BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
92. Dua Garis Biru


__ADS_3

Yuna mengikuti keinginan Agung yang terus meminta menyusu padanya untuk menghilangkan rasa mualnya dan memang terbukti kalau di saat Agung sedang mual dan langsung menyusu pada istrinya rasa mual itu langsung hilang mungkin bawaan dari babynya kali ya guys, dan sekarang Agung kembali tertidur, Yuna heran tidak tahu kenapa suaminya sekarang jadi tukang tidur.


Setelah Agung tertidur Yuna langsung beranjak dari ranjang untuk membersihkan diri apalagi tadi dia habis terkena muntahan suaminaya. Setelah dia mandi terdengar ada yang mengetuk pintu kamarnya, lalu Yuna bergegas membuka pintu dan ternyata yang datang adalah mbok Darmi yang ingin mengantar pesanan Yuna.


"Masuk mbok, taruh di meja depan sofa saja ya mbok" ucap Yuna yang sudah berpakaian dan terlihat lebih frash dangan rambut yang masih di bungkus dengan handuk.


"Iya non" sahut mbok Darmi, lalu berjalan menuju meja depan sofa dan meletakan buburnya disana dengan di ikuti oleh Yuna.


"Wah.., kayaknya enak banget nih mbok, maksih ya mbok sudah capek2 bikinin bubur buat Ana" ucap Yuna matanya langsung berbinar kerika melihat penampilan bubur ayamnya terlihat sesuai yang ada di bayangannya.


"Sama2 non, oh ya non mbok mau kasih ini sama non" bisik si mbok sembari menyerahkan 3 tespek yang masih kemasan baru.


"Mbok bukannya ini" sahut Yuna ketika menerima pemberian si mbok.


"Maaf nih non kalau mbok lancang, mbok perhatikan dari apa yang di alami non sama den Agung seperti non tiba tiba mau makan bubur ayam kampung, sedangkan aden kemarin malam malam terasa lapar, terus pagi ini aden juga muntah muntah, bibi curiga kalau non itu sedang mengandung" jelas si mbok


"Ya allah mbok kenapa aku gak kepikiran samapi kesitu ya, pantaskan aku seperti ada yang aneh mbok, kenapa aku belum juga mwnstruasi , coba deh nanti Ana coba ya mbok, maksih ya mbok sudah perhatian banget sama Ana, Ana saja gak kepikiran sampai situ, siapa tadi yang beli mbok?" Tanya Yuna


"Tadi mang jajang yang mbok suruh beli pas dia ke pasar beli kerupuk non" jawab Si mbok


"Ya sudah ucapin terimakasih Ana buat mang jajang ya mbok" ucap Yuna


"Iya non, kalau begitu mbok ke belakang lagi ya" ucap Si mbok.


"Iya mbok" sahut Yuna, lalu si mbok langsung keluar dari kamar dan kembali menuju dapur.


Setelah kepergian si mbok Yuna langsung menuju ke kamar mandi sembari membawa 3 bungkus tespek yang tadi di berikan oleh mbok Darmi.

__ADS_1


"Semoga sesuai harapan ya Allah" gumam Yuna ketika sudah di dalam kamar mandi.


Jangan tanyakan gimana perasaan Yuna sekarang, dag dig dug jantungnya seakan berpacu lebih cepat, Percobaan pertama menghasilkan dua gratis merah yang di tampilkan di tespek tersebut membuat Yuna langsung menutup mulut dengan tangannya, dia seakan tidak percaya kalau dirinya tengah mengandung, lalu dia mencoba lagi pakai tespek yang kedua dan yang ketiga dia baru oercaya semua hasilnya sama.


"Ya Allah terimaksih sudah mempercayakan hamba untuk mempunyai anak" ucap Yuna dengan meneteskan air mata dan tangannya terulur mengelus perutnya yang masih rata, bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan yang Yuna keluarkan. Yuna menghapus air mata yang jatuh di pipinya lalu dia meraih ketiga tespek tadi yang dia letakan di meja westafel kamar mandi dan beranjak keluar dari kamar mandi untuk menghampiri suaminya.


"Bee, hubby bangun" panggil Yuna sembari menggoyangkan badan Agung sedikit kencang.


"Euhhh.., kenapa sayang" sahut Agung dengan suara paraunya.


"Bee bangun hayo kita ke rumah sakit sekarang yuk" ucap Yuna


Mendengar Yuna menyebutkan kata rumah sakit membuat Agung langsung membuka matanya dan bangkit dari tidurnya hingga menjadi duduk tiba tiba panik takut istrinya kenapa kenapa, "kamu kenapa sayang, apa ada yang sakit atau pusing?" Tabya Agung dengan panik.


"Aku gak papa bee, cuman aku mau memastikan sesuatu benar apa tidak" jawab Yuna sembari mengelus pipi suaminya.


Yuna meraih salah satu tangan suaminya lalu dia letakan tepat di perutnya yang masih rata"aku mau memastikan kalau disini benar ada Agung junior atau tidak" ucap Yuna menatap wajah Agung yang masih bingung dan mencerna ucapan istrinya.


"Maksud kamu, kamu hamil sayang" ucap Agung memastikan dan menatap wajah istrinya dengan lekat dan Yuna pun menganggukkan kepalanya. Otomatis Agung langsung memeluk Yuna dengan sangat erat.


"Bee lepas dong susah nafas aku" ucap Yuna sembari menepuk nepuk lengan suaminya.


"Eh maaf sayang maaf, kamu tahu dari mana kalau kamu hamil?" Tanya Agung sembari menggenggam kedua tangan Yuna.


Mendengar pertanyaan suaminya, Yuna meraih 3 tespek yang tadi dia letakan di meja samping tempat tidur dan menyerahkan nya kepada Agung.


"Ini beneran sayang, kapan kamu testnya ko gak kasih tahu mas?" Tanya Agung, dia belum percaya sama seperti Yuna ketika melihat 3 tespek di tangannya itu.

__ADS_1


"Iya aku juga gak kepikiran sampai kesitu, cuman tadi pas si mbok antar sarapan si mbok kasih itu sama aku dan meminta aku untuk coba cek, soalnya si mbok melihat kamu yang tengah malam suka makan biasanya tidak, terus tadi pagi aku tiba tiba mau bubur ayam kampung terus di tambah kamu dari pagi muntah muntah, nah dari situ si mbok menduga kalau aku sedang mengandung dan itu hasilnya" jelas Yuna


"Alhamdulilah ya allah, ya sudah yuk kita ke rumah sakit sekarang" ucap Agung sembari beranjak dari tempat tidur dengan tangan yang masih menggenggam tangan istrinya.


"Tapi..." ucap Yuna terhenti ketika dia mengingat kalau dia mau makan bubur dari pagi.


"Tapi apa sayang" ucap Agung tangan satunya terulur mengusap rambut sang istri.


"Aku lapar bee, kita sarapan dulu yuk, tuh si mbok sudah buatin bubur ayam kampung buat kita" ucap Yuna dengan manja.


"Ya allah, maaafin mas ya sayang gara2 kamu nemenin mas dari tadi sampai lupa kalau kamu belum sarapan" ucap Agung, lalu dia berlutut di depan sang istri salah satu tangannya ia letakan di perut sang istri dan mengelusnya dengan perlahan" maafin Daddy ya sayang, gara gara mommy temani Daddy bobo kamu sama Mommy jadi kelaparan ya" ucap Agung kepada calon anaknya.


"Tapi suapin ya" ucap Yuna dengan manja.


"Siap sayang, apa sih yang gak buat istri tercinta" ucap Agung lalu menggandeng tangan istrinya menuju sofa.


Mereka menikmati sarapannya dengan sangat nikmat, Agung dengan telaten menyuapi istrinya sesekali dia terus mengelus perut istrinya, bukan sarapan sih dia sebutannya, orang sudah mau siang ko sarapan, mungkin lebih tepatnya brunch, breakfast and lunch. Selesai mereka makan Agung langsung bergegas membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Yuna menunggu suaminya mandi dia bersiap siap dan mengganti pakaiannya sekaligus menyiapkan baju untuk suaminya.


***


Sedangkan Mommy Boa, Sonya dan juga Yuri mereka dengan di antar Hotman menuju butik milik mami Boa di singapore, walaupun sebelumnya mami Boa sempat berdebat dengan papi Kadir karena papi Kadir tidak memperbolehkan istrinya untuk pergi tapi karena mami Boa bilang kalau dia merasa bosan akhirnya papi Kadir mengizinkan mami Boa untuk pergi karena dia tidak mau sampai istrinya stres karena sudah cukup selama pengobatan istrinya tidak pernah kemana mana hanya bulak balik rumah sakit apartement, hanya sesekali jalan jalan ke taman sekitar apartement mereka dulu ketika di london.


Sonya jiwa matrenya meronta ronta melihat semua baju baju gaun gaun semua produk dari Boa butik, dan dia juga baru tahu kalau Yuri sahabat dari Yuna adalah salah satu orang kepercayaan mami Boa untuk memegang butik yang ada di indonesia.


Di butik cabang singapore mami Boa memperkenalkan Sonya sebagai calon menantunya dan juga Yuri selaku pemegang butik pusat yang ada di indonesaia tapi untuk sementara selama Yuna masih kuliah di singapore jika Yuna sudah lulus, Butik pusat akan di pegang langsung oleh Yuna sebagai penerus mami.Boa.


Karena Sonya dan Juga Yuri dalam waktu dekat ingin melangsungkan pernikahan, mami Boa pun menghadiahkan mereka masing masing sepasang gaun pengantin.

__ADS_1


__ADS_2