BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
94. Nyidam Naik Bus


__ADS_3

El mengendari mobil dengan pelan menelusuri jalan salah satu kota di singapore, sembari matanya melirik kanan dan kiri mencari penjual es potong yang biasanya mereka banyak yang jual di pinggir jalan.


“Ka el berhenti ka” ucap Yuna tiba tiba, membuat El dengan spontan langsung mengerem, untung Agung dengan sigap menahan badan istrinya hingga tidak terbentur jok mobil bagian depan.


“Maaf pak bos, nyonya, reflek saya kaget ” ucap El


“Jangan minta berhenti mendadak begitu sayang bahaya, jadinya kan si El dengan tiba tiba mengerem mendadak” ucap Agung dengan khawatir.


Mendengar ucapan suaminya Yuna langsung menundukkan kepalanya entah kenapa dia di bilang seperti itu oleh Agung hatinya menjadi mendadak sedih, “kamu mau apa sayang minta berhenti disini?” Tanya Agung dengan mengelus kepala sang istri.


Yuna hanya menggelengkan kepalanya “gak jadi, jalan lagi saja ka El, langsung pulang ke mansion” ucap Yuna dengan tiba tiba tanpa menatap ke arah suaminya, dia lengsung menggeser duduknya dan bersandar di pintu mobil sembari menatap ke arah luar jendela dan tanpa sadar Yuna sudah mengeluarkan air matanya.


Agung lupa kalau isteinya sekarang lebih sensitif karena sedang mengandung buah cinta mereka, “hei katanya mau cari ice cream potong ko pulang ke mansoin?” Tanya Agung dan Yuna hanya menggelengkan kepalanya sembari menatap ke luar jendela, dia menatap orang jual Ice Cream potong yang dia mau. Sebenarnya tadi Yuna minta berhenti mendadak karena dia melihat di depan ada penjual Ice Cream potong yang ia mau tetapi mendengar tegoran dari suaminya langsung mengurungkan niatnya dan menahan rasa keinginan untuk memakang Ice Cream tersebut.


Agung mengikuti arah pandangan istrinya ke satu penjual yang ada di pinggir jalan, dia tahu alasan istrinya meminta untuk memberhentikan mobil dengan tiba tiba karena istrinya melihat ada penjual Ice cream yang di inginksn Yuna.


“El cari parkir dulu di hotel depan, saya mau ke toilet sebentar” pintah Agung pura pura ingin ke toilet padahal dia ingin membelikan Ice Cream untuk istrinya.


“Baik pak bos” sahut El kembali menjalankan mobilnya menuju hotel yang tak jauh dari penjual ice Cream.


“Dasar gak peka” gumam Yuna.


Setelah mobil terparkir dengan rapih di depan hotel, Agung pamit kepada Yuna kalau dia mau ke toilet, lalu Agung keluar dari mobil dengan di ikuti El juga keluar dari mobil dan berjaga di luar mobil. Sepeninggalan Agung Yuna menangis jadi jadian seperti anak kecil yang tidak di ikutin kemauannya.


Sedangkan Agung keluar dari mobil dia pura pura berjalan menuju hotel tetapi ketika dia sudah tidak terjangkau oleh istrinya dari mobil Agung langsung menuju penjual Ice Creamnya.


“Pak Ice Cream potongnya 2 ya yang satu coklat dan satu lagi vanilla” ucap Agung


“Baik tuan, mohon tunggu sebentar” sahut si penjual.


Ketika Agung sudah mendapatkan Ice Cream-nya, dia langsung kembali ke mobil, Yuna yang melihat Agung berjalan ke arah mobil dia langsung memghapus air matanya dan kembali ke posisi semula dia tidak memperhatikan Agung tengah membawa sesuatu di tangannya.


Agung memasuki mobil dengan di ikuti El “Sayang hai, mas punya sesuatu buat kamu” ucap Agung, dan Yuna pan langsung menengok ke arah suaminya.


“Apa?” Tanya Yuna dengan kesal. Agung kaget melihat mata istrinya sembab seperti orang habis menangis.

__ADS_1



“Nih buat kamu” ucap Agung sembari memberikan Ice Cream potong yang dia beli tadi.


Mata Yuna langsung berbinar melihat suaminya memberikan Ice Cream yang dia mau, “ ini buat aku bee?” Tanya Yuna dan Agung langsung menganggukkan kepalanya.


Yuna langsung meraih kedua Ice Cream tersebut dan menatapnya dengan mata berbinar “kamu habis nagis ya, maafin mas ya tadi sudah negur kamu, bukannya mas marah sayang tapi mas hanya mengingatakan kalau meminta berhenti itu jangan mendadak seperti tadi ya itu bisa bahaya buat kamu dan juga calon anak kita, bisa terjadi kecelakaan juga nanti, bisa saja kan mobil di belakang melihat kita mendadak berhenti dia menjadi menabrak mobil kita kan bahaya” jelas Agung dengan perlahan.


Yuna pun mengangukan kepalanya, “iya maafin aku ya bee, soalnya tadi aku melihat penjual ice cream tadi takut ke lewat reflek minta berhenti” ucap Yuna dengan sendu.


“Ya sudah gak pap, tapi lain kali tidak di ulang ya” ucap Agung langsung diangguki oleh Yuna, “pintar, ya sudah makan Ice Cream-nya sekarang keburu meleh” ucap Agung sembari mengacak acak rambut istrinya.


“Ini buat aku semua bee?” Tanya Yuna ketika melihat ada dua potong Ice Cream vanila dan juga coklat.


“Iya sayang” jawab Agung


“Kamu gak beli” tanya Yuna


“Gak sayang, mas lagi gak mau makan Ice Cream malah mas mau cepat cepat pulang mau minta Ayah masakain nasi goreng putih buat mas” ucap Agung dengan membayangkan Nasi goreng buatan sang ayah.


“Baik Nyonya” sahut El, langsung menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang ke mansion.


***


Mami Boa, Sonya, Yuri dan kuga Hotman setelah makan siang mereka beranjak untuk pulang ke manasion karena Papi Kadir memberi syarat tidak boleh terlalu lama perginya takutnya Mami Boa akan kecapean dan kesehatannya menurun, dan Mami Boa pun menyanggupi semua itu.


“Mbok, Ana sama suaminya tadi sarapan jam berapa?” Tanya Mami Boa ketika memghampiri Mbok Darmi yang sedang di dapur.


“Sekitar jam 10 nyah” jawab Si mbok


“Terus mereka sekarang dimana mbok?” Tanya Mami Boa karena semenjak dia pulang tidak melihat anak dan menantunya itu.


“Oh ya, mbok lupa bilang nyonya kalau non sama den Agung tadi pamit mau ke rumah sakit katanya” jawab Mbok Darmi


“Apa sakitnya parah sampai periksa ke rumah sakit mbok, kenapa vak panggil dokter pribadi saja ke sini” ucap Mami Boa sembari membantu si Mbok menyiapkan bahan makanan untuk makan malam.

__ADS_1


“Gak tahu nyah, si non hanya berpasan kalau ada yang mencari si non sama den Agung suruh bilangnya begitu” jelas si Mbok


Tintin (suara telkson mobil)


Terdengar suara telakson mobil dan mbok Darmi tahu itu mobil siapa yang datang.


“Sudah nyah nyonya jangan disini, nanati si mbok di marahin sama tuan kalau nyonya di dapur, tuh tuannya sudah datang, soalnya tuan sudah berpasan sama si mbok nyonya gak boleh masak atau pun bantu masak di dapur ya” ucap Si mbok meminta mami Boa jangan di area dapur kalau tidak nanti mbok Darmi kena omel oleh papi kadir.


Semenjak papi Kadir mengetahui mami Boa sakit dia menjadi sangat posesif kepada istinya itu, apalagi untuk urusan makanan dan kegiatan yang di lakukan istrinya, karena ketika mengetahui Mami Boa sakit dan itu ternyata sudah sangat parah membuat papi Kadir merasa telah lalai menjaga istrinya.


“Si mbok mah sama saja sama mas Kadir, ya sudah ah aku mau sambut mereka dulu” ucap mami Boa, mami Boa tidak marah, dia tahu kalau dilarang seperti itu karena mereka sayang sama dirinya.


“Assalamualaikum”


“Waalikumsalam” sahut mmai Boa menghampiri papi Kadir dengan masih menggunakan pakaian olahraga golfnya berjalan beriringan dengan Ayah Kangta.


“Anak anak pada kemana sayang?” Tanya Papi Kadir melihat di dalam mansion terlihat sepi.


“Mereka lagi bersih bersih pih di kamarnya mesing masing, kalau Hotman sepertinya lagi main basket di halaman belakang deh tapi kalau Ana sama Agung kata si mbok lagi ke rumah sakit gak tahu kenapa” jawab mami Boa merangkul pinggang suaminya berjalan bersama memasuki mansion.


“Ya kita tanyain saja nanti kalau mereka pulang, kalau ada apa apa kan pasti mereka menghubungi kit Papi Kadir Hotman


“Mas Kangta sama Hotman pulang ke apartemennya sehabis makan malam saja, kita makan malam bersama disini iya gak pih” ucap Mami Boa


“Iya bro, lagian kalau kalian pulang ke apartemen sekarang mana enak makan hanya berduaan sama anak” ucap Papi Kadir


“Jangan kan berdua, sendiri saja sudah biasa” sahut Ayah Kangta


“Makanya move on bro” ledek papi Kadir


“Uda ah Ayo pih kamu bersih bersih dulu, mas Kangta kalau mau bersih bersih di kamar tamu bisa mas, nannti tak pinjemin bajunya nak Agubg” ucap Mami Boa


“Sipp, gampang itu mah” sahut Ayah Kangta sembari mengacungkan jempolnya.


Akhirnya Ayah Kangta mengikuti permintaan mami Boa untuk makan malam di mansion, selepas semua sedang melaksanakan shalat di mesolah di lantai bawah, Agung dan Yuna baru sampai mansion memutuskan untuk langsung bersih bersih dan shalat berjamaah di kamar. Kenapa Yuna dan Agunh baru smapai karena di jalan banyak drama yang mereka lewati, salah satunya ketika Yuna melihat Bus di jalan, Yuna ingin menaiki Bus dari terminal ke terminal kalau tidak di ikutin kemauannya Yuna langsung menangis dan akhirnya Agung pun mengikuti kemauan istrinya, mungkin bisa di bilang ini masa nyidamnya orang hamil, mereka menaiki bus dengan dibikuti oleh El dari belakang bus menggunakan mobil.

__ADS_1


__ADS_2