
Selesai shalat berjamaah di kamar Agung dan Yuna kini menuruni anak tangga dan menuju ruang makan untuk makan malam.
"Malam mbok" sapa Yuna ketika melihat mbok Darmi ada di ruang makan.
"Malam non, den" saut Si Mbok
"Malam juga mbok" sapa balik Agung langsung mendusuki salah satu kursi di meja makan.
"Masak apa mbok?" Tanya Yuna
"Di karnakan aden baru pulang dari rumah sakit, mbok masakin yang berkuah kuah non, mbok masak sop iga dan tumis terong kesukaan den Agung" jelas si mbok
"Wah.., tau aja mbok kesukaan aku" sambung Agung yang mendengar obrolan mbok darmi dan sang istri.
"Iya dong den, biar menambah energi buat aden, dan cepet pulih"
"Makasih ya mbok" ucap Agung
"Sama2 den" sahut si mbok
"Bee mau buatin minum apa?" Tanya Yuna yang tengah di dapur.
"Teh aja sayang, tidak usah pakai gula ya" jawab Agung sembari memeperhatikan istrinya dari meja makan.
"Biasanya pake gula dikit" ucap Yuna yang sudah mulai membuat teh.
"Kan minumnya sambil liat senyum manis kamu sayang" gombal Agung
"Gombal melulu, malu sama si mbok tuh" ucap Yuna
"Ya gak papa atuh non kan yang di gombalin istri sendiri bukan istri orang iya gak den" sambung Si mbok
"Iya ya mbok, nanti kalau mas gombalin istri orang ada yang ngambek lagi" sindir Agung
"Ada yang bisa mbok bantu lagi gak non?" Tanya Si mbok setelah selesai menata makanan di meja.
"Gak ada mbok, makasih ya mbok" ucap Yuna
"Sama2 non, Kalau begitu mbok tinggal ke belakang dulu ya non" pamit si mbok
"Iya mbok, mbok dan pelayan dan para pekerja lainnya uda pada makan mbok?" Tanya Yuna
"Sudah non tadi selepas pada shalat mereka mah makannya" jawab si mbok
"Oh ya sudah" ucap Yuna
"Mari non" pamit si mbok
"Iya mbok" sahut Yuna sembari berjalan menuju ke meja makan.
"Nih bee minumnya" ucapnYuna ketika meletakan secangkir yeh di hadapan suminya.
__ADS_1
"Maksih sayang" ucap Agung sembari menatap sanh istri.
"Sama2 bee" sahut Yuna lalu mulai melayani suaminya.
Yuna pun mulai menyuapi suminya suap demi suap.
"Kamu juga ikut makan dong sayang" ucap Agung
"Nanti bee nunggu kamu selesai dulu baru aku" sahut Yuna
"Gak pokoknya kamu ikut makan juga sini aku suapin" pintah Agung mulai mengambil alih sendok yang di tangan istrinya.
"Orang tangannya gak beleh banyak gerak juga" bantah Yuna sembari menepis tangan suaminya.
"Ya makannya kamu juga ikut makan, satu suap aku satu suap ke kamu gantian" ujar Agung ingin istrinya sama2 makan jangan nunggu dirinya selesai.
"Iya bee, nih makan nih" ucap Yuna akjirnya menuruti kemauan suaminya.
"Nah gitu pinter banget, istri siapa sih kamu?" Canda Agung sembari mengacak2 rambut istrinya.
"Istri tetangga" sahut Yuna kesel karena rambutnya di acak2.
"Enak ajs istri tetangga" ucap Agung
"Ya lagian uda tahu istri nya sendiri masih nanya lagi" ucap Yuna kesel.
"Ya kan hanya bencanda sayang, gemesin banget sih kamu pengen mas cium tau gak" ucap Agung sembari mencubit gemes pipi Yuna.
"Uda diem, makan yang bener" pintah Yuna.
"Itu kenapa terongnya kamu tidak makan sayang" tanya Agung ketika memperhatikan istrinya setiap suapan untuk dirinya sendiri.
"Aku tidak suka bee" jawab Yuna
"Kalau terong yang lain pasti kamu suka sayang, bisa bikin kamu ketagihan kalu sudah mencobanya" ucap Agung dengan senyum jailnya.
"Hah mana ada orang aku uda pernah coba semua jenis terong dan hasilnya sama, aku gak suka semua" jelas Yuna dengan polos.
"Ya nanti deh sekarang belum waktunya kamu nyobain terong itu, tapi dalam waktu dekat akan mas kasih coba deh"
"Yang bener bee, jenis terong apa sih yang kamu maksud" sahut Yuna tidak tahu aja dia sudah di jailin sama suaminya
"Ya bener sayang kapan sih mas bohong sama kamu" ucap Agung sembari menahan tawanya.
Mereka tidak tahu dari arah dapur para pelayan sedang memperhatikan mereka yang tengah makan, dimana Yuna yang telaten menyuapi suaminya sembari bercanda gurau dengan suaminya. Para pelayan bersyukur sekarang majikan mereka sudah saling sayang dan saling mencintai satu sama lain sudah kelihatan gimana cara merka saling menatap ada cinta yang begitu besar yang mereka miliki satu sama lain.
Setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar Yuna untuk menunakan ibadah berjamaah shalay isa di kamar. Agung dan Yuna sudah sepakat mereka akan menempati kamar yang sama yaitu di kamar Yuna, setelah selesai shalat baru agung pamit ke Yuna ingin ke ruang kerjanya untuk mengecek kerjaan yang di kirim oleh sang asisten, tetapi tidak jadi karena dapet ancaman dari sang istri.
"Sayang mas ke ruang kerja dulu ya bentar" ucap Agung menatap istrinya yang sedang memebereskan alat shalatnya.
"Ngapain?" Tanya Yuna kembali menatap suaminya.
__ADS_1
"Cuman mau ngecek kerjaann bentar" jelas Agung
"Gak boleh, kamu baru keluar dri rumah sakit loh bee" bantah Yuna
"Bentar saja sayang" Agung mencoba nego sama sang istri.
"Ya sudah sana" ucap Yuna tetapi ketika Agung ingin membuka pintu tiba2 dapat ancaman dari istrinya.
"Tapi setelah itu gak usah masuk kamar ini lagi, tidur aja di luar atau di kamar kamu yang lama" ucap Yuna melihat ke arah suaminya yang henfak keluar.
Ketika melihat suminya kembali lagi Yuna hanya bisa menahan tawanya, ternyata cuman di ancam seperti itu saja suminya takut.
"Katanya mau ngecek kerjaan ko balik lagi?" Tanya Yuna pura2 tidak peduli sama suminya.
"Gak jadi, dari pada di suruh tidur si luar, tapi mas cek kerjaan disini boleh kan yank? Bentar aja yah please takut ada yang penting"mohon Agung kepada Yuna supaya di perbolehkan mengecek kerjaannya di kamar.
Melihat suaminya memohon seperti itu akhirnya Yuna membolehkan Agung untuk mengecek pekerjaannya di kamar, supaya bisa dia awasin seberapa lamanya karna suminya masih perlu istirahat.
"Hemmm" sahut Yuna.
"Makasih sayang, cup" ucap Agung sembari mengecup bibir sang istri tiba2 sebelum dia menghilang di balik pintu untuk mengambil laptop di ruang kerja.
"Habby" teriak Yuna ketika mendapatkan kecupan dari sang suami secara tiba2 dengan wajah yang sudah semerah tomat.
***
Kini Agung tengah mengecek pekerjaanya dengan di temani sang istri, mereka sama2 tengah duduk di sofa.
"Oh ya mas bukannya lusa itu hari wisudanya ka Hotman ya?" Tanya Yuna ketika kadaan aesang hening karwna sibuk masing2
"Iya, kenapa sayang?" Tanya balik Agung yang masih sibuk menatap laptopnya.
"Mas jadi dateng?" Tanya Yuna lagi.
"Mas sih terserah kamu kalau kamu mau dateng, ya mas dateng, kamu maunya gimana?" Tanya balik Agung menatap sang istri.
"Dateng aja deh, gak enak sama Ayah kalau gak dateng" jawab Yuna
"Kalau pun kita gak jadi dateng, ayah mah gak mempermasalahkan sayang" ujar Agung
"Iya tahu tapi gak enak aja, kan waktu itu Ayah sendiri yang minta kita untuk dateng" ucap Yuna mengingat gimana ketika Ayah dateng ke wisuda Agung meminta kepada dirinya dan suaminya untuk datang ke acara wisuda Hotman.
"Ya sudah nanti, besok pagi mas bilang ke krisna suruh urus semuanya ya" ucap Agung sembari mengelus kepala sang istri.
"Hemm, tapi aku mau naik pesawtnya yang biasa aja ya, jangan yang busnis class atau pesawat pribadinya papi" jawab Yuna
"Iya sayang, apa sih yang gak boleh buat istri tercinta aku" ucap Agung
"Makasih bee" ucap Yuna langsung memeluk suaminya.
"Sama2 sayang, cup" sahut Agung mengelus kepala sang dan mencium puncsk kepalanya.
__ADS_1
"Uda yuk istirahat, kan tadi janjinya sebentar bee" ajak Yuna karena sudah waktunya suaminya untuk istirahat.
"Iya sayang ini juga sudah selesai" sahut Agung sembari menutup laptopnya dan melerai pelukan sama sang istri dan meraih tangannya lalu berjalan menuju ranjang, lalu Agung mencium puncak kepala sang istri dan Yuna pun tertidur dalam dekapan suaminya.