BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB.110


__ADS_3

Tidak lama dari Sonya keluar dari kamar mami Boa, Bi Sumi berjalan menuju kamar mami Boa ingin memberi tahu jika makan siang sudah siap, ketika mengetuk pintu tidak ada sautan dari dalam kamar sampai akhirnya bi sumi memutuskan untuk langsung memasuki kamar langsung.


“Nyonya, ini sumi maaf sumi langsung masuk” ucap Bi sumi ternyata di lihat di sekitar kamar tidak ada orang, “apa Nyonya ada di kamar mandi ya” gumam bi Sumi lalu melangkahkan kakinya maju menuju ke kamar mandi diketuk pintu kamar mandi beberapa kali tidak ada sautan juga dari dalam kamar mandi, “apa nyonya di atas ya sama non Sonya” gumam Bi sumi sembari bertanya tanya dimana Nyonya nya berada, lalu dia memutuskan untuk keluar kamar saat berjalan dari arah kamar mandi menuju pintu kamar dia seperti melihat sebuah kaki di dekat sofa, lalu dia mendekat ke arah sofa, bi sumi terkejut ketika melihat Nyonyanya tergeletak di karpet depan sofa, lalu bi sumi langsung berjongkok di depan Nyonya nya.


“Nyonya, nyonya bangun, ya Allah Nyonya kenapa” ucap bi sumi sembari menggoyangkan badan mami Boa dan langsung mengecek nafasnya dan alhamdulillahnya Nyonyanya hanya pingsan. Bi sumi langsung berlari keluar kamar dan berteriak memanggil mbok Darmi.


“Mbok, mbok Darmi” panggil bi sumi


“Apa sih sum, kamu teriak teriak kaya di hutan saja” sahut mbok Darmi yang menghampiri Bi sumi yang tidak jauh dari kamar mamai Boa.


“Nyonya mbok, nyonya”


“Iya nyonya, nyonya kenapa?” Tanya mbok Darmi, tanpa aba aba Bi sumi langsung menarik tangan mbok Darmi untuk memasuki kamar mami Boa.


“Ini Nyonya kenapa sumi?” Tanya mbok Darmi.


“Aku juga gak tahu mbok, pas aku mau manggil nyonya untuk makan siang, aku sudah menemukan nyonya tergeletak seperti ini” jelas Bi Sumi


“Ya sudah cepat kamu panggil suami saya untuk siapkan mobil dan minta pelayan untuk datang kesini bantu saya angkat nyonya ke mobil” pintah mbok Darmi


“Baik mbok” bi sumi pun langsung menjalankan apa yang di pintahkan oleh mbok Darmi dan para pelayan pun kaget ketika melihat nyonyanya sudah tidak sadarakan diri dengan perlahan beberapa pelayan perempuan mengangkat mami Boa menuju mobil. Sesampainya di mobil Mbok Darmi memasuki mobil dan memangku kepala nyonyanya mereka akan membawa mami Boa menuju rumah sakit terdekat.


“Sum coba kamu hubungin tuan Kadir dan juga den Yuno dan jangan lupa kasih kabar ke den Agung dan non Ana” pintah Mbok Darmi sebelum mobil meninggalkan halaman mansion Salendratama.


“Baik mbok” satu persatu bi sumi menghubungi orang orang yang tadi di sebutkan oleh mbok Darmi. Sedangkan Sonya menyaksikan itu semua dia tersenyum dari lantai atas. Setelah mobil mang jajang berjalan menjauh dari mansion, Sonya langsung turun dan pura pura tidak tahu apa apa.


“Ada apa ini ribut ribut?” Tanya Sonya yang baru saja turun dari lantai atas lewat lift.


“Itu non, nyonya di temukan tidak sadarkan diri di kamarnya dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit bersama mbok Darmi” jawab salah satu pelayan.


“Ya ampun mami, semoga mami baik baik saja” ucap Sonya dengan pura pura sedihnya, “semoga mami pergi untuk selamanya ya” batin Sonya.


“Hallo”


“Hallo aden” ucap Bi Sumi dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


“Iya bi kenapa?” Tanya Yuno


“Itu den, nyonya”


“Mami kenapa bi?” Tanya Yuno


“Nyonya tak sadarkan diri dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit terdekat oleh mbok Darmi dan mang jajang” jelas mbok Darmi


“Bibi jangan becanda ah, orang tadi pagi mami baik baik saja ko” sahut Yuno tidak percaya dengan ucapan bi sumi.


“Bibi beneran den tadi pas bibi mau panggil Nyonya untuk makan siang, bibi menemukan nyonya tergeletak di kamar” jelas bi sumi


“Ya sudah bi, Yuno kasih tahu papi dulu habis itu kita langsung ke rumah sakit” ucap Yuno baru percaya ketika mendengar penjelasan bi sumi.


“Baik den” sahut Bi sumi lalu langsung mengakhiri panggilan telefonnya.


Yuno setelah di beri tahu jika maminya masuk rumah sakit, dia langsung mendekati papainya dan berbisik tepat di telinga papinya, “pih, mami masuk rumah sakit ayo cepatan kita harus ke sana sekarang” bisik Yuno


“Jangan becanda deh ka, papi gak suka” tegur papi Kadir kepada putranya di sangka papi Kadir itu hanya becandaan Yuno.


“Aku beneran pih bukan becanda tadi bi sumi kasih kabar katanya mami sedang di bawa ke rumah sakit terdekat dari mansion karena mami di temukan tak sadarkan diri di kamar” jelas Yuno dan papi Kadir pun langsung pamit kepada teman temannya dan langsung bergegas menyusul istrinya ke rumah sakit.


“Hallo bi” sahut Agung kenapa dia bisa mengetahui kalau itu bi sumi karena bi sumi menghubungi mereka menggunakan ponsel sendiri.


“Hallo den, nyonya den, nyonya masuk rumah sakit” ucap Bi Sumi.


“Tunggu tunggu, maksud bibi mami Boa?” Tanya Agung


“Iya den” jawab bi sumi.


“Ko bisa bi, perasaan tadi mami Boa sehat sehat saja” tanya Agung.


“Iya den, tadi saat bibi mau manggil nyonya di kamar bini menemukan nyonya sudah tak sadarkan diri, dan sekarang sedng di bawa ke rumah sakit tersekat bersama si mbok dan mang jajang” jelas bi sumi.


“Ya sudah mbok nanti aku dan Ana langsung Nyusul ke rumah sakit, apa bibi sudah memberi tahu papi dan bang Yuno?” Tanya Agung

__ADS_1


“Sudah den” sahut bi sumi lalu mereka memutuskan sambungan telfonnya.


Ayah Kangta, Hotman dan juga Om Rangga pun saling tatap ketika Agung menerima telfon tiba tiba panik dan membuat mereka penasaran,” kenapa Boya?” Tanya Ayah Kangta


“Mami yah, masuk rumah sakit katanya, aku kasih tahu Ana dulu ya” jawab jawab Agung lalu dia


“Ko bisa tiba tiba begitu?” Tanya Ayah Kangta, lalu katakan bi sumi tadi di telfon menjelaskan kepada Ayah, adik dan omnya dia langsung beranjjak menuju kamar tamu dengan di ikuti Hotman dari belakang,”pelan pelan saja boy biacranya sama istri kamu takutnya dia syok tiba tiba mendengar maminya masuk rumah sakit” pesan Ayah Kangta dan di angguki langsung oleh Agung.


Mereka berdua measuki kamar tamu Yuna dan juga Yuri saling pandang ketika melihat suami mereka berdua memasuki kamar dengan tatapan serius, “sayang mas mau bicara sama kamu sebentar” ucap Agung mendekat kepada Yuna yang tengah duduk bersandar di tempat tidur. Hotman mengkode kepada sang istri memintanya untuk mendekat karena sang kakak ingin bicara sesuatu kepada istrinya.


“Mau bicara apa bee serius banget kayaknya?” Tanya Yuna ketika melihat raut wajah suaminya yang kini sudah duduk di hadapannya, sedangkan Hotman memeluk pinggang istri ya sembari berdiri tepat di belakang Agung.


“Tapi kamu janji harus tengang ya jangan panik” ucap Agung terlebih dahulu sebelum menyampaikan kabar tentang mami mertunaya, “kamu bikin aku penasaran tahu gak bee, uda cepwtan mau bicara apa?” Tanya Yuna lagi.


“Mami masuk rumah sakit sayang” ucap Agung membuat Yuna tidak percaya dan tiba tiba tertawa, “kamu jangan becanda deh bee, orang tadi pagi kamu lihat sendiri kan mami sehat sehat saja” ucap Yuna yang tidak percaya dengan ucapan suaminya.


“Mas bener sayang gak bohong, tadi bi sumi memberi kabar kalau mamai di bawa ke rumah sakit oleh si mbok dan mang jajang, mami di temukan tak sadarkan diri di kamarnya” jelas Agung. Membuat Yuna tiba tiba terdiam dengan air mata yang tiba tiba keluar begitu saja dalam hati Yuna berpikir pantaskan saja dari pagi perasaan di tidak enak dan seperti berat meninggalkan mami Boa di mansion.


Yuri dan Yuna sama sama m3nangis di pelukan sumi mereka masing masing, lalu mereka langsung pergi menuju rumah sakit dengan Hotman yang membawa mobil karena Yuri juga meminta ikut ingin melihat bagaimana keadaan mami Boa. Dengan di susul oleh El dari belakang yang satu mobil dengan Ayah Kangta.


Ketika di tengah jalan monil yang di kenadarai El dan Ayah Kangta tertinggal karena ada lampu merah, ketika lampu hijau sudah nyala dan El mulai menjalankan mobilnya kembali.


“El awas...” ucap Ayah Kangta ketika melihat di depan mobil ada seorang gadis yang tiba tiba menyebrang. El dengan otomatis mengerem mendadak lalu keluar dari mobil dan melihat gados yang ia tabrak.


“Kamu gak papa nona?” Tanya El, mendengar pertanyaan El gadis ktu pun mendongakan kepalanya.“gak papa tuan, maaf saya menyebrang mendadak” ucap Gadis tersebut dengan senyum manisnya.


“tapi tangan dan lutut kamu terluka, saya bawa ke rumah sakit ya”


“tidak usah tuan, ini hanya luka kecil ko nanti biar saya obati sendiri”


“bagaimana El, apa terluka parah?” tanya Ayah Kangta ketika mendekati El dan gadis tersebut di depan mobil.


“terluka di lutut dan sikunya tuan tapi dia tidak mau saya ajak ke rumah sakit” jawab El dan Ayah Kangta pun mencoba ikut membujuk gadis tersebut. “biar kita bawa ke rumah sakit ya nona, kebetulan tujuan kita ke rumah sakit bair sekalian di obati lukanya nanti bisa infeksi” bujuh Ayah Kangta mendengarkan ucapan Ayah Kangta otomatis gadis tersebut mengangkat kepaalnya melihat orang yang tengah bicara dengannya.


Deg

__ADS_1


Pandangan Ayah Kangta dan juga gadis tersebut pun saling bertemu, Ayah Kangta seperti mengenali mata gadia tersebut membuatnya terpaku sedangkan gadis tersebut mematap pria paruh baya di hadapannya dengan mata yang sudah memulai berembun. “Bagaimana nona apa mau ikut kita ke rumah sakit?” tanya Ayah Kangta dengan otomatis gadia tersebut menganggukan kepalanya. Lalu semuanya memasuki mobil dengan posisi Ayah kangta duduk berdua di bangku penumpang bersama gadis tersebut.


“kalau boleh tahu namanya siapa nona?” tanya Ayah Kangta sembari melirik gadis yang duduk di sampingnya. “Anggun Tuan” jawab Gadis yang bernama Anggun tersebut. “perkenalkan saya Kangta Surya Jaya dan itu bodygard sekaligus sahabat putra saya namanya El” ucap Ayah Kangta dan Anggun hanya mengangukan kepalanya, “kita minta maaf ya atas kejadian tadi” sambung Ayah Kangta meminta maaf kepada Anggun. “tadi bukan salah kalian ko, tadi saya yang salah di kira saya masih lampu merah jadi asal menyebrang tapi ternyata sudah lampu hijau, saya minta maaf atas kecerobohan saya tuan” ucap Agung dengan menunduk , tidak tahu kenapa Ayah Kangta mendengar suara gadis tersebut kenapa jantungnya berdetak kencang, sedangkan Anggun bertemu dengan pria paruh baya di sampingnya ada rasa bahagia dan juga merasakan sakit di hatinya.


__ADS_2