BUCIN DARI KECIL

BUCIN DARI KECIL
105. Hotman Dan Yuri pindahan ke Bandung


__ADS_3

Resepsi pernikahan Yuno dan Sonya berjalan begitu lancar tanpa ada hambatan, banyak pengusaha yang datang ikut hadir, dari dalam negri atau pun luar negeri. Salah satunya adalah Daddy Henim dan sang istri mewakili anak dan menantunya yang tidak bisa hadir, karena Dimas harus menemani istrinya yang tengah hamil besar sedangkan Reeko dan juga Tere tidak bisa meninggalkan anaknya yang masih kecil.


Setelah sekian lama Mami Boa, Papi Kadir, Ayah Kangta dan juga Daddy Henim akhirnya bisa berkumpul kembali, semuanya terlihat senang bisa bertemu dan berkumpul kembali tetapi tidak dwngan Mommy Tiffeny melihat ke akraban suaminya dengan Mommy Boa dia dia terlihat tidak suka, dia selalu menatap Mami Boa dengan penuh kebencian, karena Momny Tiffeny tahu wanita di hadapannya itu adalah wanita yang di cintai suaminya dari dulu mungkin hingga sekarang.


Waktu pun berlalu setelah satu bulan Yuno dan juga Sonya resmi menjadi suami istri, Sonya di nyatakan hamil itu membuat seluruh anggota keluarga Salendratama pun merasa bahagia, tetapi tidak dengan Agung, dia selalu bersikap dingi dan cuek terhadap Sonya, rasanya dia ingin sekali pindah dari mansion dan menempati rumah yang memang sudah dia beli untuk anak istrinya tetapi dia tidak bisa karena keinginan sang istri yang minta tinggal dengan orang tuanya.


Hotman dan juga Yuri seminggu yang lalu sudah resmi menjadi suami istri dan kini mereka berdua tengah berbulan madu, setelah berbulan madu Hotman dan juga Yuri akan tinggal di Bandung sesuai kesepakatan anatara Ayah Kanta dan juga sang kakak kalau Hotman akan menggantikan Ayah Kangta untuk memimpin SJ Group kantor pusat di Bandung.


Sepulang dari bulan madu mereka bersiap untuk pindah ke bandung, tidak banyak barang yang mereka bawa karena semua sudah tersedia di mansion Surya Jaya, dan sebelum pergi menuju bandung kini mereka akan ke mansion Salendratama untuk berpamitan.


“Mih kita pamit ya, nanti kalau ada waktu senggang kita kapan kapan akan main ke Jakarta” ucap Yuri sembari memeluk Mami Boa.


“Iya nak, kamu hati hati disana jaga kesehatan ya” ucap Mami Boa sembari membalas pelukan Yuri.


“Iya mih” sahut Yuri lalu melerai pakukannya dan kinj dia berpamitan kepada sang sahabat.


“Na, aku pamit ya, kamu baik baik disini, semoga sampai melahirkan nanti ponakan aku dan mommynya sehat terus, amin” ucap Yuri langsung memeluk Yuna.

__ADS_1


“aminn, Sma2 Ri kamu juga jaga kesehatan semoga secepatnya di berikan momongan juga ya biar anak kita seumuran, nanti kamu sering sering main ke Jakarta ya, ka aku titip sahabat aku ya” ucap Yuna beralih menatap ke Hotman.


“Siap kakak ipar” sahut Hotman


“Nak mami nitip Yuri ya, cintai dan sayangi lah dia, mami pesan jika kalain menghadapi maslah apa pun itu bicarakan baik2 jangan di bawa denagn emosi, ok” ucap Mami Boa kepada Hotman.


“Siap mih, Hotman pasti akan ingat pesan mami” ucap Hotman sembari menyalami tangan mami Boa dan kini beralih ke papi Kadir.


“Kita pamit ya pih” ucap Hotman langsung di peluk oleh Papi Kadir.


“Iya nak, papi minta sama kamu jika kamu sudah tidak cinta dan sayang lagi sama putri papi, papi mohon kembalikan dia kepada papi dengan keadaan baik baik saja, karena papi juga menyerahkan putri papi kepada kamu dalam keadaan baik baik saja, jaga dan bimbinglah dia menjadi istri yang baik dimata Allah” ucap papi Kadir


Yuri terharu mendengar pernyataan papi dari sahabatnya itu, yang kini juga sudah menganggapnya sebagai putrinya sendiri, sembari merangkul Yuna, Yuri sampai meneteskan air matanya dia bersyukur setelah kepergian kedua orang tuanya masih ada yang menyayangi dirinya.


Setelah Hotman dan Yuri berpamitan ke semua anggota keluarga Salendratama, kini mereka semua mengantar Hotman dan Yuri sampai pintu utama mansion dan sebelum Yuri memasuki mobil Mami Boa mendekati Yuri sembari membawa sebuah map yang semua orang tidak tahu apa isinya, hanya mami Boa dan papi Kadir yang tahu.


“Sayang, ini kado pernikahan dari mami dan juga papi untuk kamu ya, mami mohon yerima ya” ucap Mami Boa sembari menyerahkan map tersebut.

__ADS_1


“Apa ini mih? Padahal mami sama papi tidak perlu repot repot memberi hadiah pernikahan, gaun pernikahan kemarin saja mami sudah kasih geratis buat kita” Tanya Yuri lalu dia mulai membuka map yang di berikan oleh mami Boa dia baca dengan teliti, dia tidak percaya apa yang di berikan mami dan papi angkatnya itu.


“Kenapa bab?” Tanya Hotman ketika melihat reaksi sang istri yang menutup mulutnya dengan tangannya. Lalu Yuri pun memperlihatkan isi map tersebut kepada suaminya.


“Mih, pih ini sangat berlebihan, Yuri sudah dapat kasih sayang dari kalian saja sudah sangat bersyukur banget, maaf mih pih, aku gak bisa terima ini semua” ucap Yuri menatap wajah mami Boa yang ada di hadapnya. “Iya mih, pih apa ini tidak berlebihan” sambung Hotman.


“Gak sayang, memang dari awal semenjak kamu meutuskan akan menikah dengan nak Hotman dan memutuskan tinggal di Bandung, papi dan mami sudah sepakat akan meberikan salah satu cabang butik di Bandung kepada kamu, dan semuanya sudah kita urus beralih menjadi milik kamu, nanti terserah kamu mau di rubah atau tidak nama butiknya, mami dan papi mohon terima hadiah ini ya” ucap Mami Boa sembati meraih kedua tangan Yuri.


Lalu Yuri pun menatap wajah suaminya seakan akan meminta persetujuan dan Hotman pun menganggukkan kepalanya, lalu Yuri mentap wajah snag sahabat karwna merasa tidak layak mendapatkan hadiah ini, Yuna mengerti akan tatapan sahabatnya diapun ikut menganggukkan kepalanya bahwa dia setuju dengan keputusan papi dan maminya.


“Baiklah, Yuri terima hadiah dari mami dan papi, terimaksih banyak mih, insya allah Yuri akan mengembangkan butik ini menjadi makin maju lagi” ucap Yuri langsung memeluk mami Boa.


“Aminn” sahut semuanya terkecuali Sonya dia menatap malas melihat adegan drama yang menurut dia itu lebay.


“So so an lo gak mau di kasih butik, tinggal terima aja apa susahnya sih, pake drama” ucap Sonya dalam jati. hati.


“Dan aku gak akan pernah ganti nama butiknya mih, karena ini sebagai tanda dan supaya Yuri selalu ingat bahwa butik ini adalah pemberian mami dan papi sampai kapan pun” sambung Yuri

__ADS_1


“Ya sudah itu sih terserah kamu karna semuanya sudah jadi hak milik kamu sayang” sahut mami Boa.


Mami Boa ketika mengetahui Hotman akan menjadi pemimpin SJ Group pusat dan akan menetap di Bandung setelah menikah, dia memutuskan untuk memberikan salah satu cabang boa butik Yang di Bandung kepada Yuri sebagai hadiah pernikahan mereka dan itu semua dia sudah bicarakan dengan papi Kadir dan papi Kadir pun tidak mempermasalahkan itu semua.


__ADS_2