
Empat anggota Rangers Dewaani itu berdiri sebagai pagar ayu dengan memakai pakaian kebaya modern.
Mereka berempat tampil sangat cantik hingga semua tamu pada acara pernikahan itu berbisik-bisik memuji mereka.
"Mereka pasti masih gadis," ujar salah seorang tamu yang juga tampil sangat cantik dan elegan. Tampak sekali kalau ia dari golongan ibu-ibu sosialita yang kaya dan bergaya.
"Memangnya kenapa kalau masih gadis Jeung Rahmah?" tanya salah satu dari mereka yang kebetulan bernama Asri.
"Aku ingin menjadikannya menantu," jawab Rahmah Salam dengan senyum lebar dibibirnya.
"Memangnya putranya jeung Rahmah tidak bisa cari calon istri sendiri sampai dicarikan segala?" tanya Susi dengan bibir terangkat tak percaya.
"Gak tahu ya jeung Sus, padahal putraku itu tampan lho tapi sampai sekarang belum nemu juga calon istri. Keburu tua kita nanti menimang cucu hehehe," jawab Rahmah dengan tawa renyahnya.
"Dan juga asal kalian tahu ya, kalau putraku itu udah lama kami paksa menikah tapi sepertinya ia tidak bisa mencari calon istri, udah hampir expired dia tapi tak kunjung dapat istri," lanjutnya dengan tanyanya yang berderai.
"Duh andai aku punya anak gadis pasti kita besanan ya Jeung, sayangnya aku cuma punya 1 biji itupun lanang," timpal Risma yang baru ikut bergabung dikumpulan ibu-ibu sosialita itu.
"Iya juga ya, secara kan bibit kamu itu jelas dan terang kayak hukum bacaan idzhar," timpal Rahmah masih dengan wajah berubah serius.
"Ih apaan hukum bacaan idzhar, emangnya ilmu tajwid?" timpal Risma dengan wajah bingung dengan perkataan temannya itu yang tidak nyambung.
"Udah ah, aku permisi yang Jeung, aku mau samperin pagar ayunya dulu, siapa tahu jodoh ye kan," ujar Rahmah sembari melenggang santai ke arah empat perempuan cantik yang masih muda dan juga bening-bening itu.
Keempat gadis itu tampak sedang sibuk ngerumpi ala emak-emak berdaster padahal mereka jarang pakai daster hehehe.
"Jeung Rahmah itu mau ngapain kesana?" tanya Firly Ramli pada Asri, Risma dan juga Susi yang masih duduk santai menikmati hidangan di pesta itu. Sebuah pesta pernikahan kedua bagi Royco Masaki. Pesta yang cukup mewah karena pengantinnya adalah salah satu pengusaha muda sukses di bidang layanan jasa.
"Katanya mau cari jodoh untuk putranya yang belum dapat calon istri sampai sekarang, hehehe," jawab Susi sembari menahan tawanya.
Sebenarnya ibu sosialita itu juga sangat tertarik dengan keempat gadis itu. Karena keempat gadis itu bukan hanya cantik tetapi mereka juga sangat ramah pada semua orang atau tamu yang datang.
Sayangnya putra-putranya masih duduk dibangku SMA dan SMP.
"Heh, jangan sampai Jeung Rahmah Salam salah memilih calon menantu ya," ujar Firly dengan sikap waspada. matanya masih menatap pergerakan Rahmah Salam dengan pandangan tajam.
"Lho kenapa Jeung Firly, kok kayaknya gak nyaman banget kelihatannya," tegur Tari sembari ikut memandang Rahmah Salam yang sedang berbasa-basi dengan keempat gadis cantik itu.
"Ya terang aja aku gak nyaman, soalnya salah satu gadis itu adalah calon menantu aku. Jangan sampai Rahmah Salam salah memilih orang."
"Hah?" Susi dan Asri melongo tak percaya.
__ADS_1
"Jadi Jeung Firly kenal sama mereka?" tanya Susi penasaran.
"Cuma 1 orang sih yang aku kenal baik, ya itu dia calon menantu aku."
"Oh gak masalah dong kalo gitu, kan masih ada 3."
"Iya sih? Tapi tetap aja aku khawatir. kalau begitu aku permisi ya jeung Susi dan Jeung Tari. Aku juga mau samperin mereka." Firly Ramli pun berlalu dari hadapan ketiga temannya itu.
Sementara itu Fadhil Akifa Ansar memperhatikan dari jauh bagaimana istrinya begitu menikmati pesta pernikahan sahabatnya itu.
Dalam hati ia selalu memuji kecantikan alami perempuan yang sudah sah menjadi istrinya itu meskipun ia belum sempat memperkenalkannya pada tuan dan nyonya Ansar Salam, selaku kedua orangtuanya.
"Sendirian saja Pak Fadhil?" tegur Jack pada Fadhil Akifa yang sedang duduk sendirian.
"Seperti yang kamu lihat pak Jack," jawab Fadhil Akifa dengan santai. Pria itu menyeruput minumannya dengan mata masih terus tertuju pada empat perempuan cantik di depan panggung pelaminan.
"Ada yang sedang anda perhatikan pak?" tanya Jack dengan mata mengikuti arah pandang salah satu manager dari PT. Ibra. Tbk. Itu.
"Hem," jawab Fadhil Akifa singkat. Jack tiba-tiba waspada. Ada empat perempuan cantik di sana. Di arah pandang pria ini. Tetapi ada 3 yang masih singel, dan itu termasuk adalah Eka, sang kekasih hati. Ia tak akan rela jika pria mapan dihadapannya ini mungkin saja sedang memperhatikan kekasihnya.
"Pak Fadhil, apa ada yang bapak suka diantara mereka?" tanya Jack setelah lama menimbang-nimbang. Tak ia tanyakan ia akan tersiksa. Ditanyakan juga ia was-was.
"Boleh aku tahu siapa orangnya pak Fadhil?" tanya Jack dengan wajah waspada.
"Pak Jack? Anda kok penasaran sekali sih, padahal kan kamu bisa lihat sendiri. Yang paling cantik itu yang aku suka, kalau anda?" Fadhil balik bertanya karena sedikit terganggu dengan pertanyaan Jack yang sudah sangat merusak momen-momen indahnya menatap apa saja yang dilakukan oleh istrinya itu.
Jack memandang kembali kearah empat perempuan cantik itu. Semuanya nampak cantik tapi yang paling cantik baginya adalah Eka Setiawati.
"Eh pak Fadhil mau kemana?" tanya Jack penasaran karena pria itu tiba-tiba berdiri dari duduknya karena melihat mamanya mendekati pagar ayu itu.
"Duh ngapain mama kesana? Apa ia sudah tahu kalau Anny adalah istriku?" tanyanya dalam hati.
🍁
"Hai ladies..." Sapa Rahmah Salam dengan wajah ceria pada keempat gadis cantik itu.
"Hai Tante cantik." jawab para rangers dengan senyum ramah mereka.
"Tante boleh gabung gak nih sama para pagar ayu yang cantik-cantik ini?"
"Boleh dong tante, kita sih malah seneng supaya tambah ramai," jawab Eka sembari mempersilahkan perempuan yang masih cantik diusianya yang sekitar lima puluhan itu.
__ADS_1
"Gak pada bawa pasangan nih?" ujar Rahmah Salam berbasa-basi. Ia ingin menguji apakah para gadis ini sudah punya seseorang di hati mereka atau tidak. Masih single atau sudah double.
"Ada kok Tante, cuma lagi gak boleh ganggu kita aja. Karena hari ini adalah hari untuk para ladies hihihi," jawab Beby Alesha sembari melemparkan pandangannya pada Erick Bramantyo yang sedang menatapnya dari jauh. Pria itu sedang duduk bersama dengan para tamu VIP pada acara itu.
Rahmah Salam yang sangat tertarik pada sosok Beby Alesha langsung tak berniat lagi mendekati gadis cantik itu.
Ia mengenal Erick Bramantyo sebagai pimpinan di perusahaan putranya tetapi ia belum berkenalan dengan istri dari pimpinannya itu yang ternyata adalah putri dari pimpinan tertinggi di Perusahaan itu juga.
"Anda nyonya Bramantyo ya?" sapanya pada Beby Alesha setelah menyadari kalau ia perempuan cantik di hadapannya ini adalah istri dari seorang Erick Bramantyo.
"Iya tante, salam kenal ya," jawab Beby Alesha dengan senyum diwajahnya.
"Eh iya, salam kenal kembali. Putra saya kerja di perusahaan nyonya lho." jawab Rahmah Salam dengan senyum yang berubah semakin ramah.
"Gak usah panggil nyonya ya Tante cantik. Panggil Beby aja. Biar lebih akrab."
"Iya deh, Tante panggil nama saja ya?" ujar Rahmah Salam dengan nada tanya. Ia juga memandang tiga gadis lain di situ bergantian.
"Ayok dong perkenalkan diri kalian," lanjutnya lagi.
"Iya siap tante, aku Eka, ini Anny dan yang itu Hany." Ujar Eka memperkenalkan dirinya dan juga teman-temannya.
"Kalian ini sudah pada kerja ya dan belum punya pendamping ya seperti Beby?"
"Sudah punya calon semua Tante, maafkan kami ya, kalau sekiranya tante sedang mencari calon mantu disini, hihihi," timpal Anny dengan gaya cekikikan sendiri.
"Wah sayang sekali ya, padahal aku kesini emang mau carikan jodoh untuk putra tampanku,"
"Hem, kasihan benar ya," timpal Anny lagi dengan gayanya yang Lucu.
Fadhil Akifah yang baru tiba di tempat itu langsung ditarik tangannya oleh Rahmah Salam sang mama.
"Nih perkenalkan putraku ini, masak kalian gak ada yang tertarik sih padahal gantengnya maksimal dan masih jomblo." para Rangers tersentak kaget dan langsung saling bertatapan mendengar ucapan perempuan cantik itu.
Anny sendiri yang tiba-tiba merasakan keinginan untuk pipis langsung meninggalkan tempat itu untuk ke Toilet.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1