BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
98. Fisarat calon Ayah


__ADS_3

Sonya sangat puas Shopping di bayarin oleh Rendy, ketika berjalan di mall Sonya harus menggunakan masker agar jalan berdua dengan Rendy tidak ada yang mengenalinya, karena gawat jika sampai ada orang melihat dirinya jalan bersama dengan cowok lain sedangkan status Sonya sekarang adalah calon istri dari tuan muda Salendratama Mahardika.


Setelah selesai Shopping dan jalan jalan bersama Rendy, kini Rendy mengajak Sonya makan malam romantis di sebuah restoran mewah milik temannya, selama jalan dengan Sonya Rendy memperlakukan Sonya seperti waktu mereka masih pacaran, dan Sonya pun hanya pasrah menerima perlakuan dari Rendy malah dia terlihat seperti menikmatinya.


"Selamat makan sayang" ucap Rendy dengan senyum liciknya


"Hemm" sahut Sonya dengan senyum terpaksa.


Mereka berdua menikmati makan malam dengan sangat nikmat, apalagi Rendy dia terlihat senang sekali ketika melihat makanan punya Sonya sudah habis tidak tersisa.


***


Sedangkan di mansion Salendratama semua para pelayan menyambut kedatangan para majikan mereka, termasuk Hotman dan Yuri juga datang menyambut mereka. Ketika para pelayan mengetahui kabar gembira dari Yuna dan juga Agung mereka semua berbondong bondong mengucapkan selamat kepada nona mudanya itu, dan semuanya juga mendoakan agar Yuna dan kandungannya akan selalu sehat sampai melahirkan nanti.


Selepas makan malam Yuri dan Hotman pamit pulang, dan mereka akan datang lagi besok malam karena permintaan bumil besok malam akan mengadakan barbeque di mansion. Selepas Yuri dan Hotman pulang Agung meminta kepada istrinya untuk langsung istirahat, karena dia takut istrinya kelelahan seharian melakukan perjalanan dari singapore ke tanah air.


Seperti biasa selepas bersih bersih, kini mereka berdua rebahan di ranjang dengan saling berpelukan mereka mengobrol sampai rasa kantuk menyerangnya.


"Terimakasih ya bee" ucap Yuna


"Terimakasih buat apa sayang?" Tanya Agung sembari tangannya mengusap usap lengan istrinya.


"Thank you kamu sudah mau mengikuti kemauan aku untuk kembali ke jakarta dan tinggal bersama papi dan mami, kamu selalu bisa membuat aku merasa bahagia" ucap Yuna sendu, Yuna tidak pernah lupa untuk selalu mengucap syukur sudah di berikan suami seperti Agung, yang selalu membuatnya tenang, selalu terlindungi dan merasa memperlakukan dirinya seperti seorang ratu.

__ADS_1


Mendengar ucapan istrinya Agung langsung melepas pelukan istrinya lalu dia merubah posisinya dengan memiringkan badannya menatap wajah cantik istrinya, "hey sayang dengerin mas, kamu tidak usah berterima kasih sama mas, karena memang itu kewajiban mas untuk membahagiakan kamu, dari mas mengucapkan kata ijab di hadapan papi dan juga Allah itu berarti semua yang ada pada diri kamu itu sudah tanggung jawab mas termasuk membahagiakan kamu, makanya mas akan melakukan apa saja yang membuat kamu bahagia asal itu masih baik untuk kamu dan calon jagoan kita" ucap Agung lalu tangannya terulur mengusap perut rata istrinya.


"Ko jagoan, memangnya kamu sudah tahu calon baby kita laki laki atau perempuan?" Tanya Yuna menatap wajah suaminya dan melirik ke arah tangan suaminya yang tengah berada di perutnya.


"Ya firasat mas saja kalau di itu calon jagoan kita yang akan menjaga dan melindungi adik adiknya kelak dewasa nanti" ucap Agung


"Aminn, mamangnya impian kamu mau punya anak berapa bee?" Tanya Yuna semabri mengelus pipi suaminya.


"Ya kalau bisa sih kita bikin kapten kesebelasan sayang" jawab Agung


Mendengar jawaban Agung otomatis Yuna langsung memukul lengan suaminya, "Aw sakit sayang ko di pukul sih" sahut Agung ketika dapat pukulan dari istrinya.


"Lagian kalau ngomong loh, emangnya aku kucing yang bisa sekali hamil banyak" ucap Yuna


"Aminn, I love You bee" ucap Yuna langsung masuk kedalam dekapan sang suami.


"I love you more sayang, sekarang kita tidur ya, cup" sahut Agung, lalu memerintah Yuna untuk tidur dan mengecup puncak kepala sang istri, sebelum tidur seperti biasa Agung akan mengajak bicara calon anaknya yang katanya dia akan menjadi jagoan untuk kedua orang tua dan juga adik adiknya kelak.


***


Di lain tepatnya di sebuah mobil kini Sonya tengah berada di mobil milik Rendy, Rendy akan mengantar pulang Sonya ke apartemennya tetapi ketika melihat Sonya sudah merasa gelisah dan kepanasan Rendy langsung membalikan arah menuju apartemennya.


"Yes, akhirnya berhasil juga" ucap Rwndy ketika melihat Sonya sudah mulai gelisah.

__ADS_1


"Ren, AC mobilnya besarin dong, ko panas banget sih" ucap Sonya sembari mengipas ngipaskan tangannya lalu tangannya bergerak membuka kancing Dressnya sampai sebatas dadanya, hingga dari luar bisa terlihat belahan dada Sonya. karena posisi Sonya sekarang tengah mengenakan Dress selutut dengan kancing depan dari atas sampai bawah.


"Baiklah sayang" sahut Rendy


"Ren cepetan menyetirnya aku gerah banget nih rasanya ingin mandi di bawah sower" ucap Sonya dengan duduk yang sudah tidak tenang.


"Kalau apartemen kamu masih jauh sayang, ke apartemen aku mau yang dekat dari sini" ucap Rendy


"Ya gak papa lah, yang penting aku mau cepat cepat mandi rasanya panas banget” jawab Rendy.


"Ok let's go sayang" sahut Rendy dengan senyum liciknya. Rendy sesekali melirik ke arah Sonya yang sudah mulai tidak tenang duduknya dia terus bergerak melenggok lenggokkan badannya dan sesekali tangannya terulur mengusap usap pahanya sendiri hingga dressnya tersibak ke atas dan Rendy melihat itu menelan ludahnya sendiri rasanya sudah tidak sabar untuk segera sampai apartemennya.


Sesampainya di apartemen milik Rendy, Rendy langsung memakirkan mobilnya lewat besment lalu dia membantu Sonya keluar dari mobil dan langsung memakaikan jaket untuk menutupi bagain dada Sonya.


Ketik mereka memasuki lift Rendy langsung dapat serangan dari Sonya, Sonya mencumbu Rendy secara tiba tiba karena dia merasa ingin di sentuh, dan Sonya terlihat seperti haus belaian laki laki dan tentunya Rendy tidak menolak ketika Sonya tiba tiba mencumbunya malah itu lah yang sedari tadi dia harapkan untung di lift sepi tidak ada orang selain Rendy dan juga Sonya.


Ketika mereka sudah di sampai di lantai dimana unit apartemen Rendy berada, mereka melepas cumbuan mereka dan melangkah keluar lift, lalu berjalan dengan Rendy menggandeng Sonya untuk memasuki unit apartemen miliknya.


Ketika merka sudah memasuki unit apartemen milik Rendy, Rendy langsung mencium Sonya secara brutal seakan akan dia ingin mencurahkan rasa rindu karena sudah hampir 5 bulan dia tidak bertemu dengan Sonya. Sonya yang memang sekarang sangat membutuhkan sentuhan seseorang dia langsung membalas cumbuan Rendy, lalu Rendy menggendong Sonya berjalan menuju kamar tanpa melepas tautan bibir mereka.


Sesampainya di kamar Rendy langsung meletakan Sonya di atas ranjang dengan masih beradu lidah, lalu tangan Rendy terulur mencari sisi sensitif dari Sonya agar menambah meningkatkan gairah mantan kekasihnya itu.


“Ah.., Ren cukup please “ ucap Sonya dengan nafas yang tersengal sengal, ketika merasakan kenikmatan yang Rendy berikan pada area sensitifnya, Rendy selalu bisa membuat Sonya tidak bisa menolak akan sentuhannya.

__ADS_1


__ADS_2