
Hotman sesampainya di Jakarta setelah mengantar Yuri pulang ke rumahnya, Hotman langsung menjalankan mobilnya menuju apartemennya, sesampainya di apartemen setelah membersihkan diri dia langsung tertidur karena efek lelah menyetir dari bandung sampai Jakarta.
Ketika tengah malam terbangun dan mengecek Handphone nya banyak pesan dari calon istri dan juga Ayahnya, satu persatu pesan dia buka, dan ketika membuka pesan dari Ayah Kangta mengabarkan kalau kakak iparnya tengah masuk rumah sakit, padahal terakhir dia lihat ketika pulang dari villa kakak iparnya masih baik baik saja.
Niat Hotman ingin menghubungi Ayah atau Agung tetapi dia urungkan niatnya, ketika dia melihat ke arah jam dinding ternyata sudah sangat malam, takut mengganggu istirahat Ayah dan juga Agung, Hotman memutuskan menghubungi Ayahnya biar nanti besok paginya.
Setelah membalas pesan Ayah dan juga calon istrinya, Hotman pun kembali untuk istirahat.
***
Pagi hari sinar matahari menyinari wajah cantik yang masih tertidur di sebuah ranjang pasien dengan setia memejamkan matanya, hingga membuat pria tampan yang berbaring di sampingnya menutupi sinar matahari tu dengan tangannya karena posisi mereka kini saling berhadapan satu sama lain.
Agung terus memandangi wajah cantik istrinya yang tambah bersinar karena sinar matahari memancar ke wajah cantiknya, Agung tutup sinar matahari yang memancar ke wajah Yuna dengan salah satu tangannya karena takut mengganggu tidur sang istri.
Selang beberapa menit Yuna membuka mata cantiknya dan pertama kali yang ia lihat ketika bangun tidur adalah wajah tampan suaminya, bukannya bangun ini malah menggeser badannya mendekat ke arah suaminya, dan langsung memeluk dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
“Good morning sayang” ucao Agung ketika istrinya membuka matanya.
“Hemm” sahut Yuna langsung menggeser badannya dan memeluk suaminya.
“Masih ngantuk?” Tanya Agung sembari mencium puncak kepala istrinya, dan Yuna hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Agung.
“Ya sudah tidur lagi” ucap Agung sembari mengelus elus kepala Yuna dan juga punggungnya.
Selepas Yuna sudah terlalap kembali, Agung melepas pelukan dari istrinya dan turun dari ranjang dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur sang istri. Setelah turun dari ranjang Agung bergegas untuk membersihkan diri, lalu dia berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di kamar rawat Yuna.
Sedangkan di jakarta Hotman sebelum pergi ke kantor dan menjemput Yuri di menyempatkan menelefon sang kakak tetapi tidak kunjung di angkat, lalu dia mencoba menghubungi snag Ayah.
Tut tut tut (telfon tersambung)
“Hallo, Assalamualaikum yah” salam Agung
“Waalaikum salam, kenpa boy?” Tanya Ayah Kangta
“Maaf yah kemarin ayah memberi kabar kaka ipar masuk rumah sakit, Handphone aku low jadi aku baru tahu pas tengah malam” ucap Hotman
“Iya gak papa, lagian kakak ipar kamu sudah baik baik saja ko” ucap Ayah Kangta
“Alhamdulilah, kalau keadaanya sudah membaik mah yah” ucap syukur Hotman, lega mendengar kalau kakak iparnya sudah membaik.
“Iya, ini Ayah juga sebelum ke kantor mau ke rumah sakit lagi mau lihat keadaannya sekarang bagaimana” ucap Ayah
“Emang bagaimana ceritanya kakak ipar bisa masuk rumah sakit yah, perasaan kemarin pulang dari villa baik baik saja” ucap Hotman
Lalu Ayah Kangta menceritakan dari Ayah mendapat telfon dari bi Ening kalau Yuna hilang di mansion, dan semua orang mansion sudah mencari di sekitar mansion tetapi tidak ada yang bisa menemukan Yuna, ketika Ayah memutuskan untuk pulang ke mansion dan seampainya di mansion ternyata tidak ada satu orang pun yang berpikir untuk mengecek cctv.
Setelah Ayah dan Agung memeriksa lewat cctv ,ternyata Yuna ada di dalam kamar tamu, dan Ayah mensengat dari penjelasan Agung sebelum Yuna histeris kesakitan dan tak sadarkan diri itu mereka sempat salah paham akan foto foto masa kecil mereka yang di kira Yuna, Agung masih mencintai gadia lain dan pada akhirnya Agung pun menceritakan siapa gadia kecil yang ada di foto tersebut adalah Yuna sendiri, dan setelah itu baru Yuna teriak kesakitan dan tak sadarkan diri.
Hotman yang di seberang telfon hanya mengangguk anggukan kepalanya mendengar cerita dari sang Ayah.
“Terus kakak ipar bisa ingat kembali tidak yah ingatannya?” Tanya Hotman
“Alhamdulilahnya sudah” jawab ayah Kangta
“Alhamdulillah” sahut Hotman
“Ya sudah man, ayah mau pergi sekarang ke rumah sakit dulu” pamit Ayah Kangta
“Iya yah, hati hati” ucap Hotman
__ADS_1
“Hemm, kamu coba telfon abang mu saja nanti kalau mau tahu keadaan kakak ipar mu” ucap ayah Kangta
“Iya yah, nanti aku telfon abang, tadi juga aku sidah sempat nelfon tapi tidak si angkat” ucap Hotman
“Ya sudah ya, assalmualaikum ” ucap ayah Kangta
“Waalaikum salam” sahut Hotman, dan panggilan telfon pun langsung terputus.
Selepas menlfon sang Ayah, Hotman bergegas bersiap siap untuk pergi ke kantor, tetapi sebelum ke kantor, Hotman akan menjemput Yuri dan mengantarnya ke butik.
,***
Sesangkan di rumah sakit tepatnya di kamar rawat Yuna, Yuna baru saja terbangin dari tidurnya dan melihat ketika membuka matanya tidak mendapatkan Agung di sampingnya.
“Bee, Hubby” panggil Yuna
“Kenapa dek?” Sahut Yuno yang muncul dari arah sofa.
“Mas Agung mana ka?” Tanya Yuna, ketika melihat sekeliling kamar tidak mendapatkan suaminya di kamar.
“Tadi sih bilangnya mau mandi” jawab Yuno, lalu menghampiri sang adik, “kamu butuh sesuatu?” Tanya Yuno
“Nanti saja nunggu Mas Agung” ucap Yuna
“Mau apa sayang nunggu mas?” ucap Agung yang baru keluar dari kamar mandi mendengar kalau Yuna sedang mencari diirnya.
“Gak tahu tuh, mentang mentang sudah punya suami, apa apa mas Agung mana, dulu aja belum punya suami bentar bentar ka Yuno mana” sindir Yuno
“Bukan begitu ka, aku mau ke kamar mandi nunggu mas Agung keluar dulu” jelas Yuna ketika dirinya di sindir oleh sang kakak, walaupun Yuno hanya bencanda.
“Iya iya kakak tahu dek, kakak hanya bencanda ko” ucap Yuno
Tanpa aba aba Agung meletakan infusnya di perut sang istri, kemudian langsung menggendong Yuna membuat Yuna pun kaget, niat dia ingin jalan memuju kamar mandi, dia minta di bantu hanay minta untuk di pegang in cairan infunya saja.
“Bee, maksud akau tuh bantuin pegangin infusnya saja tidak usah gendong” ucap Yuna
“Kelamaan sayang” ucap Agung sembari berjalan dengan menggendong Yuna menuju kamar mandi.
Sesampainya di dalam kamar mandi Agung langsung menurunkan Yuna dan Agung terus berdiri di hadapan sang istri, dan Yuna pun heran kepana suaminya tidak kunjung keluar.
“Bee ngapain kamu masih disini?” Tanya Yuna
“Kan nungguin kamu sayang, siapa tahu kamu butuh bantuan mas”jawab Agung dengan santai.
“I want to pee, bee masa kamu tungguin kan malu” ucap Yuna
“Malu kenapa sayang toh mas juga sudah liat luar dalemnya kamu” ucao Agung
“Uda aah sana cepetan bee, nangi kalau aku sudah selesai, aku panggil” ucap Yuna
“Ya sudah iya mas keluar sekarang” sahut Agung, lalu beranjak keluar dari kamar mandi.
Setelah Yuna keluar sari kamar mandi selang beberapa menit kemudian Ayah Kangta datang berbarengan dengan dokter memasuki kamar rawatnya, mereka bertemu di lorong rumah sakit ketika sama sa berjalan menuju kamar Yuna dengan diikuti oleh suster di belakngnya.
Setelah Dokter memriksa keadaan Yuna, dan Yuna mengatakan kepada dokter kalau ingatanya sudah kembali, lalu juga Yuna mengatakan kalau di sesi pertanyaan kemarin dia hanay ingin memberi kejutannya buat suaminya, dan itu mampu membuat Dokter menjadi lega, karna kemarin dia sempat bingung akan mendiagnosa Yuna.
Selama Dokter memeiksa keadaan Yuna, Agung selalu setia menemani dan menggenggam tangan sang istri.
“Dok, kira kira saya kapan boleh pulangnya dok?” Tanya Yuna
__ADS_1
“Sabar dong sayang” ucap Agung sembari mengelus kepala sang istri, dia tersenyum menunjukkan kedua lesung pipinya, melihat tingkah istrinyan yang selalu membuatnya gemes.
“Keadaan nona muda sudah membaik, dan bisa di perbolehkan pulang asalkan nanti tolong jaga pola makannya saja tuan muda, kalau bisa perbanyak makanan yang mengandung zat besi untuk meningkatkan oksigen di otak dan darahnya” jelas Dokter
“Baik dok” sahut Agung
“Dan satu lagi tuan muda di hitung dari hari ini satu bulan kemudian usahakan nona muda untuk melakukan CT Scan kembali untuk melihat syaraf pada otaknya” pesan Dokter
“Baik dok, tapi untuk pemeriksaannya bisa di lakukan di rumah sakit mana saja kan dok?” Tanay Agung
“Iya tuan muda, boleh dimana saja”ucap Dokter
Setelah Dokter memberi penjelasan, dokter dan suster pun langsung pamit undur diri untuk memeriksa pasien yang lainnya.
***
Sedangkan Hotman yang kini baru sampai di rumah Yuri untuk menjemput calon istrinya lalu mengantarnya ke butik. Baru saja Hotman memarkirkan mobilnya di lihat dari dalam mobil kalau Yuri sudah menunggu di depan rumah.
Yuri pun melihat mobil Hotman datang langsung beranjak dari duduknya menghampiri mobil Hotman dan langsung masuk ke dalam mobil.
“Beb kamu tahu kemarin kakak ipar masuk rumah sakit?” Tanya Hotman sembari mengendarai mobilnya menuju butik.
“Sudah kemarin malam, lagian aku hubungin kamu juga kamu tidak angkat telfon aku, sesuai dugaan aku kan kakak ketiduran” ucap Yuri
“Aku ngantuk banget soalnya beb, handphone aku mati aku baru buka handphone pas tengah malam kebangun, kamu tahu dari mana kalau kakak ipar masuk rumah sakit?” Tanya Hotman
“Semalam aku chatan sama dia, dan dia juga menceritakan semuanya kenapa dia bisa masuk rumah sakit, karena ka Agung menceritakan masa kecil merek kan” ucap Yuri
“Ya, aku bersyukur beb kakak ipar sudah kembali ingatannya, biar pengorbanan Agung dari dulu sampai sekarang tidak sia sia, mungkin kalau mereka tidak dijodohkan dan kakak ipar ingatannya tidak pernah kembali, Agung seumur hidup tidak akan merasakan bahagia yang sesungguhnya karena dia harus melihat orang yang dia cintai beesama orang lain” jelas Hotman
Hotman dan Yuri terus mengobrol sepanjang perjalanan menuju butik, banyak yang Yuri tanyakan giman dari dulu Agung tidak pernah melirik satu gadis pun untuk dia jadikan pacar karena ya hati Agung sudah menjadi milik Yuna.
***
Di dalam ruangan Agung dan Yuna tengah bersiap siap untuk pulang, kini kondisi Yuna sudah membaik dan dokter pun sudah mengizinkan Yuna pulang.
Ayah setelah memastikan menantunya baik baik saja dia langsung pamit untuk pergi ke kantor, begitu pun dengan Yuno ketika sudah melihat keadaan adiknya sudah membaik dan dokter sudah memperbolehkan adiknya pulang dari rumah sakit dia langsung pamit untuk kembali ke jakarta.
Karena begitu lama Yuna telah kehilangan memorinya dokter pun memberi pesan kepada Yuna, jika ada ingatan yang belum begitu jelas jangan memaksanya untuk mengingat itu akan mengakibatkan syaraf otaknya terganggu.
Agung membereskan barang barang milik Yuna dan juga dirinya, seperti baju baju kotor mereka dan tempat makan yang kemarin El bawa dari mansion.
Agung berjalan menghampiri sang istri yang tengah duduk di tepi ranjang pasien, infus yang tadinya terpasang di tanagn Yuna kini sudah terlepas dan hanya menyisakan sebuah kasa kecil yang di balut oleh plester tepat di punggung tangan Yuna.
“Sudah siap untuk pulang sayang?” Tanya Agung
“Sudah bee” sahut Yuna sembari menganggukan kepalanya.
“Ya sudah, kita pulang sekarang ya” ajak Agung
“Iya bee” sahut Yuna, Yuna pun turun dari ranjang dan Agung langsung menggenggam tangan istrinya, keduanya berjalan dengan pelan keluar dari ruang rawat Yuna, mereka berdua terus berjalan dengan saling menggenggam tangan menelusuri lorong rumah sakit, dengan senyum di wajah Yuna yang terus terpancar.
“Senang nya yang mau pulang” ucap Agung melihat senyum cantik istrinya.
“Senang baget bee, soalnya di rumah sakit bosan, apalagi handphone aku tidak kamu bawa” ucap Yuna
“Mana sempat untuk mencari handphone kamu sayang, orang mas liat kamu kesakitan saja mas sudah panik, lagian tas kamu juga masih tertinggal di ruang baca sama handohone dan segala macam isinya” jelas Agung
Keduanya berjalan sembari mengobrol tidak terasa mereka sudah sampai di lobby rumah sakit, dan keduanya langsung di sambut oleh El yang selalu ada dimana pun mereka berada.
__ADS_1
El melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menelusuri jalanan yang biasa orang menyebutnya kota pasundan, suasana jalanan di pagi hari ini begitu ramai dengan kendaraan tetapi tidak seramai jalan jakarta.