
Ayah Kangta, Om Rangga dan tante Imna baru saja sampai di lobby hotel, merek bersama sama berjalan menuju ballroom Hotel dimana acara wisuda Hotman di laksanakan.
Ketika memasuki ballroom hotel, Ayah Kangta langsung menanyakan kepada pihak panitia kampus meja yang akan di tempati untuk keluarga dari Hotman sanjaya, lalu panitia kampuspun menunjukan dimana letak meja mereka. setelah mengetahui letak meja yang akan mereka tempati, merekapun berjalan menuju meja tersebut dan dari kejauhan ada seorang wanita cantik yang sudah menduduki meja mereka.
“bang itu siapa yang duduk di meja kita” tanya tante Imna yang masih setia bergandengan dengan suaminya dan tangan satunya terus mengelus elus perut buncitnya.
“kayaknya itu pacarnya adek?” ucap ayah Kangta, yang di maksud oleh mereka adek itu Hotman dan yang di maksud abang itu Agung seperti Ayah Kangta dan Om Rangga di paggilnya sama Abang dan adek.
“wish.., si adek sudah punya cewek bang?” tanya Rangga menimpali omongan Istrinya.
“sudah kali itu buktinya”jawab Ayah Kangta sembari menunjuk ke arah Yuri.
Sesampainya di meja yang mereka tuju, Ayah Kangta menyapa wanita cantik yang tengah duduk di hadapannya, takut salah orang atau salah meja.
“maaf, apa benar ini meja untuk keluarga Hotman sanjaya?” tanya Ayah Kangta, otomatis Yuri pun langsung berdiri dan berbalik badan ternyata keuarga dari kekasihya sudah datang.
“oh ya om” ucap Yuri gugup.
“apa kabar Om ?” tanya Yuri sembari menyalami Ayah Kangta.
“bak nak, kamu sendiri apa kabar?” tanya Kangta balik.
“oh ya kenalin ini om dan tantenya Hotman” ucap Ayah Kangta memperkenalkan adik dan adik iparnya.
“hai cantik, benaran kamu pacarnya adek, eh maksud tante Hotman?” Pertanyaan tante Imna membuat Yuri menjadi tersipu malu dan pipi yang sudah memerah tomat.
“emm, iya Tante” jawab Hotman.
Ngobrolnya duduk, duduk kamu juga im duduk dulu, takut abang melihat perut kamu begitu” ucap Ayah Kangta.
“iya sayang, ngobrolnya sambil duduk nanti kamu capek” sambung Om Rangga
“sudah lama tadi sampainya nak?” tanya Ayah Kangta.
“belum lama ko om” jawab Yuri
“pinter juga yah si adek cari cewek” ucap Om Rangga.
“anak siapa dulu dong” uvap Ayah Kangta dengan bangga.
“Iya tapi bapaknya masih jomblo aja sampai sekarang gak move on move on” sindor om Rangga, mendengar sindiran om Rangga Yuri menahan tawanya ternyata keluarga dari kekasihnya tidak seperti apa yang ada dalam pikirannya.
“oh ya Agung sama istrinya sudah sampai mana bang?” tanya tante Imna kepada kakak iparanya menanyakan kemana ponakannya kenapa belum kelihatan juga batang hidungnya.
“Sudah di lobby katanya” jawab Ayah Kangta.
Di lobby pasangan suami istri baru saja keluar dari mobilnya, lalu mereka berjalan memasuki Hotel dengan sang istri mengandeng lengan suaminya begitu erat.
mereka memasuki Hotel dan terus berjalan menuju ballrom.
__ADS_1
Setelah mereka memasuki ballroom hotel, sama halnya dengan Ayah Kangta, Agung menanyakan dimana letak meja buat perwakilan keluarga dari Hotman sanjaya, dan paitia kampuspun menunjukan meja yang mereka maksud, Setelah di tunjukan oleh panitia kampus dimana letak mejanya merekapun berjalan menghampiri meja yang mereka maksud, di lihatnya di meja sudah Ada Ayah Kangta, tante Imna, Rangga dan juga Yuri.
Sesampainya di meja yang mereka tuju, Yuna mengagetkan Yuri dari belakang, karena posisi duduk Yuri menyamping dan mengadap ke arah panggung hingga tidak bisa melihat Yuna dari arah belakang.
Yuri kaget tiba tiba ada yang mengagetkannya dari belakang Yuri pun berbalik badan dan ternyata sahabatnya, akhirnya orang yang Yuri tunggu tunggu datang juga, dia dari tadi menantikan sahabatnya datang karna dia masih merasa canggung dengan keluarga dari kekasihnya itu.
Ketika hampir sampai meja yang mereka tuju Yuna melepaskan gandengan pada suaminya.
“kamu mau Kamana sayang?” tanya Agung tiba tiba saat istrinya melepas gandengan dari lengannya.
“aku mau ngagetin Yuri bee” jawab Yuna sembati mengendap endap ke arah meja dengan di ikuti Agung dari belakang.
“jail banget sih kamu yank” ucap Agun
“kayak sendirinya gak jail aja, aku tuh jailnya ketularan kamu bee” ucap Yuna.
'DOR' Yuna mengagetkan Yuri dari belakang dengan menepuk kedua pundaknya, Yuri kaget, tetapi ketika menengok ke arah belakang ternyata sahabatnya yang datang, akhirnya orang yang ia tunggu tunggu datang juga.
Acara pun mulai lancar sampai akhirnya saat penguman siapa mahasiswa yang terbaik.
"Ok para tamu undangan semuanya kini saat yang kita tunggu yaitu meberian penghargaan untuk mahasiswa terbaik di kampus kita akan jatuh kepada saudara Hotman Sanjaya, silahkan untuk saudara Hotman sanjaya diminta untuk naik ke atas panggung" ucap pembawa Acara
Tepuk tangan mengiringi seisi ballrom hotel, Ayah Kangta sangat bersyukur mempunyai 2 seorang putra semuanya tumbuh menjadi anak yang baik juga berprestasi.
"Silahkan untuk saudara Hotman untuk mengucapkan sepatah kata" ucap pembawa acara
"Selamat siang semuanya, saya ucapkan syukur kepada Allah yang maha esa, dan terimkasih untuk keluarga saya semuanya, terutama Ayah saya yang selalu mendukung saya sampai saya menjadi seperti sekarang ini, dan untuk para dosen dan rektor juga terimakasih dan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan untuk seseorang yang spesial untuk saya untuk Yuri bisa naik ke atas panggung" ucap Hotman membuat Yuri terbengong mau apa dia diminta untuk naik panggung.
"Ri tuh di panggil sama ka Hotman suruh naik" ucap Yuna
"Mau ngapain coba, gak ah gua malu" ucap Yuri, Yuri merasa tidak bisa juga karna dia disini hanya tamu, pikir dia ngapain dia naik ke atas panggung.
Hingga ada perwakilan salah satu panitia kampus sekaligus teman Hotman juga di kampus menghampiri Yuri untuk meminta menghampiri Hotman di atas panggung.
"Uda nak gak papa naik aja" ucap Ayah Kangta yang sudah tahu rencana putra bungsunya itu apa.
Dan akhirnya setelah mendengar ucapan dari Ayah Kangta, Yuri beranjak dari tempat duduknya mengikuti panitia tadi menuju stage.
Sesampainya di panggung Hotman menghampiri kekasihnya, lalu mengulurkan tangannya membantu Yuri menaiki panggung.
Setelah Yuri menaiki panggung, Hotman terus menggenggam tangan kekasihnya, sedangkan Yuri jangan di tanya lagi dia sudah malu di panggung, dinperhatikan banyak orang, dia masih bertanya tanya apa maksud dari kekasihnya mengajak dia untuk naik ke atas panggung.
"Ini adalah gadis cantik yang spesial bagiku, hari ini menit ini detik ini" ucap Hotman tiba tiba berlutut di hadapan Yuri sembari membuka sebuah kotak berisi sebuah cincin.
"Yuri Ammarilisa, will you marry me?" Ungkap Hotman di depan semua tamu undangan yang hadir, para tamu undangan dan para mahasiswa senuanya bersorak.
"Terima, terima, terima"
__ADS_1
Yuri menutup mulut dengan tangannya, menatap sang kekasih, dia tidak menyangka akan di lamar di depan sekian banyak orang dan di saksikan keluarga Hotman, dan padahal baru kemarin malam mereka menjadi sepasang kekasih dan hari ini sudah di lamar.
"Beb cpetan jawab, kakak sakut nih lututnya" ucap Hotman pelan lalu Yuri pun menganggukan kepalanya bertanda dia maj menerima lamaran Hotman.
"Yes, I will" ucap Yuri menerima bunga yang di beri Hotman dan dipasanglah cincin yang di berikan Hotman tepat di jari masnisnya.
ketika Hotman memesangkan cicin di jari manisnya dia menatap Hotman dengan meneteskan air mata hingga membasahi pipiny, dia terharu belum pernah dia di perlakukan oleh seorang pria sistimewa ini selain almarhum Ayahnya.
"Huff.., akhirnya ketrima juga" ucap Hotman yang masih di atas stage membuat para tamu pun tertawa.
“Terimakasih sayang, I Love You” bisik Hotman ketika menengok ke arah samping memandang wajah kekasihnya.
“Terimakasih ka, I love you too” jawab Yuri membalas tatapan sang kekasih.
Hotman pun mengucapkan terimaksih kepada para undangan atas waktunya untuk menyaksikan lamarannya. Setelah itu Hotman dan Yuri turun dari panggung langsung menuju meja keluarga mereka. Ketika menghapiri meja yang di tempati sang Ayah Hotman kaget disitu sudah ada abang dan kakak iparnya.
“Hai Bro selamat ya, garcep juga lo” ucap Agung dan langsung memeluk adiknya.
“terimakasih Bro, iya dong takut di ambil orang soalnya” sahut Hotman, “lo kapan samapai Indo, ko gak bilang bialng kalau mau datang” sambung Hotma.
“orang Ayah saja gak di kasih tahu kalau abangmu pulang, tau taunya dateng aja ke rumah om kamu” ucap Ayah Kangta menghampiri putra bungsunya dan langsung memeluknya, “selamat ya sudah lulus” ucap Ayah Kangta
“terimaksih Yah, Ayah selalu ada buat Hotman dan Ayah selalu medukung apapun keputusan Hotman” ucap Hotman dengan membalas pelukan sang Ayah.
Sedangkan Yuri selepas dia turun dari panggung dia langsung menghampiri Yuna, dan Yuna pun mengucapkan selamat kepada sahabatnya karena bentar lagi akan menyusul dirinya ke jenjang pernikahan.
Hotman setelah dapat selamat dari Ayah, Agung dan juga Yuna dan juga Om Rangga sekarang giliran tante Imna yang mengucapkan selamat tetapi tiba-tiba ketika Hotman mendekati tante Imna, tante Imna sudah cemberut, karena sedari tadi dia menunggu giliran untuk mengucapkan selamat kepada Hotman tetapi malah jadi yang terakhir yang ngucapin.
“selamat ya” ucap Tante Imna sembari cemberut.
“thank you tante, kenapa ini ko cemberut Om?” tanya Hotman kepada Om Rangga.
“Iya sayang kenapa ko cemberut, kan tadi bilangnya ingin ketemu Hotman ini anaknya sudah di hadapan kamu” ucap Om Rangga kepada istrinya, perasaan tadi istrinya baik baik saja kenapa sekarang ngambek lagi.
“Ya lagian dari tadi aku tungguin buat ngucapin selamat buat adek, malah aku jadi yang terakhir yang ngucapinnya” ucap Tante Imna membuat semuanya ingin ketawa.
“uda man tuh sapa dulu tuh sepupu mu yang dari tadi minta ikut kesini” ucap Ayah Kangta, Homan pun langsung berlutut di depan tante Imna dangan wajah bertepatan dengan perut buncit tante imna.
“Hai baby Girl, terimakasih ya sudah ikut datang ke acara aku ya” ucap Hotman tepat di depan perut buncit tante Imna.
“Dug Dug” tendangan baby girl dari dalam.
“Ishh..” tante Imna meringis nyeri ketika calon anaknya menendang.
“Hey pelan pelan baby girl, mamanya jadi kesakitan tuh” ucap Hotman menenangkan sepupunya itu ketika tadi menandang terlalu kencang, “baik baik ya di dalam, biar kita cepat ketemu” sambung Hotman, seketika mood tante Imna pun kembali normal.
Selepas semuanya acara sudah selesai kini semuanya keluar ballrom menuju lobby, mereka berjalan menuju lobby dengan pasangan masing masing kecuali Ayah Kangta yang hanya sendiri.
Seperti biasa mereka akan makan siang bersama di sebuh restoran yang sudah mereka booking, mereka mengunakan 3 mibil untuk menuju Restoran, satu mobil berisi Ayah Kangta, Om rangga dan juga tante Imna, mobil kedua yang di supirin El itu ada Yuna dan juga Agung, sedangkan mobil yang terakhir ada Hotman dan juga Yuri.
__ADS_1