Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 133 BSWW


__ADS_3

"Mas, ayo ke rumah sakit sekarang," ujar Beby Alesha setelah mereka melakukan ritual pagi yang sangat indah itu.


"Untuk apa sayang? kamu tidak lelah ya?" tanya Erick sembari menarik selimutnya untuk tidur.


Pria itu rupanya baru merasakan lelah setelah memanjat dua buah gunung dan memasuki lembah yang sangat dalam.


"Tapi mas, aku mau tahu kabar terkini dari Eka sama Jack," ujar Beby Alesha sembari menarik selimut yang dipakai oleh suaminya.


Erick tersentak kaget karena sudah berada dalam perjalanan kedunia mimpi malah dikagetkan oleh sang istri.


"Beb, aku ingin tidur dulu sayang, bentar aja ya, plis," ujar Erick sembari menutup matanya dan berusaha untuk tidur kembali. Beby Alesha hanya mendengus jengkel.


"laki-laki emang gitu, kalau udah dapet maunya langsung tidur aja, sebel!" gerutu Beby dengan menghentakkan kakinya kesal. Karena suaminya lebih memilih tidur.


Beby kembali memandang suaminya yang dengan cepat mendengkur halus padahal baru saja pria itu terjaga. Ia pun keluar dari kamar itu sembari mengambil kunci mobilnya.


Ia ingin ke Rumah Sakit sekarang untuk melihat keadaan Jack Andrian sekalian ingin mengetahui keberadaan sahabatnya yang sampai sekarang belum aktif nomornya.


"Beb, kamu mau kemana sayang?" tanya Hana saat melihat putrinya itu sudah cantik dengan gaun longgar yang sangat cocok ditubuhnya.


"Mau ke rumah sakit Ma, mau nengok Jack. Soalnya semalam dia belum sadar juga." jawab Beby Alesha sembari menarik kursi meja makan. Ia ingin makan terlebih dahulu sebelum berangkat ke Rumah Sakit.


"Suamimu mana?" tanya Hana dan ikut menarik kursi dan duduk di samping putrinya.


"Mas Erick tidur ma," jawab Beby sembari mengunyah nasi putih dengan lauk tempe goreng itu.


"Udah baca bismillah belum kamu sayang?"


"Astagfirullah lupa ma," jawab Beby Alesha kemudian segera membaca bismillah dan doa sebelum makan.


"Ada bayimu yang juga ikut makan, jadi usahakan untuk selalu menyebut nama Allah kalau mau makan supaya berkah."


"Iya Ma, maaf lupa."


Setelah makan Beby Alesha pun berangkat ke Rumah Sakit dengan membawa mobilnya sendiri. Minggu pagi itu jalanan tidak begitu macet hingga ia bisa sampai di Ruang Sakit dengan cepat.

__ADS_1


"Sus, pasien atas nama Jack Andrian yang kecelakaan semalam kok sudah tidak ada di UGD, sekarang ada dimana ya?" tanya Beby Alesha saat sampai di UGD dan tidak menemukan pasien itu do sana.


"Oh, tuan Jack Andrian sudah dipindahkan ke kamar perawatan karena sudah melewati masa kritisnya, buk," jawab sang perawat dengan ramah.


"Alhamdulillah, sekarang kamarnya di mana ya?"


"Di kamar Vip Flamboyan no.5 buk."


"Okey terima kasih banyak ya sus," ujar Beby Alesha kemudian segera berjalan ke arah kamar yang dimaksud oleh perawat itu.


"Hey, hati-hati dong kalau jalan!" tegur Beby Alesha saat ada seorang pria yang menabraknya karena terburu-buru mengikuti sebuah brangkar yang didorong cepat oleh beberapa perawat di depannya.


Pria itu tidak menoleh bahkan meminta maaf sedikit pun karena mungkin salah satu kerabatnya sedang gawat.


"Beb, kamu tidak apa-apa?" tegur seorang dokter pria yang mencoba mengambil tas tangan perempuan hamil itu yang sempat terjatuh karena insiden tabrakan itu.


"Terimakasih Dokter," ujar Beby tersenyum. Ia sungguh bersyukur ada yang membantunya karena ia sudah sangat kesulitan membungkuk karena perutnya sudah sangat besar.


"Sama-sama Beb," ujar dokter itu dengan senyum diwajahnya. Beby Alesha langsung ingin melanjutkan langkahnya tetapi ia baru sadar kalau dokter itu sepertinya menyebut namanya.


"Syukurlah kamu masih ingat aku, kirain sudah lupa," ujar Tio tersenyum.


"Udah lama di Rumah Sakit ini Yo?" tanya Beby Alesha berbasa-basi.


"Baru saja pindah. Tadinya aku di kota Tangerang."


"Oh gitu ya? eh udah nikah ya pastinya?"


"Udah tapi gagal. Kami baru saja berpisah."


"Oh maaf Yo, aku tidak tahu soal itu. Kalau gitu aku pamit ke kamar Flamboyan ya bye."


"Kita barengan aja, aku juga mau kesana. Jadwal aku untuk visitasi di ruangan itu. Mari," ujar Tio sembari mengimbangi langkah Beby Alesha.


"Kamu cantik saat hamil gini Beb," ujar Tio pelan. Pria itu merasakan sakit secara tiba-tiba karena seharusnya ia yang ingin menjadikan Beby Alesha dalam kondisi seperti yang ia lihat sekarang ini.

__ADS_1


"Apa?" tanya Beby Alesha dengan kening mengernyit.


"Iya aku bilang kamu cantik. Suamimu pasti sangat bahagia denganmu," jawab Tio sembari melirik Beby Alesha yang sedang berjalan di sampingnya.


"Ah ya. Suamiku juga bilang seperti itu. Katanya istri itu menarik saat hamil. Bener gak sih, meskipun aku tidak percaya hihihihi," Beby menutup mulutnya karena merasa lucu membayangkan dirinya yang seperti kura-kura baru dibilang cantik.


"Itu pasti gombal aja kan Yo?"


"Gak lah, kamu memang cantik kok dari dulu apalagi sekarang." jawab Tio yang tidak sadar telah memuji-muji istri orang lain.


"Nah kita sampai, silakan masuk Nyonya cantik." ujar Tio sambil mendorong pintu kaca menuju ruang Flamboyan dan memberi jalan untuk perempuan hamil itu untuk masuk terlebih dahulu.


"Yo jangan seperti itu dong, gak enak didengar orang lain."


"Kalau gak ada orang lain, apa aku boleh bilang kalau kamu cantik?" tanya Tio dengan tatapan tak biasa pada istri dari Erick Bramantyo itu.


Deg


Hati Beby Alesha merasa tidak nyaman dengan tatapan Tio yang seperti itu.


"Permisi Yo, aku cari kamar teman aku dulu ya, maaf," ujar Beby Alesha dengan canggung. Ia merasa harus meninggalkan teman sewaktu SMA nya itu. Karena itu sepertinya tidak baik berlama-lama dengan pria yang bukan keluarga atau kerabatnya.


Tio menatap kepergian Beby Alesha dengan pandangan mata tajam. Entah kenapa hatinya mengatakan kalau ia harus mendapatkan Beby Alesha meskipun perempuan cantik itu sudah mempunyai suami.


"Dokter, permisi." sapa seorang perawat yang sedang bertugas di ruangan itu. Tio tersentak dari lamunannya.


"Ya ada apa?"


"Saya yang akan mendampingi dokter untuk visitasi ke semua ruangan pagi ini dok,' ujar sang perawat sembari membawa rekam medis semua pasien penghuni ruangan Flamboyan itu.


"Baik, ayo kita mulai," jawab Tio kemudian merapikan pakaian kebesarannya. Ia yakin Beby Alesha akan terkesan padanya karena ia adalah seorang dokter. Dengan itu ia bisa mendapatkan perempuan itu dan merebutnya dari suaminya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2