BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
57. Seperti Mengenali Wajah ini


__ADS_3

Setelah selesai makan Ayah Kangta meminta untuk kedua putranya menemui dirinya di ruang kerja untuk membahas masalah kemarin yang sempat Ayah Kangta dan Hotman permasalahkan.


"Abang sama Adek selesai kalian makan ikut Ayah ke ruang kerja, Ayah duluan" pintah Ayah Kangta kepada kedua putranya.


Ayah Kangta langsung berlalu meninggalkan meja makan berjalan menuju ruang kerjanya.


Sebelum meninggalkan istri dan calon istrinya, Agung dan Hotman meminta tolong kepada bi Ening untuk mengantar ke dua gadis cantik ini ke kamar mereka masing masing.


"Sayang, mas tinggal dulu ya ke ruang kerja Ayah, kamj duluan aja ke kamar nanti mas minta bi Ening untuk mengantar kamu ke kamar" ucap Agung sebelum meninggalkan istrinya untuk menemui sang Ayah.


"Iya bee" sahut Yuna


"Beb, kamu ke kamar aja duluan ya sama kakak ipar nanti di antar sama bi Ening" sambung Hotman


Selepas kepergian Agung dan juga Hotman ke ruang kerja Ayah Kangta, Yuna dan Yuri meminta kepada Bi Ening untuk mengatar mereka keliling mansion dari lantai bawah dan lantai atas.


Ketika mereka keliling di ruang keluarga, mereka meihat banyak terpajang foto foto di meja panjang, dari foto Ayah Kangta dan juga foto foto masa kecil Agung dan juga Hotman.


Pandangan Yuna dan Yuri tertuju pada foto dua anak cowok , yang sudah mereka tebak pasti itu foto masa kecil suami dan calon suami mereka, supaya tidak penasaran merekapun menanyakan foto tersebut kepada bi Ening.


"Ini foto siapa bi?" Tanya Yuna sembari menunjuk foto yang ada gambar dua anak cowok memakai pakaian berjas hitam hitam di lengkapi dengan dasi pita dilehernya.


"Oh ini den Agung sama den Hotman ketika mereka ikut tuan Kangta ke acara perusahaanya" jelas Bi Ening.



"Dan yang ini ketika mereka sedang ada pesta kostum di sekolahnya" ucap Bi Ening menunjuk foto 2 anak laki laki yang satu berpakaian kostum kaito kid dan yang satu lagi berpakaian kostum piterpan.



"Coba non Yuna tebak mana Den Agung?" Tanya Bi Ening menatap kedua gadia cantik di hafapannya.


"Aku sih nebaknya yang pake topi putih ini bi, wajahnya seperti pernah femiliar seperti pernah ketemu tapi dimana ya" ucap Yuna coba mengingat ingat wajah Agung masa kecilnya.


"Mungkin cuman mirip aja kali Na" ucap Yuri


"Mungkin kali ya" sahut Yuna.

__ADS_1


"Pastika non sudah pernah melihat wajah aden, karna dulu non kalau setiap liburan sekokah pasti kesini" ucap Bi Ening dalam hati.


"Bi ko bengong" ucap Yuna menepuk pundak bi Ening.


"Oh gak papa non, Yuk kita lanjut lagi, Nah kalau yang ini non, saat pertama kalinya mereka sekolah menengah pertama dan itu tepat dimana den Hotman sudah 2 bulan di tinggal kedua orangtuanya dan tuan Kangta membawa den Hotman ke mansion" ucap Bi Ening menunjuk foto Agung dan Hotman yang mengenaka jas almamater sekolahnya.



"Umm, bi kalau foto bundanya mas Agung ada tidak?" Tanya Yuna


"Oh kalau semua foto nyonya di simpan di gudang non, foto nyonya cuman ada di kamar tuan Kangta dan di ruang kerjanya itu pun sama tuan Kangta di simpan di laci" jelas Bi Ening.


"Kenapa di simpan di gudang bi, kenapa gak di pajang di mansion?" Tanya Yuna penasaran


"Karna den Agung tidak mau melihat foto bundanya terpajang di mansion ini, untuk alasannya non tanyain sendiri ke den Agung" jawab Bi Ening


mereka terus berjalan mengikuti langkah bi Ening sampai akhirnya mereka sampai di lantai atas dan mereka langsung menuju kamar.


“Nah kita sudah sampai, ini kamar den Agung, dan ini kamar den Hotamn, dan yang samping kamar den Hotman itu kamarnya tuan Rangga” jelas Bi Ening semabri menunjuk kamar satu persatu.


“Kalau yang itu yang paling pojok itu ruangan apa bi?” tanya Yuna penasaran.


“ya sudah bi, makasih ya sud mengantar kita keliling mansion” ucap Yuna


“iya bi makasih ya bibi jadi tour guide kita” sambung Yuri kerika mereka baru nnwnyelwaaikan perjalanan mereka.


“Sama sama nin” sahut bi Ening


“Ya sudah kami pamit ke kamar dulu ya bi” ucap Yuna


“ bi apa aku gak papa masuk ke kamar ka Hotman?” tanya Yuri


“tidak papa non, orang tadi si aden sendiri kan yang minta non tidur di kamar aden dan aden akan tidur di kamar Tuan Rangga” ucap bi Ening


“Sekali lagi terimkasih ya bi” ucap Yina dan juga Yuri


“Iya non sama sama selamat istirahat ya, bibi tinggal dulu ke belakang, kalau non non geulis butuh seauatu tinggal panggil bibi atau pelayan lainnya...bya” ucap Bi Ening

__ADS_1


“baik bi” sahut Yuna dan juga Yuri.


Sepeninggalan bi Ening, Yuna memasuki kamar Agung dan Yuri memasuki kamar Hotman, mereka berdua sama sama mengelilingi kamar mereka masing masing, melihat lihat seisi kamar, di lihatb di meja nakas ada sebuah foro masa remaja Agung maupu Hotman.


Di lihat ternyata suaminya sudah menyiapkan kebutuhan dia di kamarnya dilihat tepat di depan tempat tidurnya ada sebuah meja rias yang di lihatnya masih baru.


Setelah puas keliling sekitar kamar, kini yuna memasuki Ruang ganti, dia buka satu persatu pintu lemari dan pandangan dia tertarik ada beberapa lemari yang isinya adalah pakaian perempuan dari baju santai, gaun, baju tidur juga, Yuna tidak mau ambil pusing biar nanti dia tanyakan langsung kepada suaminya.


Selesai keliling semua sudut kamar Agung kini Yuna memutuskan untuk membersihkan Badannya, tetapi baru saja Yuna ingin memasuki kamar mandi tiba tiba ada ynag mengetuk pintu dari luar.


Tok tok tok


“siapa?” tanya una dari dalam kamar


“gua Na” sahut


“masuk Ri” ucap Yuna mempersilahkan sahabatnya untuk masuk.


Cecklek (suara pintu terbuka)


“oh ya Na gua lupa, mau kasih ini buat lo” ucap Yuri sembari menyerahkan paper bag di tangannya.


“apa ini?” tanya Yuna dan menerima paperbag dari sahabatnya.


“buka saja” ucap Agung


Lalu Yuna pun membuka paperbag yang ia terima dari Yuri.


“baju apaan ini, lo mau gua sakit dan masuk angin pake baju kaya begituan” ucap Yuna


“eh jangan salah, baju ini bisa membuat para suami semakinn bucin sama para istrinya” jelas Yuri


“so tau loh, kayak pernah mengalamai ynag namanya Nikah saja” ucap Yuri


“lo mau ka Agung ngelakuin itu dengan wanita lain, karena gak pernah lo kasih jatah”ucap Yuri memprofokasi Yuna.


“jangan dong” sahut Yuna

__ADS_1


“ya Maka dari itu cepetan sana lo mandi yang wangi lalau setelah mandi pakai ini” Ucap Yuri sembari mendorong badan Yuna hingga memasuki kamar.


Setelah Yuna memasuki kamar mandi, Yuri pun bergegas kembali ke kamar Hotma langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diriny.


__ADS_2