
Pagi pun tiba Yuna masih terlelap di dalam kamarnya, sedangkan Agung sudah rapih dengan baju kokonya hendak melaksanakan shalat subuh di musolah bawah dengannpara pekerja lainnya.
"Loh gung istri kamu mana?"tanya Ayah Kangta
" Yuna masih tidur yah, nanti setelah Agung selesai shalat Agung bangunin, masih ada waktu kan buat shalat" jelas Agung
"Roman romannya ada yang habis bikin cucu buat ayah sampai istrinya kelelahan" sindir Ayah Kangta
"Boro-boro yah bikin cucu, orang Agung aja tidur si sofa" jelas Agung
"Yah gagal deh mau cepet dapet cucu" ucap Ayah
Mereka pun melaksanakan shalat berjamaah di musolah yang sengaja di buat di mansion untuk beribadah, kareana kebanyakan pekerja di situ dari indonesia semua. Setelah shalat Agung langsung beranjak menuju kamar istrinya untuk membangunkan istriny.
"Dek bangun, dek bangun" panggil Agung sambil menepuk lengan sang istri
"Eumm, masih ngantuk mbok" sahut Yuna
"De banguk, kalau gak bangun sekarang mas cium mau" ancam Agung
"Aaaaahk..., ngapain mas Agung disini?" Tanya Yuna
"Kamu lupa kalau kita semalam tidur satu kamar" jelas Agung
Reflek Yuna langsung melihat dirinya sendiri masih berpakaian lengkap tidak. Agung yang melihat tingkah istrinya dia mengerti jalan pikirnya istrinya.
"Tenang aja mas gak ngapa-ngapain kamu ko, mas juga tidurnya di sofa, sudah cepetan kamu bersih-bersih lalu shalat subuh keburu waktunya habis" ucap Agung
Kemuadian Yuna langsung mnuju kamar mandi untuk memberaihkan diri dan setelah itu melaksanakan shalat subuh, sesangkan Agung turun ke bawah untuk membuat sarapn seperti biasanya.
Kini pasangan suami istri sudah siap dengan pakaian maaing-masing, Agung sudah siap dengan setelan jasnya dan Yuna sudah rapi dengan pakaiannya, karena hari ini dia ada kuliah pagi, mereka tergesa-gesa untuk sarapan karena Ayah Kangta telah menunggu di meja makan, Yuna sekilas melihat Agung yang sudah memakai pakainan dengan setelan jas tapi dasi masih di genggaman tangannya sembari membawa tas kerjanya, dia melihat itu pun inisiatip untuk memasangkan dasinya.
"Kamu uda blm de, soalnya Ayah uda dibawah nunggu kita buat sarapan" tanya Agung
"Uda" jawab Yuna
"Ya Sudah yuk" Ajak Agung
"Nih kenapa dasi masih di tengteng begini"ucap Yuna sembari mengambil dasi dri tangan Agung, sedangkan Agung hanya mematung melihat apa yang sedang istrinya lakukan.
"Mau mas masukin tas, nanti dikantor aja di pakenya"jelas Agung tapi dasi sudah di ambil oleh Yuna dan di sematkan di leher suaminya.
Tanpa bicara apapun Yuna langsung memakaikan dasi di leher Agung, sedangkan Agung mematung seakan akan waktu berhenti dwngan jantung berdetak cepat sembari memandangi wajah cantik sang istri,
Yuna pun sebenernya merasa hal yang sama di pandangin Agung sedeket ini, dan jantungnya pun seakan-akan meledak tapi dengan cueknya dan mencoba menetralkan jantungnya dia teteap memasangkan dasi ke leher sang suami.
"Sudah yuk cepat" ajak Yuna setelah selesai memasang dasi untuk suaminya.
"Ehmm, iya" sahut Agung
Yuna pun berjalan keluar kamar duluan langkahnya terhenti ketika Agung memanggilnya.
"Tunggu" panggil Agung
"Apa lagi mas?" Tanya Yuna
Tanpa jawab pertanyaan Yuna, Agung langsung menggandeng tangan sang istri.
Kini yuna yang dibikin salting sama Agung, sembari melihat tangannya yang di genggam oleh suaminya.
"Biar kelihatan romantis sama ayah" jelas Agung, sebenernya hanya modis nih.
"Emmm" sahut Yuna sambil mencerutkan bibirnya, Agung yang melihat tingkah istrinya menurut dia sangat menggemaskan.
"Senyum de, ngapain mulutnya begitu mau mas cium" goda Agung
"Idihhh, nih uda..." yuna pun menunjukan deretan giginya ke Agung
"Gemesin banget sih sayang kamu tuh kalau kaya gini" batin Agung sembari memperhatikan istrinya.
Kini mereka turun dengan bergandengan tangan mungkin, kalau orang lihat emang seperti pasangan romantis bukan pasangannyang sedang berpura-pura.
"Pagi ayah" sapa Agung dan Yuna bersamaan.
"Pagi boy" jawab Ayah
"Pagi nak" jawab Ayah
"Maaf ya yah kami telat" ucap Yuna
"Iya gak papa ko, ayah ngerti biasa penganten batu mah" goda Ayah
"Ayah mau Yuna bikinin teh apa kopi" tanya Yuna
"Kopi nak tapi gulanya dikit aja ya" ucap Ayah
"Mas mau teh apa kopi?" Tanya Yuna
"Kopi aja sayang" jawab Agung
"Tunggu sebentar ya" ucap Yuna langsung beranjak ke dapur.
"Ini kopinya yah, mas" ucap Yuna
"Terimakasih nak" sahut Ayah
"Terimakasih sayang" sahut Agung
"Sama-sama, Tumben mbok bikin nasi goreng putih" Gumam Yuna karena baru kali ini mbok darmi membuat sarapan nasi goreng putih.
"Ini kan" ucapan Ayah Kangta terhenti ketika Agung bicara, dan Ayah dan agungpun saling menatap.
"Mungkin mbok lagi nyoba menu baru kali sayang" sahut Agung
__ADS_1
"Iya kali yah" sambung Yuna
Kini mereka memulai sarapan nasi goreng putih yang dikira Yuna buatan si mbok padahal sebenernya itu masakan suaminya.
"Oh ya yah, maaf ya Yuna hari ini ada kuliah pagi jadi Yuna gak bisa nemenin Ayah di rumah" ucap Yuna
"Gak papa ko nak, lagian ayah mau ikut suamimu ke kantor mau liat-liat kantor papi mu, ayah uda lama gak kesana" jelas Ayah
"Oh ok deh, kalau begitu nanti siang Yuna anterin makan siang deh ke kantor buat Ayah sama mas Agung" ucap Yuna
"Emang kami kuliah sampai jam brpa sayang?" Tanya Agung
"Aku kuliah cmn sampai jam 11 ko mas, jadi masih sempet nanti mampir ke kantor pas pulang" jelas Yuna
"Ya sudah nanti ayah tunggu di kantor ya" ucap Ayah Kangta
"Biik yah" sahut Yuna
Setelah selesai sarapan mereka kembali ke aktifitas masing masing, Yuna pergi ke kampus sendiri dan Agung sama Ayah pergi kantor Papi Kadir.
"Ya sudah mas aku pergi dulu ya" ucap Yuna sembari mengulurkan tangan untuk mencium tangan suaminya
Agung yang pertama kalinyabYuna melakukan itu, kesempatan dia untuk mencium kening Yuna di depan Ayah, Agung sambut uluran tangan istrinya dan di kecuplah kening istrinya.
"Hati-hati ya sayang" ucap Agung di tambah kecupan di kening Yuna
Cup
Deg
"Duh jantung gua, nih laki selalunbikin gua spot jantung terus tahu gak" batin Yuna
"Maaf, biar kelihatan romantolis di depan Ayah" bisik Agung setelah mencium Yuna
" mas malu, ada Ayah juga" protes Yuna
"Gak papa nak, itubhal wajar yang di lakukan suami istri ketika suminya mau brangkat kerja seperti itu jadi ayah mahbuda biasa" jelas Ayah
"Tuh ayah aja gak papa, Ayah kan juga mantan bucin sayang dulu" camda Agung
"Nih anak ya, suka banget ngeledekinnorang tua" ucap Ayah kangta
Sedangkan Yuna muka sudah memerah seperti kepiting rebus karena malu dengan tindakan yang di lakukan Agung di depan Ayah mertuanya.
"Hehhee..." sahut Agung dengan ketawa kecil
"Ya sudah ayah tunggu di mobil" ucap Ayah Kangta
"Ya sudah mas sana, ayah sudah duluan ke mobil tuh" ucap Yuna
"oh ya dek, Hotmam semalem telphone dia mau minta no sahabat kamu katanya boleh gak?" Tanya Agung
"Maksud mas Yuri ?" Tanya balik Yuna
"Iya, kalau boleh kamu langsung aja kirim ke no hotman ya punya kan?" Sambung Agung
" Ya sudah kamu hati-hati di jalan jangan ngebut" ucap Agung sembati membukakan pintu pengemudi mempersilahkan Yuna untuk masuk.
"Iya, ya sudah aku duluan, sana mas ke mobil, kasian tuh ayah sudah nunghuin di mobil, Assalamualaikum" pamit Yuna
"Waalaikum salam" sahut Agung
Selepas mobil Yuna pergi, Agung memasuki mobilnya.
"Lama banget boy pamitannya" ucap Ayah Kangta
"Anak Ayah tuh, mau deketin cewek bukannya waktu itu nganterin pulang minta nomer kontaknya ini malah malam malam nelphon orang cuman buat nomer" jelas Agung
"Maksud kamu Hotman?"tanya Ayah
"Iya lah yah emang anak ayah siapa lagi coba kalau bukan Hotman" jawab Agung
Swsampainya dinkabtor Agung dan Ayah Kangta langsung menuju ruangan Agung.
Tok tok
"Masuk" pintah Agung
"Apa jadwal saya hari ini mber?" Tanya Agung yang melihat sekertarisnya sudah di depan mata.
"Setengah jam lagi bapak ada meeting di kantor, dan setelah makan siang sekitar jam 2 bapak ada meeting di luar pak, itu saja jadwal bapak hari ini" jelas Amber
"Tolong kamu siapkan berkas berkasnya, dan tolong bilang ke pak krisna juga siap-siap untuk meeting juga" icap Agung
"Baik Tuan" sahut Amber
"Oh ya Amber, kenalin ini Ayah saya dan yah kenalin ini sekaertaris Agung namanya Amber" uacp Agung mmemperkenalkan Agung
"Pagi tuan" sapa Amber
"Pagi" sahut Ayah Kangta
"Tuan dan bapak mau saya buatin minum" tawar Amber
"Ayah mau di buatin minum?" Tanya Agung
"Gak usah, disini ada air mineral kan?" Tanya balik Ayah
"Ada" sahut Agung, " gak usah mber" sambung Agung
"Kalau begitu saya undur diri dulu tuan" pamit Amber
#kampus
__ADS_1
Yuna baru turun dari mobil langsung di kagetkan oleh sahabatnya.
Dor
"Ko lo gak kaget sih" tanya Shany
"Orang gua uda oiat lo dari spion mobil" jelas Yuna
"Lagian gua tungguin dari tadi, lama banget di mobil, habis ngapain sih?"tanya Shany
"Gua lagi kirim kontaknya si Yuri ke ka Hotman, kata mas Agung dia minta nomernya Yuri" jelas Yuna
"Hotman, cowok gantemg yang di nikahan lo itu ya?" Tanya Shany
"Lo semua laki juga di bilang ganteng, ganteng mama coba sama ka Krisna?"tanya balik Yuna
"Ya tetep ka Krisna dong" jawab Shany
"Uda yuk masuk , jangan kebanyakan ngomel" ajak Yuna
#kantor
Tok tok
"Masuk" sahut Agung
"Pagi bos" sapa Krisna
"Pagi" sahut Agung
" eh ada Ayah, pagi Yah" sapa Agung sambil sedikit membungkukan badannya.
"Pagi Kris" sahut Ayah Kangta
"Kenapa Kris?" Tanya Agung
"Lima menit lagi waktunya meeting bos" ucap Krisna
"Ok lo duluan aja nanti gua nyusul" pintah Agung
"Baik, saya tinggal dulu ya yah" pamit Krisna
"Iya, lancar buat meetingnya ya" ucap Ayah
"Iya yah" sahut Krisna
Sepeninggalan Krisna keluar, Agung segera membereskan berkas-berkas yang di meja dan pamit untuk meeting dengan Ayah.
"Agung tinggal meeting dulu ya yah, Ayah mau nunghu disini atau gimana?" Tanya Agung
"Ayah mau keliling kantor aja, uda lama banget Ayah gak liat kantor papi mu" jawab Ayah
"Ya sudah kalau Ayah capek ingin istirahat, istirahat di kamar aja yah" ucap Agung
"Iya" sahut Ayah
"Ya sudah Agung tinggal dulu, kalau Ayah minta seauatu minta aja sama Amber" ucap Agung
"Iya uda sana kamu meeting aja, kamu tuh kaya Ayah anak TK aja" sahut Ayah
Sebelum keluar ruangan tiba-tiba telfon agung berdering
Dert dert
"Iya hello" jawab Agung
"......."
" gua sampai siang di kantor, ya sudah kesini aja" ucap Agung
"......"
"Ok deh, thanak you" ucap Agung
"Siapa Gung" tanya Ayah
"Itu yah Lia temen SMP Agung inget gak, dia mau ke kantor buat nganterin pesanan Agung, kebetulan dia ada meeting di sekitar sini jadi sekalian bawa pesanan Agung" jelas Agung
"Oh lia yang jangkung itu ya" sambung Ayah
"Iya yah" sahut Agung
"Emang sekarang dia tinggal disini?" Tanya Ayah
"Iya yah, dia punya suami orang sini dan semenjak tinggal disini sama suaminya dia buka butik, ya sudah Agung tinggal dulu ya yah" pamit Agung
"Iya" sahut Ayah
Ceclek (suara pintu)
Agung keluar ruangan dan menitipkan pesan untuk sekertarisnya.
"Mber"panggil Agung
"Iya tuan" sahut Amber
"Tolong kalau Ayah saya minta sesuatu tolong layani ya" pinta Agung
"Baik tuan" sahut Amber
"Dan kalau ada orang nyari saya atas nama Lia suruh naik aja ya, suruh nunggu di ruangan saya" pinta Agung
"Baik tuan"
__ADS_1
"Saya tinggal meeting dulu" ucap Agung
"Baik Tuan" sahut Amber