BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
102. Ingin menjadi tempat keluh kesah mu


__ADS_3

“Hiks...hiks..., kamu bohong katanya pas makan siang mau pulang tapi aku tunggu gak pulang pulang hiks...” ucap Yuna sambil terisak di bawah selimut.


“Iya sayang maafin mas ya, mas lupa dan sekarang makan ya, mau makan apa atau mau mas masakin sesuatu?” Tanya Agung sembari mengelus kepala istrinya.


“Aku gak lapar” ucap Yuna bohong. Tetapi suara perut tidak bisa membohongi Agung, karena seberapa usahanya Yuna mengelak kalau dia tidak lapar tiba tiba perutnya bunyi menandakan kalau dia sangat lapar.


“Gak lapar dari mana, tuh perutnya bunyi, dan jagoan kita sudah lapar itu sayang, yuk kita makan sekarang” bujuk Agung


“Maafin Mommy ya sayang, kamu pasti lapar banget ya”batin Yuna sembari mengelus perutnya yang di bawah selimut, lalu dia merubah posisinya menjadi bersandar di tempat tidur.


Agung pun mendekat lalu tangannya terulur merapikan rambut sang istri yang berantakan menutupi wajah cantiknya lalu dia hapus bekas air mata yang menetes di pipinya, “maafin mas ya, maafin daddy ya sayang kamu sama Mommy pasti sangat lapar ya” ucap Agung sembari mengelus kepala sang istri lalu beralih mengelus perut istrinya.


Yuna pun hanya mengaggukan kepalanya untuk menanggapi ucapan suaminya, “sekarang Mommy sama jagoan Daddy mau makan apa?” Tanya Agung


“Mau di masakain ka Hotman” ucap Yuna dengan lirih


“Mas saja ya yang masak, nunggu Hotman datang lama sayang dia masih di kantor” ucap Agung dia berusaha membujuk istrinya untuk lebih cepat makan siangnya jika harus Hotman yang masak tambah lama lagi makannya.


“Hiks..hiks..., katanya mau kabulin semua permintaan kita tapi kita minta di masakin sama ka Hotman gak boleh hiks..” Yuna menangis lagi ketika mendengar penolakan dari suaminya, padahal Agung tidak bermaksud melarang.


“Baiklah baiklah mas telfon Hotman dulu suruh pulang ya” ucap Agung dan Yuna pun langsung menganggukan kepalanya.


Agung pun langsung meraih Handphonenya dan mencari kontak nama sang adik dan langsung menghubunginya.


“Hallo” sahut Hotman


“Man, cepat pulang ke rumah Om Rangga, Ana mau makan tapi maunya lo ya masak katanya” ucap Agung membuat Hotman mengerutkan dahinya kenapa tiba tiba kakak iparnya minta di masakin.


“Ko tumben, gua lagi banyak kerajaan di kantor”


“Uda cepetan lagian ini juga gara2 lo tadi ngajakin gua ngobrol jadi lupa kalau punya janji sama istri gua” ucap Agung


“Ko gua yang di salahin, lo nya saja pelupa”


“Ka Hotman gak mau masakin buat aku ya bee” ucap Yuna menyela obrolan Agung dan Hotman dengan sendu.

__ADS_1


“Gak ko sayang, dia mau ko kamu tenang saja ya” sahut Agung menyakinkan istrinya, “tuh man loh denger sendiri kan cepetan istri gua tuh lagi nyidam masakan lo” ucap Agung kepada Hotman di telfon dengan berbisik agar istrinya tidak dengar.


“Ok, ok ini demi ponakan aku ya, perasaan perempuan hamil di keluarga gua semuanya pada nyidam masakan gua semua, dulu tante sekarang istri lo” ucap Hotman


“Thank you bro” ucao Agung


“Hemm” sahut Hotman


“Jangan lama2”


“Iya bawel” sahut Hotman langsung mematikan sambungan telefonnya.


“Sudah bee?” Tanya Yuna ketika emlihat suaminya selesai menelfon.


“Sudah sayang, sebentar lagi Hotman akan pulang, kamu bisa tahan memangnya tunggu sampai Hotman pulang?” Tanya Agung dan langsung di angguki oleh Yuna.


Mendengar jawaban suaminya jika adik iparnya itu akan pulang dan memasak untuk dirinya, dia langsung bernajak dari ranjang ingin menunggu Hotman di bawah.


“Kamu mau kemana sayang?” Tanya Agung


“Aku mau ke bawah, mau tunggu in ka Hotman pulang” jawab Yuna


“Gak mau aku takut ka Hotman sampai langsung masak aku kan mau lihat pas masaknya nanti ketinggalan lagi” ucap Yuna


“Ya sudah, turunnya hati hati ya, mas mau bersih bersih dulu” ucap Agung lalu memberi ciuman di kening istrinya sebelum pergi ke kamar mandi.


Yuna pun menganggukkan kepalanya, sepeninggalan Agung ke kamar mandi, Yuna bernajak menuju ruang ganti untuk menyiapkan baju ganti untuk suaminya lalu dia letakan di ranjang setelah itu baru beranjak turun ke lantai bawah dan menunggu Hotman di ruang tamu.


Tante Imna keluar kamar dengan menggendong baby Nara, niatnya ingin ke ruang keluarga mengajak Nara main di karpet yang memang di sediakan khusus Nara main agar tidak bosan di kamar terus, tapi tante Imna malah menghampiri Yuna ketika melihat Yuna tengah duduk di ruang tamu sembari memandang ke arah pintu utama.


“Na, kamu lagi ngapain disini, bukannya Agung sudah pulang ya?” Tanya Tante Imna


“Eh tante, aku lagi nunggu ka Hotman tan, tiba tiba mau makan masakan ka Hotman kata mas Agung dia lagi jalan pulang” jawab Yuna


“Oh ya sudah tante ke ruang tengah dulu ya mau ajak Nara main” ucap Tante Imna

__ADS_1


“Iya tan” sahut Yuna, baru berjalan beberapa langkah tante Imna membalikan badannya.


“Oh ya Na tadi tante sempat lihat Agung jatuh di tangga pas pulang kayaknya dahinya terbentur, apa gak papa?” Tanya Tante Imna menanyakan keadaan ponakannya.


“Apa tan, mas Agung jatuh di tangga ko bisa” icap Yuna kaget dia pun langsung bersiri.


“Oya tadi tante lihat pas habis dari dapur dia seperti buru buru naik tangga terus jatuh dan kalau gak salah lihat dahinya terbentur anak tangga di hadapannya deh, tante tanyain katanya gak papa tapi ada darahnya sedikit di dahinya, mamangnya Agung gak kasih tahu kamu?” Tanya Tante Imna dan Yuna pun langsung menggelengkan kepalanya.


“Ya sudah tan, aku coba cek mas Agung dulu deh, Ana ke atas dulu ya” ucap Yuna


"Iya hati hati naik tangganya" ucap Tente Imna ketika melihat Yuna hendak meniki tangga.


"Iya tante" sahut Yuna sembari menaiki tangga dengan hati hati, dan baru beberapa langkah meniki anak tangga dia melihat ada bercak darah yang menempel di tangga, Yuna oun langsung menduga kalau itu pasti bekas darah suaminya ketika tadi terbentur seperti yang di katakan tante Imna.


Ketika memasuki kamar bersamaan dengan Agung yang baru keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Loh yank katanya mau ke bawah gak jadi" ucap Agung ketika melihat istrinya sudah ada di kamar, tanpa menjawab ucapan suaminya Agung langsung menarik tangan Agung dan menduakannya di ranjang.


"Ada apa sayang tarik tarik?" Tanya Agung tanpa menggubris pertanyaan Agung Yuna langsung menyibak rambut depan yang menutupi dahi suaminya di lihat ada luka dan sedikit sobek si dahi Agung, Yuna langsung beranjak mencari kotak PT3K di meja riasnya lalu kembali lagi duduk dihadapi suaminya.


"Kamu ngapain sayang, mas gak papa ko ini hanya luka kecil" ucap Agung ketika melihat Yuna hendak mengobati luka yang di dahinya.


"Kenapa kamu ceroboh banget sih bee, dan kenapa kamu gak bilang sama aku kalau kamu tadi jatuh di tangga, mungkin kalau tante tadi gak cerita ke aku, selamanya juga aku gak akan tahu kalau kamu tadi jatuh di tangga" omel Yuna sembari mengobati luka Agung dengan kesel. Yuna kesel dengan suaminya karena kalau ada apa apa suaminya tidak pernah mau berbagi dengan dirinya sedangkan dia ingin menjadi tempat keluh kesah suaminya ketika capek, sedih, maupun senang.


"Bukan maksud aku gak mau cerita sayang, mas hanya gak mau kamu khawatir sama mas" ucap Agung


"Ya itu lah kamu, aku merasa jadi istri tidak berguna buat kamu tahu gak" ucap Yuna dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


"Hey ko malah nangis sih, sudah ah kata siapa kamu gak berguna buat mas, kamu adalah sumber kebahagiaan mas sayang dan kamu sangat berguna dan berarti buat aku" ucap Agung sembari menghapus air mata istrinya, "sekaramg mauna gimana coba jelaskan smaa mas?" Tanya Agung langsung meraih tangan istrinya dan menarik istrinya ke dalam dekapannya.


"Aku kan mau kamu kalau ada apa apa cerita smaa aku, mau saat kamu sedih, senang atau kamu merasa capek, aku mau jadi tempat keluh kesah kamu bee, jangan hanya merasakan kebahagiaan kamu saja" jelas Yuna


"Ya sudah lain kali mas akan cerita deh apapun yang mas rasakan ya, uda senang?" Tanya Agung menuruti kemauan istrinya, dan Yuna pun langsung menganggukkan kepalanya.


“Ya sudah kamu tunggu disini mas pakai baju dulu habis itu baru kita ke bawah, mas juga mau bertemu baby girl” ucap Agung melerai pelukan istrinya dan tanpa basa basi dia langsung mengganti pakai di depan sang istri.

__ADS_1


“Kenpa gak ke kamar mandi atau ke ruang ganti sih bee pakai bajunya, gak malu apa” protes Yuna ketika melihat suaminya menggunakan pakaian tepat di hadapannya.


“Kan kamu sudah tahu luar dalamnya mas sayang, ngapain mas malu sama kamu” ucap Agung, selesai Agung menggunakan pakaian mereka pun langsung keluar kamar dengan Yuna menggandeng lengan suaminya menuruni anak tangga menuju lantai bawah.


__ADS_2