BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
BAB. 121


__ADS_3

2 bulan berlalu Yuna dan juga Agung tinggal di rumah mereka yang baru, mereka semakin lebih nyaman dan tenang tinggal di rumah sendiri, sekitar 2 minggu setelah mereka pindah dan semua isi rumah sudah terisi oleh berbagai macam furnitur pilihan Yuna sendiri mereka pun mengadakan acara syukuran atas rumah baru mereka, di hari yang sama Sonya dengan sengaja mengadakan akikah untuk putranya sehingga Yuno dan juga Papi Kadir tidak bisa hadir di acara sykuran rumah baru Yuna san juga Agung.


Awalnya Yuna sedih karena keluarganya tidak ada yang datang tapi untungnya, kedatangan Ayah Kangta, Yuri, Hotman, bi Ening dan juga suaminya yang menyempatkan datang ke acara syukuran rumah baru mereka dan apa lagi ada tante Imna, om Rangga dan sepupu mereka Nara yang lucu, yang sekarang sudah bisa berjalan dan berceloteh ini itu dan yang pasti jika ada Hotaman Nara akan selalu mengikuti Hotman kemana pun . Ayah Kangta bisa mengerti posisi besannya itu, karena setiap ada sesuatu yang menjanggal di hati papi Kadir, papi Kadir selalu cerita ke Ayah Kangta berbeda dengan Ayah Kangta dia lebih memilih memendam nya sendiri jika punya masalah, tidak berbagi dengan sahabat atau anak saudaranya.


Di tambah lagi Agung dan Yuna meminta El untuk mencari panti asuhan dan mengundang anak yatim piatu untuk datang dan mendoakan rumah baru mereka, langsung yang terpikir di benak El adalah Anggun, dia langsung datang ke panti asuhan kasih Bunda dan meminta anak anak panti untuk datang ke rumah baru Agung. Ayah Kangta yang mendengar putranya mengundang anak panti dari panti asuhan yang di tempati Anggun dia berharap bisa bertemu lagi dengan Anggun karena Ayah Kangta masih penasaran dengan sosok gadis cantik yang bernama Anggun itu, tapi sayang Anggun tidak bisa ikut karena dia sedang dapat banyak orderan kue dari custemer, anak anak hanya di temani oleh salah satu pengurus panti yang selama ini membantu Bunda Riani. Ya selama ini Anggun jualan kue dari warung ke warung, tapi alhamdulillah karena orang orang pada suka denagn deagn kue kue buatan Anghun mereka pun setiap punya acara memesan langsung dengan jumlah yang banyak.


Hari ini Yuna baru ingat jika dia punya janji dengan anak anak panti kalau dia akan mengunjungi anak panti ke panti asuhan, karena dia pun hari ini tidaka ada kerjaan akhirnya dia memutuskan untuk mengunjungi panti dan sebelum itu dia kan meminta izin dulu ke suaminya.


“Hallo sayang” sahut Agung ketika Yuna menelefonnya.


“Hallo bee, aku mau izin ya” ucap Yuna


“Mau kemana sayang?” Tanya Agung


“Aku bosan di rumah, terus aku baru ingat pas kita mengundang anak panti ke rumah aku punya janji ke mereka kalau kapan kapan aku akan mengunjungi mereka ke panti” jawab Yuna


“Ya sudah tapi tidak nyetir sendiri ya, harus di temani El, terus jangan pulang terlalu larut dan jangan lupa...” ucap Agung


“Makan siang” sambung Yuna meneruskan ucapan suaminya.


“Pintar, ya sudah hati hati ya sayang, kalau sudah sampai kabari mas” ucap Agung


“Iya bee, love you” ucap Yuna


“Love You more” sahut Agung setelah itu mereka berdua mengakhiri sambungan telphone nya dan Yuna bergegas siap siap untuk pergi ke panti asuhan.


Kini Yuna dan juga El sudah berada di mobil mereka akan mengunjungi panti asuhan Kasih Bunda, dimana Yuna ingin menepati janjinya kepada anak anak panti jika dia akan datang menemui mereka di panti.


“Ka El kita mampir ke super market dulu ya, beliin mereka sesuatu” pintah Yuna


“Baik nona Bos” sahut El


Seampainya di super maket El dam juga Yuna berpencar, El di minta mencari bahan sembako sedangkan Yuna mencari makanan buat anak anak yang kira kira semua anak panti menyukainya. Selesai mereka belanja, mereka berdua pun langsung bayar ke kasir semuanya terdapat ada 4 trolly yang mereka bawa ke kasir dengan di bantu oleh anak buah El yang memang selalu mengikuti Yuna dan El dari belakang dengan menggunakan mobil lain.


Setelah belanjaan semua sudah mereka pack di dalam dus, mereka langsung membawa belanjaan itu ke dalam mobil, setelah itu mereka melanjutkan perjalanaan nya lagi menuju panti. Sesampainya di panti, anak anak yang melihat Yuna keluar dari mobil mereka langsung menghampiri Yuna.


“Bunda, Yeh...bunda Ana datang teman teman” sahut salah satu anak panti dengan sangat gembira melihat Yuna datang ke panti.


“Assalamualaikum anak anak” Ucap Yuna sembari menyambut ukuran tangan anak anak yang menciumi tangannya.


“Waalaikum salam bunda” sahut beberapa anak anak panti yang masih belum sekolah.


“Yang lain pada kemana sayang?” Tanya Yuna


“Kakak kakak pada sekolah bunda” jawab salah satu anak panti.


“Oh iya bunda lupa kalau ini bukan hati libur ya” ucap Yuna sembari menepuk jidatnya.


Dari dalam panti Bunda Riani menghampiri Suci salah satu pengurus panti yang selama ini membantu Bunda Riani.


“Siapa ci yang datang, ko ramai sekali suara anak anak?” Tanya Bunda Riani sembari mendorong kursi Rodanya menghampiri bu Suci yang sedang di teras rumah.


“Itu bun, Nyonya Yuna yang waktu itu ngundang anak anak buat acara syukuran rumah barunya” jawab bu Suci


“Oh.., ya sudah suruh masuk atuh” pintah Bunda Riani


“Baik bun” sahut bu Suci lali menghampiri anak anak panti dan Yuna yang ada di halaman panti.

__ADS_1


“Anak anak ko tidak di ajak masuk, bundanya nanti kepanasan loh” ucap Ibu Suci


“Gak papa bu” sahut Yuna


“Silahkan masuk Nyonya, aduh ini bawa apa, pakai repot repot segala, padahal anak anak melihat nyonya datang saja sudah senang” ucap bu suci


“Gak papa bu, itu cuman seberapa ada sembako dan juga cemilan buat anak anak nanti” ucap Yuna sembari berjalan beriringan dengan Bu Suci masuk ke dalam Rumah.


“Silah kan duduk Nyonya” ucap bu Suci ketika mereka sudah sampai di ruang tamu, sedangkan anak anak semuanya berburu menghampiri El ketika tahu El membawa makanan buat mereka.


“Terima kasoh bu” sahut Yuna


“Tunggu sebantat ya saya panggilkan Bunda dulu ya selaku penanggung jawab panti ini” ucap Bu Suci


“Iya bu, silahkan” sahut Yuna, sepeninggalan Bu Suci Yuna melihat lihat foto foto yang terpanjang di dinding, mata dia tertuju kepada satu di anatara anak panti yang lain yaitu seorang gadis remaja dengan wajah yang seperti tidak asing bagi Yuna seperti mirip seseorang tapi siapa dia tidak tahu.


“Assalamualaikum” ucap Bunda Riani ketika datang menghampiri Yuna yang sedang berdiri membelakanginya.


“Waalaikum salam” sahut Yuna lalu dia pun membalikkan badannya seketika Yuna langsung terdiam menatap wanita paruh baya yang tengah duduk di kursi roda itu, dia di tambah penasaran dengan wajahnya yang tak asing bagi Yuna padahal ini pertama kalinya dia bertemu dengan wanita paruh baya di hadapannya.


“Salam kenal Nyonya saya Riani biasa orang memanggil saya Bunda Riani, maaf kalau boleh tahu Nyonya dengan Nyonya siapa?” Tanya Bunda Riani seketika Yuna tersadar dari lamunannya ketika mendengar pertanyaan Bunda Riani.


Yuna pun menghampiri Bunda Riani dan mencium tangannya.


“Perkenalkan bunda saya Yuna, panggil Yuna saja Bun jangan Nyonya serasa tua saya di panggil Nyonya” ucap Yuna sembari tertawa.


“Baik nak Yuna” ucap Bunda Riani


“Maaf ya bun saya baru mengunjungi anak anak sekarang, baru ingat jika punya janji sama anak anak untuk datang ke panti” ucap Yuna yang kini duduk di sofa tepat di samping kursi roda Bunda Riani.


“Silahkan Nyonya di minum” ucao Bu Suci sembari meletakan minuman di meja.


“Oh iya terimakasih bu” sahut Yuna,


“Disini anak anaknya ada berapa orang ya bun kalau boleh tahu?” Tanya Yuna.


“Di sini, belita ada 12 orang, sedangkan anak anak seusia 7 sampai 13tahun ada 17 orang, yang lainnya ya bayi ada 3, sedangkan yang sudah besar mereka ada yang sudah kerja dan tinggal sendiri ada juga yang sudah menikah” jelas Bunda Riani


“Boleh saya lihat bayinya bun?” Tanya Yuna


“Boleh nak, silahkan saya antar berkeliling panti” ucap Bunda Riani sedangkan Bu Suci sedang mengurus anak anak yang lain.


Ketika melihat Bunda Riani mendorong Rodanya Yuna pun langsung meraih pegangan tangan untuk mendorong kursi roda milik Bunda Riani.


“Biar saya saja Bun yang dorong” ucap Yuna


“Gak usah nak gak papa, bunda bisa sendiri ko” ucap Bunda Riani


“Enggak papa bun, aku melihat Bunda jadi ingat almarhum mami yang meninggal sekitar 3 bulan yang lalu mungkin Bunda sumuran mami ya” ucap Yuna


“Ya Allah bunda turut prihatin ya nak, semoga Bundanya nak Yuna di terima segala amal ibadahnya dan di tempatkan di surganya Allah, Aminn” ucap Bunda Riani


“Aminn” sahut Yuna mengamini doa Bunda Riani.


Kini mereka telah sampai di kamar khusus untuk bayi di lihat ketiga bayi itu sedang terlelap tidur, dan ketika Yuna datang tiba tiba ada satu bayi yang menangis dengan sigap Yuna pun langsung menggendongnya dan menenangkan bayi tersebut. Mantap bayi yang ada di gendongannya Yuna menjadi teringat dengan almarhum putranya tidak sadar air matanya pun mengalir dengan sendirinya.


“Loh, nak Yuna kenapa ko nangis?” Tanya Bunda Riani

__ADS_1


“Melihat mereka aku kadi teringat dengan almarhum putra ku bun, dia meninggal hanya jarak dua minggu dari omanya” jelas Yuna dengan sendu.


“Ya allah, pasti kamu sangat berat sekali untuk menerima itu semua, insya allah putra nak Yuna akan membawa kedua orang tuanya ke surganya Allah, aminn” ucap Bhnda Riani


“Aminnn” sahut Yuna, setelah bayi yang dalam gendongannya sudah kembali terlelap Yuna pun meletakan kembali bayi tersebut.


Setelah berkeliling panti, kini tiba saaatnya Yuna bermain dengan anak anak, sembari dia menunggu anak anak pulang sekolah.


Ketika menjelang makan siang, Yuna mengistirahatkan badannya di ruang tamu sembari menunggu anak anak pulang sekolah.


“Nak Yuna nanti makan siang disini saja sembari menunggu anak anak pulang sekolah” ucap Bunda Riani


“Pa tidak merepotkan bun?” Tanya Yuna dengan basa basi.


“Sama sekali tidak nak, ya sudah kalau begitu bunda tinggal ke belakang dulu ya nak” ucap Bunda Riani langsung mendorong kursi rodanya menuju dapur.


“Iya bun” sahut Yuna, sekitar 10 menit kemudian Agung menghubungi istrinya.


“Hallo assalnualaikum sayang” ucap Agung


“Wa’alikim salam bee” sahut Yuna


“Kamu masih di panti?” Tanya Agung


“Iya bee, ini lagi nunggu anak anak pulang sekolah dulu, kamu sudah makan siang bee?” Tanya Yuna


“Ini baru mau makan sayang, kamu sudah makan?” Tanya balik Agung


“Belum”


“Ko belum, kamu suruh El saja beli makan sayang” ucap Agung, belum juga Yuna menjawab ucapan suaminya tiba tiba ada suara Bunda Riani memanggil Yuna untuk makan siang bersama.


“Yuk nak Yuna, kita makan” ajak Bunda Riani


Deg


“Iya bun tunggu sebentar” sahut Yuna


Ketika mendengar suara itu Agung langsung terdiam, dia seperti sangat mengenal dengan suara itu, suara yang selama ini ia rundukan sejak kecil.


“Hallo bee, kamu masih disitu kan?” Tanya Yuna ketika di telphone tidak terdengar suara suaminya.


“Oh..iya sayang” sahut Agung tersadar dari lamunanya, “gak mungkin gung, itu gak mungkin bunda” ucap Agung dalam hati dia menvoba menyangkal suara yang dia dengar tadi jika itu suara bundanya.


“Tadi siapa yank?” Tanya Agung penasaran


“Oh tadi Bunda Riani, selaku ibu panti disini bee, tadi dia ngajakin aku buat makan siang” jelas Yuna


Mendengar jawaban istrinya seketika Agung merasa kecewa jika tadi yang bicara itu bukan Bundanya wanita yang selalu dia rindukan.


“Ya sudah, kami makan gih, mas juga mau makan” ucap Agung


“Ya sudah aku juga makan dulu ya bee, nanti pas mau pulang aku kabarin lagi ya” ucap Yuna


“Iya sayang, bye” ucap Agung


“Bye..” sahut Yuna setelah itu pun mereka langsung mengakhiri panggilan telepon mereka, dan Yuna langsung beranjak menuju ruang tengah yang sengaja mereka gunakan untuk tempat makan bersama anak anak.

__ADS_1


__ADS_2