
Sesampainya Di rumah sakit mami Boa langsung di tangani oleh dokter, mbok Darmi dan mang jajang menunggu di depan pintu UGD, selang beberapa menit kemudian Papi Kadir dan Yuno datang dengan tergesa-gesah, ketika melihat di depan ruang UGD ada mbok Darmi dan mang jajang mereka langsung menghampirinya.
“Mbok, bagaimana keadaan istri saya?”
“Iya mbok, gimana kabar mami?” Tanya Yuno dan juga papi Kadir secara bersamaan.
“Itu tuan, tuan muda, nyonya masih di tangani oleh dokter di dalam, kita juga belum tahu keadaannya bagaimana” jawab Mbok Darmi, sembari menunggu dokyer keluar, papi Kadir pun menanyakan bagaimana kronologi kejadiannya, lalu mbok Darmi pun menceritakan kejadiannya seperti apa yang di ceritakan oleh bi Sumi. Dengan gelisah papi Kadir bulak balik di depan pintu UGD menunggu dokter yang sedang menangani istrinya keluar.
“Sayang pelan pelan jalannya kasihan babynya yah” ucap Agung mengingatkan istri ya ketika Istrinya jalan tergesa gesa.
“Maaf bee” sahut Yuna dengan lirih.
“Gak papa, tapi ingat harus pelan pelan jalannya yah” pesan Agung di angguki oleh Yuna, lalu Agung menggandeng istrinya menuju ruang UGD sesampainya di depan Ruang UGD Yuna langsung menghampiri dan memeluk papainya.
“Hiks...hiks...,pih aku takut”
“Tenang sayang, mami pasti baik baik saja ya, kamu jangan sedih nanti cucu papi ikut sedih” ucap Papi Kadir sembari mengelus kepala putrinya.
“Dengan Keluarga Nyonya Boa” panggil Dokter ketika pintu UGD terbuka.
“Saya suaminya dok” sahut papi Kadir sembari melepas pelukannya dari Yuna dan mendekati dokter, sedangkan Yuna langsung kembali memeluk suaminya dia takut terjadi sesuatu kepada maminya.
“Maaf tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Nyonya Boa tidak bisa di selamatkan, ketika sampai rumah sakit jantungnya sudah sangat lemah tuan” jelas Dokter
__ADS_1
“Gak itu gak mungkin dok, istri saya pasti baik baik saja, orang tadi pagi di juga masih sehat sehat saja sarapan bareng kita semua iya kan, mami baik baik saja kan” ucap papi Kadir yang tidak percaya jika istrinya telah tiada.
“Mamih hiks...bew bilang sama dokter, dokter pasti salah bee, mamih pasti masih bisa bersama kita kan bee kan mami bilang mami sudah sembuh dari sakitnya kan bee” Racau Yuna dia tidak siap untuk kehilangan maminya.
“Yang sabar ya sayang, semuanya sudah menjadi ketetapan Allah jika Allah sudah memanggil mami berarti Allah lebih sayang sama mamih” ucap Agung sembari menenangkan istrinya yang sedang menangis, dia juga tidak menyangka jika mami mertuanya akan pergi secepatnya itu.
Yuri dan juga Hotman tidak menyangka ketika dirinya berkunjung ke jakarta di kejutkan dengan keadaan mami Boa yang seperti ini, Yuri tak kalah sedihnya dia menangis di pelukan suaminya dan Hotman pun sama seperti mimpi, mami Boa sekarang sudah pergi meninggalkan mereka semua.
“Dan ada lagi yang ingin saya sampaikan, saya menduga jika Nyonya sebelumnya telah mengalami serangan jantung itu lah yang membuat jantungnya sangat lemah ketika di bawa ke rumah sakit tuan, dan kami sudah berusaha semaksimal mungkin, kami semua dari tim medis minta maaf tidak bisa menyelamatkan istri anda, itu saja yang ingin saya sampaikan, saya permisi tuan semuanya” jelas Dokter setelah itu dokter pun mohon pamit undur diri ingin memeriksa pasien lainnya.
Setelah kepergian dokter semua anggota keluarga memasuki ruang UGD menghampiri blankar yang ditempati oleh mami Boa, Yuna langsung memeluk maminya dari sisi kanan di ikuti Agung yang terus mengelus punggung sang istri agar lebih tenang sedangkan papi Kadir menggenggam tangan istrinya dan menciuminya.
“Sayang kenapa kamu tinggalkan mas sama anak anak, kamu tega meninggalkan kita semua, katanya kamu mau lihat cucu pertama kita lahir terus kenapa kamu pergi” ucap Papi Kadir dalam hati sembari memandang wajah istrinya yang terlihat pucat sembari tersenyum.
“Sabar sayang, kita swmua hatus ikhlas ya, kita doakan mami agar mami bahagia di surga nanti” ucap Agung mencoba menenangkan istrinya dan tiba tiba badan Yuna lemas dan langsung tak sadarkan diri untung saja Agung dengan cepat menangkap badan istrinya agar tidak terjatuh di lantai, lalu Agung pun langsung mengangkat tubuh istrinya dan meletakannya di brankar tepat di samping mami Boa hanya terhalang tirai dan tenaga media pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada Yuna.
Sedangkan Yuno menyaksikan semua ini dia tidak menyangka dan tidak percaya jika mamainya pergi meninggalkan dirinya dan juga yang lain untuk selamanya, dia merasa frustasi sampai dia memukuli dinding dengan tangannya sampai punggung tangannya terluka.
Sedangkan Ayah Kangta sesampainya di rumah sakit, dia meminta ke salah satu perawat untuk mengobati luka Anggun, dan setelah itu baru menyusul Yuna dan Agung menuju ruang UGD.
“El, kamu tungguin Anggun dan setelah itu antar dia pulang ya, baru kamu balik lagi kesini” pintah Ayah Kangta.
“Baik Tuan” sahut El dan Anggun terus terbengong melihat interaksi antara Ayah Kangta dan juga El. Dan memandangi punggung Ayah Kangta sampai menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
El terus memperhatikan gadis yang tadi sempat dia tabrak itu dengan intens, ketika dia melihat gadis tersebut terus memperhatikan kepergian Ayah Kangta membuat El mencurigai jika gadis itu suka dengan Ayah Kangta.
“Ngapain kamu melihat Tuan Kangta sampai seperti itu, jangan bilang kamu suka sama Tuan Kangta” ucap El dengan sinis.
Mendnegar tuduhan El, Anggun hanya diam dan menahan rasa sakit pada lutut dan sikunya yang tengah di obati oleh perawat.
“Sudah selesai nona” ucap Perawat yang mengobati Anggun.
“Makasih sus, berapa biayanya sus?” ucap Anggun
“Oh tidak usah nona” sahut perawat
“Terima kasih sus, kalau begiru saya permisi dulu ya sus” ucap Anggung dan beranjak dari duduknya.
“Iya nona” sahut si Perawat, Anggun pun langsung meninggalkan perawat tersebut dan juga El. El yang melihat Anggun pergi pun langsung mengikutinya dari belakang ketika hendak keluar halaman rumah sakit El langsung menarik tangan Anggun.
“Mau kemana kamu?” Tanya El
“Mau pulang lah om,memangnya mau kemana lagi” jawab Anggun dengan sepontan memanggil El dengan sebutan Om.
“Kamu gak dengar tadi kalau Tuan Kangta meminta saya untuk mengantar kamu pulang” ucap El yang sudah mulai kesal dengan Anggun.
“Kan om tinggal bilang saja ke tuan yang tadi jika om sudah mengantar saya pulang gampang kan” ucap Anggun membuat El makin kesal.
__ADS_1
“Gampang banget ya kamu ngomong begitu, terus jika saya di tanya rumah kamu dimana, terus tinggal sama siapa saja, dan saya juga suruh minta maaf sama orang tua kamu karena sudah menabrak anaknya, uda cepatan tinggal ikut saja duduk manis di mobil apa susahnya sih” ucap El, langsung menarik tangan Anggun menuju mobilnya dan Anggun pun hanya pasrah apa yang di lakukan oleh El.