BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
56. Mansion Surya Jaya


__ADS_3

Selesai Agung ganti baju dan keluar dari ruang ganti masih sama dengan ekspresi merajuknya, Yuna sendiri jadi gemes melihat tingkah suaminya, Agung keluar ruang ganti menuju sofa kamar dan duduk di sofa sembari menunggu istrinya selesai paking.



Yuna menghampiri suaminya yang tengah duduk di sofa kamar dan berdiri tepat di depan suaminya, saking gemesnya Yuna menganggkat kedua pipi suaminya dengan kedua telapak tangannya hingga membentuk pipi chubby.


“Lucunya suamiku, kalau lagi ngambek begini” ucap Yuna gemes melihat suaminya merajuk.


‘Cup’ Yuna mengecup binir suaminya lalu melepaskan tanganya dari pipi Agung dan meninggalkan Agung sendiri di sofa.


“Kalau mau honeymoon, cepat tutup kopernya, aku mau ganti baju dulu” ucap Yuna sembari berjalan menuju ruang ganti.


“Beneran sayang” sahut Agung seketika wajahnya berubah drastis menjadi tersenyum ceria lagi seperti anak kecil habis di kasih mainan baru.


“Hemm, uda cepetan tutup kopernya “ucap Yuna dari balik pintu ruang ganti.


“Baik bu bos” sahut Agung dia langsung beranjak dari sofa dan langsung menutup kopern yang tergeletak di sofa kecil tepat depan tempat tidur.


Kini semuanya sudah berkumpul di rumah Om Rangga, dan pastinya sebelum pergi ada drama dari tante Imna dan juga Baby girl yang akan di tinggal liburan sama para sepupunya.


Semua barang yang akan di bawa sudah masuk bagasi mobil, mobil semuanya sudah siap untuk brangkat.


Kali ini semuanya akan menaiki mobil milik Ayah Kangta kebetulan Ayah Kangta sedang menggunakan mobil yang depan mobilnya seperti lambang transformer itu, hingga semuanya bisa masuk ke dalam satu mobil.


Sedangkan mobil yang tadi di gunakan oleh Yuna dan Agung tetap di bawa El yang akan mengikuti mereka dari belakang.


Sepanjang perjalannan 2 pria tampan kakak beradik ini seperti tidak bersemangat di dalam mobil, karena pikir mereka jika mereka satu mobil dengan Ayah mereka bisa duduk dengan pasangan masing masing ternyata dugaannya salah.


Yuna dan Yuri dari awal menaiki mobil meminta kepada suami dan calon suami mereka untuk duduk di bangku paling belakang sedangkan Agung dan Hotman duduk di bangku tengah dan Ayah Kangta duduk di depan samping pengemudi.


Sepanjang perjalan dua gadis di belakang sedang asik mengobrol, terkadang mereka cerita tentang masa masa SMA dulu, berbeda dengan dua pria tampan di hadapannya mereka hanya saling diam dan lebih sering menengok ke arah belakang melihat gadis gadis pujaan hati mereka masing masing yang sedang bercanda gurau berdua.


“Kenapa sih bee dari tadi tengak tengok terus?” Tanya Yuna yang melihat suaminya dari tadi menengok ke belakang terus.


“Iya, Ka Hotman juga ngapain sih ka nengok nengok terus, emang ada yang aneh ya sama kita?” Tanya Yuri


“Yang kamu pindah saja ya disini sama mas duduknya” ucap Agung dengan lesu sembari menengokan kepalanya menatap sang istri.


“Iya kakak ipar duduknya tukeran aja ya, kakak ipar disini aku yang di belakang” sambung Hotman ikut membujuk kakak iparnya.


“Emang apa bedanya sih bee, kan kita sama sama satu mobil dan masih terlihat sama kamu” ucap Yuna


“Ya beda lah sayang, kalau seperti ini kan mas tidak bisa sambil pegangan tangan” jawab Agung.


“Ya sudah kamu pegangan saja sama tangannya ka Hotman” ucap Yuna.


“Ihhh.., ogah gua di pegang tangannya sama lo” ucap Hotman menyauti ucapan kakak iparnya duluan.

__ADS_1


“Idih siapa juga yang mau pegang tangan lo, tangannya bau bawang juga, Ri jangan mau kalau di pegang tangannya sama si Hotman nanti tangam kamu jadi bau bawang” ucap Agung memprofokasi calon adik iparnya, sedangkan Yuri menanggapinya hanya dengan senyuman.


Mendengar ucapan sang kakak otomatis Hotman langsung menciumi tangannya sendiri.


“Bohong beb, tangan aku wangi ko tidak bau bawang” ucap Hotman


Yuna dan Yuri hanya bisa menahan tawanya melihat perdebatan dua pria tampan yang ada di hadapnnya itu.


Sedangkan Ayah Kangta hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan kedua putranya, yang sama sama bucin dengan istri dan calon istrinya.


“Sudah ya, kalau kalian masih mempermasalahkan tempat duduk, aku minta pak supir berhenti dan kalian pindah ke mobil belakang sama ka El” ancam Yuna


“Iya gak sayang, mas diem uda kamu sepuasnya duduk di situ, dari pada suruh pindah malah tidak bisa liat kamu” ucap Agung


“Ya makanya sudah diem, boleh nengok ke belakang tapi jangan sering sering nengoknya fokus liat jalan aja bee” ucap Yuna


“Hemm” sahut Agung


“Kalau aku boleh kan beb?” Tanya Hotman


“Kamu juga sama, jangan sering sering nengoknya emangnya kita anak kecil yang perlu kalian awasin apa” ucap Yuri, membuat kedua pria tampan itu pun akhirnya terdiam.


Ayah Kangta menahan tawanya ketika mendengar kedua putranya dapat omelan dari istri dan juga calin istrinya.


Akhirnya mobil yang mereka naiki telah berhenti di depan mansion surya jaya, mereka sampai mansion tepat pukul tujuh malam karena tadi di tengah jalan sempat berhenti di masjid untuk melaksanakan shalat magrib.


“Assalamualaikum” salam Ayah memasuki mansion dan diikuti oleh kedua putranya, menantu dan calon menantunya.


“Waalikumsalam, selamat malam tuan” sahut bi Ening dan para pelayan lainnya.


“Malam” sahut Ayah Kangta langsung memasuki rumah dan langsung menuju kamarnya sedangkan Agung langsung di peluk sama bi Ening.


“Ya allah aden, ini teh bener den Agung, aduh bibi kangen banget sama aden teh, aden gak pernah pulang ke mansion” ucap Bi Ening memeluk Agung dan langsung meneteskan air matanya.


“Agung juga kangen bi sama bibi, apalagi sama masakan bibi” ucap Agung memabalas pelukan bi Ening.


“Bibi gak kangen sama adek?” Tanya Hotman yang baru saja memasuki mansion.


“Eh den Hotman teh ikut juga, atuh ya bibi kangen juga sama aden” ucap Bi Ening melerai pelukannya dari Agung.


“Gimana bi sudah siapkan makan yang lezat lezat?” tanya Hotman langsung berjalan menuju meja makan.


“sudah dong den” jawab bi Ening


“oh ini siapa si non non geulis ini, oh ya kata tuan aden sudah menikah, yang mana atuh istrinya?” tanya Bi Ening ketika melihat ada 2 gadis cantik tepat di belakang Agung.


“oh ya sini sayang” ucap Agung membawa istrinya tepat di depan bi Ening.

__ADS_1


“aden, ini kan..” ucapan bi Ening terhenti, Agung dan bi Ening pun saling tatap, Agung yang mengerti akan tatapan bi Ening pun menganggukan kepalanya.


Bi ening kaget ketika tahu siapa yang menjadi istri dari tuan mudanya itu, ternyata yang menjadi istrinya adalah teman masa kecilnya yang dulu sering liburan main ke mansion surya jaya.


“sayang kenalin ini bi Ening, orang yang sudah merawat aku dari kecil, dan bi Ening ini adiknya bi Euis yang di jakarta dan bi ini istri aku” ucap Agung memeperkenalkan istrinya.


“hai bi, aku Yuna istri mas Agung” ucap Yuna sembari menyalami bi Ening.


“aduh non tangan bibi mah kotor” ucap bi Ening ketika Yuna menyalami tangannya.


“Gak papa bi” ucap Yuna


Lalu pandangan bi Ening tertuju kepada gadis cantik yang berdiri tepat di belakang Yuna.


“kalau nona geulis ini siapa?” tanya Bi Ening


“itu calon istri aku dong bi” sahut Hotman yang datang dari arah ruang makan beejalan menuju Yuri dan langsung merangkul pundak calon istrinya.


“Beb kenalin ini bi Ening” ucap Hotman memperkenalkan bi Ening kepada Yuri.


“Hai bi, aku Yuri” ucap Yuri sembari menyalami bi Ening.


“tahu gak beb, bi Ening ini kalau masak, hasil masakannya itu sudah seperti makanan hotel bintang lima” ucap Hotman.


“Alah si aden mah bisa saja, jangan percaya non, ada juga masakan den Hotman yang paling enak disini” puji bi Ening


“Oh jadi masakan aku tidak enak nih bi” sambung Agung


“eh atuh masakan den Agung juga enak, pokoknya masakan semuanya enak deh” ucap bi Ening bingung harus membenarkan yang mana, karena memang pada dasarnya keduanya masakannya enak enak.


Merekapun akhirnya tertawa bersama melihat wajah bingung bi Ening.


Tertawa mereka berhenti ketika mendengar suara Ayah Kangta yang datang dari arah kamarnya yang terletak di kamar bawah ingin menuju ruang makan.


“Kalian terus mau disitu, tidak ada yang mau makan” ucap Ayah Kangta mengagetkan semuanya.


“iya yah tunggu” ucap Agung kepada Ayah Kangta, “bi tolong ini koper aku suruh mereka bawa ke kamar ya” pintah Agung.


“Baik den” sahut bi Ening.


“Aku juga bi, ini punya Yuri letakan aja di kamar aku biar nanti dia tidur di kamar aku, dan ini punya ku letakan saja di kamar Om Rangga ya, biar nanti aku tidur di kamar Om Rangga” sambung Hotman.


“baik den” sahut bi Ening.


Merekapun bejalan menuju ruang makan dan disana sudah ada Ayah yang tengah menunggu Anak anak dan menantunya dan siap untuk menyantap masakan bi Ening.


Yuna melayani suami dan Ayah mertuanya seperti biasa, begitu pun Yuri ikut melayani Hotman yang kini setatusnya sudah menjadi tunangan atau calon suaminya.

__ADS_1


__ADS_2