Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 59 BSWW


__ADS_3

Setelah sarapan bersama antara Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha di ruangan itu.


Pimpinan kedua tertinggi di Perusahaan industri itu langsung meluncur ke arah kantor EB & Partners.


Hari ini ia ingin berkunjung secara mendadak atau sidak para karyawannya disana karena selama beberapa hari ini ia fokus berada di Perusahaan ini.


"Pak Erick kok gak cuti sih, emangnya gak mau sama-sama sang istri dulu?" tegur seorang karyawan senior di kantornya ketika baru saja menginjakkan kaki di tempat itu.


Erick Bramantyo hanya tersenyum samar yang justru membuat ketampanannya semakin meroket di atas rata-rata.


"Aku ya, kalo merid sama bapak, gak akan aku biarkan keluar kamar, suer deh," ujar karyawan senior yang lainnya. Kalau karyawan baru atau yang tidak punya jabatan mana berani bercanda seperti itu dengan sang bos tampan.


"Aku juga, heran deh sama si nyonya bos itu, gak takut apa suaminya diembat sama aku," timpal Fanta Ricola sembari menatap wajah Erick Bramantyo dengan pandangan lain dari yang lain.


"Ada pembahasan lain selain yang berhubungan dengan yang itu?" tanya Erick sembari menggoyangkan kedua ujung jarinya sebagai tanda khusus.


Nampak sekali kalau ia sedang tak ingin membahas malam pengantinnya yang cukup menyedihkan itu.


Seorang pria yang merupakan pengacara di kantor itu baru saja memasuki ruangan dan langsung menyapa Erick dengan saling menabrakkan tinjunya pada sang pimpinan.


"Apa aku tidak salah lihat nih, kayaknya rambut pengantin baru kita belum basah atau sudah kering nih? apa jangan-jangan kamu gak mandi ya sebelum kemari?" candanya yang diikuti tawa oleh semua orang.


Aslinya pagi ini ia mendapatkan perundungan yang cukup menyakitkan hati.


Erick hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal. Seharusnya ia membasahi rambutnya agar semua orang mengira ia habis keramas dan sudah berhasil menyentuh sang istri.


Semua orang menatapnya curiga. Ada banyak spekulasi dipikiran orang-orang dewasa berotak mesum itu.


Erick Bramantyo kemudian kembali berwajah serius saat mengundurkan semua staf dan karyawan begitupun para pengacara yang bekerja dalam naungan EB & Partners untuk mengadakan meeting.


🍁


Malam ini adalah malam kedia Erick Bramantyo dan Beby Alesha menikah, tak ada kemajuan yang berarti dalam hubungan mereka.

__ADS_1


Mereka belum saling menyapa dan juga memandang ketika bertemu.


Yang ada Beby masih membuang pandangannya ke arah lain. Ibrahim dan Hanna menjadi tidak nyaman sendiri dengan keada eh wean putrinya yang seperti itu.


"Beb, layani suamimu sayang," ujar Hanna pada putrinya itu saat mereka sedang makan malam bersama.


Beby Alesha tidak menjawab. Ia hanya menarik kursi kemudian mulai menyantap makanannya tanpa memperdulikan orang disekitarnya.


"Beby?!!" seru Ibrahim dengan suaranya yang tegas. Beby Alesha mendongak dan menatap wajah Papanya tajam.


"Ada apa Pa?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka Papanya yang sangat mencintainya itu membentaknya dengan suara uang cukup keras seperti itu. Dua kali ia mendapat bentakan hanya karena pria yang ada disampingnya ini.


"Layani suamimu dengan baik, kamu seperti gadis tak berpendidikan saja," keluh Ibrahim yang justru membuat dirinya ingin memberontak.


"Papa dan Mama sengaja bikin aku jadi anak yang tidak berbakti! kalian yang merencanakan ini dan menipu aku, anakmu sendiri! aku muak dengan kalian semua!" seru Beby Alesha dengan suara tertahan.


Perempuan itu meninggalkan meja makan dan menyisakan tiga orang yang ada di sana saling bertatapan.


"Aku akan ke kamar saja Pa Ma," ujar Erick cepat karena merasa tidak nyaman dengan peristiwa yang baru saja terjadi di depan matanya itu.


"Beb," panggil Erick pada istrinya yang sedang menelungkupkan wajahnya diatas bantal.


"Pergi kamu! gara-gara kamu ada di sini hidupku jadi tidak beres." teriak Beby Alesha sembari menunjuk pintu.


"Aku minta maaf kalau kamu belum mau menerima aku, tapi jangan sampai ada kata kasar pada Papa dan Mama, itu tidak baik."


"Mau mengatur aku lagi?! iyya?!" Beby bangun dari posisinya dan memukul tubuh Erick dengan bantal.


"Semua ini gara-gara kamu, sudah tahu aku gak suka sama kamu tapi kenapa kamu malah ikut kerjasama dengan Papa dan Mama. Aku benci padamu Erick Bramantyo!!!" Pria tampan itu memasang tubuhnya untuk dipukuli oleh oleh Beby Alesha sampai perempuan itu puas dan lelah.


"Sudah?" tanya Erick setelah istrinya itu terduduk karena lelah. Bantal pun sudah mengeluarkan isinya yang berupa bulu-bulu halus. Hingga kamar itu begitu kacau seperti kapal pecah.


"Erick menghampiri tubuh istrinya itu kemudian mengambil tangan perempuan itu yang sudah memukulnya barusan. Tapi Beby Alesha langsung menepisnya keras.

__ADS_1


"Maafkan aku Beb, aku tahu aku banyak salah padamu, tapi sekarang kita harus menerima pernikahan ini apapun alasannya. Kita jangan mengecewakan banyak orang yang kita cintai, Papa, Mama, dan juga Ibuku."


"Itukan maumu tapi aku tidak! dan kalau ada perempuan lain dihatimu silahkan kamu kesana aku tidak perduli!"


Erick Bramantyo hanya menarik nafas panjang. Ia pun berdiri dari duduknya dan mulai membersihkan kamar itu. Beby Alesha hanya melirik dari ekor matanya.


"Aku heran kenapa juga kamu bertahan di kamar ini padahal kamu punya banyak wanita diluar sana yang menunggumu." cibir Beby dengan wajah kesal.


Kekesalannya benar-benar sedang berada dipuncak saat ini.


Beberapa jam yang lalu saat masih di Perusahaan ia sempat mendengar gosip-gosip dari para karyawan menceritakan kalau Erick Bramantyo menikahi putri seorang Ibrahim Presiden Direktur karena ingin menguasai harta pria tua itu.


Belum lagi tadi pagi yang ia katakan kalau bekal yang ia bawa adalah buatan perempuan yang spesial dalam hidupnya. Dasar laki-laki brengsek!


Dan hal itu cukup mengganggu pikirannya sendiri. Ia sekarang mempunyai alasan yang cukup kuat untuk tambah membenci pria itu dan berusaha menjaga hatinya dengan kebaikan pria itu padanya di Perusahaan.


"Tidurlah, siapa tahu besok pagi kamu ingin melakukan sesuatu yang sangat penting." ujar Erick sesaat setelah membersihkan kekacauan yang dibuat oleh istrinya itu.


"Matikan lampunya! aku tidak bisa tidur kalau terlalu terang!" seru Beby kemudian naik ke tempat tidurnya. Ia harus punya cukup energi malam ini. Karena besok ia akan mengikuti tes ketahanan fisik seperti yang diminta oleh Erick Bramantyo tadi pagi di Perusahaan.


Erick melangkah kearah sakral listrik. Pria itu mematikan lampu utama di kamar itu dan menghidupkan lampu tidur yang ada disamping tempat tidur istrinya.


Sofa panjang tanpa lengan itu adalah tujuannya saat ini. Tempat terbaik yang ia miliki selama ada di kamar ini.


Beby Alesha membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


Perlahan ia mengubah posisi tidurnya dan mengintip pria yang menjadi suaminya itu mengambil salah satu boneka kesayangannya dan menjadikannya bantal.


Jiwa kemanusiaannya bergerak ingin memberi bantal tetapi mengingat selentingan cerita tentang pria itu ia jadi mencibir dan berniat akan membuat perhitungan pada pria yang mau merebut harta orangtuanya itu.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2