
Dimas merasa sangat frustasi akan memikirkan masalah yang sedang terkadi pada dirinya, satu dia baru putus dengan sang kekasih yang sudah lama terjalin kini telah kandas, mucul lagi masalah baru dia telqh merusak anak gadis orang yaitu Hyosi gadia yang selama ini di jodohkan oleh Mommynya tetapi doa selalu menolak.
Dimas terus mengusap wajahnya dengan kasar ketika mengingat kebodohannya kenapa pas sedang galau dia malah menuju club bukannya pulang ke hotel, coba kalau dia pulangnke hotel hal seperti ini tidak akan terjadi pikir Dimas, dia hanya berharap supaya Hyosi tidak hamil supaya dia tidak perlu untuk tanggung jawab, tetapi jika memang Hyosi sampai hamil dwngan terpaksa Dimas harus tanggung jawab menikahi Hyosi.
Dan akhirnya dia memutuskan setelah ini akan kembali ke negaranya, tetapi sebelum dia kembali, Dimas jngin menemui Yuna untuk yang terakhir kalinya, dia akan meminta Yina untuk.menemuinya terlebih dahulu, lalu dia berjalan menuju nakas di sebalah tempat tidur untuk mengambil benda pipihnya dan mengirim pesan kepada sang mantan.
To : My Sweetherat
Ana bisa kita ketemu untuk yang terakhir
Itulah pesan yang Dimas kirimkan ke Yuna.
Aduhh nama kontaknya belum di ganti bang dim (author)
Sedangkan Yuna di rumah sakit tepatnya di kamar rawat Agung sedang duduk di sofa semabri memainkan Handphonenya sambil menunggu suaminya sedang membicarakan tentang pekerjaannya denganbsang asisten.
Sedangkan Yuno setelah dokter memeriksa Agung dan memastikan dia tidak terlalu parah dia pun langsung balik ke Indonesia, begitupun juga dengan Ayah Kangta setelah memastikan Anak dan menantunya baik baik saja dia sudah lega untuk kembali ke tanah air karena masih banyak pekerjaan yang mnanti mereka.
Agung yang sedang membicarakan tentang pekerjaanya dengan Krisna, sesekali dia melirik ke arah istrinya di lihatnya istrinya sedang memainkan handphone sembari senyim, kadang ketawa ada rasa senang tersendiri melihat orang yang kita cintai bisa tertawa lepas seperti itu dan ketika elspreai Yuna berubah menjadi sedih dan seperti orang bingung, dan itu menyita perhatian Agung kenapa istrinya tiba2 berubah lalu dia meminta Krisna untuk kembali kenkantor untuk menggantikkan dirinya meeting untuk semntara.
“ya sudah bos, saya pamit kembali ke kantor”pamit Krisna sembari memasukan berkas2 yang telah Agung tanda tangani.
“emm, makasih kris” ucap Agung
“sama2 bos, gua duluan ya bos” ucap Krisna berjalan menuju keluar ruang rawat Agung, ketika melewati Yina di sofa dia pamit dengan Yuna tetapi seperti tidak di tanggapi oleh Yuna, karena Yuna sedang melamun.
Yuna yang tengah memainkan Handphonenya seketika raut wajahnya berubah seperti orang bingung setelah dapat pesan dari Dimas.
From: Ka Dimas ✉️
__ADS_1
Ana bisa kita bertemu untuk yang terakhir
Yuna bingung, jika dia minta izin untuk ketemu Dimas takut suaminya marah, tetapi kalau dia ketemu dengan Dimas secara diam2 dia takut ketahuan dan akibatnya suaminya akan lebih marah lagi, Yuna masih stuck oleh kebingungannya sampai di panggil sama suminya tidak mendengar sampai seketika pintu kamar terbuka dan ternyata yang masuk adalah dokter dan perawat masuk untuk mengecek keadaan Agung dan menjelaskan hasil pemeriksaan rontgen tadi pagi.
“Siang Nyonya,Tuan” sapa dokter ketika memasuki ruang rawat Agung, dan Yuna pun lanhsung tersadar dari lamunanya ketika mendengar suara dokter dan dia langsung beranjak mendekat ke arah suaminya.
“siang dok” sahut Agung dan Yuna bersamaan, Agung tahu istrinya sedang tidak baik2 saja, langsung dia genggam tangan sang istri dan menatapnya dengan senyuman lalu di balals Yuna dengan senyuman juga, ketika Yuna sudah di samping kiri tempat tidur dan dokter di samping kanan Agung untuk memeriksa bagian lukanya.
Dokterpun mulai memeriksa bagian yang terluka dan menjelaskan hasilnya, kalau Agung tidak ada luka dalam serius, hanya luka luar saja, dan dokter untuk meminta jangan sampai lukanya terbentur atau ketekan sesuatu yang berat dan untuk tangan sebelah kanan diminta jangan banyak gerak dulu minimal selama 3 hari, dan untuk bagian lehernya jangan terlalu banya menengok dulu, itulah penjelasan dokter dari semua segala tes sudah di lakukan.
“kalau begitu suami saya kapan boleh pulang dok?” tanya Yuna ingin memastikan suaminya harus beberapa hari lagi untuk di rawat di rumah sakit.
“oh kalau itu, setelah infus ini habis tuan Agung sudah di perbolehkan pulang, nyonya” jawab dokter
“makasih ya dok” ucap Yuna
“maksih dok” ucap Agung
“makasih dok” ucap Yuna dan Agung bersamaan,lalu dokter dan susterpun keluar dari ruang rawat inap Agung.
Sedangkan Yuna dia ingin beranjak dari sisi Agung niatnya ingin mengurus administrasi rumah sakit, tetapi tanganya di tahan oleh Agung.
“mau kemana sayang?” tanya Agung mencekal tangan Yuna yang hendak pergi lalu menatap wajah istrinya penuh cinta.
“aku mau keluar sebentar mas, mau urus administrasi kan kamu bentar lagi boleh pulang” jelas Yuna dan membalas tatapan Agung.
“gak usah biar Krisna aja yang urus, mana coba ambilin handphone mas sayang” ucap Agung tanpa melepaskan tangan kirinya masih setia menggenggam tangan istrinya.
“makanya ini tangan aku lepasin, itu handphone ada di sebelah kamu di meja mas, bisa ambil sendiri kan” ujar Yuna bingung dengan kelakuan suaminya sudah tahu tangan kanan tidak boleh banyak gerak, mau ngambil handphone di sebelah aja minta di ambilin bukannya lepas dulu genggaman tangannya.
“gak bisa lepas sayang tangannya, tangan kamu ada lemnya yah” gombal Agung menggoda istrinya, akhirnya Yuna pasrah mengikuti kemauan suaminya untuk mengambilkan Handphone yang letaknya tepat meja sebelah kiri Agung.
__ADS_1
“terimakasih istriku yang cantik” gombal Agung setelah menerima Handphone dari sang istri
“hemm” sahut Yuna, dia hanya pasrah duduk di tepi ranjang tempat tidur suaminya dengan tangan yang masih di gengam sang suami, sedangkan Agung menelpon sang asisten meminta untuk balik lagi ke rumah sakit untuk mengurus administrasinya dan itu berhasil membuat sahabt sekaligus asistenya kesal.
Tuttt tuttt (panggilan tergubung)
“hallo iya bos” sahut Krisna
“lo balik lagi ke rumah sakit sekarang” pintah Agung
“kenapa lagi sih bos, tadi disuruh pergi sekarang suruh balik lagi, lo bener2 ya gung bikin gua kesel tau gak” omel Krisna
“uda gak usah banyak omel lo kayak mak mak, lo cepetan balik kesini dan urus administrasi rumah sakit gua soalnya gua sudah diizinin pulang oleh dokter” jelas Agung tetap matanya sembari lirik lirik ke arah istrinya padahal ada di sebelahnya.
“kan ada nona bos, gung” ucap Krisna memberi saran.
“gak, gak masa bini gua, gua suruh ngurus kaya begituan, itu uda jadi tugas lo, lagian bini gua lagi beres beres buat siap2 pulang, uda cepetan lo kesini” pintah Agung
“iya iya gua kesana sekarang, untung lo bos gua klau bukan” ucapan krisna terpotong ketika dapat sautan dari bosnya.
“kalau bukan kenapa memangnya?” ucap Agung menantang.
“gak bos mana berani sayamacem2 sama bos” ucap Krisna
“kalau sudah lo bisa langsung balik lagi ke kantor dan lo suruh si el jemput gua di rumah sakit” pintah Agung
Tutt tuttt ( panggilan berakhir)
“siap pak bos” sahut Krisna dengan nada lirih setelah dia mendengar kalau belum juga di jawab sudah di matikan dulua telfonnya oleh Agung.
Setelah menelpon Agung memberikan handphonya lagi ke istrinya meminta untuk meletakannya di tempat semula.
__ADS_1