
Seminggu berlalu setelah anak anak bermain di rumah Yuna, kini Yuna belum sempat berkunjung ke panti lagi karena dari hari senin Yuna dan Agung pergi ke singapore karena Yuna akan wisuda, alhamdulillah semuanya pada hadir di acara wisuda Yuna, ada Agung selaku suaminya yang selalu mendampingi istrinya, ada Ayah Kangta dan juga Papi Kadir walaupun hampir telat datangnya tapi papi Kadir berhasil membuat Yuna merasa senang, tapi masih ada yang kurang karena sang kakak tercinta tidak bisa hadir entah Yuna tidak tahu alasannya kenapa, di sangka Yuna kakaknya masih marah kepadanya perihal terakhir mereka pergi dari mansion Salendratama waktu itu.
Hampir seminggu mereka berdua disana, akhirnya mereka pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta, sedangkan papi Kadir dan ayah Kangta selepas acara wisuda mereka sudah kembali ke tanah air.
“Bee, nanti hari sabtu aku mau buat syukuran ya di panti, kita rayakan kelulusan aku sama anak anak ya, dan kota undang juga ayah, papi, ka Hotman dan juga Yuri” ucap Yuna yang kini mereka berdua sudah ada di dalam mobil sedang menuju rumah mereka.
“Iya sayang, kamu atur saja besok gimana acaranya ya” ucap Agung sembari mengelus kepala istrinya yang kini tengah berada di dekapannya.
Sesampainya di rumah, setelah bersih bersih Yuna langsung menghubungi panti lewat Anggun.
“Hallo, assalamualaikum ka” sahut Anggun
“Waalaikum salam sayang, apa kabar?” Tanya Yuna.
“Alhamdulillah baik ka, kakak sendiri apa kabar?” jawab Anggun.
“alhamdulillah baik dek, Dek besok kakak pesan kuenya yah sekitar 50 bungkus bisa tidak?” Tanya Yuna
“Yang bener ka?” Tanya Anggun dengan semangat.
“Iya sayang nanti yang 10 bungkus kamu masukin box, yang sisanya buat makan bersama di panti, dan kamu bilang ke bunda sama ibu kalau keluarga kakak besok mau datang ke panti juga mau buat syukuran karena kemarin kakak baru menyelesaikan kuliah kakak dan alhamdulillah kakak lulus dengan nilai terbiak” ucap Yuna
“Alhamdulillah, selamat ya ka” ucap Anggun
“terima kasih ya, kamu sudah punya bahan bahannya belum buat bikin kuenya?” Tanya Yuna karena dia memesan kuenya secara mendadak.
“Belum sih ka, ada lebihan kemarin paling jadi berapa, habis ini Anggun ke pasar deh buat beli bahannya” ucap Anggun
“Kalau gitu biar, kakak suruh ka El saja ya yang antar kamu ke pasar ini sudah mau sore soalnya sayang” ucap Yuna
“Gak usah ka, aku bisa sendiri ko paling nanti Anggun minta bantuan pak Abdul” ucap Anggun
“Gak papa sayang, pokonya kakak gak bolehin kamu pergi ke pasar sebelum ka El datang jemput kamu ok” pintah Yuna.
“Baik ka” sahut Anggun, lalu setelah itu pun mereka mengakhiri panggilan telphonenya, Yuna langsung menghubungi El untuk menjemput Anggun di panti dan mengantar dan menemani Anggun belanja di pasar.
“Hei sayang serius banget, lagi ngapain sih?” Tanya Agung yang muncul dari belakang Yuna yang kini sedang duduk di sofa kamar.
__ADS_1
“Ini bee aku habis pesan kue putri noong yang kemarin kamu makan itu lih, buat acara besok di panti kata kamu enak ya sudah aku pesan lagi yang banyak sekalian buat yang lain juga” ucap Yuna
“Oh iya kue yang dalamnya ada pisangnya itu kan, mas juga sudah lama gak makan kue itu, terakhir makan kue itu tuh pas terakhir bunda buatin buat aku pas aku juara kelas, mamangnya kamu pesan sama siapa yank?” ucap Agung sembari memakai baju yang ada di tepi ranjang yang sudah Yuna siapkan.
“Aku order sama Anggun bee, jadi tadi karena Anggun lagi gak punya bahan dan karena waktunya sangat mepet jadi aku minta tolong ka El untuk mengantar Anggun ke pasar” jawab Yuna.
“Tapi kenapa kuenya rasanya sama seperti buatan bunda ya” batin Agung
“Bee” panggil Yuna ketika melihat suaminya melamun.
“Eh..., iya sayang kenapa?” Tanya Agung
“Kamu kenapa sih ko malah bengong?” Tanya balik Yuna
“Gak papa sayang, oh ya mas sedikit ada kerjaan, mas ke ruang kerja dulu ya” ucap Agung
“Hemm” sahut Yuna lalu Agung mencium kening sang istri sebelum beranjak menuju ruang kerjanya. Sepeninggalan suaminya Yuna langsung menghubungi papi Kadir, Ayah Kangta, Yuri dan juga Hotman untuk ikut serta hadir di acara syukuran mereka, Yuna juga ikut serta mengundang sang kakak tapi tak kunjung dapat balasan dari kakaknya.
Sedangkan Anggun setelah mendapat telphone dari Yuna yang jika sebentar lagi El akan datang menjemputnya dia pun bergegas bersiap siap.
“Kenapa deg degan begini ya, kaya gak pernah bertemu ka El saja” ucap Anggun yang terus memegangi dadanya.
“Oh itu bun, tadi ka Ana telphone aku katanya besok dia mau mengadakan acara syukuran disini, syukuran karena ka Ana habis wisuda kemarin bun” ucap Anggun
“Masya allah, ya sudah atuh kamu cepat bilang sama bu suci sama pak abdul suruh siapain pendoponya sayang” ucap Bunda Riani ikut senang ketika mendengar kelulusan Yuna.
Setiap ada acara di panti memang mereka selalu menyediakan tempat si pendopo agar antar tamu dan anak panti bisa berinteraksi seperti kekeluargaan disana.
“Ya makanya ini Anggun mau bilang sama mereka, sama ka Ana pesan kue sama Anggun banyak banget loh bun, dan tadi ka Ana meminta ka El untuk jemput Anggun dan mengantarnya ke pasar, mau belanja kebutuhan buat kuenya” ucap Anggun.
“Alhamdulillah, ya sudah sana kamu bilang sama bu suci keburu lupa nanti, jangan sampai kita kecewain nak Ana dan keluarganya ya” pesan Bunda
“Baik Bun” sahut Anggun lalu dia langsung mencari keberadaan ibu suci dan melaporkan apa saja yang di sampaikan oleh Yuna. Tidak lama kemudian mobil yabg di kendarai El sampai di halaman panti.
***
Suasana di mobil seketika menjadi hening ketika Anggun sudah memasuki mobil yang di kendari El, Anggun tidak seperti biasanya cerewet jika bertemu dengan El, kini dia tiba tiba menjadi pendiam.
__ADS_1
“Khem khem..” dekhaman El agar mencairkan suasana.
“Minum ka, ka El sedang batuk ya” ucap Anggun dengan spontan dia memberikan botol minum sendiri dengan asal. Anggun memang jika pergi ke mana pun selalu membawa botol minum sendiri, agar dia bisa mengirit uang jajannya padahal sebenarnya uang dari hasil jualan kue pun masih bisa untuk beli satu botol minum saja, tapi dia memilih mengumpulkan uang tersebut siapa tahu suatu saat nanti akan ada kebutuhan yang lebih penting lagi.
El pun meraih botol minum tersebut dan langsung meneguknya dengan habis.
“Nih.., makasih ya kamu tahu saja kalau saya sedang haus” ucap El sembari mengembalikan botol minumnya kepada Anggun.
“Kenapa di habisin sih ka, ini kan aku bawa dari rumah buat cadangan kalau Anggun haus” ucap Anggun yang melihat botolnya habis dia kesal dengan pria yang di sampingnya itu.
“Ya sudah nanti saya ganti gampang kan” ucap El dengan santai.
“Gak usah, terima kasih” sahut Anggun lalu langsung mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela.
Sesampainya mereka di pasar, Anggun langsung turun dan memasuki pasar tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada El, dia lansgung mencari bahan bahan untuk membuat kue nya. El yang tahu jika Anggun tengah marah atau kesal dengannya dia pun mengikuti Anggun dari belakang. Ketika sedang mengikuti Anggun di tengah tengah jalan El melihat ada yang menjua mineral water, akhirnya dia pun membeli satu botol air putih tersebut
“Bu saya beli minumnya satu ya” ucap El.
“Boleh tuan” ucap si penjual, lalu El setelah membayar minuman itu pun dia meminta selembar kertas kecil dan menuliskan seuatu di kertas itu lalu dia tempelkan di air mineral tadi yang dia beli yang nanti akan dia berikan untuk Anggun sebagai permintaan maafnya.
Setelah selesai belanja semua bahan untuk buat kuenya, El membantu Anggun memasukan barang barang belanjaannya ke dalam bagasi sekaligus dia meletakan air mineral tadi di salah satu belanjaan Anggun. Setelah itu mereka pun bergegas memasuki mobil dan El langsung melajukan mobilnya kembali menuju panti, di sepanjang jalan mereka pun saling diam karena Anggun masih kesal dengan El. Sesampainya di panti El membantu membawa belanjaan milik Anggun ke dalam rumah setelah itu dia langsung pamit kepada Bunda Riani untuk pulang.
Anggun selepas pulang dari pasar dia langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah.
“Loh bun ka El mana?” Tanya Anggun
“Oh tadi nak El langsung pamit pulang sayang” jawab Bunda Riani.
“Oh.., ya sudah bun aku mau beresin belanjaan dulu ya ke dapur” ucap Anggun.
“Iya sayang” sahut Bunda Riani.
Ketika Anggun sedang membereskan satu persatu belanjaannya dia pun menemukan satu botol air mineral.
“Ini minum siapa, perasaan tadi aku gak beli minuman deh, apa ini punya ka El ya” ucap Anggun lalu dia meraih minuman tersebut dan dia melihat ada selembar kertas kecil.
“Maafin kakak ya gadis kecil, karena sudah menghabiskan minuman kamu, ini kakak ganti buat gadis kecil kakak yang cantik, jangan ngambek lagi ya nanti cantiknya hilang loh” itu lah tulisan yang El tulis buat Anggun di minuman yang tadi El beli memang sengaja buat Anggun.
__ADS_1
“Ada ada aja ka El tuh” gumam Anggun dengan senyum senyum sendiri, entah kenapa dia merasa senang sekali ketika membaca note dari El tersebut .