
Kini semua anggota keluarga sudah berada di Bandara untuk mengantar kepergian mami Boa dan papi Kadir untuk menuju London.
“Mih apa Ana ikut mami papi aja yah” ucapYuna berjongkok di hadapan mami Boa yang tengah duduk di kursi roda.
"Hus, sayang kamu kan punya tanggung jawab sama kuliah kamu, dan inget sekarang kamu sudah punya suami jadi kita sebagai seorang istri harus selalu patuh atas perintah suami kita selama itu dalam hal kebikan, ngerti sayang" pesan mami Boa
"Iya mih, Ana akan coba belajar menjadi istri yang baik" sahit Yuna
“Dan satu pesan mami, secepetnya kamu harus putusin pacar kamu itu, jangan sampai suatu saat akan jadi masalah di rumah tangga kalian" ucap mami Boa pelan dan hanya bisa terdengar oleh Yuna
“Iya mih, mamih disana jangan lupa kasih kabar terus ya” ucap Yuna
“Iya sayang, kamu juga disini harus baik-baik terus demi mami ya" saut mami Boa sembari mengusap kepala sang putri
Akhirnya ibu dan anak saling berpelukan, dan kini yuna beralihnke papi Kadir yang tepat di sebelah mami Boa.
"Papih...hiks....hiks..." panggil Yuna dengan isak tangisnya.
"Eh princessnya papi jangan nangis dong nanti cantiknya hilang loh, masa uda jadi istri orang masih manja" bujuk papi Kadir
“Biarin, hiks hiks...” sahut Yuna gak peduli dengan ledekan sang papi
“Kamu baik-baik ya disini, kuliahnya yang rajin biar cepet lulus” pesan papi Kadir sembari memeluk sang anak.
“ya pih, papi sama mami nanti sering- sering kasih kabar ke Ana ya" jawab Yuna
“Pasati sayang"sahut papi kadir semabri mengelus kepala putrinya
Ketika Yuna beralih ke papi dengan waktu yang sama Agung berjongkok sencium tangan ibu mertuannya.
“Mami baik baik ya disana semoga cepet sembuh dan kita bisa berkumpul lagi” ucap Agung
“Aminn, makasih nak, mami nitip Yuna, bimbing dia dan ajarilah dia jadi istri yang baik, dan mami yakin Yuna jika bersama kamu sedikit demi sediki akan inget tentang masa kecil kalian dan Yuna akan mengingat kenanganmasa kecil kalian” ucap mami Boa
“Pasti Agung akan membimbing Yuna dan menjaga Yuna dengan sekuat tenaga Agung dan Agung terimakasih ke mami telah memberika putri cantik mami ke Agung, dan Agung juga sudah berjanji Ke diri Agung sendiri akan berusaha membuat Yuna mengingat kembali kenangan masa kecil kita” ucap Agung dengan serius
“mami percaya kamu bisa, Karna memang kalian tuh dari kecil uda jodoh" sahut mami Boa
Kini Agung beralih ke papi Kadir, Agung langsung mencium tangan dan papi kadir langsung menyambut dengan pelukan.
"Nak papi titip anak papi yang manja itu dan papi titip perusahaan yang di sini sama kamu biar abang kamu yang gantiin papi pegang kantor pusat yang di Indonesia” pesan papi Kadir kepada sang menantu
“Iya pih, papi jangan khawatirkan soal itu, yang penting sekarang papi fokus untuk kesembuhan mami, dan papi juga jaga kesehatan supaya tidak ikut sakit” sahut Agung
“Pasti nak” sahut papi Kadir
Dan kini giliran Yuno yang menghampiri kedua orang tuanya.
“Mamih baik-baik disana ya, semoga pengobatannya berjalan lancar dan mami bisa sembuh seperti semula aminnn” pesan Yuno kepada sang mami
“Aminn, makasih ya sayang kamu juga terus jaga kesehatan dan sering sering tengokin adek mu disini dan kalau bisa, kalau mami sembuh dan pulang kmu uda punya calon mantu buat mami ya” jawab mami Boa
“Insya allah Yuno akan sering-sering jengukin Ana disini yang manja ini”jawab Yuno sambil mencibit hidung adeknya itu
“Apaan sih ka, rese deh..., tuh dengerin mami mau calon mantu dari kakak” ledek Yuna
“Dikira mami cari calon mantu gampang” sahut Yuno
“Ya gampanglah, mau mami suruh papi kenalin sama anak temen temennya” tawar mami Boa
“Gak, gak aku bisa cari sendri ko” sahut Yuno
“Ya sudah kamu baik baik jaga kesehatan, kerjanya jangan di porsir” pesan mami Boa
“Iya mamiku sayang,”ucap Yuno semabari memeluk dan mencium pipi dan kening sang ibu.
Kini satu persatu telah berpamitan dengan mami dan papi, semuanya melambaikan tangan samapai papi dan mami tidak terlihat lagi, dan setelah papi mami pergi Yuno pun sekalian pulang ke Indonesia karena pekerjaan sudah menunggu di kantor pusat sedangkan yang lain kembali ke Apartemen milik Agung karena kepulangan keluarga Agung dapat penerbangan di malam hari.
“Eh gung ayah habis jemput pak penghulu di apartemen Ayah langsung balik yah ke indo, ayah gak bisa lama2-lama tinggalin kerjaan, tuh om mu uda ngomel mulu” ucap Ayang Kangta
“Kalau kamu man mau pulang bareng ayah atau masih mau disini dulu?” Tanya Ayah Kangta kepada Hotman
__ADS_1
“Pulang bareng yah, tapi aku gak bisa temenin ayah pulang ke Bandung ya, soalnya aku masih ada kerjaan di jakarta paling lusa baru pulang ke bandung. Jawab Hotman
“Ya sudah yu” ajak Ayah Kangta dan ketika kaki baru branjak tiba tiba berhenti mendengar Yuna berbicara.
“Eumm, maaf yah, Yuna boleh minta tolong gak?” Tanya Yuna dengan sopan
“Apa sayang?” Tanya balik Ayah Kangta
“Em Yuri pulang bareng sama ayah boleh gak yah, soalnya takut dia kenapa-kenapa kalau pulang sendri” permintaan Yuna
“Ih Yuna apaan sih gak usah om gak usah, nanti Yuri bisa pulang sendiri ko” bantah Yuri
“Boleh ko sayang, gak papa nak Yuri om gak keberatan ko lagian bener kata Yuna bahaya kalau nanti pulang sendiri kamu kan perempuan” sahut Ayah Kangta
“Oya yah apalagi suka tidur sembarangan iya gak man” ledek Yuna
“Eh iya kakak ipar” jawab Hotman dengan canggung
“Ih Yuna apaan sih” sahut Yuri dengan muka yang sudah memerah
(Ngegemis banget sih kalau ekspresinya lagi kaya gitu)
“Ya sudah kita balik balik” ucap Hotman
“Man pesan tiketnya jagan yang terlalu malem biar Ayah samapai bandungnya tidak kemaleman” pintah Agung
“Siap brother” jawab Hotman dengan tegas
Kini semua sudah sampai apartemem Agung perjalanan di bagi dua. Ayah, pak penghulu, Agung dan Yuna ke apartemen sedangkan Hotman mengaantar Yuri menuju mension Yuna untuk mengamnil barang barang Yuri yang akan di bawa pulang.
Di dalam mobil kini Hotman dan Yuri duduk di belakang pengemudi tepatnya duduk bersebelahan karena kini mereka tengah di antar dengan supir pribadi keluarga Yuna .
"Ekhm" hotman coba untuk mencairkan suasanan supaya tidak canggung dengan wanita di sebelahnya itu.
“Maaf saya boleh tanya sesuatu tidak? “Tanya hotman
“Iya pak boleh” sahut Yuri dengan menunduk
“Kalau saya panggil kak aja gimana, kalau hanya panggil nama terasa gak sopan andakan lebih tua dari saya, jawab Yuri dengan sopan
“Boleh deh dari pada do panghil bapak-bapak” sahut Hotman
“Ka Hotman tadi mau nanya apa?” Tanya balik Yuri penasaran apa yang akan di tanyakan pria yang di sebelahnya itu.
“Eh mau nanya tenntang kamu bolh?klw gak boleh juga gak papa
“Boleh ko ka, memangnya anda mau nanya apa tentang saya? Tanya Yuri
“Kamu bicaranya jangan formal gitu dong akukan bukan bos kamu” pintah Hotman
“Iya ka” sahut Yuri
“Oh ya, kamu ko bosa deket banget sama keluarganya kakak ipar, apa kamu masih saudara mereka, tapi yang setahu aku kata ayah tente Boa ataupun om Kadir itu sama-sama anak tunggal, jadi gak mungkin kan kamu sepupunya kakak ipar"tanya Hotman dengan penasaran
“Oh itu, sebenernya aku cuman sahabtnya Yuna dari pertama masuk smp, keluarga aku dan keluarga Yuna deket, dan semenjak orangtuaku meninggal, orangtua Yuna sudah mengaanggap aku seperti anak mereka sendiri, bagiku mereka itu sepeti penyelamat hidupku disaat aku sedang hancur-hancurnya ketika di tinggalkan orang-orang yang aku sayang, mereka selalu ada buat aku" jelas Yuri dengan meneteskan air mata dia jadi teringat akan kedua orangtuanya
“Sorry ya aku jadi ingetin kmu sama orangtua kamu” ucap Hotman dia bisa merasakan apa yanag Yuri rasakan.
“Its ok, aku tidak papa ko” sahut Yuri
“Berarti kamu sekarang tinggalnya sama mereka” Tanya Hotman kembali
“Oh tidak, kebetulan aku ngekost di deket butik mami, ya walupun sebenernya mereka sudah sering menawarkan untuk tinggal bareng dan samapai sempet mami dan papi mau membelikan apartemen untuk ku tapi aku menolaknya, karena aku tidak mau merepotkan keluarga mereka, sekarang aku sudah bisa bekerja di butik mami saja sudah bersyukur banget jadi aku bisa punya penghasilan tetap" jelas Yuri
(Nasib kita sama donh aku juga di tinggal mama papa pergi karena kecelakaan, kalau tidak ada Ayah Kangta dan Agung aku gak tau deh hidup aku bagaimana) tidak terasa hotman terlalut dalam lamunannya, kini mereka telah samapai mension.
"Ekhm, ka ka Hotman" panggil Yuri sembari menepuk pundak Hotman
“Eh iya kenapa?” tanya Hotman
“Aku panggilin diem aja, kakak kenapa?” Tanya balik Yuri
__ADS_1
“Aku gak papa ko kenapa Yuri apa kamu perlu sesuatu"tanya Hotman seksama
“Kita sudah sampai ka, kakak mau ikut turun apa di tunggu di dalam mobil , aku hanya sebentar ko” jelas Yuri
“Aku ikut turun aja deh” jawab hotaman, dan mereka pu keluar dri mobil langsung masuk kedalam menaion
“Assalmualikum mbok” ucap Yuri
“Wa’alaikum salam, loh neng Yuri dateng dengan siapa neng, atuh meni kasep pisan aden teh” Tanya si mbok
“Eh mbok kenalin ini ka Hotman ini adik iparnya Yuna, ka kenalin ini mbok Darmi, mbok Darmi ini yang sudah mengurus abang Yuno dan Yuna dari bayi” jelas Yuri
“Hotman mbok” sapa Hotman
“Mbok Darmi den, ko ini namanya mirip mirip yang pengacara pengacar itu loh neng apa emang ini bener aden pengacara terkenal itu aduh siapa atuh nanamanya hotman siapa ya” ucap mbok Darmi
“Bukan mbok ini beda” jawab Yuri sembari menahan tawanya
“Oh kirain mbok orang yang sama, berarti ini adiknya den Agung ya?” Tanya si mbok
“Iya mbok” jawab Hotman dengan sopan
“Eh mbok malah ngajak ngobrol disini, ayo masuk atuh den, mbok permisi bikin minum dulu buat aden” ucap si mbok
“Iya mbok” jawab Hotman
“Ka aku langsung ambil barang-barang aku dulu ya” ucap Yuri
“Iya, perlu bantuan tidak?” Tanya Hotman
“Tidak usah kan barang-barang aku cuman sedikit ko" Jawab Yuri dengan beranjak menuju kamarnya sedangkan Hotman tengah duduk di ruang tengah.
“Silahkan den di minum” ucap si mbok
“Eh makasih ya mbok” ucap Hotman
“Iya den sama-sama” jawab si mbok
Tidak sampai 10 menit Yuri sudah turun ke lantai bawah sembari membawa koper
“Aku sudah siap ka” ucap Yuri
“Uda gak ada yang ketinggalan, cepet babget?” Tanya Hotman
“Uda gak ada ka, soalnya kemarin kan gak aku bongkar kopernya makanya cepet
“Loh si eneng mau kemana ko bawa koper segala” Tanya mbok dengan heran
“Aku mau pulang mbok nanti malam, mbok baik-baik disini aku nitip Yuna ya mbok tolong nasehatin dia kalau dia berbuat macem-macem apalagi dia sekarang sudah menikah mbok” pesan Yuri
“Siap neng, tapi ngomong-ngomong penganten barunya mana neng?” Tanya si mbok
“Di apartemen kakak ipar mbok tadi habis nganter papi sama mami langsung kesana kayaknya mereka nginep disana deh mbok”ucap Yuri
“Ya sudah salam buat orang rumah ya neng” ucap si mbok
Iya mbok, aku pergi dulu ya mbok"pamit Yuri sembari mencium tangan mbok Darmi yang sudah dia anggap seperti ibu sendiri
“Iya hati-hati neng” pesan si mbok
“Saya pamit ya mbok” pamit Hotman
“Iya den saya nitip neng Yuri ya den” ucap si mbok
“Tenang aja mbok bakal saya jagain mbok” sahut Hotman
“Assalamialaikum” ucap Hotman dan Yuri brsamaan
“Waalikum salam” jawab si mbok
.
__ADS_1