Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 146 BSWW


__ADS_3

"Udah selesai urusannya mas?" tanya Beby Alesha saat suaminya itu muncul di dalam kamar mereka.


"Sudah sayang, dan pernikahannya insyaallah besok pagi sebelum sholat Jumat." jawab Erick sembari berjalan ke walk on closet untuk berganti pakaian.


"Mandi dulu mas, udah habis perjalanan jauh lho jangan dekat-dekat sama babynya."


"Iya deh aku mandi." ujar Erick kemudian segera memutar arah ke kamar mandi. Beby Alesha tersenyum samar melihat suaminya itu sangat patuh pada permintaannya.


Tak lama kemudian pria tampan bermata abu-abu itu keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk putih. Ia langsung menghampiri istrinya yang sedang menyusui baby girlnya yang sedang lahap.


"Ini kok cantik banget sih kayak mamanya," ujar Erick sembari mencium pipi bayinya dengan lembut.


"Mas, pakai baju dulu sana," ujar Beby Alesha sembari menatap suaminya tak berkedip.


"Ih kenapa? aku suka begini," jawab Erick tersenyum penuh makna. Ia tahu istrinya sedang tidak fokus karena ia sengaja memamerkan roti sobeknya.


"Mas, kamu sengaja ya..."


"Hey sengaja apa sayang, kamu kok suka nuduh aku sih?"


"Kamu sengaja pamer karena aku sedang tidak bisa iyya?"


"Dan kamu juga sengaja pamer itu padaku," balas Erick sembari menyentuh satu sumber kehidupan bayinya yang juga sedang terekspose indah di depan matanya.


"Ya Allah mas, ini tuh tidak disengaja," ujar Beby Alesha sembari menepis tangan suaminya yang sudah menyentuhnya.


"Humm, tidak apa deh kalau tidak disengaja tapi bolehkan aku," ujar Erick meminta izin. Beby Alesha hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya heran dengan tingkah suaminya yang tidak mau kalah dengan babynya.


"Massss, ya ampun aaaaakh," Beby Alesha menjambak rambut suaminya keras karena Erick benar-benar berubah jadi bayi besar yang cukup ganas.


"Babynya nanti gak cukup mas," ujar Beby Alesha saat suaminya melepaskannya. Erick Bramantyo hanya tersenyum kemudian mengedipkan matanya sebelah.


"Aku juga butuh nutrisi sayangku, liburannya gak asyik kalo gak mencicipimu,"


"Ish, manja," ujar Beby Alesha sembari meletakkan baby girlnya ke dalam box.


"Mas, aku mau makan. Kalo habis kasih ASI gini bawaannya lapar banget."


"Ya pastilah. Kamu kan membaginya dengan si comel tuh. Sekarang katakan kamu mau makan apa?" tanya Erick sembari memakai pakaiannya di depan istrinya.


"Mas, coba cek masakan mama, biasanya tuh sudah disiapkan yang enak-enak."


"Okey kamu tunggu ya, aku akan ke dapur lihat apa yang ada di sana." Erick pun keluar dari kamar mereka yang sekarang sudah berpindah ke lantai 1. Beby Alesha yang baru saja Caesar tidak bisa berjalan ke lantai 2 ke kamarnya sendiri.

__ADS_1


"Erick, apa Alesha sudah mau makan?" tanya Ratih yang kebetulan berada di dapur membantu Hana sang besan untuk menyiapkan makan malam.


"Iya Bu, katanya lapar habis me*nyusui baby kami," jawab Erick sembari melihat-lihat makanan yang sudah tersedia di meja makan.


"Sudah pasti itu nak, tenaga akan terkuras habis ketika sedang me*nyusui bayi. Makanya kita akan gampang lapar. Nah kamu bawakan ini." Ratih menyerahkan nampan berisi makanan yang sangat lengkap dari komposisi maupun gizinya.


"Ini adalah sayur jantung pisang dan daun katuk supaya produksi ASInya bagus."


"Terimakasih banyak Bu, kamu dulu merawat aku sewaktu kecil sekarang malah merawat istriku."


"Ah itu kewajiban seorang ibu nak, ayo cepat bawakan makanannya untuk istrimu supaya bertenaga kembali dan ingat obat anti nyerinya," ujar Ratih yang tiba-tiba merangkap jadi seorang suster.


"Iya ibu," jawab Erick tersenyum.


"Kamu gak terima kasih sama saya Erick?" tegur Hana yang sedang menata makanan yang baru ia masak.


"Saya lho yang melahirkan Beby yang sangat kamu cintai itu," Hana berpura-pura cemburu. Erick langsung tersenyum cengengesan.


"Terimakasih Ma, karena Mama sudah melahirkan putri yang sangat cantik dan baik hati seperti Beby Alesha Ibrahim."


"Ah sudah sana, ucapan terimakasihmu panjang sekali keburu Beby ngamuk karena lapar," ujar Hana kemudian menyuruh menantunya itu segera membawa nampan berisi makanan untuk istrinya.


Erick pun berlalu dari hadapan Ratih dan Hana dengan perasaan yang sangat bahagia. Sedangkan kedua perempuan itu saling berpandangan dengan senyum yang tak kalah cerahnya.


"Saya mau cucu yang banyak Bu Hana, karena putraku cuma satu," jawab Ratih dengan pandangan menerawang jauh membayangkan cucu yang banyak di rumahnya meskipun ada banyak anak panti disana.


"Saya juga Bu, Beby putri kami satu-satunya. Dan ia harus melahirkan banyak anak untuk mengganti hari-hari sepi kami selama ini.


"Hey kalian ini membicarakan apa sih?" tanya Ibrahim yang baru muncul di ruang makan itu.


"Beby itu baru saja melahirkan. Masak sudah membayangkan nambah cucu lagi, gak kasihan tuh sama putriku?"


Ratih dan Hana saling berpandangan kemudian tersenyum.


"Kami cuma berharap Pa, dan semoga Beby putri kita bisa melakukannya hihihi," jawab Hana sembari tertawa cekikikan.


"Berharap sih berharap tapi lihat kondisi juga dong, kan kasihan tuh mana harus menyapih sendiri lagi," ujar Ibrahim tidak rela putrinya dijadikan objek mencetak cucu terlalu banyak.


"Papa jangan marah dong, katanya mau punya cucu banyak supaya rumah ini ramai."


"Iya sih tapi tunggu sampai dua tahun sampai bayinya sudah besar dan tidak disapih lagi," jawab Ibrahim yang setuju juga sebenarnya.


"Nah kan itu maksud kami juga Pa, iyyakan bu Ratih?" Ratih mengangkat jempolnya tanda setuju. Mereka pun tertawa bersama.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar dua orang yang sedang digibahin itu, Beby Alesha sedang makan dengan lahap seperti orang yang tidak pernah makan selama beberapa hari.


"Ya Allah aku lapar sekali mas," ujar Beby sembari terus mengunyah apa saja yang ada di hadapannya.


"Makan aja sayang, kamu memang harus kuat makan dan minum. Sebentar lagi si comel itu pasti minta jatah lagi."


"Iya nih mas, si comel tuh gampang lapar apalagi papanya tuh yang juga suka minta jatah."


"Uhukkkk uhukkkk uhukkkk," Erick tersedak dengan air liurnya sendiri karena ucapan istrinya.


"Kenapa mas? minum sini," Beby mengangkat sebuah botol air mineral dan memberikannya pada suaminya. Erick tersenyum kemudian meminum air itu.


"Si baby comel tuh yang sekarang ambil jatah aku sayang," ujar Erick merajuk.


"Ish mulai lagi deh. Eh mas, kamu mau punya anak berapa sih?"


"Semampumu sayang, selama kamu kuat aku sih oke-oke aja,"


"Tapi Mama sama PaPa pernah bilang mau cucu yang banyak mas," ujar Beby Alesha sembari menutup sisa makanannya.


"Mereka pasti tidak akan memaksa sayang, jangan dipikirkan."


"Iya mas, eh ngomong-ngomong kalau Eka menikah besok, aku gak bisa hadir dong."


"Iya yah. Emang tuh Jack tidak sabaran banget sampai gak nunggu kamu sehat,"


"Hahahaha, itu karena Jack merasa terlalu lama menunggu selama ini."


"Iya juga sih, tapi kamu ingat gak dulu. Bagaimana kamu membuat aku menunggu terlalu lama."


"Maafkan aku mas, itu karena aku belum mencintaimu."


"Andai aku tidak terlalu lama menunggu mungkin kita sudah mempunyai dua anak sayangku," ujar Erick sembari mengecup lembut kening istrinya.


"Ish, hebat banget punya anak dalam waktu kurang dari 2 tahun," cibir Beby merasa lucu.


"Aku kan tokcer sayang,"


"Hum, iya mas aku percaya," mereka berdua tersenyum menunjukkan kebahagiaan mereka saat ini.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2