
Sepanjang perjalanann Yuna dusik di belakang pengemudi hanya bersiam diri dan menatap terus ke arah luar jendela, Agung yang memperhatikan istrinya merasa khawatir, kenapa istrinya dari keluar dari tempat acara mendadak jadi diam.
Sedangkan Yuna di sibukan dengan pemikirannya sendiri, dia bingung dengan perasaannya sendriri, dia rasnya ingin marah ke suaminya karena tadi sauminya tidak menolak untuk si perkenalkan dengan anak rekan bianis Ayah mertuanya.
Tetapi dia balik lagi mengingat perjanjian yang ia buat sendiri, kalau dia tidak berhak untuk cemburu pada suaminya, karena dari awal menikah sendirinya yang membuat kesepakatan supaya tidak mencapuri urusan masing-masing.
“Sayang, Yuna” panggil Agung melihat sedari tadi istrinya melamun.
“ iya mas” sahut Yuna ketika di panggil.
“Kamu kenapa, kamu sakit, kalau sakit kita pulang saja ya, istirahat ya si rumah?” tanya Agung
“Iya nak, kalau kamu gak enak badan mendingan kita pulang aja biar kamu bisa istirahat” ucap Ayah Kangta
Demi menghargai Ayah mertuanya Yuna mencoba untuk menghilangkan egonya.
“gak papa ko yah, mas, aku baik2 saja” jawab Yuna
“ yakin sayang?” tanya Agung memastikan keadaan istrinya
“ iya mas, I’m fine” jawab Yuna
Akhirnya mobil yang di kendarai mereka telah sampai di Restoran yang Agung maksud. Krisna memesan tempat yang Privet room, menu makanan sudah di pesan yaiti makanan yang biasa bosnya pesan juga makanan favorite di reatoran tersebut .
Semua makanan sudah tertata di meja makan, Agung yang melihat istrinya diam saja dan belum mulai mengambil makanan dia pun mencoba mengambilkan makanan yang Yuna pasti suka dia letakan di piring istrinya.
“ nih yank cobain deh pasti kamu suka” ucap Agung ketika meletakan makanan si.piring istrinya, melihat istrinya tidak merespon ucapannya di lihat istrinya sedang terbengong.
“Sayang, hey” panghil Agung swmbari memegang tangan Yuna di atas meja makan dan membuat Yuna kaget dan tidak sadar langsung menepis tangan Agung.
Agung yang mendapatkan reaksi dari istrinya ketika dia pegang tangannya ada rasa sakit yang menusuk hatinya secara tidak sengaja istrinya menolak untuk dia pegang tangannya.
“Eh maaf” ucap Agung langsung memasang muka dinginnya dan mengalihkan tangannya.
“mas maaf bukan maksud aku” ucapan Yuna terhenti dengan ucapan Agung.
“Uda gak papa, yuk semuanya kita makan” ucap Agung berusaha bersikap biasa saja dan dia tidak mau berdebat hal kecil seperti itu si depan sang Ayah.
Yuna merasa bersalah dengan suaminya dengan tindakannya tadi, padahal Yuna sama sekali tidak ada niat menepis tangan Agung, dia hanya reflek karena dia sedang melamun, dan dari awal makan sampai selesai suaminya mendiamkan dirinya, Agung hanya mengobrol dengan Ayah dan juga sang asisten, ketika Yuna meminta ijin ke toilet jawabannya hanya singkat.
“Mas aku ke toilet dulu ya” ijin Yuna
“ hemm” jawab Agung tanpa menata wajah Yuna
Shany yangbmelihay sahabatnya sedang tidak baik2 saja, dia mengiuti yuna ke toilet.
“ka, aku ke toilet dulu ya” ijin shany.
“Iya” jawab Krisna
Sebenrnya Agung tidak tega mendiamkan istrinya, tetapi dia tidak mau membuat istrinya tidak nyaman atas perlakuannya selama ini, mungkin Agung teralu berlebihan untuk ingin lebih dekat dengan istrinya.
Di toilet Yuna menatap pantulan dirinya di cermin tepat di hadapannya , dia bingung dengan perasaannya sendiri.
Tiba2 Shany datang melihat sahabatnya seperti sedang banyak pikiran.
“Hey..” panghil shany sambil menepuknpundak sahabatnya.
__ADS_1
“Eh shan” sahut Yuna
“Lo kenapa, lagi banyak masalah, gua liat lo dari tadi kebanyakan bengong?” tanya Shany
“gak, gua gak papa ko” jawab Yuna
“Na gua itu kenal lo gak sehari dua hari, gua kenal lo dari kita awal masuk kuliah jadi gua tahu kalau lo lagi ada masalah, coba cerita siapa tahu gua bsa bantu lo” ucap Shany
“tapi lo janji jangan cerita ke siapa pun, apalagi ke ka Krisna” ucap Yuna
“iya gua janji” sahut Shany
“gua bingung dengan perasaan gua saat ini, tadi pas melihat suami gua tidak menolak di perkenalkan dengan perempuan lain, ada rasa kesel dan inggggin marah sama dia tapi aku gak bisa” jelas Yuna
“hahaaaa” reaksi Shany mendengar cerita sahabatnya malah ketawa.
“ko lo malah ketawa sih” Yuna menatap sahabatnya dengan heran, kenapa reaksinya malah ketawa.
“itu namanya lo jealos tahu gak” ucap Shany
“ya gak mungkin lah” ucap Yuna menyangkal rasa cemburunya.
“ Na itu tandanya lo itu cemburu sama ka Melodi tafi kan, kalau lo gak percaya ya sudah, lo tahu orang yang sudah merasa cemburu pada pasangannya apa artinya?” ucap Shany
“Apa” sahut Yuna
“Artinya orang itu sudah jatuh cinta pada pasangannya, dan berarti lo iti sudah jatuh cinta sama suami lo” jelas Shany
“Ya gak mungkin lah gua bisa jatuh cinta secepat ini sama suami gua” ucap Yuna, “masa iya gua secepat ini suka sama dia tetapi yang gua tasain sekarang gak pernah gua rasaain ketika sama ka Dimas” batin Yuna
“sekarang gua tanya, selama lo pacaran sama ka Dimas lo pernah gak ngalamin perasaan seperti ini, atau gak ada rasa kesel atau marah gak ketika ka Dimas dekat dengan cewek lain?” tanya Shany
“itu berarti lo tuh gak cinta sama Ka Dimas lo tuh cuman kagum atau ada rasa hutang budi sama dia” jelas Shany
“masa iya gua cuman kagum atau merasa hutang budi sama Ka dimas karena dia dulu pernah menolong aku” batin Yuna
“sudah yuk ah kita balik lagi, jangan kebanyakan bengong apalagi di toilet nanti kesambet lo” ucap Shany
“ishh.., rese lo ya” sahut Yuna
“ya lagian kebanyakan bengong dari tadi” ucap Shany
Akhirnya mereka kembali dari toilet, dan terlihat di meja sudah tertata menu terakhir yaitu Dessert favorite restoran yaitu Strawberry Pie. Yuna mengira itu adalah Apple Pie dia langsung memakannya tapi baru satu potong masuk ke dalam mulutnya dan belum sempat dia kunyah, tiba2 Agung meminta untuk memuntahkannya.
Agung yang asyik ngobrol dengan Ayah dan Krisna tidak menyadari kalau mereeka tengah menikmati hidangan te`rakhir yaitu dessert berupa Strawberry Pie, dia menyadari ketika dia memasukan sepotong pie dalam mulutnya, dan seketika langsung menengok ke samping dan dia mellihat istrinya baru saja meemasukan satu potong pie ke dalam mulutnya, diapun langsung meminta istrinya memuntahkan pie yang baru saja Yuna masukan ke dalam mulutnya dan itu membuat semuanya termasuk Yuna Juga heran kenapa Agung meminta Yuna untuk memuntahkan makanannya karena reaksi Agung terlihat sangat panik karena dia tahu istrinya itu alergi Strawberry.
“sayang muntahin itu makanannya, cepet” pintah Agung dengan wajah yang panik.
Dan seketika Yuna pun refleks langsung memuntahkan maknannya di tisu.
“kenapa sih mas?” tanya Yuna kaaarena sudah membuatnya kaget.
“kamu sudaah berapa suap makan pie ini?” tanya Agung balik memastikan istrinya belum mmmemakannya sama sekali.
“baru juga mau suap, kamu sudah minta aku suruh muntahin” jelas Yuna
“kamu gak papa kan, kamu apa ada yang gatel, pusing atau sesak nafas?” tanya Agung seketika menyebutkan semua reaksi jika alergi Yunakambuh.
__ADS_1
“mas Aku gak papa, kamu kenapa sih?” tanya Yuna dia bingung dengan tingkah suaminya. Bukan menjawab pertanyaan istrinya Agung malah menanyakan siapa yang menghidangkan menu dessert itu di meja makan yang pasti para pelayan restoran itu juga atas perintah dari sang asisten.
“boy tenang, ada apa” ucap Ayah berusaha menenangkan putranya.
“pelayan, pelayan” panggil Agung dengan suara sedikit meninggi, semua orang bingung dengan sikap Agung yang tiba2 seperti itu karena bbaru kali ini Agung memperlihatkan kekhawatiran yang sangat besar.
“mas kamu kenapa sih?” tanya Yuna kenapa dengan sikap suaminya.
“Kris cepat minta segelas susu ke pelayan cepat” pintah Agung
“iya iya” Krisna pun langsung bergegas mminta segelas susu ke pelayan resto.
“Boy tenang kamu kenapa tiba tiba panik begitu” tanya Ayah yang ikut khawatir terhadap putranya sepertinya ada yang tidak beres dengan putranaya.
Agung yang sedang mengkhawatirkan keadaan istrinya tidak menghiraukan pertanyaan dari siapapun, padahal Yunapun baik2 saja karena dia belum sempat memakan atau menelan Pie tersebut.
“nih susunya” Krisna menyerahkan 1 gelas susu kepada Agung dan Agung langsung meminta istrinya untuk meminumnya sekarang juga supaya bisa menetraliisirkan alerginya.
“nih kamu minum dulu” pintah Agung dan Yuna pun tidak mau menambah masalaah dia langsung meneguk susu itu sampai kandas tak tersisa.
“lain kali jangan croboh, kalau mau makan sesuatu itu tanya dulu itu makanan apa jangan asal makan aja sayang” ucap Agung lega sembari mengelap sisa sisa susu di mulut sag iiiiiistri dengan ibu jarinya.
“eman apa yang salah dengan makannannya mas?” tanya Yuna memangnya dia makan makanan yang beracun.
“kamu tahu itu yang kamu makan itu apa?” tanya balik Agung
“tahu lah, Apple pie kan” jawab Yuna
“sok tahu, itu tadi adalah strawbarry pie, uda tahu kan artinya apa kalau kamu tadi sampai memakan makanan itu jadinya seperti apa dan kamu berhasil membuat mas panik tau gak, habis ini kita cek ke dokter ya buat di cek” jelas Agung
“mas aku gak papa, gak perlu ke dokter , kan tadi juga makanannya belum semapat aku telan” tolak Yuna ketika di aja suaminya untuk ke dokter padahal dia merasa dirinya baik2 saja.
“tapi sayang” protes Agung
“mas” ucap Yuna semabri menatap tajam suaminya.
“baiklah, Kris inget jika saya suruh membelikan maknaan atau minuma apapun buat istri gua jangan yang mengandung strawberry karena istri gua alergi strawberry” ucap Agung dengan tegas kepada sang asissten pribadinya tiu.
“iya gua akan ingat pesan lo, nona bos saya minta maaf ya saya gak tahu kalau nona bos alergi strawberry” ucap Krisna
“uda gak papa ka, orang aku juga gak kenapa-napa ko, mas Agungnya aja yang berllebihan” ucap Yuna tidak sengaja membuat Agung merasa kekhawatiran dan kepanikan dirinya di anggap sepele sama istrinya ia seperti tidak terima.
“kamu biang berlebihan, oh jadi aku panik, khawatir dengan kamu takut kenapa-napa kamu bilang mas berlebihan, kamu tau gak gimana panik dan khawatirnya mas ketika melihat kamu....” Agung tidak sanggup untuk melanjutkan omongannya, karena jika di teruskan akan menguak memori lama sang istri, dan dia takut akan membuat istrinya kesakitan, akhirnya diapun langsung pergi meninggalkan restoran itu, pergi untuk menenangkan pikirannya.
Yuna yang melihat reaksi suaminya seperti itu daia hanya diam dan termenung sendiri baru kali ini dia melihat suaminya marah. Ayah Kangta mellihat reaksi putranya marah kepada sang menantu dia minta maaf akan perlauan Agung.
“Maafin anak Ayah ya nak, yang sudah marah dan membentak kamu, dia memaang seperti itu kalau sedsng khawatir sama orang yang dia sayang bakalan panik” ucap Ayah Kangta.
“iya yah gak papa, disini juga Yuna ynag salah, karena tidak bisa menghargai kekhawatiran mas Agung, harusnya Yuna berterima kasih sama mas Agung karena kalau tadi mas Agung tidak meminta untuk memuntahkan makanannya mungkin aku sudah terbaring di rumah sakit.
“sudah gak usah dipikirin, nanti Ayah yang akan bicara sama dia” ucap Ayah
“iya yah” sahut Yuna
“Ya sudah yu Kris, antar kita pulang dulu” pintah Ayah
“baik yah” sahut Krisna
__ADS_1
Akhirnya Yuna dan Ayah di antar pulang oleh Khrisna dan juga Shany, karena mobil di bawa oleh Agung entah kemana mereka tidak tahu.