Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 57 BSWW


__ADS_3

Malam itu, Erick Bramantyo benar-benar tidur di sofa sesuai perjanjian pernikahannya dengan istrinya, Beby Alesha Ibrahim.


Malam yang terasa cukup panjang karena ia sungguh tak bisa tidur dan hanya terjaga semalaman.


Bukan hanya karena posisinya yang kurang nyaman tetapi terlebih kepada posisi Beby Alesha sang istri yang tidur hanya dengan menggunakan pakaian tidur tipis yang benar-benar menguji imannya.


Erick tak bisa lagi menahan sesuatu dari dalam dirinya malam itu hingga ia dengan langkah pelan ikut naik ke ranjang king size sang istri dan memeluknya.


Tubuh yang putih mulus itu sungguh tak ingin ia pandangi saja, ia juga ingin menyentuh dan merasakan kelembutannya.


Dengan gerakan perlahan tangannya yang besar mulai menyentuh pipi mulus kemerahan sang istri. Jarinya kemudian menyentuh bibir ranum itu dengan lembut.


Ia halal untukmu Erick!


Sebuah suara pelan dari dalam hatinya seolah mendukungnya melakukan hal yang lebih.


Dengan pelan ia mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri.


Bibir tebalnya ia rasakan menyentuh daging kenyal lembut itu dengan penuh perasaan.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ia langsung melummat pelan bibir yang terasa sangat manis itu cukup lama.


Hingga Beby Alesha melenguh karena kehabisan nafas. Erick Bramantyo langsung melepaskan lumatannya dan segera melompat ke bawah ranjang karena kaget.


"Siapa itu!" tanya Beby dengan sikap waspada. Ia membuka matanya lebar-lebar dan memandang ke sekeliling ruangan kamarnya yang tampak remang-remang karena hanya cahaya lampu tidur yang menyinari ruangan itu.


"Aneh, aku kok merasa ada orang tadi di sini, serasa menindihku." ujarnya pelan.


Jarinya tiba-tiba bergerak meraba bibirnya yang ia rasakan sedikit berbeda. Ia rasakan sedikit mengalami kebas dan basah.


"Ah, apa mungkin aku sedang bermimpi ya?" tanyanya lagi pada dirinya sendiri. Ia kemudian kembali berbaring dan menutup matanya.


Erick Bramantyo menarik nafas lega kemudian tersenyum samar sembari meraba bibirnya sendiri.

__ADS_1


Ya ampun, itu tadi manis dan kenyal banget. batin Erick dengan senyum diwajahnya.


Ia sekarang berniat jadi pencuri saja setiap malam asalkan bisa merasakan manis dan lembutnya bibir Beby Alesha sang istri.


🍁


Pagi-pagi sekali Beby Alesha sudah siap berangkat bekerja sebagai Office Boy.


Dengan langkah mengendap-endap ia melangkah keluar dari kamarnya dan membawa motor mang Jujun untuk dipakai seperti hari-hari sebelumnya ke tempat kerjanya.


Sedangkan Erick Bramantyo yang sudah lama bangun dan melaksanakan sholat subuh pura-pura menutup matanya dengan menggunakan kopiah yang ia taruh di atas wajahnya.


Posisinya sekarang sedang duduk bersila sembari menyandarkan punggungnya di sofa tempat tidurnya.


Semalam ia sudah bisa tidur dengan nyenyak hanya dengan merasakan bibir manis sang istri.


Setelah ia rasa Beby Alesha sudah meninggalkan kamar itu, ia segera bangkit dari duduknya dan mengganti pakaiannya menjadi setelan pakaian kerja.


"Erick, kamu kok berangkatnya cepat sekali nak?" sapa Hanna yang melihat menantunya itu sudah siap dan lengkap untuk bekerja pagi itu.


"Gak sarapan dulu? trus istrimu itu sudah bangun belum?"


"Sudah Ma, Beby sudah berangkat duluan. Dan yah aku sarapan di kantor saja,"


"Baiklah hati-hati kalau begitu." ujar Hanna melepas kepergian sang menantu dengan banyak pikiran yang muncul di dalam kepalanya.


"Iya Ma, Assalamualaikum." ujar Erick dan segera menuju ke garasi untuk mengambil mobilnya. Ia harus mengikuti istrinya itu. Ada rasa khawatir dan juga tidak rela melihat perempuan cantik itu menaiki motor butut milik Mang Jujun di pagi buta seperti ini.


"Ini masih sangat dingin sayang, bukannya lebih baik kamu berada di ranjang bersamaku?" gumam Erick dengan perasaan was-was.


Mobilnya berhenti di depan sebuah kompleks rumah kost di sekitar kampus Negeri yang cukup terkenal di Kota itu.


Disana ia bisa melihat istrinya sedang menaikkan 2 penumpang perempuan ke atas boncengannya.

__ADS_1


"Ya Allah, kalian benar-benar Wonder Women ya." ujar Erick dengan senyum di wajahnya.


Pria itu terus mengikuti kemana motor itu berjalan dari jarak yang cukup dekat.


Dan rupanya arah yang Beby Alesha ambil adalah arah ke Perusahaan tempatnya bekerja.


Lama ia memperhatikan apa saja yang gadis itu lakukan sampai ketiganya keluar dari ruangan di lantai 2 itu sudah lengkap dengan kostum seragam OB dan OG.


"Oh jadi kalian bertiga adalah ..." ujarnya menggantung di udara. Dengan senyum cerah diwajahnya, Ia sudah mempunyai banyak ide di dalam kepalanya untuk ketiga gadis itu.


🍁


Sementara itu di sebuah rumah mewah.


Sebuah percakapan panas sedang terjadi di sebuah kamar tidur.


"Mas, bantu aku menyingkirkan si anak yatim itu, sebelum Kak Ibra habis dimanfaatkan olehnya." rengek seorang perempuan paruh baya pada suaminya yang sedang memakai pakaian kerjanya.


"Menyingkirkan bagaimana? dia kan sudah menjadi menantu kakakmu, kenapa tidak kamu singkirkan sebelum mereka resmi menikah?" tanya Harun sang suami.


"Kamu telat mikir sih, coba sedari dulu kamu mendekatkan Taro sama putri kak Ibra pasti tidak akan begini jadinya, sekarang baru mau, lambat!" Harun menatap istrinya dengan pandangan mata tajam.


"Masih bisa mas, aku yakin Beby tidak menyukai pria itu, kita bisa lihat kok bagaimana mereka di Pelaminan. Mereka tampak seperti sedang bermusuhan."


"Kamu cari aja ide sendiri, nanti kalau sudah siap, aku yang akan eksekusi, okey?" ujar Harun kemudian menyentuh pipi istrinya.


"Aku berangkat, dan usahakan putramu itu untuk cepat bangun agar jodohnya tidak dipatok Ayam!"


*Tobe continued


Mana Doong dukungannya untuk karya receh ini?


Like dan komentarnya aku tunggu ya gaess agar aku semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2