BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
9. (Bukan)Malam pertama


__ADS_3

#Apartemen


“Gung, Ayah sama Pak Abdul istirahat dulu ya dikamar, kalian juga pasti capek istirahat aja dlu”ucap Ayah Kangta


“Iya yah” Sahut Agung


Ayah Kangta dan pak penghulu masuk ke kamar istirahat begitupun dengan Yuna dan Agung masuk ke kamar yang selama ini di tempati agung


Ceklek (suara pintu)


“Masuk Ana, maaf kalau kamarnya kurang nyaman ya buat kamu, kalau kamu mau mandi, mandi aja dulu, itu di lemari sebelah kiri sudah ada baju ganti buat kamu” ucap Agung


“Eummm” Yuna mau mandi tapi ragu, pikir dia jika nanti dia mandi Agung akan tetap di kamar, Agung mengerti akan kebingungan Yuna yang tidak mau ada dia di kamar.


“Kamu gak usah ragu gitu, kmu tenang aja selama kamu mandi saya gak bakalan masuk kamar, karna saya juga mau masak buat makan malam”


“Emm, iya Ka” sahut Yuna, merasa lega karna Agung mengerti akan kebingungannya.


Sepeninggalan Yuna mandi, Agung langsung menuju dapur untuk memasak makan malam, ketika makanan sudah pada matang Yuna baru keluar dri kamar dengan keadaan yang lebih fresh langsung menghampiri Agung yang sedang memandang Yuna sampai tak berkedip.


“Masak apa ka?” Tanya Yuna


“Ya allah istriku cantiknya, sabar gung sabar, kamu harus buat dia jatuh cinta dulu”batin Agung


“Ada yang perlu aku bantu tidak ka?” tanya Yuna berulang tidak ada jawaban ketika melihat ke arah agung ternyata Agung bengong, “Nih org di tanya malah bengong” gumam Yuna


“Hallo” ucap Yuna sembari mengibaskan tangannya di depan muka Agung Dan akhirnya Agung pun tersadar dari lamunannya.


“Eh iya,,kenapa?kamu butuh sesuatu” tanya Agung


“Oh tidak, tadi aku cuman tanya ada yang perlu aku bantu tidak?” Tanya Yuna


“Oh tidak usah, ini sudah jadi ko makanannya tinggal di tata di meja makan” sahut Agung sembari memberesakan bekas masaknya.


“Emm, kalau gitu biar aku aja yang tata di meja, ka Agung lebih baik bersih-bersih aja dulu” ucap Yuna


“Gak usah biar aku aja nanggung sudah kotor, kamu kan uda bersih nanti takut jadi bau nantinya” tolak Agung Karna dia merasa tidak enak pertama kalinya Yuna dateng ke Apartennnya langsung beres-beres.


“Kenapa gak boleh? Apa kakak kira aku gadis yang manja yang tidak bisa apa-apa di dapur” sahut Yuna yang gak terima tidak di ijinkan Agung untuk membantunya


“Bukan begitu maksudnya” ngelak Agung


“Apa kakak mau seakan akan aku di anggap istri yang gak becus sama orang” ucap Yuna dengan nada kesel.


“Duh kenapa jadi begini sih, bukan begitu sayang maksud aku”ucap agung dalam hati


“Denger ya walaupun aku gak menginginkan pernikahan ini tapi aku juga tidak akan lupa dengan tugasku sebagai seorang istri” ucap Yuna dengan kesel


Akhirnya Agung pun mengalah dari pada iatrinya berfikiran macem-macem tentang dirinya.`


“Ok ok, sudah ya kamu boleh tata makananny tapi dengan satu syarat” ucap Agung


“Ko pake syarat segala sih” ngelak Yuna yang gak terima niat mau membantu kenapa haris pake syarat segala.


“Kalau kamu gak mau ya sudah” ucap Agung dengan pira pura cuek.


“Iya iya deh apa syaratnya?” tanya Yuna


“Syaratnya mulai sekarang kamu jangan panggil aku kakak emang aku kakak kamu”ucap Agung , dia ingin Yuna merubah panggilannya terhadapnya takut dikira orang kalau dia itu kakaknya bukan suaminya.


“Terus panggil apa dong, panggil mas aja ya” ucap Yuna memohon


“Emm, ya itu lebih baik, (mas akan pastiin kamu suatu saat nanti akan panghil mas dengan kata Sayang), ya sudah mas mau bersih bersih dulu” sambung Agung


“Emmm.., iya mas” sahut Yuna dan langsung mengambil alih kerjaan Agung.

__ADS_1


Agung pun langsung beranjak dari dapur menju kamar dengan bersorak gembira, dan Yuna pun mulai menata makanan di meja makan.


Setelah selesai Yuna duduk di ruang tengah baru saja dia duduk tiba tiba handphon yuna ada telphon masuk.


Dert dert dert (suara getaran Handphone)


“Hallo” jawab Yuna ada rasa takut mengangkat telphone dari sang kekasi dengan posisi dia sedang berada di apartement suaminya dan apalagi disitu juga ada Ayah mertuanya, tetapi mau bagaimanalagi kalau dia tidak menjawab telphonnya pasti sang kekasih akan curiga.


“Hallo sayang, kamu sudah samapi rumah?” Tanya seseorang di sebrang sana yaitu kekasih Yuna, ya yang nelphon ternyata sang kekasih ingin menanyakan kabar sang pujaan hatinya.


“Sudah” jawab singkat Yuna


“Kamu pasti msh sedih ya, yang sabara ya, mami kamu pasti bakaan sembuh, maaf aku gak bisa nemenin kmau disaat kamu lagi sedih” ucap Dimas kekasih Yuna dia juga sedih tidak bisa menemani sang kekasih di saat situasi seperti ini.


“Iya gak papa” sahut Yuna” rasnya Yuna ingin cepet mengakhiri sambungan telphon nya takut ada yang mendengar percakapan mereka.


“Aku alihkan ke video call ya” pinta Dimas dia ingin melihat keadaan sang Kekasih.


“Eumm, maaf ka gak bisa, aku baru selesai mandi( gawat kalau vcall bisa bisa ka dimas nanya gua ada dimana)” Ucap Yuna panik ketika permintaan sang kekasih untuk melakukan Vcall.


“Oh ya uda kamu habis itu istirahat aja ya” ucap Dimas dia tidak mau Yuna larut dalam kesedihannya.


“Iya” sahut Yuna sedih dia bingung sampai kaaaaan dia akan terjebak dalam situasi seperti ini di satu sisi dia sudah jadi istri seseorang disisi lain dia belum bisa mengakhiri hubungannya dengan dimas yang sudah mereka jalanin semenjak SMA, dia tidak tega selama ini Dimas baik banget sama dirinya.


“Oh ya sampai lupa kan aku juga mau ngabarin bulan depan setelah aku wisuda aku bakal balik ke indo sayang, aku disuruh daddy pegang perusahaan yang ada di indo, tapi nanti sebelum ke indo aku mau nemuin kamu dulu ya” ucap Dimas yang langsung membuat Yuna menegang.


Deg


“Ha ka dimas mau kesini, gimana ini” batin Yuna


“Hallo sayang, kamu ko diem aja kamu gak seneng ya klw kita bakal ketemu” ucap Dimas yang tidak mendengar sahutan dari Yuna.


“Eh..seneng ko ka” sahut Yuna


“Suka dong ka, ya sudah ya ka aku mau istirahat dlu” ucap Yuna


“Oh ya sudah, love you and miss you honey” ucap Dimas


“Love you and miss you too” jawab Yuna


Bip (suara panggilaan telphone berakhir)


Tanpa Yuna sadari ketika pembicaraan terakhir terdengar oleh Agung dari balik pintu kamar. Niat dia dia mau ngajak shalat magrib dia urungkan kembali dan bergegas masuk kembali. Dan di ruang tengah Yuna selesai menelpon di kagetkan dengan suara Ayah Kangta karna takut pembicaraan tadi di telphon di dengar oleh Ayah Kanta padahal sebenernya Ayah Kangta pun mendengar pembicaraan Yuna dan Dimas di telpon walaupun tidak semuanya Ayah kangta dengar.


“Loh nak kamu gak istirahat di kamar, ngapain disini” Ucap Ayah Kangta yang datang dari belakang Yuna karena posisi sofa di ruang tengah membelaknagi kamar tamu.


Deg


“Ayah tadi dwnger gak ya gua telponan” batin Yuna


“Eh ayah, ida yah itu tadi Ana baru selesai bantuin mas Agung menata makanan buat makan malam yah” jawab Yuna


“Oh.., sekarang Agungnya mana nak?”Tanya Ayah Kangta


“Lagi mandi yah” jawab Yuna


“Oh ya Ayah mau makan sekarang mumpung masih anget” sambung Yuna


“Kita makan bersama-sama aja Ayah panggil pak Abdul dulu dan coba kamu panggil suami kamu nak” pintah Ayah


“O..iya yah” sahut Yuna “untung Ayah gak denger kalau sampai denger tamat lah riwayatku.


Cecleck (suara pintu)


Ketika Yuna memasuki kamar melihat sang suami tengah menunaikan ibadah shalat, sambil menunggu suaminya pun dia duduk si tepi ranjang dan tidak lama kemuadian Agung selesai shalatnya. Yuna beranjak dari duduknya menuju Agung yang tengah melipat sajadah.

__ADS_1


“Em mas, Ayah sudah menunggu di meja makan buat makan malam” ucap Yuna


“Emm”jawab Agung dengan muka muka dingin dan datar


(Bisa2nya menerima telpohon dari pacar gak liat tempat, kalau sampai ayah dengar gimana coba, sabar gung sabar) ucapnya dalam hati.


(Nih laki kenapa.coba perasaan tadi masih baik baik saja, knp sekarang jadi dingin begini) batin Yuna


“ya sudah aku tunggu di luar ya”


“emm” sahut Agung dengan muka datar karena masih sebel dengan istrinya.


Yuna pun keluar dari kamar, Agung pun hanya memandangi Yuna sampai menghilang di balik pintu.


“Sabar Gung sabar, Yuna kaya gini karena belum mengingat lo, nanti juga klw dia sidah memingat semuanya dia bakalan menerima semuanya, amin ya Allah semoga semuanya cepet berlalu”gumamya diri sendiri


Kini semuanya sudah di meja makan, Agung dan Yuna pun saling diam dan itu membuat Ayah Kangta di herankan melihat anak dan menantunya.


“Emm, tuan saya sudah selesai saya pamit undur diri, mau membereskan barang-barang saya” pamit Pak Abdul


“Oh ya silahkan pak’ sahut Ayah Kangta


“Ayah juga sudah selesai. Gung, Ayah mau bicara sama kamu, Ayah tunggu di ruang kerja kamu” ucap Ayah Kangta


“Iya yah” sahut Agung, dia sudah mengira pasti Ayahnya mengetahui seauatu dan ingin membahas tentang sikapnya yg cuek terhadap ostrinya tadi di meja makan.


Ayah Kangta langsung beranjak langsung menuju ruang kerja Agung, kini di mejanmakan tinggal Agung dan Yuna yang belum selesai karena mereka makan sambil berlarut dalam pikiran mereka masing-masing.


Niat Agung selesai makan mau membawa piring kotornya ke dapur langsung di cegah sama Yuna.


“Sini mas biar aku aja yang beresin, kmu mendingan cepetan temuin Ayah, kan tadi Ayah minta mas Agung buat temuin beliau di ruang kerja” ucap Yuna


“Emmm” Agung pun beranjak langsung ke ruang kerja sedangkan Yuna membereskan meja makan.


Celkek (suara pintu)


Melihat Ayahnya sudah duduk di sofa Agung pun langsung menghampiri sang Ayah.


“Kenapa yah?” Tanya Agung penasaran apa yang ingin Ayahnya bicarakan walaupun Agung sudah menduga arah pembicaraannya mengenai istrinya.


“Seharusnya Ayah yang tanya sama kamu kenapa?, ko dari pas makan malam tadi Ayah liat kamu seperti banyak pikiran?” Tanya Ayah Kangta, ia mencoba bertanya ia ingin Agung cerita sendiri akan masalahnya walaupun dia Ayah Kangta tau kalau sikap diemnya agung karena isttinya telphonan tadi.


“Eh… aku baik-baik aja yah”Agung kaget ko Ayahnya malah nanya balik ke dia.


“Janagan bohong sama Ayah” Hardik Ayah Kangta


“Euh.., agung membuag nafasnya pelahan


Aku hanya memikirakan gimana caranya memulihkan ingatan istriku tanpa mengalami kesakitan,cuman itu aja” jawab Agung jujur memang dia sedang memikirkan gimana caranya supaya Yuna cepat ingat tentang dirinya.


“Kamu yang sabar, coba kamu mulai dari kasih dia perhatian kamu kasih barang yang sering kamu atau Yuna sering kasih waktu masa kecil kalian, dan inget pesan Ayah kalau ada masalah apapun jangan pernah kamu sakitin hati perempuan , karena bagaimanapun kamu lahir dari seorang perempuan” Icap Ayah Kangta


“Iya perempuan yang tega meninggalkan anak dan suaminya demi laki-laki lain” ucap Agung pelan tapi masih di dengar sang Ayah


“Agung, walaupun bagaimanpun dia itu tetap ibumu, jangan sekali-kali kamu menyimpan dendam terhadap ibu mu” nasehat Ayah Kangta dia tidak mau anaknya akan jadi durhaka terhadap ibu kandungnya sendiri.


“Iya yah” sahut Agung, dia tau kalau bicara sama Ayahnya membahas masalah ibunya pasti Ayah akan membela mantan istrinya itu.


“Ya sudah kita keluar, Ayah mau siap-siap” ajak Ayah Kangta


Pas mereka keluar dri ruang kerja tiba-tiba ada orang tengah masuk ke dalam partemen


“Asaalamualaikum” salam seseorang yang baru masuk


“Waalikum salam” jawab Agung dan Ayah karena di ruang tengah cuman ada Agung dan Ayah.

__ADS_1


__ADS_2