BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 123


__ADS_3

Sesampainya di rumah Yuna langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri, karena sebentar lagi waktunya Agung pulang kantor. Setelah membersihkan diri Yuna bergegas menuju dapur untuk memasak makan malam, ya semenjak tinggal di rumah baru Yuna lebih suka masak sendiri dari pada meminta pelayan yang masak untuk dirinya dan juga suaminya makan.


“Hai mbok” sapa Yuna ketika sudah berada di dapur.


“Eh.., non kelihatannya lagi bahagia banget nih mbok lihat senyum senyum terus” ucap Mbok Darmi ketika melihat Yuna menyapanya sambil tersenyum riang.


“Gak ah mbok biasa saja, kan sebentar lagi mau menyambut suami pulang masa di kasih muka cemberut mbok” sahut Yuna


Kenapa mbok Darmi bisa ada di rumah Yuna, karena setelah satu bulan Yuna tinggal di rumah barunya, papi Kadir meminta mbok Darmi dan mang Jajang untuk ikut tinggal bersama anak dan menantunya untuk menjaga mereka berdua karena Mbok Darmi selama ini yang tidak pernah jauh dari putrinya agar putrinya juga merasa ada temannya di rumahnya. Mbok Darmi pun merasa senang di pintah tuannya seperti itu, begitu pun Yuna dia tadinya berfikir jika papi nya tidak peduli lagi dengannya tapi ternyata papihnya masih peduli dan perhatian dengan dirinya.


“Non mau masak sekarang?” Tanya Mbok Darmi


“Iya mbok” jawab Yuna, langsung memulai memasak dengan di bantu oleh mbok Darmi. Hingga ketika Yuna sudah selesai memasak dan tinggal menatanya dia mendengar suara seseorang yang sedang dia tunggu tunggu.


“Assalamualaikum”


“Waalaikum salam” jawab Yuna sembari menghampiri suaminya yang baru memasuki rumah, dan langsung mencium tangan suaminya dan di balas oleh Agung dengan mencium kening sang istri mereka berjalan menuju kamar dengan saling bergandengan.


“Kelihatannya kamu senang banget sayang, coba cerita sama mas kenapa?” ucap Agung ketika melihat senyum di wajah istrinya.


“Nanti aku ceritain tapi nanti setelah kamu mandi ya” ucap Yuna


“Jadi penasaran mas, apa sih yang membuat istri mas ini terlihat bahagia banget, oh ya tadi gimna sayang di panti?” Tanya Agung lagi


“Mandi dulu bee baru nanti aku cerita in” ucap Yuna mendorong dada suaminya untuk bergegas ke kamar mandi.


“Cium dulu,baru mas mandi” ucap Agung dengan manja sembari memajukan wajahnya.


“Cup” Yuna pun menuruti kemauan suaminya dengan memberikan kecupan tepat di bibir suaminya. Setelah mendapatkan ciuman dari sang istri Agung pun bergegas menuju kamar mandi, sedangkan Yuna Sepeninggalan suaminya ke kamar mandi dia berjalan menuju ruang ganti untuk menyiapkan baju ganti untuk suaminya lalu dia letakan di tepi ranjang.


Sembari menunggu suaminya selesai mandi Yuna duduk di sofa kamar sembari menyalakan tv. Tiba tiba dia di kagetkan dengan sebuah tangan yang memeluknya dari belakang.


“Bee” sahut Yuna lalu Agung mencium puncak kepala istrinya lalu dia berjalan memutari sofa dan duduk tepat di samping sang istri.


“Sekarang cerita sama mas tadi di panti ngapain saja?” Tanya Agung


“Ya seperti yang tadi siang aku ceritain pas kamu telepon, anak anak senang banget melihat aku datang ke panti, ternyata kata bunda mereka selalu menanyakan aku bee, kapan katanya Bunda Ana datang ke panti” cerita Yuna


“Alhamdulillah jika anak anak senang dengan kedatangan kamu sayang” ucap Syukur Agung, dia senang dengan kesenangan istrinya yang baru, mungkin dengan melihat istrinya sering bermain bersama anak panti itu bisa mengobati rasa kehilangan dan kesedihannya.


“Oh ya bee, boleh gak kapan kapan aku undang mereka kesini pas weekend, aku mau ajakin mereka berenang” ucap Yuna

__ADS_1


“Boleh dong sayang, malah mas senang, jadi mas juga bisa ikut main bersama mereka” ucap Agung


Mendapat izin dari suaminya Yuna pun sangat senang dan langsung memeluk suaminya dari samping.


“Makasih bee” ucap Yuna.


“Sama sama sayang” sahut Agung sembari membalas pelukan istrinya dan mengecup puncak kepala sang istri.


Tiba tiba Yuna ingat dengan akan cerita Bunda Riani.


“Bee, boleh tidak aku meminta sesuatu ke kamu?” Tanya Yuna.


“Boleh dong, mau apa sayang?” jawab Agung dengan mengelus kepala istrinya yang tengah bersandar di dadanya.


“Tapi kamu jangan marah ya” ucap Yuna sembari mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


“Iya sayang, mau minta apa sih?” Sahut Agung, membuat Agung penasaran.


“Aku mau minta kamu cerita tentang Bunda, boleh?” Tanya Yuna membuat Agung terdiam.


“Kalau tidak mau juga gak papa bee, gak usah cerita” ucap Yuna yang melihat suaminya terdiam.


“Ko tumben kamu mau dengar cerita tentang bunda?” Tanya Agung sembari meraih tangan istrinya.


“Bunda, dia adalah wanita paling baik, paling lembut yang pernah aku kenal, bunda tidak pernah marah jika mas nakal dulu, kalau mas nakal atau melakukan kesalahan itu bunda selalu menasihati mas dengan perlahan ketika mas mau tidur, berbeda denagn Ayah, mungkin karena Ayah laki laki ya, Ayah lebih tegas salam mendidik mas jika mas menangis atau apa, ya begitu saja kalau yang lebihnya kan mas sudah pernah cerita ke kamu tentang bagai mana bunda bisa pergi meninggalkan mas dan Ayah” ucap Agung.


“Eumm bee jika suatu saat nanti kamu bertemu dengan bunda, apa kamu memaafkan semua kesalahan bunda?” Tanya Yuna penasaran.


“Mas tidak pernah marah sama bunda sayang, mas hanya kecewa dengan bunda dan mas ingin mendengar semua alasan bunda kenapa meninggalkan mas dan Ayah itu saja, karena Ayah selalu bilang kepada mas jangan pernah benci sama bunda karena semua penyebab Bunda pergi adalah Ayah, dan yang patut di salahkan adalah Ayah, tapi Ayah tidak mau menceritakan apa kesalahannya, Ayah bilang dia akan jelaskan semuanya ketika bunda sudah ada di hadapan kita” ucap Agung


“Emm.., boleh gak aku lihat foto bunda seperti apa wajahnya bee, masa aku belum pernah melihat wajah ibu mertua aku nanti aku di anggap durhaka lagi tidak tahu wajah ibu mertuanya seperti apa” ucap Yuna


Agung terkekeh mendengar ucapan istrinya “Mas gak punya sayang, semua foto bunda ada di masnion di Bandung, nanti deh kalau kita ke Bandung mas kasih lihat ya” ucap Agung dan Yuna pun menganggukkan kepalanya.


Tiba tiba Yuna mempunyai ide, dia akan mencoba meminta foto ibu mertuanya kepada Ayah mertuanya.


“Hemm, nanti aku minta sama Ayah deh, pasti Ayah punya foto bunda” batin Yuna


“Ya sudah kita shalat dulu yuk sayang sudah adzan tuh” ucap Agung


“Aku lagi halangan bee, kamu saja sana siap siap shalat ke bawah” ucap Yuna yang memang tadi ketika pulang dari panti dia baru saja mendapat tamu bulanannya.

__ADS_1


“Yah..., mas libur dong malam ini” ucap Agung menggoda istrinya.


“Bee apaan sih, mikirnya ke situ mulu ih” ucap Yuna yang tahu kemana arah pembicaraan suminya.


“Becanda sayang, ya sudah mas ambil wudhu dulu ya, cup” ucap Agung lalu beranjak dari sofa menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Sepeninggslan Suaminya Shalat ke mesolah yang ada di dekat paviliun belakang rumah, Yuna mencoba mengirim pesan kepada Ayah mertuanya.


✉️“Assalamualaikum Yah, Ayah sehat?” Itu itu pesan yang Yuna kirimkan kepada Ayah mertuanya untuk sekedar menyapa terlebih dahulu.


✉️“Alhamdulillah sayang Ayah baik, kamu sama Agung gimana kabarnya?” Balasan dari Ayah Kangta.


✉️“Alhamdulillah yah,aku sama mas Agung sehat semua, yah boleh Ana minta fotonya Bunda Luna tidak?” Tanya Yuna lagi.


Setelah pesan terkahir yang di kirim oleh Yuna terlihat pesan sudah di baca tapi tidak kunjung dapat balasan dari Ayah mertuanya.


“Kenapa gak di balas2 ya, apa Ayah marah sama Aku karena meminta foto bunda, tapi aku penasaran apa Bunda Riani dan Bunda Luna itu satu orang yang sama atau tidak” gumam Yuna terus bolak balik di depan ranjang sembari menggenggam ponselnya, Yuna lupa kalau ini waktunya orang pada shalat magrib kemungkinan besar Ayah Kangta tidak membalas karena mau Shalat magrib terlebih dahulu.


“Sayang kamu lagi ngapain sih bolak balik terus kaya gitu?” Tanya Agung ketika melihat istrinya bolak balik seperti orang kebingungan di kamar.


“Eh..., bee kamu sudah selesai shalatnya?” Tanya Yuna sembari meraih tangan suaminya utnuk di cium dan di balas oleh Agung dengan mencium kening istrinya seperti biasa.


“Kamu lagi ngapain seperti orang kebingungan?” Tanya Agung lalu berjalan menuju tempat penyimpanan alat shalatnya.


“Gak papa bee, aku lagi nungguin balesan dari Yuri nih, lama banget dia” jawab Yuna san diangguki oleh Agung.


Tiba tiba ada suara pesan masuk dari ponsel Yuna dilihat Ayah Kangta yang mengirim pesan.


✉️“Maaf ya nak, Ayah tadi lagi shalat, boleh tapi nanti ayah kirim lewat email ya soalnya semua foto bunda sudah ayah pindahkan di laptop sayang, tumben kamu nanyain foto bunda?” Tanya Ayah Kangta.


✉️“Gak papa yah, aku mau lihat saja bunda itu seperti apa wajahnya soalnya selama aku jadi istri mas Agung aku belum pernah lihat wajah bunda.


“Ok Yah nanti aku tunggu ya fotonya, Ayah jangan bilang mas Agung ya kalau aku minta foto bunda sama Ayah” balas Yuna sembari senyum senyum sendiri dia merasa lega ternyata Ayah mertuanya tidak marah.


✉️“Sipp👍” balas Ayah Kangta


“Sayang kamu lagi ngobrolin apa sih sama Yuri sampai sampai mas di cuekin loh, pakai senyum senyum sendiri lagi, coba mas lihat sini” ucap Agung mendekati sang sitri penasaran dengan isi pesannya.


“Jangan dong bee, ini rahasia perempuan para lelaki tidak boleh tahu” jawab Yuna dengan otomatis menghindar dari suaminya.


“Jangan jangan kalian ngomongin yang jorok jorok ya” goda Agung

__ADS_1


“Dih..., itu sih kamu kali sama ka Hotman yang suka ngomongin jorok jorok, udah ah yuk makan malam dulu tadi aku sudah masak yang spesial buat suamiku tercinta” ucap Yuna mengajak suaminya untuk makan malam, agar mengalihkan pembicaraan yang tadi. Lalu Yuna pun langsung menggandeng lengan suaminya dan berjalan menuju ruang makan.


__ADS_2