh gak aku ambil hatimu?"
"Eh?" Ratna melongo dengan tembakan tiba-tiba dari sahabat bosnya itu.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk aku dong,
Like dan komentar aja ya, kalo ada bunga bolehlah.
__ADS_1