BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
72. Bayi Besar


__ADS_3

Kini Yuna sudah sehat kembali, tetapi mereka masih berada di mansion surya jaya di bandung tidak jadi balik ke singapore mereka akan balik ke singapore setelah mereka pulang dari Honeymoon, dan hari ini tepat dimana Agung menepati janjinya untuk mengajak Istrinya Honeymoon ke salah satu negara di Eropa, yaitu ke negara Spanyol.


Agung sengaja meminta izin kepada kakak iparnya untuk menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Salendratama, karna istrinya baru sembuh dari sakit, Agung tidak mau pakai pesawat biasa, karena perjalana akan sangat lama di dalam pesawat jadi akan lebih nyaman pakai pesawat peribadi.


Agung sengaja mengambil penerbangan sore hari agar sampai di Airport internasional barcelona pagi hari.


Kini Agung sudah siap dengan hanya menggunakan kaos polos hitam dan juga Yuna hanya menggunakan kaos rumah biasa karena buat apa mereka berpakaian rapih rapih toh di pesawat mereka hanya tidur.


"Sudah siap sayang?" Tanya Agung menghampiri istrinya yang sedang duduk di depan meja rias.


"Sudah bee" jawab Yuna menatap wajah Agung.


"Nih pakai dulu jaketnya" ucap Agung sembari memakaikan jaket kepada istrinya.


selesai Yuna pakai jaket, Yuna langsung beediri dati duduknya dan bergelayut manja di lengan suaminya.


Mereka berdua berjalan keluar kamar, lalu melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga, seampainya di lantai bawah mereka langsung menghampiri sang Ayah yang tengah membaca buku di sofa ruang keluarga.


"Kalin sudah mau pergi" ucap Ayah sembari menutup buku dan melepas kacamata bacanya, ketika melihat putra dan menantunya sudah ada di hadapannya.


"Iya yah, kita pamit dulu ya" ucap Agung sembari memeluk sang Ayah.


"Hati hati ya, kalau sudah sampai kabarin ayah" pesan Ayah membalas pelukan Agung.


Lalu mereka melepas pelukannya dan kali ini bergantian giliran Yuna yang berpamitan dengan ayah mertuanya yang sudah dia anggap seperti Ayahnya sendiri.


"Ana juga pamit ya yah, Ayah sehat sehat disini, karena kita bakalan lama mengunjungi ayah, karena sepulang dari honeymoon Ana sudah kuliah lagi" ucap Ana semabri memeluk Ayah Kangta.


"Iya nak, Ayah juga nitip salam yah buat mami papi kamu kalau sudah bertemu sama mereka" peaan Ayah Kangta


"Iya yah, Nanti Ana sampaikan ke mami dan papi" ucap Yuna

__ADS_1


Setelah berpamitan mereka langsung bergegas menuju bandar udara internasional Husein.


Kini Yuna dan Agung sudah memasuki pesawat dan ketika pilot menginformasikan kalau pesawat mereka akan take of, Agung langsung memakaikan seatbelt kepada sang istri, setelah itu Agung kembali ke tempat duduknya sendiri.


Selama perjalanan Agung dan Yuna saling canda tawa, dan Yuna kembali meminta Agung untuk menceritakan gimana kehidupan suaminay selama dirinya hilang ingatan.



Ketika memasuki waktu malam, setelah mereka selesai makan malam mereka, berdua menikmati menonton movie, lama kelamaan Yuna tertidur bersandar di pundak Agung.


Ketika melihat istrinya sudah terlelap Agung langsung mengangkat istrinya ke dalam kamar pribadi yang tersedia di pesawat pribadi milik papi Kadir.


Pagi harinya, sekitar 1 jam lagi pilot menginformasikan kalau pesawat mereka akan landing di Airport Jossep Tarradellas Barcelona, Agung lanngsung membangunkan Yuna yang masih terlelap dalam tidurnya, dengan mengusap pipi istrinya ternyata tidak kunjung bangun, Agung semakin gemas, jadinya melihat wajah cantik istrinya ketika tidur, lalu dia beri kecupan di bibir istrinya sampai istrinya terbangun.


Yuna yang merasa terganggu dalam tidurnya ketika suaminya memberi kecupan terus menerus di bibirnya, akhirnya pun membuka matanya dengan perlahan dan ketika membuka matanya langsung pertama kali yang dia lihat adalah wajah tampan suaminya.


"Bee, kamu apaan sih aku kan belum sikat gigi masih bau, nagpain lagi cium cium" protes Yuna dia merasa tidak pede baru bangun tidur langsung dapat kecupan dari suaminya.


"Lagian ya, siapa yang bilang coba kalau kamu bau, menurut mas kamu selalu wangi, nih mas buktiin ya, cup" ucap Agung lalu kembali mengecup Yuna yang sesang mencerutkan bibirnya, "tuh kan wangi" puji Agung


"Tau ah, awas aku mau ke kamar mandi" ucap Yuna langsung meminta Agung untuk menggeser duduknya karena dia akan turun dari ranjang dan langsung menuju kamar mandi, kalau di ladeni terus suaminya tingkat mesumnya akan semakin bertambah.


"Sayang cepat ya, katanya 45 menit lagi mau landing" ucap Agung dari pintu luar kamar mandi.


"Iya bee" sahut Yuna dari dalam kamar mandi.


Setelah Yuna membersihkan diri di dalam kamar mandi, dia langsung kembali menuju tempat duduknya dan di sana sudah ada suaminya yang tengah menunggu dirinya.


Setelah pesawat mendarat di Airport, Agung dan Yuna siap siap untuk memeriksa barang barangnya ada yang tertinggal atau tidak, setelah sudah pasti tidak ada yang tertinggal mereka pun langsung pamit dan mengucapkan terimkasih kepada petugas yang sudah melayani mereka selama di perjalanan.


Dari airport mereka langsung menuju Villa, sesampainya di villa Yuna sangat antusias ingin mengelilingi villa tersebut.

__ADS_1


Setelah puas mengelilingi Villa, Agung langsung mengajak istrinya untuk melihat kamar yang akan mereka tempati.


Ketika memasuki kamar, Yuna langsung menatap wajah suaminya mengisyaratkan kalau dia sangat menyukai kamarnya, dengan desain kamar tidur yang mewah dengan gaya klasiknya, suaminya bener benar menyiapkan semunya dengan begitu sempurna, ini lah nuansa kamar yang di dambakan olah Yuna.



Setelah mengelilingi kamar dan kamar mandi, Yuna langsung menuju balkon kamar yang pemandangannya langsung taman dan pepohonan yang begitu rindang hingga bisa melihat pepohonan bergoyang karena angin sepoy sepoy.


Sedangkan Agung langsung meletakan barang barangnya di di tempat yang sudah di sediakan, selesai merapikan barangnya lalu dia menghampiri istrinya di balkon.


Agung memeluk istrinya dari belakang, .melingkar tangannya di perut sang istri, berduaan seperti ini bersama sang istri membuat dia mengingat masa masa awal pernikahan mereka.


"Biasanya pas sore disana banyak orang pada jalan jalan di taman belakang Villa loh sayang"ucap Agung


Agung mulai mengendus aroma tubuh istrinya yang selalu membuatnya candu. Menyusupkan wajahnya di ceruk leher istrinya, dan meninggalkan beberapa kecupan disana. Tangan nya mulai bergerak ke atas, membuat Yuna menggigit bibir bawahnya atas sentuhan yang di berikan suaminya.


"Nanti kita kesana ya bee" ucap Yuna, mengajak suaminya untuk menghindari perbuatan mesum suaminya.


"Iya nanti sayang pas sore, bukan sekarang" ucap Agung yang sudah meninggalkan jaket yang di pakai istrinya.


Yuna membalikkan badannya, dia melihat wajah suaminya yang sudah memarah menahan hasratnya, kedua tangannya terulur menangkap kedua pipi suaminya. Yuna hanya menggigit bibirnya, dia merasa kasihan melihat wajah frustasi suaminya.


"Jangan sekarang ya mas, aku capek benaran, kita baru saja sampai, kita istirahat dulu saja ya" ucap Yuna sembari menatap wajah suaminya.


"Ini saja ya sayang gak lebih, mas butuh nutrisi juga dari kamu sembari kita tiduran ya" ucap Agung melirik benda padat yang tepat di hadapannya.


Yuna hanya pasrah menuruti kemauan suaminya, melihat istrinya hanya diam Agung langsung menggendong istrinya dari depan otomatis Yuna langsung melingkarkan kaki dan tangannya tepat di pinggang dan leher suaminya. Mata mereka saling menatap dengan tatapan yang penuh cinta dan penuh kekaguman satu sama lain.


Lalu Agung merebahkan istrinya di ranjang kemudian dia juga ikut merebahkan badannya tepat di samping Yuna tetapi dengan posisi wajah Agung betepatan dengan benda kenyal milik istrinya, lalu dia memulai aksinya sesuai janjinya dia hanya ingin meminta nutrisi dari sang istri dengan cara menjadi bayi besar istrinya.


Yuna merasakan sensasi yang berbeda di kala suaminya sudah memulai aksinya seperti bayi yang sedang kehausan, lalu Yuna mengelus kepala suaminya dan sesekali dia menarik rambut Agung di kala Agung mengigit benda kenyal milik istrinya, Yuna hanya mampu mengigit birir bawahnya yang tipis, lama kelamaan pijatan dan hisapan itu ia rasakan mulai melemah, setelah di lihat ternyata suaminya telah tertidur swnagn mulut yang terbuka dan Yuna bisa mendengarkan dengkuran halus dari suaminya, dengan perlahan Yuna memundurkan badanya dengan perlahan supaya benda kenyal miliknya terlepas dari mulut suaminya.

__ADS_1


"Dasar mesum kamu bee, aku seperti punya bayi besar jika seperti ini" gumam Yuna, laku dia mulai merapikan pakaiannya dan ikut memejamkan matanya mengikuti suaminya ke alam mimpi.


__ADS_2