BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
15. Yuna Ngambek


__ADS_3

Setelah membersihkan diri kini yuna kembali turun kebawah untuk membantu si mbok memasak makan malam.


"Mbok masak apa?" Tanya Yuna datang dari belakang.


"Eh enon ngagetin aja, ini non masak masakan sunda, request dari aden" jelas mbok darmi


"Ana bantu ya mbok" tanya Yuna


"Boleh, kalau gak ngerepotin non Ana" jawab si mbok


Yuna di sibukan memasak di dapur, sedangkan Agung melanjutkan kerjaan yang dari kantor di ruang kerjanya.


"Akhirnya selesai juga" ucap Yuna lega makanan nya yang ia masak tidak mengecewakan semoga aja Ayah Kangta dan Agung akan menyukainya.


"Ini mah hampir semua non ya masak" protes si mbok


"Ya sudah mbok, mbok tolong tata di mejamakan aku mau shalat magrib dulu" ucap Yuna


"Siap non" sahut si mbok


Yuna pun langsung beranjak naik menuju kamarnya untuk melaksanankan shalat. Setelah shalat dia langsung menuju meja makan untuk membuat miniman untuk ayah mertuanya dan juga suaminya.


"Kalau ayah aku bikinin teh aja deh, tp kalau mas Agung apa ya atau samain ajalah, mau di minum ya syukur kalau gak ya sudah " yuna bergumam sendiri


Ketika sedang bergumam sendiri tiba-tiba Agung membisikan sesuatu dari belakang Yuna, yang membuay Yuna kaget.


"Di buatin apa aja, asal yang bikin istri aku pasti aku minum" bisik Agung


Dag dig dug(suara setak jantung Yuna)


Yuna yang dapet bisikan dari Agung tiba- tiba kaget dan jantungnya seperti habis lari maraton.


"Jantung gua" batin Yuna


"Mas, kamu tuh bikin kaget orang tau gak, untung aku bwlum nuang air panas kalau aku lagi pas pegang air panas gimana coba" ucap Yuna dengan kesel.


"Oh sory sory, mana coba mas liat ada yang kena gak tangannya "ucap Agung mendengar tautan istrinya membuat dia langsung memeriksa tangan istrinya ada yang terkena air panas tidak.


"Uda deh sana gak usah pegang pegang, kan tadi aku bilangnya cuman hampir belum kena mas" pekik Yuna


"Iya maaf ya, mas sudah ngagetin kamu" mohon Agung


"uda sana, mendingan mas panggil ayah buat makan malam" pintah Yina


"siap, kanjeng ratu" sahut Agung


"apaan sih gak jelas banget deh" gumam Yuna


agung pun langsung menuju kamar tamu dimana Ayah Kangta berada.


tok tok ( ketukan pintu)


"ya masuk" ayah menengok ke arrah pintu siapa yang masuk ke kamar.


"eh kamu boy" sambut Ayah ketika melihat Agung yang masuk.


"yah makan malam dulu yuk, tuh istri Agung uda nungguin di ruang makan" ajak Agung


"Ok, bentar ayah beresin ini dulu, kamu duluan ja" pintah Ayah Kangta


"Baik yah" sahut Agung


Setelah Agung keluar dari kamar tamu dan langsung meuju ruang makan di liat istrinya sedang meletakan minuman di meja makan, yuna pun yang melihat Agung yang keluar sorang diri menanyakan keberadaan Ayah Kangta.


"mana ayah mas?" Tanya Yuna yang melihat Agung keluar seorang diri.


sebelum Agung menjawab Ayah Kangta sudah menyaut ucapan Yuna duluan.


"Ayah disini nak" sahut Ayah Kangta


"Ayah "panggil Yuna sembari berjalan menghamiri Ayah mertuanya dan langsung meraih tangan ayah mertuanya memeberi salam kepada sang ayah.


"ayah apa kabar?" Tanya Yuna


"Ayah baik nak, kamu apa kabar ? Agung gak macem-macem kan sama kamu" Tanya balik Ayah


"Yuna baik yah, dan mas Agung baik ko sama Aku" jawab Yuna


"Kalau Agung mau macem macem sama kamu kamu lapor aja sama ayah ya" pintah Ayah Kangta


"Ayah pikir aku bakalan ngelauin apaan, lagian kalau Agung ngapai-ngapain istri Agung jug boleh boleh aja kan uda halal ini" ucap Agung sembari menggoda istrinya.


Yuna yang mendengar omongan suaminya mengarah kemana langsung mencubit pinggang suaminya.


"sakit sayang, tuh malah menantu ayah nih yang belum apa-apa uda KDRT" canda Agung


"lagia di depan ayah ngomongnya itu loh"


"kan emang benerkan aku ngomongnya, salahnya dimana coba sayang" canda Agung

__ADS_1


"uda ah ngomong sama mas Agung mah malah ngelantur entah kemana, uda yu yah kita makan aja" ucap Yuna sembari menggandeng tangan ayah kangta menuju meja makan.


"lah sayang ko malah di tinggal, mas gak di gandeng juga" goda Agung


"sana tuh gandenga sama truck" sahut Yuna


"yah itu istri Agung itu yang ayah gandeng" canda Agung yang melihat Ayahnya di gandeng sama sang istri


"uda yah gak usah di dengerin" sahut Yuna


kini semua sudah siap untuk menyantap makann yang siidah tertata di hadapan mereka


"Ayah mau pake makan pake apa?" tanya Yuna yang sedang melayani 2 laki-laki yang berbeda generasi di depannya.


"semuanya boleh, tapi dikit dikit aja nak" ucap Ayah Kangta


"baik yah, nih yah" ucap Yuna


"maksih nak" ucap Ayah Kangta


"sama-sama yah, kamu mau pake apa mas?" tanya Yuna


"samain aja sam ayah sayang" jaawab Agung


"nih mas" ucap Yuna


"makasih sayang" ucap Agung


Selesai makan Ayah dan Agung ngobrol di ruang tengah sedangkan Yuna sedang menyeiapka minuman dan cemilan buat menemanu mereka ngobrol


"skrg giman boy perkembangan hubungan kamu dan Yuna?" tanya Ayah Kangta


"Ya begini lah yah Yuna masih menganggap kalau aku itu seperti orangg lain" jawab Agung


"tapi ayah liat tai kaian kelihatan sudah bisa becandaan bareng" ucap Ayah Kangta


"ya itu kan karena ada ayah aja, Agung minta sama sama Anna untuk bbersikap seperti sumi istri pada umumnya selama ada ayah, pasti kalau ayah gak ada juga pasti mode cuek lagi" jelas Agung


"sabar, nanti akan indah pada waktunya, semua kesabaran kamu akan ada balasannya dari Allah, masa 10 tahun lebih bisa bersabar dan sekarang orangnya sudah di depan mata masa mau nyerah begitu aja, tinggal kamu tunjukin keseriusannkamu sama istri kamu" ucap Ayah


"Ya ini juga uda sabar yah, tapi kalau pada akhirnya dia lebih bahagia dengan orang lain, Agung bisa apa yah" ucap Agung


"Tapi ayah yakin di hati kecilnya masih tersimpan nama kamu" ucap ayah memberi semangat untuk anaknya terus memperjuangkan pernikahan, Ayah kangta takut nasib pernikahan putranya akan berakhir seperti dirinya berakhir wanita yang di containya pergi dengan lelaki lain.


"Kalau begitu, Ayah bakalan tinggal disini selama seminggu, dan selama seminggu ini kamu manfaatinbtuh buat lebih deket dengan menantu Ayah" saran Ayah


"Ya gak lah boy, ayah malah seneng liatnya kalau kalian akrab seperti suami istri ya walaupun niatnya pura-purq, tetapi orang yang melihat kalian pasti mengira kalian itu gak sesang pura-pura, karena apa karena sebenernya kalian itu sama memnunyai cinta yang besar satu sama lain cuman ego istri kamu lebih besar tidak bisa mengakui kalau dia punya cinta yang sama seperti kamu" ucap Ayah Kangta


Di tengah obrolan mereka tiba-tiba Yuna dateng membawa nampan yang beriai minumanndan cemilan untuk menemani obrolan mereka.


"Asik banget ini ngobrolnya, ngobrolin apasih?" Tanya Yuna


"Em.., kita cuman ngobrolin kerjaan sayang, iya kan yah" jawab Agung bohong dan menhedopkan matanya ke arah Ayahnya supaya bosa kompromi.


"Iya nak" sahut Ayah


"Di minum dulu yah, mas"


Maksih nak


Makasih sayang


Sama-sama" sahut Yuna setelah melwtakan munuman dan cemilan di meja lalu dia mensudukan diri tepat di sebelah Agung.


"Yah, si Hotman kapan sidangnya yah" tanya Agung


"Loh emng ka Hotman juga mau wisuda mas?"tanya Yuna


"Iya sayang, kan mas sama Hotman memang seangkatan" jelaa Agung


"Kenapa ka Hotman tidak kuliah disini juga" tanya Yuna


"Dia sendiri yang gak mau katanya, biar di jakarta aja biar bisa bantu perusahaan ayah yang di jakarta dan biar setiap weekand dia bisa berkunjung ke Ayah"


"Oh.." sahut Yuna


"Jado kapan yaj tuh anak sidangnya?" Tanya Agung


"Kemarin baru dia selesai sidang, kata adek mu kemungkinan 2.minggu lagi wisudanya, kamu kalau bisa pulang pas adekmu wisuda Gung dan sekalian sama kamu nak sekalian liburan" jelas Ayah Kangta


"Ya nanti Agung usahain pulang ya minta ke krisna untuk kosongin jadwal nya, kalau kamu gimana sayang mau ikut pulang nanti pas hotman wisuda" tanya Agung


" emmm, nanti deh coba Yuna liat jadwal kampus dulu ya mas" jawab Yuna mencari alasan mau menolak dia tidak enak tetapi kalau dia tidak nolak gimana dengan Ka Dimas dia bilang akan menemuinya pas sudah lulus.


"Ya kalau kamu gak bisa ikut juga gak papa nak" sambung Ayah Kangta


Di tengah obrolan mereka telphone Agung bergetar bertanda ada panggilan masuk setelah di liat tetnyata paoi mertuanya.


Drttt dertt

__ADS_1


" siapa mas?" Tanya Yuna


"Papi" jawab Agung


"Cepet angkat mas" pintah Yuna


"Iya sebentar sayang" sahut Agung


Agungpun menerima panggilan dari Papi kadir.


"Hallo, assalamuaalikum pih" sapa Agung


" waalikum salam gung, istrimu mana, ko dari tadi Papi telphone gak di angkat-angkat?" Tanya Papi Kadir


"ada ko pih nih di samping Agung, lagi ngobrol sammma ayah" jawab Agung


"sayang, handphone kamu mana dari tadi papi telphone kamu katanya" tanya Agung ke Yuna yang tepat di sampingnya tanpa memutuskan panggilan telphonnya, sedangkan di serbang yang tengah menelphone menatunya itu tersenyum mendengar panggilan sayang dari sang menantu pada putrinya.


"alhamdulillah ya allah mereka sudah menerima pernikahannya satu sama lain" batin Papi Kadir


"handphone aku di kamar sedang aku charge" jelas Yuna


"handphone nya lagi di charge katanya pih dikamar, papi mau bicara sama Ana atau Agung Alihkan ke Video Call ya pih" ucap Agung


"boleh deh" sahut papi Kadir


kini mereka pun tersambung dengan Video Call


"papi dan mami apa kabar?" tanya Agung


"papi alhamdulilah baik, mami baru istirahat setelah minum obat" jawab Papi Kadir


"papi denger Ayah kamu dateng berkunjung?" tanya Papi Kadir


"iya pih, insyaallah 2 hari lagi Agung wisuda soalnya, tuh ayah pih" tunjuk Agung mengarahkan kameranya keee Ayah Kangta


"hai bro apa kabar?" tanya Ayah Kangta


"baik bro, lo sdri apa kabar?" tanya balik papi Kadir


"selau baik dong, walaupun jomblo" jawab Ayah Kangta


"cepet cari bunda baru dong buat Agung, belum move on juga lo" canda papi Kadir


"uda ah kenapa jadi ngebahas gua sih" protes Ayah Kangta


"oh ya Gung, maaf ya papi mami gak bisa hadir pas kamu wisuda" ucap papi Kadir


"gak papa pih yang penting papi disana selalu jaga kesehatan dan semoga mami cepet sembuh biar kita bisa berkumpul lagi" jelas Agung


"aminn" ucap semuanya


Agung melirik ke sebelah dimana istrinya tengah duduk, melihat ekspresi muka istrinya yang sedang mode ngambek dengan posisi bersandar di sofa dan tangan di lipat di dada dengan muka kesel karena merasa di abaikan oleh papinya, menurut Agung mode on beginilah yang sangat menggemaskan.


"duh sayang, kalau kamu lagi ngambek begitu tuh menggemaskan banget sih dan kalau kamu gak hilang ingatan uda tak terkam kamu yang" batin Agung


"pih kayanya ada yang ngambek nih, karena kita keasikan ngobrol"


"oh ya sampai lupa, mana princessnya papi" tanya Papi Kadir


"tuh pih" ucap Agung sambil mengarahkan cameranya ke Yuna.


"hai princessnya papi" sapa Papi Kadir, Yuna kesel dengan sang papi tidak menyaut sapaan Papinya masih tetap dengan mode on ngambeknya.


"oh princess papi gak mau bicara sama papi lagi yah, ya sudah deh papi tutup ddulu telphonenya" ucap Papi Kadir pura-pura sedih


"ya ligian dari tadi Anna tungguin malah keasikan ngobrol tanpa memperhatikan ada Anna disini" jelas Yuna


"Ya sudah papi inta maaf ya sayang, sudah mengabaikan kamu, lagian uda punya suami juga masa masih suka merajuk gak malu tuh sama Agung sama Ayah" ucap papi Kangta


"mami baik-baik saja kan pi?" tanya Yuna


"baik sayang" jawab papi Kadir


"papi juga harus sehat sehat terus ya disana" pesan Yuna


"iya kamu juga baik baik terus ya disana, terus kamu harus nurut omongan suami jangan suka membantah selama itu baik, dan kalau dikasih tau jangan suka ngeyel" ucap papi Kadir


"iya pih" sahut Yuna


"ya sudah papi mau mandi ya" pamit papi Kadir


"iya pih, salam sayang dari Ana buat mami ya pih" pesan Yuna


"iya sayang, bye semuanya" pamit papi Kadir


"bye" sahut semuanya


tidak lama setelah mengobrol dengan sang papi Kadir, kini Yuna dan Agung sudah di kamar Yuna tepatnya, sedangkan ayah Kangta juga sudah istrahat di kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2