BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
46. Morning Kiss


__ADS_3

Ketika masuk kamar di lihatnya istrinya masih terlelap tidurnya, dia pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sambil menunggu istrinya bangun. Dan ketika keluar kamar mandi pun istrinya masih tetap setia dalam tidurnya kemungkinan istrinya masih jetlek karena perjalanan kemarin.


Karena sudah waktunya sarapan akhirnya Agung dengan terpaksa membangunkan istrinya yang masih terlelap.


"Sayang hey bangun sudah pagi" ucap Agung sembari mengelus pipi sang istri.


"Euhh" aahut Yuna masih dengan mata terpejam, bukannya bangun malah tangan suaminya dia tarik dan di peluklah tangannya hingga membuat posisi Agung menjadi sangat dekat dengan wajah sang istri.


"Cup cup cup cup" dinciumnya dari kening kedua pipi dan yang terakhir bibir sang istri, akhirnya Yuna membuka matanya melihat suaminya tengah di hadapannya dengan wajah yang sudah segar dan terlihat sangat tampan, sedangkan dirinya masih muka bantal dia malu dengan suaminya langsung menarik selimut untuk menutupi wajahnya.


"Hey ko malah di tutup wajahnya sayang" ucap Agung.


"Ngapain sih bee pake cium cium segala aku kan masih bau" ucap Yuna di balik selimut.


"Kata siapa bau, istri mas wangi ko walaupun baru bangun tidur, lagian kamu di bangunin gak bangun bangun ya sudah mas cium saja" jelas Agung gemes melihat tingkah istrinya lalu dia tarik selimut yang menutupi wajah sang istri.


"Kamu sudah mandi bee?" Tanya Yuna yang sudah merubah posisinya menjadi duduk bersandar di tempat tidur, dan di jawab oleh Agung dengan anggukan kepalanya.


"Curang tau gak" protes Yuna


"Uda cepetan uda waktunya sarapan sayang" ucap Agung


"Gendong" pintah Yuna dengan manja.


"Tumben lagi manja banget dari kemarin" ucap Agung langsung menggendong sang istri menuju kamar mandi.


"Kemarin aja pas sakit mas gendong nolak" sambung Agung


"Lagi males aja" sahut Yuna


"Mau mas bantu juga" ucap Agung ketika mereka sudah di kamar mandi.


"Gak gak, kamu tunggu di luar aja bee" sahut Yuna.


Agung pun keluar dari kamar mandi dan menunggun istrinya di kamar sembari memainkan handphonnya, setelah Yuna selesai mereka langsung beranjak menuju ruang makan untuk sarapan.


"Sudah sayang" tanya Agung


"Sudah bee" jawab Yuna


"Mau mas gendong lagi?" Tabya Agung


"Gak usah bee, aku bisa jalan sendiri" ucap Yuna lalu berjalan mendahului suaminya tetapi baru beberapa langkah tangannya ditahan oleh suaminya.


"Tunggu sayang" ucap Agung menahan tangan istrinya.


"Ada apa bee?" Tanya Yuna setlah berhadapan dengan suaminya.


"Morning kissnya mana" ucap Agung memajukan bibirnya.


"Cup" Yuna mengecup bibir sang suami.


"Gak terasa sayang, sekali lagi" protes Agung


"Cup" Yuna kembali mencium bibir suaminya tiba tiba tengkuknya langsung di tahan oleh Agung, yang tadinya hanya kecupan di bibir ini menjadi ciuman, di lumatnya bibir sang istri dengan lembut membuat Yuna memejamkan dan mengikuti nalurinya membalas ciuman sang suami sampai mereka kekurangan oksigen baru berhenti.


"Eummm" Yuna meminta untuk suaminya melepas ciumannya dengan memukul mukul dada sang suami.


"Huh huh huh, bee kamu bunuh aku ya" ucap Yuna dengan nafas yang terengal-engal.


"Maaf sayang habisnya bibir kamu mansi sih, terlalu menggoda buat aku" gombal Agung membuat pipi istrinya merah merona.


"Pagi pagi sudah gombal, uda ah ayuk sarapan keburu ka Yuno pergi ke kantor" ajak Yuna dan langsung di gandeng tangan suaminya menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan Yuno sudah menunggu adik dan adik iparnya untuk sarapan.


“Morning ka”


“Pagi Bang” sapa Yuna dan Agung bergantian


“Morning” sahut Yuno, “Kalian lama banget ya dari tadi di tungguin buat sarapan gak turun turun” sambung Yuno.


“Biasa bang ada yang masih jetlek, sampai di banguninnya susah banget” ucap Agung


“Ya sorry ka” ucap Yuna

__ADS_1


“Oh ya sayang mas masakin speaial buat kamu” ucap Agung lalu beranjak menuju dapur untuk mengambil hasil masakannya tadi.


“Kamu tadi masak bee?” Tanya Yuna


“Iya, sembari nunggu kamu bangun ya sudah mas masak aja, ini dia tara” ucap Agung setelah meletakan hasil masakannya di meja makan.


“Makasih bee, ko kamu tahu kalau aku lagi mau ini dari kemarin minta sama si mbok kata mbok kamu yang buat” ucap Yuna yang tidak sabar ingin menyantap masakan suaminya.


“Iya sayang maka dari itu, mas ingat waktu itu si mbok pernah bilang ke mas juga, nih buat kamu” ucap Agung sembari menyerahkan sepiring yang berisi Nasi goreng putih.


“Gua mana gung, gak sekalian di ambilin juga” ucap Yuno


“Gak, ambil sendiri masih bisa kan” ucap Agung


“Dasar adik ipar durhaka lo” ucap Yuno lalu mengambil makanannya sendiri.


“Makanya ka kalau mau ada yang ngambilin itu cari istri sana” ucap Yuna


“Nah benar tuh bang apa kata istri aku” sambung Agung


“Kalian berdua sama sama rese ya” sahut Yuno setelah mendengar ucapan adik dan adik iparnya.


Yuna dan Agung menikmati sarapannya dengan nikmat, sedangkan Yuno makin kesel dengan pasangan suami istri di hadapannya itu, pada saatnya waktunya Yuno pergi ke kantor.


“Dek, kakak pergi dulu ya” pamit Yuno


“Iya, hati hati ka” ucap Yuna yang sedang membantu bi sumi membereskan bekas mereka sarapan.


“Kalian hari ini rencananya mau kemana?” Tanya Yuno yang hendak keluar mansion.


“Kemungkinan habis makan siang kita mau ke rumah Ayah, ya bee?” Tanya Yuna memastikan kepada suaminya.


“Iya sayang” sahut Agung yang sedang


“Ya sudah, gua pergi dulu gung” pamit Yuno kepada adik iparnya.


“ iya bang” sahut Agung yang fokus menonton berita di tv, dan hanya melambaikan tangannya saja.


Setelah melihat sang kakak pergi Yuna menghampiri suaminya di ruang tengah.


“ bee aku ke kamar dulu ya” ucap Yuna


“Aku mau mandi” jawab Yuna


“Ya sudah nanti mas nyusul ke kamar” ucap Agung menatap istrinya.


“Hemm” sahut Yuna


Yuna pun menaiki tangga menuju kamarnya. Di saat Yuna sudah selesai mandi suaminya baru memasuki kamar.


Agung setelah menonton berita dan sempat terima telfon dari Krisna sang asisten, bahwa hari ini akan ada meeting di kantor dwngan klien yang meminta dirinya untuk ikut serta dalam meeting tersebut, dan akhirnya Agung akan ikut meeting lewat sambungan Video Call. Ketika memasuki kamar di lihat istri ya tengah duduk di depan meja rias lalu dia mendekati sang istri dan di peluknya dari belakang.


“Kenapa bee?” Tanya Yuna melihat ekspresi suaminya dengan wajah lesu.


“Mas mau ada meeting sayang, tadi Krisna ngabarin mas, mas harus ikut serta dalam meeting tersebut” jelas Agung


“Memangnya meeting dimana bee?” Tanya Yuna menatap suaminya dari cermin di hadapannya.


“disini lewat samungan Vcall, mereka meetingnya di kantor sama klien” ucap Agubg


“Ya terus pa masalahnya kan meetingnya bisa dari sini?” Tanya Yuna


“ya niat mas hari ini tuh mau me rime sama kamu eh ada gangguan” jawab Agung


“kan setiap hari juga me time bee sama aku” ucap Yuna


“Ya sudah mas mau ganti baju dulu” ucap Agung langsung melerai pelukannya.


“Ganti baju mau kemana bee?” tanya Yuna bingung.


“Ya mau meeting sayang, masa mas meeting pakai kaos begini” ucap Agung


“Oh ya lupa, biar aku siapin mas tunggu aja disini”ucap Yuna mendudukkan auaminya di depan mwja rias, lalu dirinya langsung menuju lemari yang sudah dia isi baju baju untuk suaminya.


“Nih bee” ucap Yuna sembari menyerahkan setelan celana dan kemeja kantornya.

__ADS_1


“Makasih sayang, aku pake kemeja sama dasi aja celananya gak usah, pake yang ini saja, gak kelihatan ini bawahnya” ujar Agung.


“Ya sudah nih pake dulu kemejanya, aku ambilin dasinya dulu” ucap Yuna membawa kembali celana yang ia bawa tadi lalu balik lagi dengan membawa dasi yang akan di pakai suaminya.


“Nih bee dasinnya” ucap Yuna menyerahkan dasinya ke Agung.


“Pakaikan sayang” ucap Agung langsung menarik pinggang istrinya untuk mendekat.


Agung pun yang di pakaikan dasi oleh istrinya, menatap intens wajah istrinya penuh dengan cinta, dan mengulum senyumnya, Agung mengingat pertama kalinya ketika dinpakaikan dasi oleh istrinya ketika ayah berkunjung ke singapore dan itu pertama kalinya juga mereka tidur satu kamar setelah menikah.


“Kenapa senyum senyum sendiri bee, mikirin apa hayo?” Tanya Yuna menatap suaminya dengan curiga.


“Gak mikirin apa apa sayang” jawab Agung


“Jangan bohong” ucap Yuna


“Kamu gemesin banget sih sayang, cup” ucap Agung langsung mengecup bibir sang istri.


“Bee” protes Yuna


“Cup” di kecupnya lagi bibir istrinya.


“Bee uda ah” protes Yuna.


“Aku tuh senyum senyum, mengingat waktu pertama kali kamu memakaikan dasi mas ketika ada ayah si mansion, dan itu pertama kalinya juga kita satu kamar setelah menikah” jelas Agung sembari menatap sang istri.


“Maafin aku ya bee, dulu aku begitu cuek sama kamu, padahal kamu selalu perhatian sama aku” ucap Yuna pelan.


“Gak papa sayang, sudah gak usah mengingat yang dulu lagi, yang kita pikirin sekarang adalah masa depan kita sama anak anak kita nanti” ujar Agung menggenggam tangan sang istri.


“Memang kamu sudah siap untuk punya anak bee?” tanya Yuna menatap suaminya.


“Kontanyanya ke mas, harunya mas yang tanya ke kamu, kamu sudah siap belum punya anak kan nanti kamu yang mengandung anak kita selama sembilan bulan sayang” ucap Agung


“Emm” jawab Yina pura pura ragu.


“Kalau kamu belum siap juga gak papa sayang, gak maslah buat mas” ucap Agung dengan kecewa mengira istrinya belum siap untuk punya anak.


“Aku sudah siap ko bee, mukanya tidak usah sok sedih begitu, kamu tuh gak pantes tau gak” ledek Yuna


“Kamu ngerjain mas hemmm” ucap Agung lalu menggelitiki pinggang istrinya.


“Ampun bee, bee geli” ucap Yuna yangbkegelian karena di gelitiki pinggangnya.


“Bener sayang kamu sudah siap?” Tanya Agung memastikan dengan menggenggam kedua tangan istrinya.


“Iya bee” jawab Yuna membalas tatapan suaminya.


“Ya sudah kita bikin sekarang yuk” goda Agung


“Bikin bikin dikira adonan kue apa di bikin, kamu mau meeting juga bee” ucap Yuna


“ya terus kapan dong” tanya Agung


“Tau ah, uda sana katanya mau meeting, oh ya bee kamu kan mau meeting aku ke butik sebentar ya mau ketemu Yuri” izin Yuna.


“Gak temenin mas meeting aja sayang” saran Agung


“Bosan mas, sebentar saja yah, sekalian mau cek butik mami juga” ucap Yuna dengan memohon.


“Ya sudah tapi syaratnya harus di antar El tidak boleh sendirian” pintah Agung


“Tapi bee” protes Yuna


“Gak ada tapi tapian, kamu baru sembuh sayang, mau di antar sama El atau tidak boleh sama sekali” ancam Agung


“Iya deh di antar sama ka El” ucap Yuna


“Nah gitu dong, mas takut kamu kenapa2 soalnya sayang, nanti kalau mas sudah selesai meeting mas nyusul kesana lalu kita baru ke rumah Ayah” ucap Agung


“Hemm, ya sudah aku siap siap dulu” ucap Yuna langsung berjalan menuju ruang ganti.


Sepeninggalan Yuna ganti pakaian, siap siap untuk pergi, Agung juga siap siap untuk meeting di sofa kamar. Dan ketika suaminya sudah mulai meeting Yuna baru keluar dari ruang ganti, ketika pamit dengan Agung, Yuna mencium pipi suaminya dia tidak sadar kalau suaminya sudah mulai meeting.


“Bee aku pamit dulu yah, cup” pamit Yuna menghampiri suaminya duduk di sofa dan mencium tangan suaminya dan mencium pipi suaminya.

__ADS_1


Agung tidak menjawab ucapan istrinya dia hanya mengkode bahwa dirinya sedang meeting dengan klien tapi Yuna tidak mengerti akan kode dari suaminya ketika melirik ke arah laptop dia sangat malu dan langsung berlalu keluar kamar.


Sedangkan klien dan para staf kantor yang ikut meeting melihat langsung adegan tadi, mereka baru tahu ternyata pemimpin mereka sudah mempunyai istri, di kira mereka Agung masih lajang karena Agung baru lulus kuliah.


__ADS_2