
Karena sudah lama tidak bertemu dengan bunda membuat Agung merasa canggung, ketika dia melihat wanita paruh baya yang tengah duduk di kursi roda di hadapannya itu adalah ibu kandungnya membuat Agung terdiam, dia tidak tahu harus bagaimana di bilang senang dia senang tapi tidak tahu masih ada rasa kecewa yang masih tertinggal di hati Agung terhadap Bundanya, dia pun langsung meninggalkan Bunda dan Ayahnya, dia keluar dari kantor panti menuju bangku taman dia ingin menenangkan pikirannya terlebih dahulu.
"Bee tunggu, maafin mas Agung ya bun" ucap Yuna si kira dia ini suaminya sudah memaafkan semua kesalahan ibu mertuanya itu.
"Gak papa nak, biar Agung tenangin pikirannya dahulu jangan di ikutin mungkin dia masih syok melihat keberadaan bunda" ucap Bunda Riani
"Baik bun" sahut Yuna
Ternyata ketika Ayah Kangta dan Bunda Riani tengah mengobrol, Anggun mendengar semua pembicaraan mereka dari balik dinding dia ikut menangis melihat momen pertemuan antara Ayah dan Bundanya, dan dia juga tidak menyangka bahwa Agung suami dari Yuna adalah Agung kakak kandungnya, Anggun semakin terisak ketika melihat sang kakaknya langsung pergi ketika melihat bundanya, dia mengerti pasti kakaknya kecewa dan mungkin sampai benci sama bundanya tapi Anggun menjadi tidak tega dengan sang Bunda, dia menangis dengan berlurut di balik dinding semakin terisak sampai Bunda Riani bisa mendengar suara putrinya. Ketika mendengar suara Putrinya, Bunda Riani pun langsung membalikan badannya dan mendorong kursi rodanya mendekati putrinya yang tengah berlutut dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ayah Kangta, Yuna, Yuri dan Hotman mengikuti dari belakang.
"Sayang hei kamu kenapa?" Tanya Bunda Riani
Mendengar suara bundanya dan melihat bundanya ada di hadapannya, Anggun pun langsung meletakan kepalanya di pangkuan bundanya dan masih dalam keadaan terisak.
"Bunda jangan sedih ya, jika Ayah dan kakak gak mau menerima keberadaan bunda kan masih ada Anggun tang akan selalu menemani bunda yah, toh kita selama ini bisa hidup tanpa mereka" ucap Anggun
"Hei sayang, kamu biacra apa sih, tuh Ayah sudah di hadapan kita katanya kamu ingin bertemu Ayah dan peluk Ayah kalau bertemu" ucap Bunda Rini sembari menegakan kepala putri ya dan menghapus air mata putrinya.
"Gak usah bun, Anggun tidak perlu Ayah lagi, aku hanya perlu bunda yang selalu ada buat Anggun" ucap Anggun
"Tapi Ayah yang mau bertemu dan memluk putri Ayah sendiri apa tidak boleh?" Ucap Ayah Kangta yang tiba tiba datang dari belakang Bunda Riani, Anggun pun langsung berdiri dan menundukan kepalanya ketika melihat Ayah yang selama ini ia rindukan ada di hadapannya itu dan langsung merentangkan tangannya ingin minta di peluk oleh putri bungsunya itu.
Anggun pun langsung menatap sang bunda dan ketika bundanya menganggukkan kepalanya Anggun dengan ragu ragu ingin memeluk sang Ayah tanpa berpikir lama Ayah Kangta pun langsung mendekat dan memeluk putrinya.
"Ayah sudah menduga sayang kalau kamu adalah anak Ayah dari pertama kali kita bertemu, tapi kenapa kamu gak langsung bilang ke Ayah kalau kamu anak Ayah?" Tanya Ayah Kangta
"Anggun hiks...Anggun hanya takut Ayah menolak keberadaan Anggun dan tidak mau mengakui Anggun sebagai anak Ayah" ucap Anggun sembari terisak.
"Tanpa kita melakukan tes DNA pun Ayah pasti percaya sayang bahwa kamu putri Ayah, lihat saja wajahnya kamu itu mirip sekali sama kakak kamu, persis seperti kakak kamu versi ceweknya" jelas Auah Kangta.
"Anggun mohon sama Ayah tolong jangan pergi lagi, Anggun tidak sanggup melihat bunda setiap malam selalu menangis di kamar sembari memandangi foto Ayah dan kakak" ucap Anggun membuat Bunda Riani seketika langsung membuang wajahnya ke arah lain, dia tidak mau di pandang langsung oleh mantan suaminya itu.
"Ayah janji sayang, ayah gak akan meninggalkan kalian lagi ya" ucap Ayah Kangta, "tapi kamu harus bisa bujuk bunda agar mau jadi istri ayah lagi ya" bisik Ayah Kangta yang masih bisa di dengan olah bunda Riani, Anggun pun langsung menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Tapi kakak gimana yah?" Tanya Anggun menatap wajah snag Ayah dengan lekat.
"Biar nangi Ayah yang bicara sama kakak kamu ya, jangan sedih sedih lagi ya" ucap Ayah Kangta
"Baik yah" sahut Anggun dia merasa bahagia ketika dapat ciuman di kepalanya.
"Ayah temuin kakak kamu dulu ya" ucap Ayah Kangta dan Anggun langsung menganggukan kepalanya.
"Mas temuin Agung dulu ya sayang" ucap Ayah Kangta, memdengar panggilan sayang dari mantan suaminya itu membuat bunda Riani malu, apalagi Ayah Kangta sempat memberikan kecupan di puncak kepala bunda Riani sebelum menghampiri putranya, bunda Riani hanya menganggukkan kepalanya.
Sedangkan di taman ketika Agung sedang menyendiri, Agung sempat di hampiri oleh salah satu anak panti.
"Hai Ayah, Ayah ngapain disini?" Tanya salah satu anak panti yang bernama Lili.
"Hai sayang, Ayah hanya ingin menikmati susana di taman ini, kamu sendiri ngapain disini, kenapa tidak main sama teman teman sayang?" Tanya balik Agung.
"Karen ini tempat Bunda Riani menemukan LiLi dulu pas Lili masih bayi, jadi Lili selalu berdoa dan meminta kepada Allah semoga suatu saat nanti orang tua kandung Lili mencari Lili disini dimana mereka meletakan Lili waktu itu" ucap Lili dengan santai.
Mendengar alasan Lili membuat Agung tersadar, harusnya dirinya bersyukur masih bisa di pertemukan oleh Bundanya sedangkan anak anak panti kebanyakan mereka sengaja di tinggalkan dan mereka tidak Ayah tahu siapa kedua orang tuanya.
"Hai kakek, aku Lili, kakek pasti papa nya Ayah Agung yah" tebak lili.
"Ko kamu tahu?" Tabya Ayah Kangta
"Soalnya kakek sama Ayah mirip sih" jawab Lili.
"Hey cantik, kakak boleh pinjem Ayahnya sebentar tidak, kakek mau bicara soal kerjaan soalnya" ucap Ayah Kangta
"Boleh dong kek ya gak yah, ya sudah Lili mau lagi ah sama yang lain, bye Ayah bye Kakek" ucap Lili dengan lucu melambaikan tangannya.
Sepwninggalan Lili, Ayah Kangta labngung meminta Agung untuk mengikutinya, dan Agung pun tidak menolak dia mengikuti Ayahnya dari belakang.
"Bunda mana sayang?" Tanya Ayah Kangta kepada menantunya.
__ADS_1
"Di rumah yah, kata Bunda kalau mau biacra di dalam rumah saja katanya" jawab Yuna, lalu dia langsung merangkul lengan suaminya dan melanjutkan langkahnya menuju rumah yang di tempati oleh Bunda riani, untuk menguatkan suaminya Yuna pun mengelus elus lengannya.
"Jangan bertindak gegabah dan emosi ya bee, audah cukup bunda juga banyak menderita ketika jauh dari kalian" ucap Yuna dan Agung hanya menganggukkan kepalanya, lalu Bunda Riani mengajak Ayah Kangta dan Agung untuk mengobrol di kamarnya.
"Nah boy, sekarang Ayah akan jelasin kenapa Ayah selalu bilang ke kamu, jangan salahkan dan benci bunda karena Bunda pergi karena Ayah bukan karena keinginan dia sendiri" ucap Ayah Kangta, Bunda Riani terharu mendengar ucapan mantan suamunya kepada putranya.
"Intinya ini semua salah paham, di kira bunda, Ayah masih mencintai mantan kekasih Ayah dulu yang meninggalkan Ayah dan menikah dengan laki laki lain. Ayah salah, dikira selama ini Ayah beri perlakuan istimewa kepada bunda itu sudah mewakilan perasaan Ayah tapi ternyata Bunda butuh kepastian sebenarnya dan Ayah baru menyadari itu ketika Bunda pergi, padahal dari Bunda sudah mengandung kampung hati Ayah sudah jatuh cinta denahn Sosok wanita cantik yang dengan sabar menunggu cinta dari laki laki bodoh ini, dan kenapa selama ini Ayah tidak pernah menikah lagi dan membuka hati untuk wanita lain karena Ayah yakin suatu saat nanti kita akan di pertemukan kembali dan so buktinya lewat istri kamu kita bisa menemukan Bunda Boy" jelas Ayah Kangta, Bunda Riani sendiri merasa menyesali semuanya ketika mendengar penjelasan suaminya harusnya dia tidak gegabah untuk mengambil keputusan waktu itu.
Mendengar penjelasan sang Ayah Agung pun langsung menatap Bunda Riani lalu dia langsung memeluknya.
"Maafin Agung bunda, Agung mohon jangan pergi lagi" ucap Agunng dalam pelukan bundanya.
"Kamu tidak salah sayang, yang salah bunda, bunda minta maaf ya sudah meninggalkan Agung sama Ayah, Bunda selaku berdoa ingin sekali di pertemukan degan Agung yang sekarang besarnya seperti apa, tapi bunda juga tidak bernai untuk menemui kamu, bunda takut kamu membenci bunda" jelas bunda Riani dengan mengelus punggung putranya.
"Dan satu lagi boy, ternyata kamu punya adik cewek" ucap Ayah kangta membuat Agung kaget dan melerai pelukannya.
"Ko bisa, maksudnya?" Tanya Agung penasaran.
"Jadi sebenarnya ketika bunda pergi itu bunda dalam keadaan hamil bukan anak dari laki lakj lain yang pergi sama bunda wkatu itu melainkan anak Ayah, laki laki itu dia sahabat bunda yang salalu membantu bunda di saat saat bunda terpuruk dan kini dia sudah meninggal karena kecelakaan waktu itu, dan Alhamdulillahnya Bunda dan adwk kamu bisa selamat walaupun keadaan bunda seperti sekarang" jelas Bunda
"Terus sekarang mana adek aku?" Tanya Agung, lalu Ayah Kangta membuka pintu kamar dan menggandeng Anggun memasuki kamar bundanya.
"Ini dia boy" ucap Ayah Kangta sembari merangkul putrinya sedangkan Anggun menundukkan kepalanya dia takut sang kakak tidak suka dengan ke kehadirannya.
"Kamu gak mau peluk kakak dek?" Tanya Agung mencoba menggoda snag adik.
Mendengar ucapan kakaknya membuat dia menegakkan kepalanya lalu dia menatap Ayahnya dam Ayah pun menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah kakak pergi saja deh sepetinya adek kakak tidak suka kakak ada disini" ucap Agung pura pura ingin pergi dam tiba tiba dia langsung dapat pelukan dari adiknya.
"Jangan, Anggun gak mau kakak pergi lagi" ucap Anghun yang sudah menangis di dekapan kakaknya.
"Kakak gak akan pergi cantik" sahut Agung sembari mengelus kepala adiknya. Melihat pemandangan di hadapannya Ayah Kangta dan Bunda Riani pun tersenyum sekaligus terharu.
__ADS_1
"Terima kasih sayang kamu sudah mempertemukan mas dengan bunda dan adik mas, terima kasih Ya allah" ucap Agung dalam hati