BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
95. Menyampaikan Kabar Bahagia


__ADS_3

Makan malam tiba, semuanya sudah berkumpul di ruang makan sudah menepati tempatnya masing masing terkecuali Yuna dan juga Agung, dikira semaunya Yuna da Agung belum pulang, karena ketika mereka sampai mansion semuanya sedang si musolah kevuali satpam yang menunghu gerbang depan.


Ketika makan malam akan di mulai Yuna dan Agung baru saja datang berjalan menuju maja makan.


"Malam semuanya" sapa Yuna dan juga Agung, Agung dengan posesif berjalan dengan merangkul pinggang sang istri mendekat ke meja makan.


"Loh kalian sudah pulang, kapan pulangnya sayang?" Tanya Mami.Boa ketika melihat anak dan menantunya.


"Pas magrib mih" jawab Yuna


"Nak agung baik baik saja kan, apa kata dokter, kata si mbok kalian habis dari rumah sakit?" Tanya Mami Boa dengan khawatir.


"Aku baik mih, biasa mungkin hanya kecapean" jawab Agung yang sedang menarik bangku dan mempersilahkan istrinya untuk duduk terlebih dahulu, dan itu semua tisak luput dari pandangan Sonya dengan tatapan tidak suka kepada Yuna.


"Alhamdulillah, di kira mamih kenapa karena sampai harus ke rumah saaki" ucap Mami Boa merasa lega.


"Ya sudah yuk, semuanya sudah berkumpul bisa kita mulai makan malamnya ya" ucap Papi Kadir langsung memimpin doa urnuk.memulai makan malam.


Makan malam pun di mulai tetapi tidak dengan Agung, dia tidak ikut makan karena menunggu semua selesai makan dan memberi tahu kabar gembiranya kepada semua naggota keluarga selepas baru dia akan meminta Ayah Kangta untuk memasak nasi goreng putih untuk dirinya, soalnya jika mintanya sekarang takut ada yang curiga kalau Yuna sednag hamil.


Yuna pun tidak ikit makan makanan yang di hadapannya, dia berbisik kepada Agung utnuk menanyakan kepada si mbok apa bubur ayam kampung tadi masih ada atau sudah habis.


"Bee" panggil Yuna semabri berbisik.


"Kenapa sayang?" Tanya Agung dengan sedikit menundukkan kapalanya agar bisa mendengar suara istrinya.


"Boleh tolong tanyakan ke mbok Darmi bubur yang tadi masih ada atau sudah habis, kalau masih ada aku mau makan itu saja" ucap Yuna


"Tunggu sebentar ya sayang, mas tanyakan dulu ya, tapi kalau buburnya sudah habis makan yang ada saja ya" ucap Agung dan langsung di angguki oleh Yuna.


"Kalian kenapa sih Ayah perhatikan bisik bisik terus dari tadi, kenapa boy?" Tanya Ayah Kangta


"Iya sayang kenapa?" Tanya mami Boa


"Gak papa mih, aku hanya minta mas Agung untuk mengambilkan sesuatu" jawab Yuna


"Kan kamu bisa minta smaa pelayan sayang, biar nak agung makan dulu" ucap Mami Boa


"Gak papa mih, lagian Agung masih kenyang ko" sambung Agung, lalu beranjak dari duduknya melangkah menuju dapur dan tidak lupa sebelum meninggalkan istrinya selalu memberi kecupan di puncak kepala sang istri padahal hanya kw dpaur.


"Mbok" panggil Agung membuat Si Mbok kaget.


"Eh copot copot, aden ngagetin mbok saja" sahut si Mbok yang sedang mencuci piring

__ADS_1


"Maaf mbok" ucap Agung


"Gak papa den, aden butuh sesuatu?" Tanya mbok Darmi


"Ana mau bubur yang tadi, apa masih ada mbok?" Tanya Agung


"Kalai tidak salah sih masih ada ya tinggal satu mangkuk lagi kalau tidak salah, tunggu mbok siapkan dulu ya den" jawab Si mbok lansgung mencuvi tanganya dan mulai mwnyiapkan bubur untuk Yuna.


"Aden ke ruang makan saja dulu biar nanti mbok yang antar" icap si mbok yang melihat agung masih di dapur denagn gaya bersandar di kichen set.


"Lagi kepengem nasi horeng buatan ayah mbok, melihat makanan di meja gak nafsu gaka tahu kenapa" cerita Agung


"Oh itu mah namanya dwn Agung tuh nyidam, kenpa gak minta lansgung saja sama tuan kangta?" Tanya si mbok


"Nangi saja mbok kalau sudah pada selwsai makan dan Aku sama Ana mau kasoh tahu kabar gembira ini ke semuanya baru aku minta di.masakain sama Ayah" jawab Agung


"Nih den susah swmuanya" ucap si.mbok sembari memberikan nampan yang berisikan satu mangkok bubur Ayam kampung.


"Makasih ya mbok" ucap Agubg


"Sama sama den" sahut si mbok


"Aku tinggal ke depan duku ya mbok" ucap Agung langsung membawa nampannya berjalan menuju ruang makan.


Agung berjalan kembali ke meja makan sembari membawa nampan yang berisi bubur tadi membuat semua yang sedang makan di meja makan memandang penasaran apa yang di bawa oleh Agung.


"Wihh.., Apaan tuh gung, Abang minta dong" ucap Yuno hanya becanda.


"Gak boleh, itu punya Ana ya" sahut Yuna ketika mendengar sang kakak ingin meminta makanannya.


"Dihh, si adek pelit" ledek Yuno


"Biarin wlee" sahut Yuna sembari menjulurkan ujung lidahnya ke arah sang kakak.


"Ini untuk istri aku" ucap Agung deng meletakan buburnya tepat di depan sang istri.


"Lebay lo gung" sahut Yuno ketika mendengar ucapan Agung.


"Thank you bee" ucap Yuna menatap suaminya.


"Sama2 sayang, habisin ya, atau mau mas siapin lagi" tawar Agung dan kangung di angguki oleh Yuna.


"Makan apa itu sayang?" Tanya Mami Boa.

__ADS_1


"Bubur Ayam mih, tadi siang aku minta mbok suruh masak bubur Ayam" jawab Yuna


"Tumben princessnya papi mau bubur Ayam, lagi kangen makanan indonesia ya" sambung papi kadir dan langsung di angguki oleh Yuna yang mulutnya penuh dengan bubur.


"Manja baget sih, pake di suapin lagi makannya kayak anak kecil saja" batin Yuna sembari menatap Yuna dengan sinis.


"Yah nanti jangan pulang dulu ya, Aku sama Ana mau bicara sesuatu ke kalian semuanya" ucap Agung


"Bicara apaan boy?" Tanya Ayah Kangta penasaran.


"Nanti saja kalau semuanya sudah selesai makan" jawab Agung


Selesai makan malam sekarang srmuanya berkumpul di ruang keluarga, sesuai permintaan Agung kalau dia ingin menyampaikan sesuatu.


"Mau ngomong apa sih gung, bikin penasaran saja" ucap Yuno


"Sabar bang" sahut Agung


Kenapa sedari tadi Yuri dan Hotman tidak ada suaranya larena mereka ingin ikut mengobrol juga rasanya sungkan karena mereka merasa kalau mereka tuh orang luar bukan termasuk keluarga inti dari mereka.


"Jadi kalian dengerin baik baik ya" ucap Agung menjeda ucapannya, "aku dan Ana ingin memberi tahu kalian kabar gembira yaitu sebentar lagi Ayah, Papi dan Mami akan jadi opa opa sama oma" ucap Agung sembari mengelus perut snagnisyri.


"Apa boy, Ayah gak salah dengar kan?" Tanya Ayah Kangta memastikan ucapan putranya.


"Gak yah" jawab Agung sedangkan Mami Boa langsung pindah duduknya di samping putrinya ketika mendengar kalau dirinya sebentar lagi akan punya cucu.


"Akhirnya Bro kita punya cucu juga" sambung papi Kadir


"Iya dir, gak terasa ya kita sudah tua ternyata" sahut Ayah Kangta


"Jadi kalian tadi ke rumah sakit karena mau cek kandungan?" Tanya mami Boa sembari mengelus perut Yuna yang masih rata dan langsung di angguki langsung oleh Yuna.


"Sejak kapan sayang?" Tanya mami Boa penasaran padahal kemarin mereka masih biasa biasa saja.


Lalu Agung menceritakan awal mulanya, " karena si mbok tadi pagi membelikan Yuna tespek untuk mengecek Yuna posistif hamil atau tidak, soalnya si mbok curiga apa yang di alami oleh Agun dan juga Yuna itu seperti ciri ciri orang hamil, seperti akhir akhir ini di tengah malam suka kelaparan, dan pagi pagi bangun tidur aku rasanya mual banget dan Ana tadi pagi tiba tiba mau makannya bubur yang seperti tadi, nah akhirnya Ana mengikuti saran si mbok untuk mengeceknya langsung dan hasilnya posistif karena kita penasaran, kita langsung pergi ke rumah sakit untuk memastikannya ke dokter gitu mih" jelas Agung.


"Selamat ya nak Agung dan Ana juga, kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua semoga ibu dan bayinya sehat sehat terus ya sampai melahirkan" ucap Mami Boa


"Aminn, makasih ya oma atas doanya" ucap Yuna menirukan suara anak kecil.


"Sma2 calon cucu oma" sahut mami Boa sembari mengelus kembali perut Yuna.


Setelah itu satu persatu mengucapkan kata selamat untuk Agung dan juga Yuna karena sebentar lagi akan mempunyai anak.

__ADS_1


__ADS_2