
Ketika Agung sedang membersihkan diri di kamar mandi kamar Om Rangga yang sekarang di tempati oleh Hotman, tiba tiba Hotman terbangun dari tidurnya dan melangkah menuju kamar mandi ketika membuka handle pintu kamar mandi ternyata terkunci, Hotman heran kenapa pintu kamar mandinya terkuci apa di dalam ada orang tapi siapa batin Hotman dan akhirnya Hotman memutuskan untuk mengetuk pintunya.
“Tok tok tok”
“Ada siapa di dalam?” Tanya Hotman setelah mengetuk pintu.
Belum juga dapat jawaban dari dalam kamar mandi, pintu kamar mandi lebih dulub terbuka dan di lihatnya sang kakak yang keluar dari kamar mandi, Hotman jadi bingung kenapa kakaknya mandi di kamar mandi sini karna dilihat dari rambut Agung yang basah itu berarti kakaknya habis mandi.
“Kenapa lo pagi pagi mandi disini Gung, lo kan punya kamar mandi sendiri di kamar?” Tanya Hotman
Agung hanya senyum senyum membuat Hotman terheran heran melihat tingkah kakaknya.
“Ada istri gua lagi mandi, uda ah gua buru buru mau shalat, keburu waktunya habis” ucap Agung langsung meninggalkan Hotman dan keluar kamar, langsung melangkah kembali ke kamarnya sendiri.
“Aneh banget tuh orang” ucap Hotman yang melihat tingkah kakaknya berjalan keluar kamar sembari bersiul.
Sesampainya di depan pintu kamar Agung langsung memasuki kamar di lihat istrinya sudah siap untuk menunaikan ibadah sahalat subuh, Yuna menunggu kedatangan Agung dengan duduk di sofa kecil tepat di hadapan tempat tidur.
Dari arah pintu kamar Agung menghampiri Yuna yang tengah duduk di sofa kecil itu.
“Nunggu lama yank?” Tanya Agung ketika sudah di hadapan sang istri lalu tangannya terulur mengusap puncak kepala sang istri yang sudah berbalut mukenah.
“nggak ko bee, aku juga belum lama keluar dari kamar mandi” jawab Yuna mendongakan kepalanya mentap wajah sumainya.
“Masih sakit?” Tanya Agung sembari mengelus pipi sang istri.
“Masih, sedikit” jawab Yuna menangkap tangan Agung yang berada di pipinya.
“Kata orang supaya tidak sakit, harus sering sering ngelakuinnya sayang, biar terbiasa” ucap Agung menggoda sang istri.
“Itu mah mau kamu bee, ini aja badan aku terasa mau remuk” ucap Yuna langsung berdiri mengambil posisi untuk shalat.
“Lah aku bicara bener loh sayang, kalau tidak percaya coba kamu tanya mbah google” ucap Agung langsung dapat pukulan di lengan tanganya dari Yuna.
“Uda bee cepetan shalat biar pikiran mesum kamu hilang” ucap Yuna
__ADS_1
“Kan mas mesum cuman sama kamu sayang gak sama yang lain” ucap Agung
“Ya awas aja kalau aku sampai lihat kamu mesum sama yang lain, tak tinggal kamu bee” ancam Yuna
“Mana ada sayang, nagapain sama yang lain kalau istri sendiri aja sudah cantik dan sexy” gombal Agung
“ceptan bee” tegur Yuna menatap tajam suaminya, dan Agung pun langsung mengambil posisinya.
Selesai mereka shalat Agung membantu istrinya untuk membereskan sajadah dan yang lainya, Agung memperhatikan istrinya yang tengah duduk di tepi ranjang, terlihat istrinya seperti menahan kantuknya, Agung pun menghampiri istrinya dan berdiri tepat di hadapan sang istri.
Yuna melihat Agung berdiri di hadapannya otomatis dia mendongakan kepalanya menatap wajah tampan suaminya, tangan Agung terulur mengusap pipi istrinya dengan lembut.
“Masih ngantuk, kalau masih ngantuk tidur lagi saja sayang” ucap Agung sembari mengelus kedua pipi sang istri dengan tangannya.
“Tapi aku mau masak bee buat sarapan” ucap Yuna dia merasa tidak enak masa pertama kali datang ke mansion kerjaannya hanya tidur terus.
“Gak usah sayang, kan ada bibi yang masak” ucap Agung
“Tapi aku gak enak bee, masa pertama aku datang ke mansion tidak siapin sarapan pagi buat Ayah dan Suaminya” uvap Yuna
“Mau bee” sahut Yuna langsung menganggukan kepalanya.
“Ya sudah kamu istirahat ya, mas temani deh” ucap Agung dan di anggukin oleh Yuna
***
Sedangkan dikamar Hotman Yuri selesai shalat dia beranjak keluar kamar lalu melewati anak tangga sampai lantai bawah, sesampainya di lantai bawah Yuri langsung melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk membatu menyiapkan sarapan.
“Pagi bi” sapa Yuri ketika mendapatkan Bi Ening sedang masak di dapur.
“Eh non Yuri, pagi non, non Yuna mana non?” tanya Bi Ening.
“biasa lah bi, pengantin baru” jawab Yuri
“Oh iya yah pasti jam segini masih asik bobo bareng” ucap Bi Ening
__ADS_1
“Tuh bibi tahu, aku bisa bantu apa nih bi?” tanya Yuri
“Tidak usah non, lebih baik non istirahat saja di kamar” ucap Bi Ening.
“aku mau bantuin bibi saja disini, aku bosan di kamar bi” ucap Yuna
Akhirnya Bi ening pun membolehkan Yuna untuk membatu menyiapkan sarapan. Selesai membantu Bi ening menyiapkan sarapan Yuri langsung beranjak meninggalkan dapur dan melangkah menaiki tangga menuju lantai atas dan kembali ke kamar.
Sesampainya Yuri di depan pintu kamar bersamaan dengan Hotman baru keluar dari kamar Om Rangga dengan pakaian lengkap seperti orang yang akan olahraga.
“loh beb, kamu habis dari mana?” tanya Hotman
“Aku habis bantu bibi menyiapkan sarapan, kakak mau olahraga?” tanya Yuri ketika melihat calon suaminya tengah menggunakan pakaian olahraga lengkap.
“ Iya aku mau lari keliling kompleks, mau ikut?” tabya Hotman
“mau ka, tapi aku gak pakai baju olahraga, kalau pakai baju biasa gak papa kan?” tanya Yuna
“tidak papa beb” jawab Hotman
“Tunggu aku ganti baju dulu” ucap Yuri
“ya sudah, kakak tunggu di bawah ya” ucap Hotman sebelum menuruni anak tangga untukmenuju lantai bawah.
“iya Ka” sahut Yuri lalu memasuki kamar untuk mengganti pakaian
Pagi ini sebelum sarapan Hotman dan Yuri memutuskan untuk lari pagi mengelilingi kompleks, sedangkan pasangan suam istri masih terlelap di bawah selimut sehabis melakukan olahraga ranjang sebelum subuh tadi, yang membuat tenaganya terkuras habis.
Agung terbangun lebih dulu, pagi ini terlihat sangat bersemangat, apalagi semalam dan tadi pagi dia sudah mendapat jatah dati istrinya.
Berbeda dengan Yuna yang terlihat sangat lelah sampai tidirnya tidak terusik sama sekali.
Agung menjadi senyum senyum sendiri di kala mengingat kejadian semalam dan tadi pagi.
Agung menatap wajah cantik istrinya yang masih tertidur pulas di dekapannya.
__ADS_1
Agung memutuskan untuk olah raga di ruangan gym pagi ini, lalu Agung memindahkan kepala istrinya ke bantal secara perlahan takut istrinya terbangun, lalu dia kecup kening dan bibir istrinya, mungkin efek karena lelah tidur Yuna tidak terusik sama sekali, setelah itu Agung turun dari ranjang dan langsung menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus untuk ngegym.