
Kini Yuna dan juga Agung sudah siap untuk pergi ke rumah sakit, untuk memastikan apa benar Yuna tengah mengandung atau tidak. Mereka berdua berjalan keluar kamar, dengan posesif Agung merangkul pinggang sang istri, ketika Yuna hendak membelokan badanya ingin menuruni tangga, pinggangnya langsung di tahan oleh Agung.
“Kenapa bee?” Tanya Yuna ketika Agung menahan pinggangnya.
“Mulai dari sekarang jangan lewat tangga ya bahaya buat kamu dan calon anak kita, mas takut tiba2 kamu jatuh di tangga gimana, jadi mulai dari sekarang kamu harus menggunakan lift kalau mau ke lantai atas atau mau ke lantai bawah, ok sayang” ucap Agung sembari mengelus perut sang istri.
Yuna tersenyum mendengar tautan dari suaminya lalu tangannya terulur mengelus pipi suaminya, “makasih ya bee, kamu sudah ngingetin dan memikirkan keselamatan aku” ucap Yuna
“Iya sayang sama2, itu sudah jadi kewajiban mas buat ngingetin dan menjaga kamu dan calon anak kita” sahut Agung, lalu mereka melanjutkan langkahnya menuju lantai bawah dengan menggunakan lift yang memang dari dulu sudah di sediakan di mansion.
Sesampainya di bawah Yuna langsung melepaskan gandengan tangan Agung lalu berjalan mendekat ke arah mbok Darmi yang sedang mengarahkan pelayan untuk mengerjakan sesuatu entah apa itu Yuna tidak tahu.
“Mbok” hup Yuna langsung memeluk mbok Darmi dari belakang dengan tiba tiba membuat mbok Darmi kaget karena posisinya mbok Darmi membelakangi Yuna.
“Non, gimana hasilnya, apa non sudah coba cek?” Tanya si mbok ketika mereka sudah melerai pelukannya dan kini tengah berhadapan dengan Yuna dengan menggenggam kedua tangan Yuna.
Mendengar pertanyaan Mbok Darmi Yuna tersenyum lalau menganggukan kepalanya, “terus hasilnya?” Tanya Mbok Darmi, Yuna bukannya menjawab dia hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
“Alhamdulillah selamat ya non” ucap Mbok Darmi langsung memeluk Yuna, “makasih mbok” sahut Yuna membalas pelukan si Mbok.
“Ayo sayang” ajak Agung ketika mendekat ke arah Yuna dan Juga Mbok Darmi.
“Eh aden, siang den” sapa mbok Darmi
“siang mbok” sahut Agung, langsung meraih pinggang Yuna untuk di gandeng.
“Selamat ya den, bentar lagi akan jadi Ayah” ucap si Mbok
“Maksih mbok, doain semoga mommynya dan juga calon babnya sehat sehat terus” ucap Agung
“Aminn” sahut semuanya, “mbok akan selalu mendoakan yang terbaik utnuk kalain” ucap mbok Darmi
“terimaksih ya mbok, kalau begitu aku sama mas Agung pamit mau ke rumah sakit dulu buat memastikan kalau Ana benar hamil atau tidak, tapi kalau yang lain pada pulang dan nanyain Ana sama mas Agung kemana, bilang saja Ana mau ke rumah sakit mau ng-cek mas Agung yang sedang sakit gitu ya mbok” ucap Yuna, dia tidak mau memberi tahu semua orang dulu sebelum memastikan kalau dia benar hamil atau tidak.
“Siap non itu mah, non hati hati ya semoga hasilnya memuaskan” ucap mbok Darmi
__ADS_1
“Amin” sahut Yuna dan juga Agung langsung berjalan keluar dari mansion dan memasuki mobil yang sudah di siapakan oleh El di depan mansion, Karena Agung masih gak enak badan Agung meminta El untuk menyetir dan mengantarkan mereka menuju ke salah satu rumah sakit di singapore.
Sesampainya di rumah sakit Agung dan Yuna langsung menuju ruang dokter Obgyn, karena sebelumnya Agung sudah meminta Krisna untuk mencari dokter Obgyn terbaik di singapore dan membooking untuk istrinya.
“Selamat siang Dok”
“Siang ,nyonya dan tuan silahkan duduk, atas nama nyonya Ayyuna Salendrataama Mahardika betul?” Tanya Dokter (anggap saja mereka bicaranya pakai bahasa inggris ya guys).
“Iya betul dok” sahut Yuna
“Ada yang bisa saya bantu Nyonya?” Tanya Dokter.
“Jadi begini dok, tadi pagi saya sudah melakukan tes pakai ini dan hasilnya positif, dan saya hanya ingin memastikam kalau saya benar hamil atau tidak” jelas Yuna sembari menyerahkan 3 tespek yang dia punya.
“Saya lihat dari hasil tespeknya nyonya posistif hamil, tapi jika Nyonya dan Tuan mau melihat dan memastikan secara jelas Nyonya bisa melakukan dengan pemeriksaan USG” ucap Dokter
“Boleh dok” ucap Yuna dengan cepat.
“Baik, mari nyonya silahkan berbaring disini” pintah Dokter beranjak dari duduknya dan berjalan memuju ranjang pasien.
Yuna pun mengikuti arahan dokter untuk berbaring di ranjang pasien dengan menggenggam tangan Agung yang berada di sampingnya “bismillah hirohmanirohim” gumam Yuna sebelum melakukan pemeriksaan.
Yuna dan Agung sampai meneteskan air matanya dan saling mengeratkan genggaman tangan mereka, “sayang anak kita ucap Agung dengam saling pandang satu sama lain, sampai Agung mengeluarkan air mata di sudut matanya.
“Iya bee” sahut Yuna, “Dok kalau boleh tahu berapa usia kandungannya ya?” Tanya Yuna
“Kalau di lihat usia nya sekitar 3 minggu Nyonya” jawab Dokter sembari membersihkan perut Yuna sampai bersih.
Setelah pemeriksaan selesai mereka kembali duduk di depan meja dokter.
“Ini saya akan resapkan vitamin untuk nyonya untuk menguatkan kandungannya, apa nyonya ada mengalami mual mual kalau ada saya akan resapkan obat untuk mualnya” Dokter
“Kalau mual aku gak dok, malah suami saya yang mual mual kalau bangun tidur apa itu gak papa dok?” Jelas Yuna
“Oh itu gak papa nyonya itu sudah biasa banyak yang di alami pasangn suami istri, itu namanya couvade syndrome atau biasa orang menyebutnya kehamilan simpatik karena ikatan batin antara si Ayah dan si janin sangat kuat jadi si Ayah ikut merasakan, biasanya itu berlangsung lama sampai trimester pertama yaitu 1 samapai 3 bulan, dan jika ada perubahan mood pada ibu hamil tolong maklumi saja ya tuan, karena biasanya orang yang tengah mengandung itu sangat sensitif” jelas dokter.
__ADS_1
“Baik dok, kalau untuk berhubungan suami istri masih boleh dok?” Tanya Agung, seketika langsung mendapat cubitan dan tatapan tajam dari sang istri, “ apa sih sayang, kan mas hanya tanya, dari pada kita tidak tahu terus malah berakibat fatal gimana” ucap Agung menatap istinya.
“Tidak papa nyonya itu sudah hal wajar banyak orang salah satunya mempertanyakan hal ini, untuk itu selama kandunganya kuat tidak papa tapi di sarankan melakukannya tidak sesering mungkin ya tuan, maksimal 1 atau 2 minggu sekali, karena itu juga salah satu membantu buat nanati ketika nyonya proses melahirkan nanti” jelas Dokter
“Baik dok” sahut Agun
“Apa ada yang di tanyakan lagi?” Tanya dokter lagi
“Tidak ada dok, maksih untuk semuanya oh ya dok boleh minta tolong print kan foto USG tadi” ucap Yuna
“Oh boleh nyonya, tunggu sebentar” ucap Dokter langsung beranjak dari meja menuju temat dimana Yuna tadi USG.
Setelah mendapatkan foto USGnya, Agung dan Yuna langsung pamit kepada dokternya, mereka berjalan menuju lobby sambil bergandengan, dengan posesif Yuna menggandeng lengan suaminya dengan erat karena dia melihat banyak para perawat di rumah sakit memandang suaminya dengan penuh kekaguman.
“Kenapa sayang ko erat banget gandengnya?” Tanya Agung ketika merasakan cengkeraman yang kuat dari tangan istrinya di sangka Agung istrinya takut sesuatu.
“Kamu gak lihat tuh perawat perawat di sini memandang kamu kaya orang mau nelen orang tau gak” omel Yuna
“uda gak usah di lihatin, kan mas juga sudah ada pawangnya jadi gak bakal kemana mana” ucap Agung gemas melihat tingkah istrinya.
“Oh jadi kalau gak ada aku mata kamu juga mau jelalatan liatin mereka gitu” ucap Yuna langsung melepas gandengannya berjalan mendahului Agung.
“Sayang pelan pelan jalannya, maksud mas bukan begitu” ucap Agung ketika ingin menahan Yuna tetapi Yuna sudah terlebih dahulu memasuki mobilnya yang sudah terparkir di depan lobby rumah sakit dan langsung membanting pintunya. Agung pun ikut masuk dari sisi pintu lainya dan ketika sudah masuk dia melihat istrinya tengah merajuk mengalihkan pandangannya menatap ke luar jendela.
“Sayang, hei maksud mas tuh bukan seperti itu...” ucap Agung seketika berhenti ketika mendengar isak tangis sang istri lalu Agung langsung meraih pundak sang istri dan membawa istrinya dalam pelukannya.
“Hei kenapa nangis sayang maafin mas kalau mas ada salah sama kamu” ucap Agung sembari menenangkan istrinya.
“Aku mau es cream potong bee hiks hiks” ucap Yuna dalam tangisannya. El sampai menahan tawanya mendengar ucapan Yuna ternyata Nyonyanya nangis hanya karena mau es cream.
Spickes Agung terdiam, “ gua pikir bini gua nangis karena omongan tadi eh ternyata minta es cream, alhamdulillah ya Allah” ucap Agung dalam hati
“Huaaa...., kamu gak mau beliin aku es cream bee, ko kamu diam saja huaaa...” ucap Yuna lalu menangis kembali.
“Eh.., gak sayang bukan begitu, mas mau ko beliin kamu es cream, kita beli es cream sekarang ya” ucap Agung, mendengar jawaban suaminya seketika nangis Yuna terhenti dan langsung ceria kembali, “ maksih bee, cup” ucap Yuna lalau menangkap wajah suaminya dan memberikan kecupan singkat di bibir Agung. Agung yang mendapt ciuman dadakan dia lansgung terdiam dan memikirkan apa ini yang di maksud dokter kalau mood orang hamil suka berubah rubah.
__ADS_1
“ayo el jalan cari ea cream potong sesuai seperti yang istri saya mau” pintah Agung seketika langsung tersenyum cerah menatap istrinya.
“ baik pak bos” aahut El dan langsung melajukan mobilnya menelusuri salah satu kota di singapore untuk mencari es cream potong kemauan bumil.