BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 132


__ADS_3

2 tahun berlalu, semenjak Agung bertemu dengan Bunda dan juga adiknya, dan selama itu juga perjuangan Ayah Kangta untuk mendapatkan hati mantan istrinya, setiap kali Ayah Kangta meminta untuk rujuk kembali, Bunda Riani selalu menolak beralasan karena dia tidak pantas dengan Ayah Kangta karena dirinya hanya Wanita lumpuh yang nantinya jika mereka menikah bukannya dia yang melayani suaminya tapi nanti malah dirinya yang menyusahkan suaminya. Tapi setelah melihat kesungguhan dan keseriusan Ayah Kangta yang sering datang bulak balik Jakarta Bandung, akhirnya dia memutuskan menerima lamaran mantan suaminya itu.


Selama itu pula Bunda Riani tetap kekeh ingin tinggal di panti begitu pun dengan Anggun dia selalu mengikuti kemana pun bundanya pergi, dan Agung sudah memutuskan akan memindahkan sekolah sang adik ke sekolahnya sendiri SJ internasional School, sekolah bertarap internasional yang di naungi oleh yayasan yang di dirikan oleh Ayah Kangta. Tetapi tetap Ayah Kangta menyediakan satu supir yang selalu standbye di panti untuk mengantar mereka kemana pun mereka pergi, dan Anggun juga mendapat fasilitas seperti kartu debit dari Ayah dan kedua kakaknya, awalnya Anggun menolak tetapi ketika melihat wajah sedih Ayah dan kedua kakaknya dia langsung menerimanya.


Flashback


1 minggu sebelum bunda Riani menerima lamaran Ayah Kangta, ketika itu tidak tahu kenapa sudah 2 minggu berturut turut Ayah Kangta yang biasanya selalu datang ke panti untuk sekedar menjenguk dirinya dan juga putrinya, tapi sudah 2 kali weekand ini Ayah Kangta tak kunjung hadir, itu membuat bunda Riani merasa khawatir terjadi sesuatu dengan mantan suaminya itu.


“Bunda kenapa bun, Anggu liatin dari tadi gelisah terus?” Tanya Anggun ketika melihat bundanya seperti mengkhawatirkan sesuatu.


“Eumm, ko Ayah Kamu tumben sudah dua kali weekend ini gak datang sayang?” Tanya balik Bunda Riani.


Mendengar pertanyaan bundanya membuat Anggun menahan tawanya


“Ternyata dari tadi bunda mengkhawatirkan Ayah” batin Anggun


“Bunda kangen ya sama Ayah ngaku” ledek Anggun membuat wajah bundanya bersemu merah.


“Gak ko, bunda hanya khawatir sayang takutnya ayah kamu kenapa kenapa” sahut Bunda Riani


“Ya sebenarnya sih, Ayah lagi sakit bun” ucap Anggun tiba tiba.


“Apa sakit, sakit apa sayang, ko kamu gak kasih tahu bunda kalau Ayah sakit” ucap Bunda Riani semakin mengkhawatirkan mantan suaminya itu.


“Sebenarnya ayah sudah 3 hari ini di rawat di rumah sakit” jawab Anggun


“Kenapa kamu gak kasih tahu bunda sayang?” Tanya Bunda Riani.


“Ayah yang melarang aku buat kasih tahu bunda bun” jawab Anggun, Ketika sudah mengetahui kalau Ayah Kangta masuk rumah sakit, Bunda Riani meminta untuk di antarkan menuju rumah sakit dimana Ayah Kangta di rawat yaitu di SJ Hospital Bandung, sebelum itu Anggun menghubungi sang kakak terlebih dahulu.


“Hallo, kenapa dek?” Tanya Agung


“Ka, bunda sudah rahu kalau Ayah sakit dan sekarang minta ke Bandung mau lihat gimana keadaan Ayah” ucap Anggun


“Ya sudah gak papa, kamu sama Bunda kesana saja di antar supir ya, nanti sore kakak pulang kantor, kakak nyusul sama ka Ana ya” ucap Agung


“Iya ka, tapi kalau Ayah marah sama Anggun gimana, karena sudah kasih tahu bunda kalau Ayah sakit?” Tanya Balik Anggun


“Gak papa sayang, Ayah gak akan marah ko, ya uda sana siap siap, hati hati di jalan ya kalau sudah sampai kabari kakak” ucap Agung


“Iya ka” sahut Anggun, selesai menelfon kakaknya, kini Anggun dan Bunda Riani pun langsung pergi ke bandung dan tujuan pertama mereka adalah Rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Anggun dan Bunda Riani langsung menuju ruangan dimana tempat Ayah Kangta di rawat karena sebelumnya sudah di beri tahu oleh Agung dimana letak kamar rawat Ayahnya.


“Assalamualaikum” ucap Bunda dan Anggun.


“Waalaikum salam” sahut dari dalam ruangan yang ternyata ada Yuri yang sedag menemani Ayah Kangta.


“Dek, Bun, kalian ko kesini gak kabarain kakak sayang” ucap Yuri ketika melihat ada ibu mertuanya dan juga adik iparnya.


“Iya ka, ini juga permintaan bunda mendadak pas tahu Ayah sakit” jawab Anggun


“Bagaimana keadaan Ayah sayang?” Tanya Bunda Riani kepada menantunya itu.

__ADS_1


“Kata dokter, Ayah hanya kelelahan bun dan harus itirahat total, dan sepertinya akhir akhir ini ayah kurang teratur makannya, Yuri perhatikan juga akhir akhir ini tuh Ayah jarang ikut kita makan bareng di ruang makan” jelas Yuri, lalu Anggun lanjut mendorong kursi rodanya mendekati ranjang pasien milk Ayah Kangta. Bunda Riani pun langsung meraih tangan Ayah Kangta untuk di genggamnya, dia merasa khawatir melihat pria yang di cintainya tengah terkapar lemas di ranjang pasien.


Yuri yang melihat Ayahnya tidurnya mulai terusik dia pun berinisiatif untuk mengajak adiknya keluar dari ruangan Ayah mertuanya, dia ingin memberi kesempatan kedua mertuanya untuk mengobrol berdua.


“Dek temenin kakak, cari makan siang yuk” ucap Yuri sembari mengedipkan matanya kearah Anggun.


“Iya ka, bun akau temenin ka Yuri cari makna siang ya, bunda gak papa kita tinggal?” Tanya Anggun


“Gak papa sayang, kamu temenin aja kakak kamu, pasti kakak kamu dari tadi nemenin Ayah sampai lupa makan” ucap Bunda Riani.


“Ya sudah bun kita tinggal dulu ya” ucap Yuri lalu meraih tangan bundanya dan menciumnya di ikuti dengan Anggun juga.


Sepeninghalan Yuri dan Anggun, bunda Riani kembali fokus ke Ayah Kangta, dia genggam kembali tangan Ayah Kangta, dan dia pandang lekat lekat pria yang di cintainya .


“Mas maafin aku, pasti karena kamu bulak balik bandung jakarta terus kamu jadi sakit begini, jadi kecapean” ucap Bunda Riani sembari menundukkan kepalanya dan tidak terasa sampai dia meneteskan air matanya, Bunda Riani sedih melihat Ayah Kangta yang biasnya sering becanda selalu menggoda dirinya kini hanya tertidur lemah di rumah sakit.


Ayah Kangta yang tidurnya terusik karena merasakan basah di tangannya dia pun langsung membuka matanya dan melirik ke samping di lihatnya ada wanita yang di cintainya yang tengah menngis sesenggukan. Lalu dia menggerakan tangan satunya untuk mengelus kepala mantan istrinya tersebut.


“Mas, kamu sudah bangun, maaf ya pasti aku ganggu istirahat kamu ya” ucap Bunda Riani ketika merasakan elusan di kepalanya.


“Ko kamu ada disini, sama siapa kesininya?” Tanya Ayah Kangta


“Aku sama Anggun di antar supir, kenapa kamu gak bolehin anak anak kasih tahu aku mas kalau kamu sakit, kamu tahu tidak aku khawatir banget sama kamu, ternyata dugaan aku benarkan kamu kenapa kenapa” ucap Bunda Riani


“Ya pikir mas, kamu sudah gak peduli lagi sama mas, ya sudah mas gak mau ngerepotin kamu saja Lun” ucap Ayah Kangta


Mendengar Ayah Kangta memanggilnya hanya dengan menggunakan nama saja tidak lagi dengan panggilan sayang, tidak tahu kenapa hati Bunda Riani merasakan nyeri di dadanya.


“Dan maafin mas ya, mulai hari ini mas akan menetap di Bandung tidak bisa bulak balik lagi ke Jakarta, semisalkah Anggun ingin bertemu biar dia sama kakaknya yang kesini ya, mungkin dengan begitu mas juga dengan perlahan bisa melupakan kamu, tapi mas mohon sama kamu untuk masalah anak anak kita harus tetap kompak ya” ucap Ayah Kangta.


“Tidak mas, aku...aku gak mau kehilangan kamu lagi, maafin aku mas, maafin aku yang selama ini selalu menghindari kamu, yang selalu menolak jika kamu mengajak untuk kita rujuk kembali” ucap Bunda Riani.


“Maksud kamu apa lun?” Tanya Ayah Kangta


“Aku, aku...mau menikah lagi sama mas Kangta” ucap Bunda Riani sembari menundukkan kepalanya.


“Apa kamu serisus, mas agak mau kamu menerima mas karena kasihan mas sekarang sedang sakit” ucap Ayah Kangta


“Gak mas, aku mau menikah sama kamu karena dari dulu samai sekarang aku tetap masih mencintai mas Kangta” ucap Bunda Riani dengan jujur.


“Kamu gak bohongkan?” Tabya Ayah Kangta dan Bunda Riani pun menggelakkan kepalanya.


“Terus kwnapa selama ini kamu selalu menolak kalau mas ajak untuk menikah lagi?” Tanya balik Ayah Kangta


“Karena sebenarnya aku merasa gak pantas aja sama mas, aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik buat mas aku takut menyusahkan mas karena keadaan aku yang seperti ini” ucap Bunda Riani sembari menundukan kepalanya.


Mendengar ucapan wanita yang di cintainya itu, Ayah Kangta pun langsung merubah posisinya menjadi duduk lalu dia meraih tangan Bunda Riani untuk di genggam.


“Hei sayang dengerin mas, mas cinta dan sayang sama kamu itu tulus mau apapun keadaan kamu mas akan selalu menerima kamu apa adanya, mas mau di sisa hidup mas mas bisa merasakan hidup bersama dengan wanita yang sangat mas cintai, nanti mas akan carikan dokter terbaik untnuk menyembuhkan kaki kamu ya, mas akan menebus semua waktu kita bersama yang dulu hilang ya” ucap Ayah Kangta sembari menatap wanita yang di cintainya dan Bunda Riani pun menganggukkan kepalanya bertanda dia menyetujui apa pun rencana laki laki yang di cintainya itu.


Sedangkan Yuri membawa Anggun untuk membeli makan siang sekaligus dia juga ingin mengantar makan siang untuk suaminya di kantor.


“Kamu mau pesan makan dan minum apa sayang?” Tanya Yuri

__ADS_1


“Apa saja ka, tapi kalau minum aku mau jus strawberry boleh” ucap Anggun


“Boleh dong, kamu seperti ka Agung sama Ayah ya sama sama suka strawbarry” ucap Yuri, Anggun pun hanya tersenyum mendengar ucapan kakak iparnya.


“Nanti setelah itu kita antar makanan ke Abang dulu ya, kita kasih kejutan sama Abang ok” ucap Yuri


“Siap ka” sahut Anggun, setelah mereka sudah mendapatkan makanan yang mereka pesan, mereka pun langsung bergegas menuju SJ Group.


Sesampainya di kantor mereka langsung menuju ruangan Hotman, karena semua kariyawan sudah mengetahui siapa Yuri, mereka semua melihat istri dari big bossnya itu datang ke kantor semuanya memberi hormat, mereka penasaran siapakah gadis cantik yang di bawa oleh big bossnya itu. Sedangkan sekarang Hotman masih di ruang meeting dia tidak mengetahui jika istri dan adiknya datang ke kantor, setahu dia istrinya tengah menemani ayahnya di rumah sakit, niat Hotman juga sebenarnya selesai meeting dia akan makan siang bersama sang istri di rumah sakit.


“siang nyonya” sapa sekertaris Hotman yang bernama Dina.


“Siang mbak Dina, bapak ada?” tanya Yuri.


“Masih di ruang meeting nyonya mungkin 10.menit lagi selesai, apa nyonya mau tunggu di dalam?” tanya Dina


“bolah deh mbak” jawab Yuri lalu Dina pun langsung membukakan pintu ruangan bossnya dan mempersilahkan Yuri dan Anggun untuk masuk, dan Dina kaget ketika di beritahu oleh Nyonya bosanya itu bahwa gadia cantik yang kini tengah bersama nyinya bossnya itu adalah anak bungsu dari boss besarnya sekaligus adik dari Hotman dan juga Agung.


Tidak lama kemuadian Hotman pun datang dengan di ikuti oleh asisten pribadinya yang tidak lain adalah suami Dina selertaris Hotman sendiri.


“Maaf tuan di dalam ada tamu”


“Gimana sih din, kan tadi saya sudah bilang pas jam makan siang kosongkan jadwal saya karena saya mau ke rumah sakit” ucap Hotman dengan ketus dan berlalu meninggalkan sekertarisnya lalu memasuki ruangannya.


“Emang siapa sayang tamuanya?” tanya Ardi asisten pribadi Hotaman sekaligus suami dari Dina.


“Nyonya boss, mas” jawab Dina


“owh.., ya sudah mas ikut masuk dulu ya” ucap Ardi dan di angguki langsung oleh istrinya.


“suprise”


Ketika Hotman membuka pintu dan memasuki ruangannya, dia kaget mendapatkan istri dan adiknya ada di ruangannya.


“Loh kalian ko bisa ada disini?” tanya Hotman lalu mendekati istrinya, mencium kening istri dan adiknya.


“Kita kesini mau makan siang bareng kakak iya gak dek” ucap Yuri


“Iya bang” sahut Anggun


“terus ayah sama siapa sayang?” tanya Hotman


“tenang mas kita kesini tuh mau kasih waktu Ayah sama Bunda buat pacaran dulu, biar ngobrol berdua” jawab Yuri sembari menyiapkan dan mwnata makanannya di atas meja yang ada di hadapannya.


“loh kamu kesini sama bunda sayang?” tanya Hotman


“iya bang, dan katanya ka Agung sama ka Ana akan nyusul sore nanti” jawab Anggun


“sudah yuk ngobrolnya di lanjut lagi nanti kita makan dulu, ayok pak Ardi” ucap Yuri


“Terima kasih Nyonya, nanti saja saya mau makan sama istri saya, saya hanya ingin mengantarkan laporan meeting tadi” ucap Pak Ardi


“letakan di maja saja di, nanti saya periksa laporannya” ucap Hotman

__ADS_1


“Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu Nyonya, tuan, nona, mari” ucap Pak Ardi


“Iya pak” sahut Yuri dan Anggun. Sepeninggalan Ardi, mereka semua mulai memakan makanan yang sudah siapa di hadapannya.


__ADS_2