
#Di kantor
Agung , Ayah kangta dan Yuna kini sudah menyeleaaikan makan siangnya, setelah ini Agung akan ada meeting dengan Klaien di luar kantor.
“Ayah habis ini mau tetap di kantor apa mau kemana biar nanti supir kantor nagantar Ayah, soalnya habis ini Agung mau meeting di luar kantor” Tanya Agung
“ Ayah mau pulang aja deh mau istirahat di rumah capek tadi habis keliling kantor” jawab Ayah Kangta
“ ya sudah Ayah pulang bareng aku aja” sambung Yuna mendengar pembicaraan 2 orang berbeda generasi di depannya itu.
“Memangnya kamu habis ini mau langsung pulang yank?” tanya Agjng menatap istrinya
“iya mas, memang habis ini aku mau kemana lagi ya mau langsung pulang lah” jawab Yuna
“ ya mas takut kamu masih punya acara lainnya” jelas Agung
“ Enggak ada mas” sahut Yuna
“Ya sudah hati-hati bawa mobilnya ya, atau mau pake supir?” tanya Agjng hanya ingin iatti dan Ayahnya pulang dwngan selamat.
“ Gak usah mas, aku bakalan hati-hati” jawab Yuna
“ya sudah Ayah pulang sekarang aja yah” pamit Ayah Kangta langsung beranjak dari sofa
“Aku antar kalian ke lobby” ucap Agung, lalu mereka berjalan menuju lobby
Setibanya di lobby Agung meminta kunci mobil ke pada Yuna, dia baru ingat kalau istrinya bilang tadi sedang pusing kepalanya, akhirnya dia memanggil salah satu supir kantor untuk mengantar Yuna dan Ayah Kangta.
“mana kunci mobilnya de?” tanya Agung yang khawatir jika istrinya menyetir sensiri dalam keadaan pusing.
“buat apa mas?” tanya balik Yuna heran kenapa suaminya tiba2 minta kunci mobilnya bukannya tadi sudah dapat ijin kalau sia yang menyetir.
“Mas lupa kamu tadi lagi puaing jadi biar supir kantor yang mengantar kamu dan Ayah” jelas Agung
“tapi mas aku sudah tidak papa” protes Yuna
“Tapi sayang, mas khawatir sama kamu sama Ayah takut kenapa2, tidak ada penolakan” jelas Agung
“Terserah mas aja lah, dasar pemaksa” ucap Yina dengan kesel dengan suaminya.
“Sudah lah gung, toh istrimu sama Ayah biar nanti Ayah aja yang nyetir” ucap Ayah heran dengan putranya protektif banget sama istrinya.
“ tidak, tidak pokoknya tetep di antar supir aja yah” tegas Agung
“Itu tuh yah anak Ayah, selalu maksa” adu Yuna ke Ayah Kangta
“Mas denger sayang” sahut Agung, Ayah melihat tingkah putra dan menantunya hanya geleng2 kepala dan berdoa.
“Semoga pengorbanan kamu akan berakhir bahagia boy, jangan sampai terjadi seperti Ayah yang tidak bisa membuat bundamu bahagia” batin Ayah masih menatap melihat Anak dan menantunya.
“pak lutfi” panggil Agung kepada salah satu supir kantor
“iya tuan” sahut pak lutfi
“tolong ambilin mobil istri saya dan anterin istri dan ayah saya ke mansion” pintah Agung ketika menyerahkan kuci mobil istrinya.
“Baik tuan” sahut pak lutfi
Sepeninggalan pak lutfi mengambil mobil Agung menoleh ke arah istrinya, terlihat istrinya sangat menggemaskan ketika sedang kesal dan cemberut.
__ADS_1
Yuna ketika cemberut menggemaskan bukan
“Gak usah cemberut begitu, mau mas cium disini” goda Agung melihat istrinya mencerutkan bibirnya.
“dih apaan sih, yah mas Agung tuh” adu Yuna kepada Ayah mertuanya melihat kelakuan suaminya.
“Boy, sudah jangan godain istri kamu melulu, tuh liat mukanya uda merah begitu” omel Ayah kepada Agung yang terus menggoda istrinya.
Reflek Yuna memegang pipinya mendengar perkataan Ayahnya apa bener mukanya memerah hanya dengan di goda sama suaminya.
Kini Yuna dan Ayah sudah masuk mobil mereka sama-sama dusuk di bangku belakang penumpang.
“Kalau sudah sampai kabarin ya” pintah Agung ke Yuna ketika istrinya sudah memasuki mobil.
“Hem” sahut Yjna sambil menganggukan kepalanya.
“salim” pintah Agung menyalurkan tangannya untuk di cium oleh istrinya, Yuna pun menyambut uluran tangan Agung karena posisi dia gak bisa nolak, di balas dengan Agung mencium kening istrinya.
“Cup” Agung membalas dengan mencium kening Yuna.
“Mas apaan sih malu tahu, tempat umum juga” protes Yuna suaminya mencium tanpa permisi dan tau tempat padahal wajar2 aja toh hanya cium kening kan mereka sudah suami istri.
“Oh berarti kalau di tempat sepi boleh nih” goda Agung membuat istrinya kesel.
“Tau ah” sahut Yuna kesel
“uda gung kamu dari tadi godain menantu Ayah terus” dapat pembelaan dari Ayah mertuanya Yuna pun tersenyum mengejek ke arah suaminya.
“Ya sudah hati hati ya pak, oh ya pak ini tolong kasih si mbok suruh simpan di ruang kerja saya” pesan Agung memberi paper bag ke pak lutfi.
Peninggalan Ayah dan istrinya dari lobby, kini Agung kembali menuju ruangannya dan ketika menuju lift dia melihat sang asisaten berjalan sambil senyum2, dia tepok pundaknya hingga membuat sang asisten kaget.
“Woy..” Agung mengagetkan Krisna yang sedang asyik entah apa yang membuat dia tersenyum terus Agung tidak tahu.
“Eh copot, elo ya gung ngagetin orang tau gak” protes Krisna dengan kelakuan sahabat sekaligus bosnya itu.
“Ya lagian jalan sambil senyum2 sendiri kaya orang gila” sindir Agung
“Ya terserah gua dong” sahut Krisna
“roman romannya, Bentar lagi ada yang meakhiri setatus jomblonya nih” sindir Agung
“Iya dong” sahut Krisna
“cewek mana yang mau sama lo?” tanya Agung meledek.
“Sembarangan lo” protes Krisna
“Uda ah kerja kerja sana” pintah Agung ketika mereka naik lift tepat berhenti di ruang mereka.
“Baik pak bos” sahut Krisna.
Keluar lift mereka pisah ke masing2 ruangan.
“Mber kamu siapin berkas untuk meetingnya dan kamu serahin ke pak Krisna nanti saya yang akan meeting di luar sama pak Krisna” pintah Agung
“Baik tuan” setelah memperintah sang sekertaris Agung masuk menuju ruangannya
__ADS_1
Sedangkan amber mengambil berkasnya dan bergegas menuju ruangan krisna.
Tok tok
“Masuk” sahut Krisna
“Maaf pak saya di suruh tuan Agung untuk menyerahkan berkas buat meeting nanti dan Tuan Agung minta bapak untuk menemaninya meeting” jelas Jeaika
“Baik, meetingya berapa jam lagi?” tanya Krisna
“30 mnt lg brangkat pak” jawab Amber
“Baik nanti saya ke ruangan pak bos” ucap Krisna sedang mempelajari wanitanya
#England
Sedangkan di belahan negara lainnya ada soarang pria paru baya yang setia selalu menemani istrinya untuk menjalani pengobatan, kini dia sedang menatap istrinya yang tengah tertidur tepat di sampingnya karena efek dari obat, ya pria paru baya itu adalah papi Kadir yang selalu setia menemani mami Boa untuk berobat akan penyakitnya.
“euhhh…, mas” panggil Mami Boa yang mulai terbangun dari tidurnya.
“iya sayang, kamu mau apa?” tanaya papi kangta melihat istrinya sudah bangun dari tidurnya.
“Mau minum mas” jawab Mami Boa dan Papi Kadir yang mendwngar permintaan istrinya langsunh mengambil segelas air yang tepat di samping meja tempat tidur.
“Nih, hati hati” Papi Kadir
“Makasih mas” ucap mamai Boa
“sama2 sayang, gimana apa yang kamu rasain sekarang?” tanya Papi Kadir sembari menatap istrinya dengan penuhnkasih sayang.
“alhamdulillah sudah lebih enak mas badannya” jawab mami Boa
“pokoknya kamu kalau rasain sesuatu yang tidak enak, kami bilang sama mas ya” pintah papi Kadir
“Iya Sayang” sahut mami Boa sembari meraih tangan suaminya untuk dia genggam.
“gimana kabar anak2 mas?” tanya Mami Boa
“mereka baik sayang, anak sulung kita makin sibuk sama kerjaannya dan putri kita sibuk kuliah karena bentar lagi mau libiran semester” jelas Papi Kadir tentang keadaan anak2nya, papi Kadir walaupun jauh dari anak2nya selalu memantau dari kejauhan.
“ Alhamdulillah kalau mereka baik2 saja, terus gimana hubungan Yuna dan nak Agung pih?” Tanya Mami Boa penasaran gimana perkembangan hubungan anak dan menatunya.
“kemarin papi menghubungi mereka, sepertinya putri kita sudah menerima pernikahannya, mereka makin akrab dan kemarin aja mereka sudah bisa bencanda bareng” jelas papi Kadir tentang hubungan anak dan menantunya.
“Alhamdulillah, mami sih sudah yakin kalau Agung akan bisa menjaga putri kita pih, di lihat dari masih sekolah dia selalu menjaga putri kita walaupun dari kejauhan” sambjng mami Boa
“Iya mih, memang mereka kan dari kecil kalau audah main bareng gak bisa di pisahin, papi juga bisa melihat cinta tulus Agung untuk putri kita, semoga aja putri kita cepat pulih ingatannya, amin” ucap Papi Kadir sembari saling menggenggam tangan satu sama lain.
“Amin pih, mamih jadi makin semangat untuk sembuh biar bisa cepet main sama cucu kita nanti kalau mereka punya anak” harapan mami Boa
“harus dong mami harus semangat untuk sembuh, demi kita semua” sahut papi Kangta
“Makasih ya pih, papi selalu nemenin mami dalam keadaan apapun” ucap mami Boa sembari menatap papi Kadir dengan penuh cinta.
“Mami ngomong apaan sih, ya jelas lah papi akan selalu menemani mami dalam keadaan apapun” sahut Papi kadir dan membalas tatapan sang istri.
“Love You Pih” ucap mami Boa sembari membelai wajah papi Kadir.
“Love You more Mih” balas papi Kadir
__ADS_1
“Cup” di tambah mencium kening istrinya.